Minggu, 21 Januari 2018

Ayo Berinvestasi di Reksadana!!

Kemarin kan dapet pemberitahuan gitu kan dari Bukalapak, tentang reksadana yang mereka lakukan kerjasama dengan portal reksadana online bareksa. Berhubung gue udah ikut sekitar 8 bulanan beli reksadana syariah pasar uang di bukareksa. 

di Era Digital sekarang Reksadana tersedia Online, via Pixabay.com

Gue dapet pemberitahuan gitu kalau ada return maksimal 20% setiap pembelian unit reksadana Ashmore. Bahkan bisa mencapai 200 ribu kalau kita beli unit reksadana sebesar satu juta... weeewww.. lumayan kan yah. Tapi karena uang ndak ado. Jadi gue kelewatan itu promo.

Nah pas gue pikir-pikir lagi... kok gue baru nyadar. “ashmore?? Perasaan reksadana yang di jual di Bukareksa cuma ada 2 deh. Atau jangan-jangan mereka nambahin macem-macemnya lagi...”

Langsung gue cek ke web bukareksa. Dan ternyata benar. Mereka melengkapi produk-produk reksadana mereka menjadi lebih variatif.

Kalau dulu yang cuma ada reksadana jenis pasar uang, sekarang mereka menambahi 3 jenis reksadana dengan total tambahan 8 produk yang terdiri dari ; 4 produk reksadana pendapatan tetap, 2 produk reksadana campuran, dan 2 produk reksadana saham.

Sekilas tentang jenis-jenis reksadana bagi yang masih belum paham. Gue ceritain sedikit yang gue tahu tentang perbedaannya.

Reksadana itu adalah tempat buat orang seperti kita-kita menanamkan modal berupa uang untuk selanjutnya bakal diinvestasikan oleh manager investasi ke dalam berbagai macam instrumen investasi yang tersedia. Pembelian reksadana dilakukan dengan membeli satuan unit penyertaan reksadana. Harganya pun bervariatif per unit tergantung jenis dan kinerja reksadana tersebut.

Di Indonesia, ada 4 jenis reksadana. Antaranya reksadana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, dan reksadana Saham sama satu lagi reksadana Index yang nggak gue tahu.

Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang investasinya dilakukan pada efek pasar uang seperti efek hutang berjangka, deposito, atau surat obligasi yang jangkanya kurang dari satu tahun. Diantara ke empatnya, reksadana ini yang paling minim resiko dengan return terbatas. Kisaran 2-6 %.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana ini menginvestasikan 80% pada instrumen yang berefek hutang. Memiliki resiko diatas pasar uang dengan nilai return di atas pasar uang tapi masih di bawah reksadana campuran dan reksadana saham.

Reksadana Campuran

Seperti namanya, jenis reksadana ini menginvestasikan pada instrumen efek ekuitas (saham) dan efek hutang. Reksadana ini memiliki resiko di atas reksadana pasar uang dan pendapatan tetap dan return lebih tinggi dari keduanya. Namun, masih di bawah reksadana Saham.

Reksadana Saham

Reksadana yang menginvestasikan pada instrumen Ekuitas (Saham) yang memiliki hasil return paling tinggi, dan resiko yang tinggi dari ketiga jenis reksadana di atas.

Nah, dalam perihal reksadana, kita juga bakal mengenal yang namanya Manager Investasi.

Apa itu Manager Investasi??

Manager Investasi adalah pihak, bisa perorangan atau perusahaan yang diberikan wewenang sepenuhnya untuk mengelola aset investor seperti kita yang melakukan pembelian reksadana. Nah, Manager Investasi ini yang memutuskan mana saja saham, obligasi, deposito, atau surat berharga yang akan di beli.

Makanya, nanti setiap bulan biasanya manager investasi akan membuat laporan mengenai kinerja reksadana kepada kita.

Jadi kita nggak usah bingung-bingung lagi kemana uang kita akan di investasikan. Karena semuanya sudah sepenuhnya di atur oleh manager investasi.

Yang terpenting adalah kepiawaian kita dalam memilih reksadana yang akan di beli. Makanya Biasakan untuk melihat perkembangan kinerja reksadana selama 3 bulan berturut-turut sebelum memutuskan untuk membeli suatu reksadana.

Oh iyah, reksadana itu nggak bisa dijadikan sebagai rencana menabung yah. Karena, tetap kita juga harus menabung walaupun sedikit. Untuk reksadana bisa kalian jadikan sebagai investasi yang bertujuan karena reksadana itu merupakan investasi berjangka.

Jadi, inti dari berinvestasi reksadana adalah Beli dan Lupakan.

Beli reksadananya, dan top up tiap bulan, dan lupakan sesuai dengan jangka reksadananya dan tujuan kalian.

Pasar Uang yang umumnya berjangka 1-2 Tahun,

Pendapatan Tetap dan Campuran yang berjangka 2-5 Tahun,

Reksadana Saham yang berjangka 5 tahun ke atas. Jadi, jangan keburu dijual jika tidak dalam keadaan genting.

Saran untuk pemula seperti kita sih, mendingan beli reksadana jenis pasar uang atau pendapatan tetap. 

Kalau masih bingung bisa ditanyakan ke orang yang sudah paham di bidang investasi reksadana.

Kalau ane sih, masih baru punya reksadana jenis pasar uang yang udah gue ikutin selama 8 bulan lebih di Bukalapak. Hasilnya lumayan kok. Heheh rencana mau ikut yang campuran atau pendapatan tetap.

Terus kalau mau di uangin lagi, gimana caranya???

Caranya dengan menjual reksadana yang kita punya. Harga jualnya pun sesuai dengan harga reksadana per unit saat ini. 

Semisal, Jika di awal tahun kalian membeli reksadana dengan harga 1000 rupiah per unit sebanyak 1000 unit dengan total 1 juta, di akhir tahun harga per unit reksadana kalian sudah menyentuh 1300 per unit dan kalian jual semua unit dengan total 1.3 juta.

Nah kalian memiliki return sebesar 300 ribu dari reksadana yang kalian beli. Begitu, tapi sekali lagi itu hanya contoh yah.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana Pasar Uang

Reksadana Campuran

Karena kinerja reksadana itu tak selalu naik. Apalagi jenis reksadana campuran dan saham yang memiliki resiko cukup tinggi. Tapi tenang aja, selama kita investasikan ke dalam jangka yang sesuai dengan jenis reksadananya maka Insya Allah akan baik-baik saja.

Ada pertanyaan gini, karena reksadana kebanyakan di investasikan di efek hutang. Takut jatuhnya Riba. Riba kan Haram!!

Tenang, ada Reksadana jenis Syariah kok. Jadi nggak perlu takut. Karena MUI sudah menghalalkan investasi reksadana terutama Reksadana Syariah. Jadi nggak usah khawatir.

Note : Sangat Penting buat melakukan Investasi pada badan yang telah terdaftar resmi Oleh badan OJK Indonesia. agar tidak bodong, dan ketipu.

Oke sekian dari Bayu dan terimakasih.... xoxo

FYI : Bukan Iklan.. tapi jujur dari pengalaman pribadi. ane nggak dibayar sama Bukalapak. okee?? :D

Senin, 15 Januari 2018

Gue ini Kenapa???

Sorry, Curhatan.. mending nggak usah dibaca. langsung close aja yah.. heheheh

Nggak tau kenapa... cuma akhir-akhir ini gue lagi sering banget ngerasa kaya ada yang ngeganjel pake banget di hidup gue. Setiap weekend atau abis pulang kerja atau pas lagi sendiri, gue ngerasa kaya ada yang kurang. Cuma kurangnya itu apa, gue nggak tau apa... 

Apa karena mulai sadar kalau hidupnya monoton, gini-gini terus??? Atau,

Apa karena gue yang jomblo udah menahun??? Hahahahah kayanya nggak itu juga. Well, Im really enjoy with this kind a thing.

Tapi serius, gue ngerasa kaya ada sesuatu, something is missing in my life.. tapi sekali lagi nggak tau apa.

Kenapa??? via, pixabay.com
Kalian sering kaya gitu juga nggak sih??

Temen gue ada yang bilang kalau itu tanda-tanda orang kesepian.. dan nyuruh gue buat nyari yahh kalian tahulah apa. Mereka bilang sih umur segini harus udah mikir kesitu.

Yah gue juga mikir ke arah situ juga kali, cuma kan persiapan itu butuh waktu. Bukan soal materil, tapi immateril juga. Dan itu nggak bentar. Butuh persiapan mateng-mateng yang harus dipersiapkan. Lagian umur gue juga belum tuir-tuir amat kali. Masih dibawah 25.

Mungkin ini kali yah tanda-tanda orang lagi di fase quarter life of crisis.

Perasaan campur aduk antara galau, dilema, kesepian, sedih, bingung, bimbang, tertekan seakan-akan mereka itu nusuk gue secara bersamaan yang bikin gue makin bingung.

Makanya akhir-akhir ini, gue lagi getol-getolnya nyari sesuatu buat ngisi kekosongan, yah semacam alibi buat ngilangin momen-momen kosong yang bisa bikin gue masuk dalam tahap ngelamun. Kaya nulis atau makan di luar atau cari temen yang bisa di ajak nginep atau di inep biar ada temen ngobrol, atau ngapain gitu.

cuma sayangnya, nggak semuanya itu lancar buat dilakuin. Kaya nulis yang kadang nggak ada ide atau suntuk dan males. Main sama temen yang kadang mereka ada acara lain sama pacarnya atau sama keluarga, dll.

Herannya, 

Gue kalau ngeliat temen-temen gue, kayanya mereka happy-happy aja, kaya nggak ada sesuatu yang lagi dipikirin. Sering bertanya-tanya dalam kepala, mereka itu ngalamin perasaan hal kaya gini juga nggak yah. Sering ngelamunin hal-hal yang nggak jelas atau hidup kaya kehilangan arah gini.

Makanya gue nulis ini, buat nanya ke kalian.. ngerasain hal yang samakah???

Atau jangan-jangan emang kalian yang hanya terlihat senang di luar, tapi didalemnya menyimpan sesuatu. Sama halnya ketika kalian melihat gue yang terlihat biasa aja di luar, tapi kenyataannya di dalem gue sering mikirin hal-hal itu.

Mungkin yang kedua kali yah, kita sama-sama mencoba untuk men’fake’kannya!!!

Iyah, sekarang gue yakin. Kalau ini beneran tanda-tandanya Quarter life of crisis.. 

Barusan tadi baca di web idntimes. Dan emang gue ngerasain hal yang sama juga.

Gue sering bertanya-tanya apa ini emang yang gue mau dalam hidup. Dan mulai merasa bosan terhadap apa yang gue lakuin sehari-hari.

Ada Beberapa lagu yang langsung melabilkan keadaan emosi gue begitu sesaat menyiratkan kata-kata yang sesuai.. jadi merasa tertantang, atau merasa sedih.

Gue Lebih memilih untuk membayar mahal untuk kesenangan sesaat.

Gue juga lagi getol-getolnya nyari seseorang yang dianggap bijak untuk dengerin cerita gue dan berharap dia ngasih jawaban, karena gue sendiri bingung sama jawabannya. Cuma sayangnya, jawaban mereka selalu nggak bisa bikin gue bilang... “hhhmm, bener juga yah”

Mungkin yang bisa gue lakuin sekarang adalah mencoba untuk tidak kufur. Dan percaya aja bahwa ini adalah bagian dari proses yang emang semua orang harus lakuin.  Tinggal berdoa dan berusaha. Tinggal mikir yang pasti dan tepat kapan gue harus berhenti.

Minggu, 14 Januari 2018

Suka Duka Jadi Guru Les Privat

Banyak orang bilang, kalau jadi guru les privat itu gampang... ehhmm gue sih kurang setuju yah. Soalnya selama tiga tahun terakhir berkecimpung jadi guru les privat sebagai kegiatan sampingan selain kerja bikin baja tulangan, gue udah ngerasa nano-nanonya. hehehe baik dari suka dan dukanya.

Dari semenjak kuliah, emang cita-cita buat jadi guru udah bergejolak di dalam dada. Hanya saja karena jurusan yang dipilih udah jadi bubur duluan, dan nggak ada keterkaitan sama sekali dengan dunia pendidikan. Jadi yah menjadi guru les privat adalah satu-satunya cara buat memenuhi hasrat dalam jiwa.. wedehhh.. ngeri euy..

Hehehe

Bagi kalian mahasiswa yang kerja sampingan sebagai guru les privat juga.. salam peace dan hangat dari gue makhluk terkece seantero banten.. hihi

Bagi gue pribadi, menjadi seorang guru les privat itu merupakan sebuah tantangan. Yah walaupun anak yang dipegang nggak sebanyak kaya guru-guru SD atau sekolah-sekolah. Tapi setidaknya gue bisa ngerasain gimana rasanya punya sebuah tanggung jawab yang bener-bener harus dipertanggung jawabkan.

Belajar yukkk, via pixabay.com
Yah kan nggak mungkin tohh, kalau kita ngajarinnya asal-asalan apalagi tebak-tebakan. Bisa-bisa lu rugi sendiri sama ilmu yang lo dapet selama ini, dan juga lo ngerugiin anak itu sendiri yang apalagi itu anak udah sepenuhnya percaya sama lo!!! Kan kasihan..

So, ini suka duka yang gue alami selama berkecimpung di dunia perguruan les privat.

1. Menjadi seorang guru privat bukan hanya sekedar “Kamu datang ke anak tersebut, terus ngasih materi, cuap-cuap dan selesai pulang..”

Sebagai orang yang diberikan tanggung jawab buat ngedidik anak tersebut, materi yang disampaikan haruslah mudah untuk dipahami. Begitu pula anak tersebut sudahkah Ia memahami apa yang kita sampaikan secara baik atau belum. Jika belum berarti kitalah yang harus pandai-pandai memutar otak cara terbaik untuk menyampaikan agar si adik mengerti.

2. Kita bukan hanya sekedar pendidik, melainkan juga diibaratkan sebagai orang tua asuh, dan juga teman baik.

Anak les privat itu nggak banyak kaya di sekolahan, jikalau tipe privatnya seperti gue. Yang cuma megang 2 anak. Yah pinter-pinter gue yang harus ngebikin kondisi seceria mungkin, sebahagia mungkin, seasik mungkin biar si anak nggak cepet bosen. Soalnya kalau anak udah mulai bosen yah pasti mereka bakal masang muka paling bete sedunia dan bikin kita nambah merasa bersalah.

Udah gitu jatuhnya ke penangkapan materi yang nggak bisa serius.

3. Pengen juga ngerasain libur ngajar, tapi kadang kangen banget sama tingkah lakunya mereka

Namanya juga anak-anak, kadang bikin bercandaan yang sedikit heboh dan cukup mengelitik perut.
Mereka jadi seperti adik kita sendiri, seperti ada ikatan khusus yang pengen banget ngeliat mereka ketawa, mereka bisa dan berhasil. Apalagi kalau si anak udah nyeritain hal yang dia suka tentang kita ke orang tuanya yang rasanya seperti berbunga-bunga.. heheh

4. Walaupun menghadapi soal SD atau SMP yang kiranya mudah, kadang kita bisa dibikin bingung sendiri 7 keliling sama cara dan jawabannya

Namanya juga manusia, yah nggak munafik. Kadang gue sendiri suka lupa sama cara pengerjaannya gimana.. yah alibi gue sih, gue jujur ke anaknya.. “bentar yah, mas cari cara yang paling cepet buat pengerjaanya di internet..” biar nggak terlalu malu.

5. Mereka bisa sebagai pelipur lara

Perasaan Hiruk pikuk, dan stress yang gue rasain selama gue bekerja di pabrik bisa sedikit hilang begitu melihat tawa dan candaan mereka.

Bagi gue, ngajar bukan cuma sekedar kerja sampingan. Tapi, ia juga menjadi hal yang paling gue bisa andalkan dalam membuat hati ini bahagia, lebih semangat, dan yang paling penting adalah otak ini dapat terus terasah.

6. Bukan cuma perkara soal mengajar, Menjadi guru les juga tentang bagaimana kamu harus terus ulet dan sabar

Nggak bisa dipungkiri, nggak semuanya apa yang kita sampaikan akan diterima baik. Kadang, saat mood si anak lagi tidak baik. Kita harus bisa memposisikan diri sebagai pendengar dan pemberi nasihat yang baik.

7. Merasa menjadi orang yang paling bahagia sedunia ketika melihat mereka berhasil dalam nilai

“Mas Bayu, lihat ulangan aku dapet 90...” kata sang anak, sambil menenteng kertas hasil ujiannya.

Nggak pernah bisa gue nahan ini mata, ketika melihat mereka bahagia karena pencapaiannya. Senyumannya, senyuman orang tuanya. Ya Allah, kebahagiaan ini sangat menyenangkan...

Itulah, sedikit suka duka yang gue rasakan selama menjadi guru les privat. Kalian yang juga menggeluti profesi ini mungkin bisa nambahin di kolom komentar.. heheh

Oke see you,, xoxo

Senin, 18 Desember 2017

Nonton Bioskop Sendirian? So What?

“Nonton kuy???” sorry bay nggak bisa...

“Besok nonton yuk??” maaf udah ada janji bay!!

“Kamu mau nonton nggak?? Aku yang bayar wis...” bolehhh,, ehh tapi bentar kayanya besok gue ada acara deh..

“Gue udah ngajakin yang lainnya. Mungkin cuma kamu yang tersisa.. nonton yuk malam ini??” sorry bay, udah janji sama cewe gue..”

-_- kasian yah elo bay, nasib jomblo akut seumur hidup bagaikan hidup dikutuk untuk hidup sebatang kara. Temen-temen lo yang lo anggap temen “lebih” dari spesial lebih mentingin agenda dengan pacarnya ketimbang lo bay!!! ckckck

Hahahay yaiyalah secara mereka udah punya pacar, lahh lo bay??? lagian siapa lo juga lebih dipentingin dibandingin pacar.... hahaha

#jedokin pala di tembok ujung ruangan sambil ngemut jari jempol kaki...

Huhuhuh

Ahh bodo, nonton sendirian juga jadi gua mah.... #alibi

Alone, via pixabay.com
Tapi orang-orang pasti bakal bilang lu freak kalau nonton sendirian. -_-

Gue heran, siapa sih yang pertama kali ngebuat pandangan kalau nonton sendirian itu bagaikan orang yang paling sedih di dunia??? Padahal menurut gue nonton sendiri itu nggak ada masalah sama sekali, dan nggak aneh menurut gue. #yaiyalah secara lo seringnya nonton sendirian bay!! jelas kalau lo pro.. ckck

Yah habis kadang gue suka ngerasa kaya dikomen gitu di belakang setiap kali gue beli tiket nonton terus ditanya sama mba-mbanya...

“mau buat berapa orang kak??”

“ohh satu aja mba... buat saya..! hehehe” nyengir

Terus orang belakang mulai pada berbisik.. #ihhh syirik aja lu.. yang mentang-mentang nontonnya gandengan. Gandengan aja terus sampe filmnya selesai sekalian atau bila perlu lem tuh tangan biar nggak kabur kemana-mana... Batin gue berbisik jahat.. #lahh itu mah yang syirik lo bay!!! lagian ke’Geer’an banget lu!! Siapa juga yang ngomongin.

Ngomong-ngomong tentang nonton sendirian nih.

Gue punya cerita ngeselin kemarin pas mau nnton.. kalau menurut pendapat temen gue yang udah ngedenger sih gue yang salah, dan guenya yang terlalu baper. Tapi kalau menurut gue, mba-mba penjaga counter tiketnya yang salah.. haha

Jadi gini ceritanya, kemarin jum’at pas abis pulang kerja. Gue balik emang ada rencana buat nonton Star Wars the last jedi. Berhubung gue temennya pada sibuk semua tuh yah. Jadi yah gue sih mikir simpel aja buat nonton sendiri.

Nah jugjugjug masuk ramayana buat beli tiket nonton, gue pengen ngambil yang jam 7 malam. Antrian kan emang agak panjang yah. Maklum lah namanya juga friday night.

Nah pas giliran gue, biasa ditanya dengan muka dan senyum termanis mbanya...

“mau nonton apa mas???”

“nonton star wars mba....”

“Berapa tiket???”

“satu aja buat saya, atau kalau mbanya mau ikut silahkan saya beliin tiketnya...” whuitttt hahahah

“mau duduk dimana??”

“dihatimu... wkwkwk” nggak dink. Gue jawabnya.... “ohhh disini aja mba!!” jatuhlah pilihan pada row paling pinggir tapi hanya sisa 2 tempat duduk. Yang lainnya sebenarnya ada. Paling belakang tapi. Dan itu gue nggak mau. Karena gue kalau nonton nggak suka belakang-belakang. Soalnya yang gue tahu kalau row paling belakang biasanya banyak hantu-hantu yang lagi pada memadu kasih saling suap-suapan popcorn yang bikin gue nelangsa karena gue nggak bisa suapin-suapinan.. -_- dan nggak mungkin juga buat gue sangking irirnya sama mereka terus gue gabung ke mereka minta disuapin juga...

Sumpah nggak kebayang... hahahah

Nah disini mba-mbanya tiba-tiba nolak gue dengan alasan... “maaf mas silahkan pilih tempat yang lain karena ini buat berdua...”

“what??? Hellow...??” sisanya cuma row paling belakang, dan itupun sama sekali belum keisi semua. Sedangkan ini udah jam setengah 7 malam. Kalau semisal gue beli tiket itu, terus sampe film udah dimulai dan nggak ada sama sekali orang yang milih row itu gimana?? Apa gue nggak tengsin jadinya kalau di row belakang cuma ada gue duduk sendirian masang ules pucat pasi.

Apa gue nggak bakal jadi lelucon mereka semua.??

Pasti mereka pada batin “itu yang nonton sendirian paling belakang kasian banget yah say...” hadeeehhh..

“nggak mba.. saya mau yang itu aja emang nggak boleh yah???”

“mohon maaf mas, yang 2 sit ini buat berdua. Kalau masnya beli disini, berarti sisanya satu..”

“terus mba???” tanya gue.. Gue yakin pasti mba ini mikir gini deh. Kalau semisalnya masnya beli di tempat duduk ini, berarti yang duduk disebelahnya adalah jomblo yang lainnya. Dan itu jarang.
Gue yakin pasti mbanya mikir gitu, gue yakin itu...

“jadi mba? Saya nggak boleh beli di situ. Yaudah lah saya nggak jadi...” ngacir pergi...

Dan disitu gue ngerasa sedihh.. wkwwkwkw

Sumpah kesel banget.... alhasil gue turun kebawah beli thai tea, beli donat mokko, makan mie ayam, beli batagor bandung, tambah kebab.

Sorry, I eat alot when I upset...

Minggu, 17 Desember 2017

Yang Menyakitkan dari Kehilangan

Ya Allah tabahkanlah mereka, kuatkanlah mereka.

Malam itu emang langit sedang tidak bersahabat. Hujan terus mengguyur sepanjang hari di Kota kami dari pagi hingga petang. Alhasil malam sabtuku terkena imbasnya. Rencana nonton gagal sepenuhnya.

Langit sepertinya tau apa yang kurasakan saat ini. Sepi gemuruh di tengah ramainya manusia.

Tak banyak yang kulakukan pada saat itu. Hanya duduk dalam kamar bersender pada dipan kasurku sambil dengerin lagu dan mengetik beberapa tulisan yang bisa kutulis.

Tepat pukul 10 malam, kabar duka secara tiba-tiba muncul di layar HP. Kuraih dan kubaca. Ternyata pada saat itu, bencana Gempa tengah melanda bagian Selatan Pulau Jawa, tepatnya Jawa Barat dekat dengan Kota Tasikmalaya.

Jangkauan getarannya cukup jauh. Bahkan terasa hingga Semarang Jawa Tengah.

Pada saat itu pun, langit di kota kami pun sedang sejadi-jadinya. Hujan deras ditambah sambaran kilatan petir dan suara gemuruh menambah mencekamnya suasana itu setelah mendengar kabar duka tersebut.

Tak banyak yang bisa kulakukan selain mencari-cari informasi kondisi di lokasi. Sesekali kuhubungi temanku di Jawa Tengah menanyakan apakah mereka baik-baik saja.

Gerakan detik jam telah berhasil mengantarkan jarum pendek ke angka 11 dan jarum panjang ke angka 15. Gemuruh Hujan pun sudah tak sederas 1 jam yang lalu. Kucoba tarik selimut untuk melelapkan mataku.

Akan tetapi, belum 10 menit. Sayup-sayup mataku dibangunkan oleh hp yang berdering kencang menandakan telpon masuk. Akibat jarak Hp yang harus membuatku bangun dari kasur untuk mengambilnya, membuat aku malas untuk mengangkatnya..

“Ahh sudahlah, besok-besok pun bisa. . .” Begitu pikirku.

Kuhiraukan nada dering itu dan kucoba lanjutkan untuk memejamkan mata kembali.

Tapi apa daya, Hp itu terus berdering yang membuatku berpikir.. “Bagimana jika penting??”

Dengan enggan, Aku beranjak dari kasur dan berjalan menuju HP yang kuletakkan samping TV tepat di depan kasurku.

“Mas Yudi on Call” begitu tulisannya.

“Apaa mas??? Udah malam ini looh..”

“Kemana aja sih??? Gue jemput lo sekarang!!”

“hah??? Ngapain??? Masih mau kumpul??? Udah malam... Males aku.” Tanyaku heran.

“Istrinya Adit keguguran.. ini kita-kita lagi mau berangkat ke RS!!”

“Astagfirullahal Adzim.... *diam sejenak...... i-i-iya mas. Tak tunggu...” jantungku rasanya seperti berhenti mendengar kabar dari Yudi. Kepala terasa amat berat, dan dada ini mulai terasa sangat sesak. Kucoba cari inhaler dalam tasku dan bernafas sebaik-baiknya.

Aku turun untuk ganti pakaian. Pikiran dalam kepala ini tak bisa untuk tenang dan terus memikirkan hal-hal tentang mereka.

“Ya Allah,,, bagaimana dengan istrinya Mas Adit.. apakah dia baik-baik saja???”

Tentu kalian tak akan pernah bisa membayangkan perasaan Orang tua yang harus rela kehilangan calon anak pertamanya. Apalagi yang kutahu usia kandungan beliau sudah memasuki bulan ke-8.

via, pixabay.com
Bahkan aku sudah menyiapkan kado untuk calon anaknya itu. Terbungkus rapi dalam balutan kertas kado berwarna biru bermotif mainan bayi. Sebuah alat sterilisasi botol susu dan buku panduan membesarkan anak pertama.

Sepertinya aku tak akan melihat mereka tertawa saat membuka kado tersebut karena isinya dan catatan kecil yang kutulis buat mereka dengan kata-kata candaan dalamnya.

Ya Allah,,, tabahkanlah mereka. dan berikan keselamatan bagi Istrinya.

Hati ini memang tak selalu tegar jika mendengar kabar duka yang dialami oleh teman-teman sekitarku. Hal serupa juga pernah dialami oleh keluarga kecil yang dibina oleh teman kerjaku, Mas Aat yang juga harus kehilangan calon anak pertamanya di usia kandungan yang telah memasuki umur ke 9 pada bulan maret lalu.

Aku pun bahkan juga telah menyiapkan kadonya yang hingga saat ini masih kusimpan rapi dalam gudang rumah.

Melihat istrinya Mas Aat saat itu yang tegar dan masih dapat menyiratkan senyuman kecilnya saat kusalami dia. Membuat mata ini berlinang menahan segala kemungkinan yang terjadi pada wajah ini. Tak pernah bisa kubayangkan bagaimana perasaan seorang Ibu yang telah lama menantikan kelahiran sang buah hati.

Ya Allah.... :’( maaf jika aku bukanlah pria yang kuat dalam mengartikan arti sebuah kehilangan.
Yudi sudah di depan rumah. Kami pun bergegas menuju RSKM Cilegon.

Hujan rintik-rintik menemani kepergian kami malam itu. Derunya semburan angin kian terus menabrak lajuan motor kami.

“Bay obat asma lu bawa semua kan yah?? Cuaca lagi dingin soalnya..” teriak Yudi di tengah lajunya kendaraan...

“hahhh?? ... iyah bawa kok ini ada di dalam tas.” Jawab gue.

“kegugurannya kenapa yah?? Tau??” Tanya gue.

“belum bay... gue cuma dikabarin dari si Afran..”

“Ya Allah kasian banget..”

Sesampainya kami di lokasi, kami langsung menuju ke bagian persalinan. Di sana, Kulihat beberapa keluarga Mas Adit tengah duduk dan berdiri menunggu hasil operasi.

Mas Adit duduk terpisah dari perkumpulan itu. Dia duduk di kursi paling ujung berdua dengan Mas Afran.

Aku berjalan menuju mereka...

“Mas. Gimana???” tanyaku...

“Bay.....” dia berdiri dan menyalamiku.

Dengan suara ponggah, dan mata yang mungkin terlihat menahan. “Yang sabar yah mas, yang kuat” ucapku.

“jadi gimana keadaannya sekarang dit??” Tanya Yudi

“di dalam lagi,,,,, di operasi” jawabnya singkat

“awalnya gimana mas?? Mba Rani nggak jatuh kan yah???”tanyaku

“dari siang bay, Istri sms ngeluh perutnya nggak ada gerakan. Kubilang ke dia mungkin emang lagi capek bayinya.... tapi sampe sore gerakannya belum juga muncul. Biasanya kalau sore sering gerak bayinya. Istri udah mulai panik mikir yang nggak-nggak. Yaudah abis magrib aku ajak dia periksa, abis pulang kerja nanti. Pas di cek sekitar jam 7 di USG. Ternyata dokter bilang kalau detak jantung bayinya nggak di temuin. Baru jam 10an tadi dokter nyaranin buat di operasi.”

“Ya Allah..... kuatkanlah mba Rani...” doaku dalam hati

Pukul 11an, operasi telah selesai. Dokter bilang Mba Rani baik-baik saja dan Bayi memang sudah meninggal dalam kandungan.

Aku, Mas Afran, Mas Adit, dan Ibu mba Rani masuk ruangan operasi.

Mba Rani sedang tertidur lemas. Kulihat Mas Adit langsung memeluk Mba rani, lalu mengecup keningnya. Disusul dengan Ibunya.

Dengan sedikit senyuman kusalami Mba Rani yang masih dalam keadaan lemas.

Sang suster mengantarkan Mas Adit menuju libasan kain putih. Kemudian Ia melantunkan lantunan adzan tepat di sampingnya.

Melihat kondisi itu, aku lebih memilih untuk keluar. Tak kuat menahan dan terus bertanya bagaimana dengan perasaan mereka.

Ya Allah maafkanlah hamba...

Pukul 2 pagi aku pulang dengan Mas Afran. Sesampai di rumah, Aku menuju kamarku dan kulihat kado biru di bawah kasurku. Kuambil kado itu, kemudian ku bawa ke gudang, dan diletakkan di atas kado Mas Aat. Tepat di atas kadonya, Kutempel secarik kertas bertuliskan 15 Desember 2017.

“Tabah dan kuat yah untuk kalian berdua...”

Sabtu, 16 Desember 2017

Ketika Kamu Malas Buat Kerja

Suatu malam,,,,

Ett dah artikel lo kebanyakan cerita di suatu malam bay!! Dasar anak malam!! Wkwkwk

“bay lo kaga bosen ape sama kerjaan lu?? Lu sering males bangun pagi kaga setiap hari senin sampe jumat??” tanya tiba-tiba dari seorang jombloer tingkat akut Si Jono

hoammmzzz,,, via pixabay.com
“Banggeeettt... hahahah jujur nih yah..  kayanya cuma sedikit deh yang nggak males buat bangun pagi. Dan naasnya kita nggak termasuk dalam perkumpulan itu!! Hahaha”

“tapi ya bay anehnya, giliran pas libur ehh kok malah bangun pagi. Nggak pernah males!! Lu ngerasa kaya gitu juga nggak bay??”

“hahahah iya iya bener banget.. mungkin pengaruh Setan kali yah.. Iman kita sih, yang gampang goyah...”

“males bangun pagi bay!!!”

Gue liat jam udah menunjukan pukul 1 pagi... “lahh elu udah tau besok kerja pagi jam segini malah masih gosip...!!”

“Mau bolos lahh besokkk!!! Sekali-kali belum pernah seumur-umur gue kaya gitu!!”

“Bodo ahhhh..!!! lagian emang harus yah??” tarik selimut

“lu diajakin ngobrol malah tidur!! Ada resep nggak biar nggak males buat kerja??”

“gampang,,, tinggal lu besok bikin surat pengunduran diri. Beres deh!!” jawab gue ngantuk...

“hahahh, elu mah ditanyain serius juga...”

“gue juga serius kok Jon.... udah ihh tidur, uiw bengi. Sesuk mesti bangun pagi toh?? Aku sih enakk sesuk libur..”

“lu mah bay!!! udah numpang juga, masa lo tidur duluan sama yang punya rumah!!!”

Mata gue melek... “ohh sh*t bener juga, malam ini kan gue numpang gegara abis liat yang horror-horror di makam balung tadi” dalam hati bergumam.

Yaudah nih gue bangun... gue bersender di dinding kamar. “Jadi gimana??? Lu minta pendapat gue?? Yakin mau denger??”

“iyah iya bay!!!” masang wajah sumringah.

“kalau menurut gue sih yah, mungkin karena kita masih sendiri, jadi motivasi kerja masih buat kebutuhan kita sendiri.. coba kalau lo punya istri atau seseorang yang masih perlu dicukupi kebutuhannya, mungkin kita nggak bakal aras-arasan...

*Aras-arasan = males

soalnya udah jadi keharusan jadi kaya mau nggak mau gitu... gue aja nggak munafik males banget kok buat kerja.. hahahah capek jon!!! Cuma mikir gini, masih untung capek kerja dari pada capek nggak kerja.. bener nggak???”

“lagian masalah nggak semangat mah masih bisa di handle... tapi setiap orang punya caranya masing-masing.. jadi tinggal pilih mau pake metode apa??”

“lagian lu males kerja kenapa sih Jon???” sambung gue

“nggak tau gue juga.... hahahaha ya pokoknya males aja.. hahah”

“wong edyaaannn!! Yah itu sih emang dasar lo nya aja... lu enak perasaan kerjanya.. nggak berhubungan sama benda yang kalau dipegang melepuh... lahhh gue...??? wkwkkwkwk udah mah debu, benda panas, benda berat.. itu yang diurusin sama gue.. lo aja, kalau yang diposisi gue kayanya bakal lebih ngeluh dari ini deh.. hahah”

“eggg songong lu bay...!!!”

“ya makanya itu, udah sih tinggal lakuin aja. Dipaksa badannya... tinggal lo kerja yang bener. Biar siapa tau diangkat atau ada perusahaan lain yang lebih baik nengok dan kepincut ame lu...”

“iyeee,, lu mah kalau udah ngomong sok yang paling bener bay!! wkwkkw”

“tuhhh kan... gue mah, udah yakin pasti diginiin.. hahahah” tengok jam udah makin pagi... “udah sih jon, tidur!!! Besok lu telat bisa-bisa...”

“yeeeee,, orang gue mau nyakit besok bay!!”

“lahh stresss lu.. dikira itu pabrik punya nenek moyang lu!!! Yaudah lah terserah.... tapi besok pagi tolong beliin nasi uduk yah,, pake telor dadar sama tahu isi 2...”

Keesokannya sobat gue beneran bolos kerja... -_- terserah sih yah....

Selasa, 21 November 2017

Begini Rasanya Kerja di Perusahaan Punya Jepang

Berapa minggu bay?? berapa minggu?? Lempem lama-lama otak lu bisa-bisa kalau ngabisin waktu liburan cuma buat ngebales dendam waktu tidur. Udah mana Blog kaga pernah di sapa, yang lain juga belum pernah di sapa.. jahat amat lu bay!!

#Jedukin kepala sendiri di tembok

“Yah habis gimana?? Orang capek!!”

“terus aja berkilah bay!!”

Wong streess nanya sendiri, jawab sendiri.. hahaha

gambarnya kenapa gini yah?? kaga nyambung ah bay....!!, via pixabay.com
Pada kesempatan postingan kali ini dari sekian minggu mangkir bersembunyi di balik pintu kamar. Gue mau ngebagi kesan-kesan yang gue rasa, yang gue alami selama 1 tahun bekerja di perusahaan multinasional milik Jepang. eitttss bukan di Jepang yah!! kerjanya mah tetep di Negara Tercinta ini, cuma statusnya aja yang miliki Jepang 80%,

Apakah banyak senangnya atau dongkolnya?? Wkwkwk

Iyahh, sebenernya gue kerja udah 1 tahun lebih 2 atau 3 bulan kerja di perusahaan punya Jepang. Kalau di tambah masa training kayanya udah hampir 2 tahun deh. Soalnya mulai bergabung sekitar bulan april 2016.

Dan mulai di angkat jadi karyawan tetap sekitar bulan agustus atau oktober 2016.

dan yang gue rasa selama ini,

Berhubung ini perusahaan pertama gue berkecimpung di dunia kerja. Otomatis kaget dan terasa tertekan langsung menyeruak ke ubun-ubun begitu ikut andil dalam kerja benerannya. Soalnya pas dulu training kan agak lebih santai gitu. nggak terlalu yang namanya di bebani oleh tanggung jawab atau bahkan deadline target yang minta dipenuhi.

Kalau di masa training kaya ibarat sekolah, kita belajar praktik dan teori yang berhubungan sama kerjaan kita. Apalagi yang asal muasalnya gue yang cross keahlian. Yang dulu backgroundnya Komputer sama kimia, harus berkutat sama urusan pembuatan baja kontruksi yang nggak ada nyambung-nyambungnya yang ngebuat jadi tantangan tersendiri buat gue.

Karena pekerjaan seperti motong besi pake cutting torch dan ilmu ngelas, sama alat-alat mesin lainnya macam bubut (walaupun hanya sekilas), alat ukur bakal jadi santapan sehari-hari. Padahal dulu pas zaman kuliah, hal-hal tersebut gue pandang sebelah mata setiap gue lewat jurusan Teknik Mesin di kampus gue.. hahaha rupanya malah jadi hal yang sering dilakukan. Lucu yahhh hidup ini... heheh.

Kayanya temen gue kaga bakal pada percaya kalau gue megang benda-benda keras kaya gitu.. -__- bruakakak benda keras..

Prolognya udah dulu yah... :)

Lanjut ke kesan-kesan bekerja di Perusahaan milik Jepang.

1. Waktu..

Kalian pasti pernah baca kan, kereta di Jepang yang berangkat lebih awal 20 detik dari rencana. si masinis dan pekerja kereta tersebut minta maaf ke para penumpangnya dengan cara membungkuk. Padahal itungannya detik lo.. hhhmmm

Nah disini juga gitu, jam 7 mulai kerja yah sebelum jam 7 harus udah keluar dari ruangan. Pulang jam 5, yah pas bel berbunyi itu kita turun. Tapi kadang seringnya lebih sih karena menganut prinsip nanggung kerjaan mau nyelesaiin ini dulu lah, itu lahh.

2. Loyalitas

Loyalitas mesti lo kasih sepenuhnya meskipun dalam keadaan lo nggak mau ngasih loyalitasan ke mereka. Ketika ada masalah, atau sesuatu yang terjadi atau sesuatu yang harus dilakukan. Maka waktu yang harus kalian korbankan. Waktu istirahat jadi lebih pendek, atau waktu pulang jadi lebih ke ulur.

Mungkin karena perusahaan gue perusahaan baru, dan masih berlaku 2 shift. Belum 24 jam nonstop operasi. Jadi pekerjaan nanggung masih harus diselesaikan.

Kalau udah kaya gini, maka Prinsip ikhlas yang harus dipakai. Karena ngedongkol itu buat gue percuma, soalnya kerjanya itu udah capek terus ditambah ngegerunek dalam hati, otomatis kerjanya bakalan nambah capek dan aras-arasan atau emoh-emohan gitu. itu menurut gue sih, kalau kalian yah mungkin beda. Tapi gue hargai itu.

3. Cepat, dan Sigap

“Hayaku-hayaku...” kalimat yang paling sering gue denger.

Kayanya nggak cuma perusahaan Jepang doang sih, semua perusahaan juga mau kalau produksinya lancar dan cepat selesai.

Sering banget dinasehatin harus bisa lebih cepat, mulai dari ngambil sampel, ngukur, ngambil keputusan, dll.

4. Adu Fisik bahkan Mental

Kayanya semua yang kerja pasti merasa kalau fisiknya diperas dan merasa capek. Normal lah yah... mana aja coba kerja yang nggak capek, kitanya aja yang egois yang ngerasa bahwa hidupnya lebih keras daripada orang lain.. padahal mah kalau dilihat cuma seiprit, masih kalah jauh capeknya kalau dibandingan sama orang yang nambang batu seharian buat upah yang nggak seberapa.

Selain fisik, mental juga di tekan. Harus bisa ini, harus begini, harus begitu, dimarah-marahin.. yah makanan sehari-hari.

Kadang kalau udah ngebuat satu kesalahan yang fatal banget yang ngebuat produk nggak bisa dijual dan rugi sampe puluhan juta. Wahhh galaunya bisa seharian.. tapi setelahnya biasa lagi sih. Nanti besok-besoknya pas ada lagi masalah baru,, wahh galau lagi.. tapi seterusnya nanti jadi udah biasa. Percaya geh... kan semua emang butuh proses toh??

5. Target

Kayanya semua perusahaan punya rencana target masing-masing. Cuma nggak tau kenapa. Gue yang ngedenger cerita temen-temen gue yang gawe di perusahaan yang bergerak di bidang yang sama, kok kayanya nggak terlalu padat yah jadwal mereka..

Apa karena gue kerja di perusahaan baru yang dalam seminggu ganti produk bisa sampai 3 kali bahkan 4. Hhmm, tapi yaudahlah yah...

Oke, gue rasa cukup.. 5 kesan yang paling dominan gue rasa setelah 1 tahun lebih dikit kerja di perusahaan baru milik Jepang. Dibilang berat, iyah. Melelahkan, sudah pasti. Kesal dan bosan??? well pasti iyalah, toh gue juga manusia yang punya batasan.. tapi alhamdulillah semoga hal-hal tersebut bisa bikin gue, bayu yang lebih bermanfaat lagi kedepannya. Aminnn

Senin, 23 Oktober 2017

Ada Apa Dengan Diri ini???

Ya Allah rindunya... 20 hari penuh perjuangan di dunia nyata akhirnya untuk kesekian kalinya berimbas pada blog yang untuk kesekian kalinya di abaikan begitu saja.

Lagi-lagi untuk kesekian kalinya penyebabnya ialah tak lain kesibukan nyari rezeki yang rasanya kok “gini amat yak” wkwkwkwk

Kerjaan di pabrik akhir-akhir ini lagi waaaahhhh “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah” #nyanyi dmasiv-jangan menyerah.

20 hari terakhir ini kerjaan lagi agak nggak manusiawi. Jadwal numpuk, deadline minta dikejar-kejar, kerja musti diburu-buru, masalah sana-sini, kuota minta dipenuhi, jadwal size change musti gonta-ganti tiap hari... weekend berasa weekdays. Kalau udah kaya gini, yah gue yang cuma pekerja biasa hanya bisa pukpuk punggung sendiri sambil bilang ‘Yaudahlah Yah, jalanin aja..”

Toh ikhlas yang penting biar semuanya jadi nggak terlalu ribet.

Kena tegur yaudah, kena marah biarin, dengerin aja. Anggap aja cambuk buat ningkatin value diri lo sendiri.

Aneh emang rasanya. Dulu sewaktu masa-masa kuliah membayangkan betapa sudah tidak sabarnya untuk bekerja dan punya uang sendiri biar bisa buat jajan, atau neraktir ortu, atau sahabat wah terasa sangat membahagiakan bila itu terjadi. Dan yah, memang terjadi.

Tapi ternyata sekarang yang dirasakan dan tersadar adalah bahwasannya ternyata hati manusia itu lebih kompleks daripada pikiran-pikiran terdahulu.

Pusing pala euuyy, via pixabay.com
Mencoba mengerti apa yang dimau sang hati ternyata lebih sulit dri yang dibayangkan. Mungkin salah satu penyebabnya karena gue belum sepenuhnya mengenali diri gue sendiri. Dan atau memang gue yang sudah masuk ke fase Quarter life of Crisis yang lagi banyak orang perbincangkan di umur segini.

Ehmmm,,, entahlah. Yang dipikiran gue sekarang adalah fokus buat nyari moodbooster setiap minggu agar bertahan selama 5 hari ke depan dalam keadaan ceria.

Tapi lagi-lagi rasa lelah dan jenuh tak selalu bisa dibendung. Selalu aja muncul dan membuat satu sisi gue berpikir “buat apa sih lo maksain diri lo bay???” dan,

Satu sisi lainnya mencoba menarik gue kepada hal-hal yang real... seakan-akan dalam diri gue ada 2 sisi yang saling bertolak belakang, bertengkar adu pendapat.

“buat mimpi yang lo idamkan!!”, “rencana yang lo rencanakan!!”, “tempat tinggal yang lo harapkan!!”, “kehidupan yang ingin lo ciptakan” sisi itu mencoba menyadarkan gue bahwa hidup itu nggak mudah bay.. susah!!! Tempat yang lo injak sekarang ini, mungkin adalah mimpi bagi beberapa orang yang mengharapkan tempat lo... cobalah lo sadar akan hal itu, dan tidak menjadi seorang yang egois.

Hanya kepercayaan yang selalu gue yakini dan gue pegang teguh saat sisi-sisi sang hati sedang gaduh. Gue percaya bahwa;

Akan ada waktunya dimana semua akan berhenti menuju sesuatu yang baru saat waktunya tiba. Saat dimana kedua sisi lo setuju bahwa ini udah cukup. Pasti.. momen itu pasti ada.

“At least that what I Hope now!!”

Sekarang ini, mungkin yang bisa gue lakuin adalah terus bekerja demi segenggam harapan, mencoba ikhlas walaupun terasa sulit, ceria dan tersenyum meski hanya ilusi??, terus memberikan semangat serta cerita kepada 2 anak asuhmu bay yang lo temuin setiap hari selasa, dan kamis, yang mereka selalu antusias menceritakan apa yang terjadi di sekolah.

Mencoba terlihat untuk selalu tegar di mana orang yang lo anggap sahabat mulai mengadu kepada lo, mencoba membuat mereka bahagia, selalu berhitung untuk perencanaan kedepan, dan selalu menjadi orang yang baik.

Mungkin terasa impulsif, tapi yaudahlah yah... nanti kita lihat apa yang terjadi kedepannya.


Semangat, dan terus semangat.. 

Minggu, 01 Oktober 2017

Buat Kalian yang Berumur 20an, Ini Perencanaan Keuangan yang Bisa Kalian Gunakan

Seringkali, kebanyakan ini mah. Yang muda-muda kaya kita ini kadang lebih cenderung ehmm gampang buat ngabisin uang begitu ngeliat sesuatu yang memikat mata walaupun sebenernya kita nggak butuh-butuh amat.

Bagi yang hobi belanja atau jajan macam kalian-kalian.. heheh. Hasrat buat nggak beli ini itu sepertinya nggak bisa dibendung apalagi pas tanggal-tanggal muda macam kaya gini.. tau-tau duit 2 juta udah ludes aja buat beli baju atau bahkan buat beli gadget baru padahal nggak begitu butuh-butuh amat karena yang lama masih layak buat dipakai.

Nanti tau-tau pas di pertengahan bulan baru sadar kalau duit udah cekak, sedangkan kehidupan masih perlu dibiayai hingga beberapa hari kedepan. Alhasil rencana buat nabung untuk masa depan di urungkan terlebih dahulu ke bulan selanjutnya.

Eeehhh apesnya di bulan berikutnya, kita masih sama ngelakuin hal yang serupa.. yaudah bakal terus berulang-ulang hingga beberapa waktu kedepan hingga akhirnya sadar kalau kebiasaan itu bukanlah sesuatu hal yang bijak..

#gampar diri sendiri #edisi curcol

So daripada kalian sadarnya telat, jadi gue berinisiatif buat menggampar kalian semua bahwa perencanaan keuangan itu sama pentingnya seperti pendidikan. ahahah

Stick to the Plan!!! via pixabay.com
Daripada nyadarnya keburu di umur 25. Yakin pasti nyesek banget. Soalnya yang namanya waktu itu nggak bisa dibeli atau bahkan di ulang.

So, ini nasihat perencanaan keuangan yang sekiranya bisa kalian gunain buat perencanaan masa depan.

Oh ya sama sekalian simulasi juga kali yah.
“Membuat rencana adalah mudah, membuat rencana yang baik tidak semudah itu. Tapi, yang paling sulit adalah melaksanakan rencana yang sederhana dengan baik” Quote by Bayu Teguh a.k.a Mario Teguh. Buahahaha
Anggaplah penghasilan kalian 4 juta perbulan.

Karena gue bukan master ekonomi, jadi mungkin perencanaan ini nggak begitu orisinil karena yang gue pakai merupakan comotan dari beberapa referensi dari internet.

Pembagian gue bagi kedalam 5 Alokasi instrumen yang menurut gue paling penting dalam kehidupan ini.

1. Alokasi Biaya Hidup Sehari-hari.

Menurut gue, hidup hedon itu bukanlah pilihan yang tepat atau bahkan pilihan pintar.

Menghamburkan uang demi gengsi ya ampun rasanya gue pikir itu nggak penting banget. Soalnya maksain keadaan demi gengsi itu yahh gimana yah, sama aja kaya nyakitin diri di akhir. Soalnya hanya kepuasan sesaat yang bakal kita terima.

Beli barang harus sesuai kebutuhan dan kemampuan. Nggak usah maksain sampai ngebela-belain buat utang sana sini demi galaxy note 8. hahah -__- tapi btw galaxy note 8 emang bagus banget.. #Tepok Jidat #Salfok

Buat single muda macam kita. Biaya 60 ribu perhari rasanya udah lebih dari cukup. Makan di warteg paket lengkap, paling nggak sampailah 15 ribu. Syukur syukur yang bisa masak, jadi bisa neken biaya makan sehari-hari.

Masih ada sisa 15 ribu lagi yang bisa kalian pakai buat jajan.

Nggak harus saklek 60 ribu. Kalau bisa dikurangin malah lebih bagus. Yang penting komitmen buat nggak lebih dari segitu. Atau kalau semisalnya mau lebih di hari berikutnya coba dikurangin di hari-hari sebelumnya buat alokasi di hari tersebut. DONE!!

Sisa uang 2.200.000 dari 4.000.000 dikurang (15.000 dikali 30)

2. Alokasi Investasi

Investasi itu penting banget menurut gue pribadi. Yah emang nggak singkat hasilnya. Tapi bermanfaat banget buat kedepannya.

Investasi yang bisa kalian pilih yang menurut gue paling cocok dan mudah buat umur-umur kita yang masih 20an.. hahahah

Ada Investasi Reksadana, Investasi Emas, dan Investasi Properti.

Alokasi Investasi 10 persen dari penghasilan. Sekitar 400 ribu. Atau genapin lah jadi 500.000 per bulan.

Pilih investasi yang paling cocok.

Emas buat mertahanin nilai mata uang kamu kedepan akibat inflasi.

Reksadana buat menuhin tujuan kamu di masa depan. Pilih jenis reksadana yang paling cocok buat kamu. Gue sih nyaraninnya reksadana Pendapatan Tetap atau Campuran. Tapi terserah. Mau nyoba yang pasar uang juga nggak papa.. itu Bukalapak juga bekerjasama dengan Bareksa buat fasilitasin kamu beli reksadana pasar uang. Caranya juga mudah banget. atau

Properti macam rumah atau tanah. Karena kedepannya harga di 2 hal tersebut itu bakal naik tiap tahunnya. Percaya deh.

Semisal, contoh yah. Kita ikut reksadana pasar uang dengan return terendah 3.77 persen pertahun. Kita komitmen buat nyisihin 300.000 per bulan selama 3 tahun. Setelah di hitung-hitung dengan aplikasi kalkulator perencanaan investasi ternyata jumlah yang bakal kita terima kurang lebih 11.610.000 an. Dari total investasi 300.000 dikali 36 yaitu 10.800.000.

Jangan tanya gue cara ngitungnya gimana. Soalnya gue hitung pake kalkulator reksadana yang gue temuin di internet.

Ingat alokasi investasi ini sebaiknya nggak kalian ubrek-ubrek hingga waktu yang kalian tentuin tiba.

Sisa uang 1.700.000 dari 2.200.000 dikurang 500.000

3. Alokasi Tabungan

Dari sisa 1.700.000 gue milih save buat tabungan sebesar 400.000 per bulan. Nggak usah banyak-banyak yang penting komitmen toh lama-lama juga jadi bukit.

Sisa uang 1.300.000

4. Alokasi Dana Darurat

Seperti namanya dana darurat, dana ini hanya diperuntukan bagi keadaan darurat. Macam servis kendaraan, atau ngebantu saudara, atau berobat.

Gue ngalokasiin dana darurat sebesar 300 ribu. Ingat dana darurat dipakai hanya saat keadaan darurat. Semisal nggak ada keadaan darurat. Dana darurat bisa kalian simpan dalam bentuk tabungan buat ngebantuin dana darurat kedepannya, semisal dana darurat yang kita butuhin ternyata lebih besar dari alokasi.

yang penting di catat... biar jelas kemana uang keluar.

5. Alokasi Dana Serbaguna

Sisa uang 1.000.000

Kalau di internet kebanyakan alokasi buat Pos Utang, cuma kalau gue kayanya sisa yang terakhir bakal gue alokasiin buat Dana Serbaguna.

Maksudnya gimana??

Maksudnya adalah dana serbaguna nggak mesti harus kalian pakai. Dana serbaguna bisa kalian pakai, semisal ada momen yang emang lagi butuh banget uang. Macam reunian wajib atau liburan atau belanja barang yang emang butuh atau tambahan uang darurat dan lain sebagainya.

Semisal uang ini nggak digunakan, kalian bisa dengan bijaknya ngebagi Alokasi dana serbaguna ini ke Instrumen lainnya macam alokasi tabungan atau alokasi Investasi. Terserah yang menurut kalian paling baik.

coba kalian bayangkan semisal kalian ngelakuin ini selama 1 tahun. Kira-kira yang bisa kalian dapetin adalah sebagai berikut :

Tabungan 400.000 di kali 12 hasilnya 4.800.000

Investasi 500.000 di kali 12 hasilnya 6.000.000 (returnnya gue abaikan yah)

Dana serbaguna kira-kira lo bisa save 300.000 per bulan (lagi apes misalnya) 300.000 dikali 12 hasilnya 3.600.000

Totalnya setahun, kalian bisa save uang sebesar 14.400.000.

Coba kalau kalian komitmen selama 2 tahun???

Kalian bisa ngeberaniin diri buat ikut KPR rumah.

Semisal sekarang umur kamu 23 tahun, di umur 25 tahun kamu bisa tinggal di rumah kamu sendiri yang statusnya masih nyicil tentunya. Tapi nggak masalah karena itu udah sebuah kemajuan yang hebat.

Tinggal selanjutnya adalah kita mesti tidur lambat dan bangun lebih awal buat mencari rezeki tambahan di atas ridhoNya. Tanpa menyampingkan perbuatan mulia seperti sedekah, zakat, dll.

Insya Allah kita bahagia di Dunia dan Akhirat.

Emang kelihatannya rencana di atas terlihat mudah buat dilakuin. Tapi jangan salah karena buat komitmen minimal selama 1 tahun itu nggak semudah yang dibayangin. Pasti ada aja hal yang bisa buat kita ngurungin diri.

Akhir kata. Terimakasih. Salam sukses buat kita semua. caw.. xoxo

Selasa, 19 September 2017

Gue dan Asma

Mungkin kali ini gue mau cerita aja kali yah....

gue nggak tau hubungan gambar ini sama gue apa.. hahaha tapi yaudahlah yah. berhubung gambarnya bagus.. via pixabay.com

Serangan sesak kemarin adalah yang paling terparah. Well, at least that what I'm thinking right now since the last asthma attacks tragedy in last 2 months.

Sesak nafas mulai gue derita sejak SMA di tahun terakhir, hilang sementara dan muncul kembali saat kuliah. Dulu pas periksa di zaman SMA, 2 RS ngediagnosis gue berbeda. 1 bilang gue, kalau itu adalah kontraksi dari kerja pangkreas #mereka bilang sih hal biasa. Mereka cuma ngasih gue obat anti inflamasi yang gue lupa namanya.

RS yang kedua bilang bahwa gue terkena asma. Dan mereka nyaranin gue buat ikut terapi nebulizer yang entah gue mikirnya macem-macem. Itu terapi apa ya....???

“hah?? Asma??? Yakin?? Keluarga gue nggak ada yang punya asma kok..” batin gue bertanya

Dan ternyata itu adalah sejenis terapi inhalasi yang menggunakan metode uap air yang dicampur dengan obat-obatan... gue ngelakuin hal itu kurang lebih selama 4 bulan.. dan dibarengi dengan inhaler tipe pelega. Merknya gue lupa apa. Hanya saja dokter nyaranin untuk di pakai saat sesak.

Itu cerita SMA. Setelah 4 bulan ikut terapi dan berbekal dengan inhaler. Sesak nafas sudah tidak lagi muncul. Gue pun kuliah di semarang. Di Unnes, sebuah universitas yang terletak di daerah GunungPati.

Semuanya lancar hingga masuk semester dua dimana gue tergabung dengan salah satu organisasi kemahasiswaan tingkat jurusan.

Serangan sesak pertama setelah sekian waktu lulus dari SMA terjadi.

Entah karena apa, gue juga udah lupa. Yang gue inget, Saat itu hujan sedang derasnya di kawasan kampus. Gue dan beberapa temen organisasi Himpro Tekkim terjebak di daerah gedung E2 kalau tidak salah. Abis rapat sepertinya.

Udara cukup dingin saat itu. Kita biasa berteduh sambil ngelempoh dilantai, ngobrol dan ketawa sana sini, teriak-teriak nggak jelas.

Di momen seperti itu, tiba-tiba dada gue terasa seperti terhimpit. “Ya Allah, dada gue sesek” keluh gue.

Dan akhirnya candaan pun terpecah menjadi kepanikan.

Iyah, gue merusak segalanya yang bahagia.. Alfini yang ternyata punya asma mengeluarkan obat salbutamol miliknya. Selang beberapa saat, nafas mulai berjalan sebagaimana mestinya walaupun kondisi yang gue dapet adalah kepala pusing, gemetaran, dan dada yang berdebar-debar.

Gue dikemulin jaket hasil donoran temen-temen gue. Dan gue dianter pulang begitu saat hujan reda di malam hari.

Itu kisah serangan pertama gue sejak serangan terakhir di SMA.

Sayangnya, serangan pertama bukanlah menjadi serangan terakhir. Di kala malam hari gue jadi sering batuk-batuk, dan nafas yang terasa agak gimana gitu. terlebih saat hujan turun.

Gue periksa ke Klinik di daerah semarang Kota. Mereka pun mendiagnosis gue dengan diagnosa asma. Mereka ngasih gue obat merk Lasal dan alat inhaler merk Ventolin yang gue beli dengan harga wow. -_- maklum mahasiswa apa-apa terasa menjadi lebih mahal.

Hanya saja ventolin jarang gue pake, karena menurut rumornya. Ventolin itu agak keras di paru-paru. Memang bisa melegakan sesak nafas tapi efek sampingnya itu yang juga katanya menakutkan. *yang gue baca dari internet lohh.. nggak tau dah bener atau nggak. Menurut kalian gimana???

Akhirnya berbekal dengan Lasal yang gue bawa hampir tiap hari. Dan gue minum hanya pas saat dada terasa. Gue pun kuliah di sana selama 2,5 tahun dan lulus diploma Teknik Kimia.

Di semester-semester akhir. Antara 5 hingga semester 7. Gejala sesak tidak sering timbul. Alias ini nafas fine-fine aja selama itu. Yah paling pernah terasa sesak namun intensitasnya hanya lewat dan nggak sampe gue minum obat. Ringan lah...

Hingga lulus pun, rasa sesak tak lagi muncul bahkan di kondisi hujan sekali pun...

Wisuda lewat hingga masuk masa pengangguran selama 10 bulan lamanya, sesak tak juga muncul. Bahkan gue sendiri udah lupa kalau dulu gue sering sesak. Si Lasal yang dulu sering dibawa-bawa bagaikan daun yang diterbangkan angin hingga ke ujung lautan. Bye-byee!!! heheh

Gue menjalani proses pencarian kerja dengan suka dan duka, hingga kerja pertama gue di pabrik Baja dan mengikuti pelatihan keras di Brimob dan pelatihan keahlian di Balai Latihan Kerja Serang selama 3 bulan. Rasa sesak kini tak pernah muncul.

6 bulan berlalu, dan gue diangkat menjadi karyawan tetap disana. Dan bekerja hampir 1 tahun lebih. Serangan sesak yang dulu pernah terjadi berasa ilang di telan langit ke-7... gue kerja seperti biasa...

Hingga masuk ke 2 bulan terakhir ini.

Di bulan agustus 2017, sesak yang dulu dilupakan. Kini mucul sedikit demi sedikit. Awalnya, gejala sesak yang tak parah, hanya terasa sedikit sesak di dada dan itu pun cuma bentar. Sekitar 3 kali gue mendapatkan momen itu, hingga tanggal ehhmm gue lupa tanggal berapa. Saat itu, saat sedang shift malam.

Pas magrib, abis buang cropbag seinget gue.

Dada gue terasa sesak. Saat itu, yang dipikiran gua hanyalah. “gue butuh salbutamol”.

SV gue, yang gue tau juga punya asma. Gue niat minta obatnya. Siapa tau beliau punya salbutamol.
Dan ternyata obat dia nggak sama. Otomatis gue berniat buat nanyain ke klinik perusahaan, siapa tau sedia obat itu. Dan ternyata juga nggak ada.

Pihak klinik nyaranin gue buat dikasih suplai oksigen terlebih dahulu. Cuma gue tolak saat itu karena gue mikir gue nggak butuh oksigen, dan lebih memilih buat balik ke tempat kerja. Sekitar jam 7. Kita istirahat semua. Gue duduk dengan muka yang sok kuat menahan rasa sakit.

Pikir gue, gue cuma nggak mau bikin semua panik.

Tapi apa daya ternyata rasa sesaknya makin kencang dan parah.

Salah satu rekan gue, diutus buat beli obat ke apotik di luar sana. Namun, karena prosedur perusahaan tak seperti itu, akhirnya gue dianter ke klinik perusahaan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selang dipasang, dan gue minum obat yang udah dibeli tadi.

Sayang, yang niatnya mau disembunyiin, malah ceritanya udah nyebar hingga ke telinga presdir. Ya Ampun.

Setelah kejadian itu, Batu-batuk selalu menyeruak tiap tengah malam. Hanya saja tak sampai sesak.

Serangan kedua sejak serangan pertama terjadi selang beberapa hari. Saat itu sore mau pulang. Gue dan rekan kerja gue pulang terakhir. Karena abis ngebersihin daerah cooling bed.

Saat balik menuju ruangan. Dada mulai terasa tak nyaman. Hanya saja gue sembunyiin dan mencoba bertahan.

Gue buru-buru ganti baju. Dan segera ingin pulang. Sayang, wajah gue terlihat tak bisa dibohongi. Rekan kerja gue sadar kalau gue kenapa-napa. Gue bilang ke dia kalau gue sesek. Tapi gue nggak mau kalau dia bilang ke SV dan leader gue. Cukup gue yang merasa dan dia yang tau.

Gue di temani dia, jalan menyusuri pabrik untuk keluar. Dada terasa mulai semakin terhimpit. Gue Absen pulang, dan berjalan menuju parkiran motor yang jalannya lumayan jauh. Ada kali 100 meter lebih.

Gue di temani dengan dia jalan perlahan menuju parkiran. Saat itu, nafas mulai terasa susah. Bicara pun terasa malas. Dengan susah payah gue jalan, mengatur nafas sebaik mungkin agar segera sampai di sana. Dengan selingan beberapa hentian buat ngatur nafas. Akhirnya gue duduk di motor gue.

Awalnya teman gue maksa buat dia nganterin gue ke rumah.  Tapi gue tolak karena rumah dia dan gue itu nggak searah dan jauhh. Gue tahu hari ini cukup melelahkan, jadi gue berpikir buat nggak ngerepotin dan mau pulang sendiri.

Gue juga bilang kalau gue mau ke kontrakan temen gue aja yang deket buat Istirahat disana. Dengan sedikit paksaan dari gue, dia akhirnya membolehkan gue buat pulang sendirian.

Di jalan, dengan nafas yang terasa terpogah-pogah, gue nyetir motor sefokus mungkin dengan laju yang pelan. Di jalan gue bertemu dengan rekan kerja lainnya. Yang berniat nengok teman kerja kami yang dirawat di RS karena penyakit tipus.

Mereka berhenti di alfamidi daerah damkar, gue pun ikut berhenti di sana berniat untuk menitip bingkisan buat teman kami yang di rawat.

Selesai menitipkan titipan. Gue izin ke mereka buat balik. Gue sampai di rumah teman gue dan istirahat di sana.

Sejak 2 kejadian terakhir itu, salbutamol kembali siap sedia di dalam tas buat jaga-jaga.
Kembali kejadian serupa datang lagi. Dan kali ini terasa lebih parah.

Tanggal 18 bulan september 2017.

Gue bersiap buat berangkat kerja. Sepatu, seragam, jaket hingga helm udah siap di badan. gue ngendarain motor gue menuju tempat kerja. Gue berangkat emang agak kesiangan. Jam 6:15 pagi gue baru berangkat, padahal bel kerja berbunyi jam 7 pagi.

Saat itu, gue baru sampai pertigaan daerah Palas. Nah pas disitu, tiba-tiba dada kembali terasa sesak. Gue langsung berhenti di pinggir jalan buat minum obat. Tapi entah kenapa obat itu nggak ada di dalem tas.

Gue pikir obatnya ketinggalan, jadi gue buru-buru buat balik ke rumah.

Gue tau gue nggak bakal bisa nyampe tempat kerja tepat waktu. Jadi, gue izin ke temen gue buat ngabarin kalau gue dateng agak telat.

Sampai di rumah. Obat yang gue cari ternyata nggak ada. Gue terus nyari di seluk beluk rumah namun hasilnya tetap nihil, sedangkan, dada gue terasa semakin dan makin terhimpit.

“Ya Allah,,, tolong hamba” 

Gue batuk sebatuk-batuknya, nafas gue susah seperti lo berdiri di ruangan yang besar penuh dengan udara tapi di ruangan itu nggak ada oksigen sama sekali.

Gue naik tangga menuju kamar gue. Gue berusaha mati-matian buat nafas tapi tetep nggak ada sama sekali udara yang masuk.

Rumah gue saat itu sedang nggak ada orang, bapak lagi di Jawa, Nyokap lagi di Pandeg. Gue sendirian di rumah.

Pengen rasanya gue minta tolong tetangga, hanya saja. Gue udah nggak mampu buat turun tangga. Pikiran gue udah kemana-mana. Hanya doa serta istigfar yang gue lantunkan saat itu.

Gue raih HP gue, untuk minta tolong temen kerja gue yang kontrakannya paling dekat menurut gue. Gue ninggalin pesan ke dia, dan mulai misscalin berkali-kali karena panggilan pertama, kedua, hingga ketiga tidak di angkat-angkat.

“please, Ya Allah...

“Iyah bay,,,??”

“t’t’to-lo-ngiinn g’g’gue pi..” dengan sisa tenaga gue ngomong terbata-bata ke temen gue.

Di pesan yang gue kirim. Gue minta tolong beliin obat yang biasa gue minum. Dan dia mengiyakan.

Dengan penuh harapan gue menunggu. Gue berusaha untuk sesadar mungkin. Lantunan doa gue ucapkan dalam hati.

Nafas yang semakin berat mulai membuat pandangan gue menggelap, kepala yang rasanya seperti di putar-putar.

Saat itu yang ada di pikiran gue hanyalah almarhum Ibu dan Bapak.

“Ya Allah maafkan atas segala kesalahan hamba....” jika memang ini yang..... air mata gue berlinang. Takut membayangkan segala pikiran yang rasanya terlalu mendahului.

“Bay....” pintu kamar di buka, suara tak asing terdengar dari balik pintu.

Temen gue datang dan langsung ngasih obat itu ke gue..

Selang, beberapa menit setelah minum obat. Jantung gue berasa berdebar-debar, tangan yang gemeteran tapi nafas yang mulai semakin sedikit demi sedikit terbuka...

Sambil tiduran gue mencoba mengatur nafas yang ada, mencoba menormalkan segalanya...

Mata yang gue buka secara perlahan melihat lampu yang terasa begitu terangnya menempel di plafon kayu.

“Ya Allah makasih atas segalanya. Kuambil ini sebagai bentuk kasih sayangMu serta pengingat diriku bahwa waktuMu itu Nyata...”

Besoknya gue konsul ke dokter.

Paru-paru gue di rontgen, gue bingung itu kenapa. Tapi yang jelas kata dokter paru-paru gue masih di tahap normal.

Dokter menjelaskan ini itu tentang seluk beluk asma, bahkan tentang asmatikus. Mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari. 1 minggu dia nyuruh gue buat rutin minum obat yang beliau berikan. Setelah itu, gue harus nunggu 2 minggu tanpa obat.

Ada 1 obat yang beliau berikan buat jaga-jaga semisal sesaknya tiba-tiba datang selama proses penantian 2 minggu.

Selanjutnya, Gue harus check up lagi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Minggu, 10 September 2017

Mencoba Kuat

“baik acara paripurna ini akan saya buka” ucap gue ala-ala menteri yang lagi pada rapat.

“ahh sok ohok lu bay...!! tabok nih...” gibas tangan si Jono mengancam.

“jadi kenapa kita dikumpulkan??? Awas lu bay kalau nggak penting mah! Soalnya gue kesini, mesti boong sama istri gue nih. Hari ini giliran gue jaga si Wiwi” Celoteh si Afran celingak celinguk melihat.

“emang nggak penting, orang cuma mau reunian doank.. jarang-jarang kali kita kumpul kaya gini lengkap. Biasanya kalau nggak gue yang ngampirin kalian, yah kalian yang ngampirin gue buat minta makan gratis tis tis... -_-“

“elo malah yang tiba-tiba tengah malam minta jemput. Udh gitu pake acara asma lo kambuh lagi!! Bikin gue sport jantung. Gimana kalau semisalnya lo sampe “errrggghh” kan gue juga yang repot bawa mayat lo....” Yudi omong asal.

“mulut yah mas...!! kayanya seneng banget kalau gue mati.”

“YAAHH EMANG!!!!!.... hahahahahaah” jawab bersamaan sambil ketawa terbahak-bahak

Yah begitulah omongan kita kalau udah kumpul di satu genteng. Ngalur ngidul, nggak jelas, asal jeplak sana sini nggak pake disaring..

gambar ilustrasi yah, yang jelas perawakan kita nggak sekeren mereka... via pixabay.com
Tapi disitunya itu yang entah kenapa gue ngerasa nyaman buat ngabisin waktu bersama mereka, melupakan segala keluh dan hingar bingar kesumpekan kegiatan sehari-hari yang melelahkan pikiran dan hati.

“kayanya kita bakal didongengin cerita bayu lagi deh” keluh Jono...

“hhhmmmm” gue diem sambil ngelirik kanan-kiri, ngasih senyuman cengengesan terus bilang “kayanya gue mesti nyari temen baru deh!!!”

“kaya ada yang mau bay... kita-kita aja yang kasian ngeliat lo dibully abis-abisan pas zaman SMA dulu..” hahahaha “ya nggak????” sindiran keras dari Afran

“apaan sih mas?? Gue pembully kali bukan dibully”

“halahh sama kecoa terbang aja ngibrit sana sini, mau ngebully... eeeggg entut!!” jeplak Jono..

“Yud.. nggak ada makanannya apa nih rumah. Anjr*t kulkas gini melempem yah nggak ada isinya. Masa cuma aqua gelas. Ngomong mah pegawai Tenaris. Gaji buhhh 20 juta perbulan. Ehh kulkas kok isinya kaya balon. Anginnnn tok.. hahaha” reaksi Jono begitu ngebuka isi kulkas Kontrakan Yudi yang nggak ada isinya.

“yahh lu tuh sana beli gorengan di depan. Sama minuman nohh sekalian.. nih duitnya.. *whussshh” uang 50 ribu dengan sombongnya dilempar Yudi..

”Kampreet lu.. *bletaak” cikolan Jono melayang ke Yudi..

“Martabak taichan aja.... level 3” nyambung gue... “nih gue ikut iuran.. beli dua kan satunya 40 rebu”

Yahhh pembicaraan kita makin seru dan seru.. kelelahan tadi pas dikerjaan karena ngurusin misroll  yang mesti Open Gap Stand secara manual akibat listrik mati di pabrik sepertinya dibayarkan sudah melalui ketawa lebar yang kita keluarkan malam ini. Padahal jam udah nunjukin jam setengah 9 malam.

Dan besoknya gue mesti kerja lembur berdua doang ngurusin kerjaan yang belum seslesai bareng Mas Aat yang guaaalakkk.. #peaceee.. hehehe

“ehh tau nggak?? Besok katanya sih, di bulan oktober. Jam kerja di Pabrik mau ditambah jadi 12 jam kerja...” ucap gue sok kaget.

“yahh terus?? Kan itu Pabrik lo bukan pabrik kita kerja...” Afran jawab sambil mengerutkan dahi

“laaahh.. yo ngerti,,,, maksudku. Aku kudu piye???”

“yah nerimo... lumayan ser-serannya kerja 12 jam mah bay..” Yudi jawab “gue juga 12 jam kerja kok..  yah lakuin ajalah nggak usah banyak ngeluh. Lagian tempatmu kan pabrik baru. 12 jam kerja juga nggak bakal selamanya ini..”

“tapi gimana yah?? Kaya hidupnya tuh berasa cuma buat kerja doank.. dipotong tidur 8 jam, bolak balik kerja 2 jam.. waktu aktifnya cuma sisa 4 jam...”

“ya ampun bay, kaya bocah banget lo mikir kaya gitu.. yaudah kalau lo nggak suka keluar aja.. ribet amat.. pasti temen-temen di sana pada punya pemikiran yang sama yah bay?? gue tau elo, jadi gue sih mikirnya lo pasti kebawa sama yang lainnya...” Respon Afran yang gue mikir ada benarnya.

“sekarang gini, lo dulu pernah bilang gini ke gue. “setiap momen, setiap waktu itu nggak ada yang namanya kebetulan. Sebenarnya kalau kita mau lihat, semuanya itu punya koneksi yang saling berkaitan.. yang lo lakuin sekarang itu bisa jadi berpengaruh sama kedepannya, dan masa lalu lo punya andil dan bertanggung jawab sama apa yang terjadi sekarang.”

“kaya lo yang dulu masuk jurusan komputer, terus nyangkut di Kimia ehh ternyata ilmu lo di sana kepake juga kan buat bantu-bantu temen lo sama dosen lo yang punya masalah sama laptop mereka.. terus bisa ngasilin juga karena nggak sedikit dari mereka yang ngasih lo upah..” sambung Afran

“*sigh masih inget yah dia sama cerita gue... salutt” gemingan gue dalam hati

Gue, Yudi masih bergeming menelaah perkataan Golden Ways yang keluar dari mulut Afran.

“tapi kerjaan di Bayu tuh wahhh berat tau, beresiko lagi...” kata gue

“Gue yakin semua kerjaan pasti beresiko bay... yah gue tau tujuan kita kerja kan emang yang paling utama ke arah penghasilan buat kita hidup yah?? Tapi karena gue pikir elo itu masih muda bay.. coba tujuan penghasilan lo jadiin target kedua deh.. ada baiknya tujuan utama lo adalah lo bisa jadiin tempat kerja lo menjadi sumber skill dan wadah buat ningkatin effort lo..”

“nanti kalau semisalnya effort, skill, sama value lo udah bagus. Baru lo bisa nyombongin diri, buat ngebikin perusahaan lo malu karena ngebayar lo segitu, dan mulai berpikir buat nyari perusahaan yang lebih sadar. Gue yakin lo bisa nilai diri lo sendiri.”

“Thats how to make your fly even better”

“ngejar uang tuh nggak ada abisnya bay... orang yang dibayar 20 juta perbulan aja masih minta nuntut yang macem-macem apalagi kita. Intinya mah kalau bersyukur mau segimana juga insya allah hati kita merasa cukup”

“jadi mumpung masih muda mending ningkatin kualitas diri lo aja dulu, tapi pesen gue sih yah lo juga harus merjuangin hak lo, dan jangan egois, sama lo juga jangan terlalu cepat percaya sama apa yang diomongin kepala lo apalagi yang diomongin sama kepala lain..”

“harus lo pikir dulu, telaah dulu, bener nggak sih... kadang orang tuh ada yang terlalu ambisius sama apa yang udah jadi targetnya.. yah sah-sah aja, tapi yang terlalu berambisius itu ada yang kadang malah nyari jalan cepat dengan nyebarin berita boong atau mencoba untuk nyulut api mungkin..”

“Dan disitu, kalau lo mikir nggak bisa buat mertahanin apa yang lo yakini selama ini. Maka bermuka dua nggak ada salahnya juga kok bay buat lo lakuin. Selagi lo masih sadar di mana posisi lo, toh kalau efeknya nanti menguntungkan buat kita yah nggak salah juga kan.. jadi kaya ibarat satu kali dayung 2 pulau terlampaui...”

“sekarang kan kerjaan lo banyak yah bay,, yah ngajar lah, yah ngurusin blog lah, kerja keras di pabrik lah... its Okay selama lo masih bisa fokus. Toh nyari uang tambahan malah jauh lebih efisien daripada lo mesti berkoar-koar. Mumpung masih muda juga bay.. semangatnya otomatis masih muda juga...”

“nggak perlu lah lo pintar ngomong dengan ngomong sesuatu yang pintar di hadapan banyak orang kalau lo udah ngomong inilah, ngomong itulah, ngelakuin inilah, ngelakuin itulah.. argghh gue sih ngedengernya kaya jadi lelucon.."

"lagian kalau lo ngomongin sesuatu yang pintar dengan maksud biar orang lain ngeliat lo kaya orang WOW tapi yang lo omongin itu kosong. Kan miris!!.. ckckckcK”

“aksi lo yang mesti lo tunjukin.. kerja cerdas, kerja keras yang mesti lo tingkatin. Semangat dan ikhlas sebagai kuncinya. Insya Allah kedepannya lo bisa jadi orang hebat dengan cara-cara yang tak terduga.”

“Bahkan uang satu milyar aja bisa datang dengan sendirinya di hadapan lo sekarang juga kalau Tuhan udah mikir lo pantas ngedapetinnya...”

“jadi nggak usah khawatirlah bay...” karena proses itu kadang emang sakit dan bikin kita nggak nyaman...”

“sekarang lo bersyukur, karena lo udah bisa berdiri tegap hingga detik sekarang. Dan tetap fokus sama ngajar lo, sama blog lo, sama kerjaan lo. Oke bay???”

“nggak papa waktu tidur lo terkorban kan dan berkurang.. justru orang hebat itu bangun lebih pagi, kerja lebih keras, dan tidur lebih larut”

Kita berdua masih pelongok 'wah' sambil angguk-angguk sama kata-kata yang keluar dari mulut Mas Afran... sumpah ajaib. Hahahah.. nggak percaya aja.

Allah tuh hebat yah ngasih perjumpaan satu orang ke orang lain... nggak nyangka aja disaat gue butuh penerangan di gelapnya malam, lampu selalu datang dengan sendirinya melalui cara-cara yang terduga...

Terimakasih Ya Allah

“Assalamualaikum,,,,,,” suara berat berbass terdengar dari luar rumah..

Gue lihat si Jono dari balik jendele bawa sekantung yang berisi dua kotak martabak telor dan sekantung minuman ringan...

Wahh surga dunia.. obrolan dan candaan kita berlanjut hingga jam 11..  #moodboster

Minggu, 03 September 2017

Pulau Sangiang, Keindahan Laut Pinggir Banten

Keindahan alam Indonesia yang tak ada limitnya..... Bayu 27 Agustus 2017, Pesisir Sangiang

Tagline aneh dan nggak banget yah.. wkwkwk

Dari kecil yang namanya jalan-jalan itu udah kaya barang langka aja. Nggak heran kalau hobi gue sekarang yah ngedekem dikamar atau dirumah seharian penuh, soalnya paling males dan ogah buat diajak pergi keluar.

Butuh tenaga, dan iming-imingan hebat buat temen gue yang berhasil ngajakin gue keluar rumah. Jangan tanya yah kalau soal tempat yang jauh macam jakarta atau tempat lainnya. Yahh butuh sogokan lebih buat gue biar keluar kamar.. hahaha

Alasan gue males keluar rumah itu yah satu, mager.. terus yang kedua capek. Apalagi kalau mainnya hari minggu yang besok seninnya harus kerja. Say Noo!!

Kalau nggak bener-bener mepet macem stress karena dilema hidup yang lagi banyak masalah, atau ada sesuatu yang harus dilakukan macam temu kangen atau reunian. Itu baru bisa diajak kompromi.

Tapi kalau cuma buat seneng-seneng ehmmm mungkin lain waktu pas libur panjang bisa kali yah.

Kemarin, tanggal 27 agustus 2017. Gue dipaksa buat ikut pergi ke pulau sangiang.

Awalnya sih nggak mau karena acaranya hari minggu. Cuma karena pergi kali ini memiliki alasan kuat yaitu melepas kepergian mas Endy pindah tempat kerja ke Kota Bandung sana. Jadi gue memutuskan untuk ikut.

“Bay tolong di japri yah.. ke anak-anak rolling angkatan kita” Ajakan Mas Denon sumringah
“wokkkeee” jawab gue semangat

Dengan modal hanya 175 ribu rupiah termasuk makan siang kita sudah ngedapetin trip lengkap di pulau sangiang beserta sewa kapal kayu PP. Murah yahh...??

Tapi semua berubah ketika ingat bahwa tanggal 27 bukanlah tanggal yang tepat.

“ngutang dimana coba...?? nasib-nasib” hahaha

“175 ribu itu uang dari mana coba?? -__- belum gajian.. gajiannya tanggal 28 karena tanggal 27 jatuh di hari minggu. Hahahah” gemingan dalam hati seketika melihat isi dompet hanya tinggal 200k di hari rabu #tepok jidat.

Yah pelarian gue simpenan koperasi yang rencananya buat masa tua.. hahahaah. Yaudahlah yah.

Berbekal voucher 100k indomaret yang gue dapetin lewat hadiah acara 17an kemarin di tempat kerja.

Segala amunisi penting gue persiapin. Berhubung sisa voucher tinggal 30k. Jadi cukup air mineral dan snack 3 bungkus. Dan uang sebesar 50k di dompet buat jaga-jaga kalau ada sesuatu. Hahaha

H-1.. sejumlah orang yang sudah kuanggap anak gue sendiri bermalam di kamar gue.

Dia si restu, si Tebul, dan si Ropai. Plus gue berempat berjubel di kamar seukuran 3x4.5 meter.

Gue tau ketika anak-anak nginep dirumah maka nggak ada yang namanya tidur lebih awal karena selalu ada aja yang dibahas. Mulai dari topik yang fulgar, hingga topik serius macam perencanaan pernikahan yang selama ini gue hindarin.

Alhasil jam 1 pagi kita baru molor. Kecuali restu yang emang udah dasarnya sapi yang udah ngambil start dari jam 11 tadi.

Gue tidur jam setengah 2. Memastikan anak-anak tidur dengan serius. Ceillahh ibu Kos.. hahah

Rencana keberangkatan jam 6. Gue bangun lebih awal sekitar jam setengah 5 buat nyiapin sarapan mereka.. #tuhkan beneran kaya ibu Kos. hahaha

Karena dirumah hanya ada kita-kita. Menu makan pagi gue yang atur. Mulai dari masak nasi, telor, nugget, dan menu andalan Indomie goreng. Dan nggak lupa juga teh melati anget selesai dibikin jam 5:10 pagi.

Abis masak, gue mandi. Yang lain belum pada bangun. Gue berencana bangunin mereka jam setengah enam.

“wooyy bangun woyy.. udah siang. Mau jadi pergi kaga???” teriak gue.

Mereka cuma geliat-geliat macam cacing sambil ngeluarin suara-suara aneh.. -__-

“buruan ihh udah siang.. belum mandi sama makan segala.. mau berangkat jam berapa coba..??” cerewet gue..

“iyaah bawel..” bales ropai

Satu-satu mulai memaksakan diri buat bangun..

“dingin tau mas bay.. siapin air anget enak kali yah” TB ngeluh..

“ya ampun ini kan cilegon suhu pagi ini aja 28 derajat kata google. Dingin darimana coba bul?? Ndang buru mandi!! Jam 6 kurang 10 udah pada selesai mandi yahh terus makan!!”

Ambil HP pasang headset, puter lagu New Rules by Dua Lipa..

Namanya Indonesia yah pasti ujung-ujungnya kita saling nunggu.

Dari janji jam setengh 7 udah berangkat ke pelabuhan Paku Anyer, kita ngaret satu jam sampe jam setengah 8... -_-

Jam 8 baru sampai pelabuhan. Belum lagi harus nunggu 1 orang yang berubah pikiran mau ikut.. arrgghhh ya ampunnnn si Nanda emang. -_- yah sekitar jam 9 kurangan kita naik kapal.

Kapal yang kita naikin bentuknya mungil.. kaya kapal-kapal yang suka dipake mancing. Bukan kapal boot yah, kapal biasa dari kayu tapi ada motornya.. hahah gue nggak tau namanya kapal apa.. pokoknya gambarnya kaya gini aja.

nyomot punya orang, soalnya nggak sempet moto. via http://mainairyuuk.blogspot.co.id
Pulau Sangiang ternyata jaraknya lumayan. Sekitar 1 jam perjalanan dari pelabuhan paku ke titik kita snorkling. Kata bapaknya sih lama cepatnya tergantung sama arus.. tapi pas kita berangkat udaranya lagi cerah banget. Panas terik menyambar..

Selama perjalanan. Kita di kapal cukup santai. Diselingi dengan candaan anak-anak, obrolan seru, ditambah dengan cemilan menghiasi penantian kita.

Gue duduk di pinggir bagian depan kapal. Sambil ngedengerin simponi yang ditawarkan oleh sang laut. Salah satu kaki gue nyelup ke air membelah air karena laju kapal. Ahhhh so relaxing :)

Spot kita snorkling di samping pulau sangiang. Dilengkapi dengan pelampung dan kacamata renang. Satu-satu dari kita nyelup ke air..

Kedalaman kurang lebih 5 meter. Dari atas kita disuguhkan pemandangan terumbu yang aduhai luar biasanya ciptaan Engkau Ya Allah. Dan ikan tentunya juga cumi-cumi yang berenang asiknya .. first time buat gue ngeliat kaya beginian..

bagus kan?? kapan lagi coba berenang sama ikan di laut.. hahaha via kamera restu
“bay pinjem pelampung lo sih!!” tanya Luay dari atas kapal..

“pelampung lo mana emang ay??” tanya balik gue...

“di ambil orang nggak tau sama siapa. Kayanya sama grup sebelah deh...” jawab Luay

“yowis.. sek yah tak naik” gue berenang ke mulut kapal dan naik.

Gue duduk di pinggir kapal dengan kaki menjuntai keluar ke laut. Sambil ngeliatin mereka yang sibuk foto-foto.. sighh alay yah.. hahaha

Si Fatwa ngampirin gue, megangin kaki gue. Nyoba narik ke laut..

“jangan bercanda ih wa.. gue nggak bisa berenang...” rewel gue

“nahh yo nahh yoo...” Fatwa kegirangan...

*Byuuuurr , secara nggak sengaja gue nyebur ka air.

“woooooyy tolongin bayu woyyy... dia nggak pake pelampung!!!” teriak Fatwa panik ketakutann...

Berhubung gue cuma akting.. gue naik ke permukaan dan bilang “Haii wa!!!” gue berenang tanpa pelampung..

“Anjrittt...!! lo bisa berenang bay???” Fatwa melongo..

“Jangan salah yah,, gini-gini mah urusan jempol kali.. hahahaah” ledek gue

“tapi berenangnya kaya lumba-lumba gitu kok bay....”

“kampret lu...”

Urusan ngambang gue emang lumayan. Tapi Asma yang gue derita nyegah gue buat ngambang lama-lama tanpa alat bantu. Yaudah cuma beberapa menit balik ke pinggir.

1 jam kita snorkling bareng. Setelah itu, kita menuju shelter gazebo melewati pertengahan aliran tanaman bakau yang sumpah gila keren banget. Mata gue yang jarang diajak piknik yahh cuma bisa melongo dibuatnya... hhahahah

secuil dari gambarnya...
Gazebo kita berada di perkampungan wisata Pulau Sangiang. Disana sumpah banyak anjing. Ngeri ngeliatnya.. masalahnya ini anjing terlalu jinak sama manusia. Jadi deketnya itu lohhh yang kadang bikin jijay.. hahah

Disana kami istirahat sejenak sambil ngemil, ngopi, ngobrol dan mandi bergiliran.

Kalau dilihat ternyata rumah-rumah di perkampungan sini pake panel surya sebagai sumber listrik mereka. Yaiyalah yakali kalau mau dari PLN mau narik kabel sepanjang mana bu.. hahahaha

Gue nggak tau situasi malamnya disana gimana dah. Soalnya pikir gue kalau panel surya ndaan cuma bisa nyimpen sampe berapa lama gitu.

Istirahat udah cukup, saatnya mandi..

“bii,, mandi kuyy... si TB sama ropai lagi mandi kan yah??”

“yukkk.. bawa sampo kan lu bay”

“sampo sachet tapi cuma 2.. nihhh” gue sambil nyodorin sampo sachet yang ternyata udah kadaluarsa.. yaudahlah ya

Jalan menuju lokasi mandi...

Dan sampai disana eng ing engg.... berasa kaya dapet hadiah gede tapi isinya permen

“sumpah lo mandi di tempat kaya gini???” gue keherananan .. si Robi cuma cengegesannn..

“hahahaah anjrit terbuka bo...” cuma ditutup terpal 3 sisi setinggi 1 meteran. Bagian yang terbuka sebagai pintu yang menghadap pohon-pohon..

“airnya dari mana yah???” gue tanya...

“nohhhh nimbaa... hahahha” si Tebul nunjuk galian dalem yang berisi Air dengan ember yang diikat tali sebagai alat buat ngambil air.

“Hahahahahahahahahhaahahhaah” gue sama robi ketawa lebar... “seruuu yahhh... kaya backpaker gitu” sambung Robi...

Yaudah gue ngambil giliran pertama. Si Ropai yang nimbang. Nanti kita ganti-gantian.

Airnya bersih sih. Tapi pas dibuat kumur-kumur gitu berasa ada rasanya. Ehhh kalian nggak usah ngebayangin pemandangan kita pas mandi yah!! Soalnya gue nggak mau ngejelasin secara gamblang. Pokoknya di lokasi mandi ada 5 orang termasuk gue lagi ngantri.

“Kalau mau buang air kecil gimana??” Robi nanya...

“yahhh lu muncratin aja langsung... wkwkwk” ledek gue

Abis mandi yang aduhai serunya, kita disungguhin makan siang yang terdiri dari tempe orak arik, sayur sop, ayam dan tahu krispi sama sambel yang mantep banget rasanya. Pokoknya makan bareng bisa ngebuat semuanya sedap banget.

“abis makan tasnya taruh dalem aja, jangan lupa minumnya dibawa... kita mau jalan ke atas nih...” Kata Mas Denon

Ditemani dengan pemandu dan penghuni lokal kita diajak ke Goa Kelelawar, Tebing, dan Pantai Sangiang yang katanya pasirnya putih banget...

Jalanan sumpah lumayan jauh. Jarak dari gazebo kita ke goa kelelawar katanya ngabisin waktu sekitar 45 menit berjalan.. belum lagi ditambah perjalanan ke tebing dan pantai sangiang.

Goa kelelawar ternyata terletak di goa.. yaiyalah namanya aja goa.. lu gimana sih bay!!

Dalem goa berisik sama suara ombak, dan suara kelelawar.. yah awalnya sih gue liat ini bagus.. tapi kagumnya cuma bentar soalnya kita nggak bisa masuk juga karena bawah goa itu air laut dengan ombak yang lumayan besar.. gambarnya kaya gini..

gambar goanya...
Sekitar disini selama 20 menit buat photo-photo. Kita ngelanjutin ke tebing.

Namanya tebing yah otomatis jalanan menanjak.

Sekitar 15 menit berjalan dari goa kelelawar. Kita disuguhkan cantiknya pulau sangiang dari atas.. sumprit bagus banget.. yah karena kita tipe-tipe orang alay jadi kita langsung ngeluarin hp masing-masing buat mengabadikan momen..

pemandanga dari atas....
Segala macam minta pertolongan dengan request yang nggak banget.. hahahah datang silih berganti. Yah gue sih seneng-seneng aja tapi kalau requestnya banyak yang bikin agak bete soalnya diulang-ulang mulu.. hahaha

Setelah ini kita ke pantai yang paling gue tunggu. Dan yahh sesampai di sana, mata gue dibuat belalak karena di sana pantainya yakin bagus banget, pasir putih, pantai berkarang, dengan air yang sumpah jernih banget.

Yakin beda banget sama pantai anyer atau merak yang airnya warna ijo karena polusi mungkin.. hahah

Disana kita di acara puncak, Mas Endy sebagai man of topic yang bentar lagi mau minggat ke Bandung ngasih kita wejangan. Dia nyeritain selama setahun ini kerja disini, keluh kesahnya, suka dukanya.. hingga kesan dan pesan ke kita..

Yahhh karena kita udah setahun kenal, dan kerja bersama. Apalagi pas selama pelatihan tinggal bersama selama 3 bulan di atap yang sama. Jujur agak berat sih buat berkata selamat tinggal. Tapi yang namanya juga hidup, dan masing-masing dari kita masih mencari yang terbaik yah nggak ada masalah selama dia yang ngejalanin senang.

Tohh ini mungkin pilihan terbaik buat dia. Jadi yah pesan dari Bayu semoga sukses sama kerjaan barunya. Semangat...

Abis wedjangan, kita foto-foto dan ngelempar Mas Endi ke pantai.

coba tebak gue yang mana hayoo???
Yah namanya juga cowok.. kalau satu dilempar kepantai biasanya ada yang lain ikutan di lempar. Dan yah yang lain mulai kisruh buat nangkepin anak satu-satu buat dilempar.. hahahahay

Abis dari pantai jam 4 kita balik ke gazebo. Solat ashar istirahat sejenak sambil nunggu yang lain selesai solat. Terus kita capcus buat balik. Udah jam 5 lewatan ternyata ada satu masalah yang lain yaitu kapalnya nggak mau kalau ngebawa kita yang berjumlah total 35 orang di keadaan ombak malam kaya gini.

Jadi dia minta buat nyewa kapal yang lain

Yaudah kita ngasih duit tambahan 10 ribu per orang. agak rugi sih, tapi demi bisa pulang yaudahlah nggak papa..

Kita jalan kaki menuju dermaga yang jaraknya lumayan jauh. Membelah semak-semak belukar tanpa satupun rumah berdiri.

Langit mulai menunjukan warna jingganya. Jam udah nunjukin jam 6 lewat 5. Kita sampai dermaga ternyata kapalnya yang satu buat ngebawa rombongan yang satunya belum datang.

Karena kita nggak mungkin berangkat satu kapal sendirian, alhasil kita harus nunggu yang kapal satunya datang.

“yasudahlah yah” kata gue.

Rombongan kita yang berjumlah 19 orang naik ke kapal duluan. Gue, robi, Tebul, Ropai, Fatwa, Mukhlis dan Nanda duduk di depan. Tas kita dimasukin ke lambung kapal dan ditutup terpal sama kayu. Kita duduk berbaris dua diatas penutup kayunya yang berada di tengah.

Gue duduk samping robi, depan ropai.

Angin udah nyerbak dingin menusuk tulang. Langit pun mulai gelap. Jam setengah 7 kurang kapal yang satu belum juga tiba.

Dada gue udah mulai nggak nyaman karena pengaruh cuaca. Minum obatlah dulu sebelum berangkat.

Mengingat ini kali pertama gue nyebrang laut malam-malam dengan kapal yang kaya gini. Ngebuat gue agak horror dan mikir macam-macam. Ditambah angin yang berhembus kencang serta goyangan kapal nambah pikiran-pikiran yang nggak banget menyeruak keluar.

Jujur gue agak takut.

Apalagi yang bawa kapal ngomong gini ke kita :

“nanti bakalan basah, berdoa aja semoga nggak terjadi apa-apa soalnya ombaknya lagi nggak bersahabat, kalau saya suruh pilih yah mendingan kalian pulangnya besok aja!”

-__- sumpahh, ngedenger omongan bapaknya yang kaya gitu yah nambah bikin gue parno sejadi-jadinya lah.

Apalagi langit udah makin gelap. Mau nyampe jam berapa coba. -__-

Jam 7 malam, kapal yang satu udah sampai di dermaga.

Yah hanya berbekal doa dan saling berpegangan yang iuhhh banget mengantar kami mengarungi laut yang buas di malam hari.

Asli gue merinding pake buangget.. goncangannya itu loh yang bikin kita terombang ambing di tengah laut.

Si kapal miring sana miring sini, lompat karena ngebelah ombak segitu besarnya, air muncrat masuk kemana-mana, naik turun bikin bulu kuduk gue merinding. Jarak kita pun makin rapat. Saling nundukin kepala, mencoba menutup mata, dan berdoa.

Satu setengah jam diombang-ambing antara hidup dan mati. Kita akhirnya melihat secercah cahaya tempat dimana kita naik di awal tadi.

Kita sampai dermaga pelabuhan paku jam setengah 9

Ya Allah makasih atas pengalaman yang luar biasa ini...

Kapal mepet bibir dermaga. Kita saling ngeliat satu sama lain dan ketawa sekencang-kencangnya...

HUAHAHAHAHAAHAHAHAAHAH.. sumpahh serem banget tadi.. besok lagi yukk..

“Streeeesss lu semua!!” jawab gue.

FIN... xoxo