Monday, April 24, 2017

Dilema Antara Jurusan Pilihan Orang Tua atau Pilihan Sendiri

“Malam itu mendung. Aku berjalan mempercepat langkah menyusuri gang berpaving melewati germelap lampu-lampu teras rumah. Dari jarak agak kejauhan, kulihat tepat di depan rumahku berdiri 2 orang muda-mudi yang entah gerangan siapa masih tertutup gemayang malam”

“Mulai dekat dan kudapati dek Hilma bersama dengan temannya pria berdiri dengan membawa secarik amplop cokelat yang entah isinya apa”

“Dek hilma??? Begitu panggilku.. sambil menyodorkan senyuman termanis kepada 2 orang itu”

Dengan raut muka memadam dan mata merah, Hilma berkata; “Kak??? Irma mau curhat boleh nggak??”

Dari situ kudapati bahwa dia sedang dirundung masalah.. kode di wajah dan matanya sudah cukup membuktikan.

Kejap senyumku hilang,, “kenapa??? Cerita aja hayukkk... masuk kedalam” aku mempersilahkan mereka untuk masuk..

“sebentar,, aku buatin minum dulu yah.. maaf loh, dirumah lagi nggak ada orang jadinya cuma aku sendiri disini”

“iyah bang makasih” ucap pria yang kusimpulkan dia pacarnya Irma.

Meracik minuman teh hangat dengan maksud menenangkan sang hati yang lagi gemuruh. Batinku terus bertanya... ada apa gerangan dengan Irma. Pribadi yang kukenal selalu ceria tiba-tiba muncul di malam yang muda dengan raut wajah sedih, ditemani dengan pria lagi...

Pikiranku mulai menggerayang kemana-mana... atau jangan-jangan.... ahhh nggak mungkin.. naudzubillah...

Menyodorkan teh angat.. ku memulai pembicaraan...

“gimana dek??? Kenapa?? Kayanya kamu lagi ada masalah yah... sini cerita aja ke mas, nggak usah sungkan..”

Tanpa banyak bicara, Irma menyodorkan amplop cokelat  yang selama ini dia peluk di dada..

Di dalamnya terdapat kertas yang bertuliskan sebuah headmap.. “FORMULIR PENDAFTARAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA”

Dari situ aku bingung.. ada apa dengan formulir itu...

Dengan suara pelan menahan isak, Irma mulai bicara “mamah kak!! Nyuruh aku buat daftar disitu... tapi aku nggak mau, karena itu bukan pilihan aku.. Papah juga setuju buat nyuruh aku masuk situ... aku harus gimana kak???”

Sekejap pikiran dan ucapanku diam. Teringat akan masa laluku yang pernah mengalami hal sama.
bingung antara pilihan orang tua sama diri sendiri
Seraya memikirkan jawaban yang tepat untuk adik kelas yang sudah kuanggap adik sendiri. Aku bertanya kepada dia.

“Alasan kamu nggak mau masuk situ kenapa???” tanyaku

“nggak cocok kak, Irma nggak cocok. Pasti berat, kakak tahu sendiri gimana polisi itu. Aku nggak mau kalau aku nggak bisa maksimal disana. Aku nggak mau kalau disana aku merasa terpaksa. Dan aku juga nggak mau kalau nantinya malah orang tuaku yang kecewa karena aku nggak bisa ngikutin disana” jawab Irma...

“Kalau aku pikir, sebenarnya nggak ada salahnya juga. Mungkin kamu khawatir akan apa yang bakal terjadi kalau kamu masuk ke sana. Mungkin kamu terlalu fokus sama brosur lama yang dibicarain orang-orang yang katanya masuk kepolisian itu berat. Entah pelatihannya atau apapun itu. Yah memang semua bakal kamu yang ngejalanin. Tapi yah kalau kata aku sih nggak ada salahnya juga untuk dicoba” balasku

“Tapi Kuliah bukan buat coba-cobaan kak... tahu sendiri biaya kuliah nggak murah. Buat apa aku ngejalanin semua itu kalau nantinya malah aku yang nantinya kesusahan, sama terpaksa. Pasti kakak tahu sendiri gimana rasanya ngejalanin sesuatu dalam keadaan terpaksa” jawabnya

Bibirku tersenyum mendengar jawaban Irma... “terus kamu mau masuk ke jurusan apa??”

“Perawat kak atau bidan atau kesmas. Tapi aku lebih mau ke jurusan perawat..” jawab Irma singkat

“Kenapa???”

“aku tertarik aja buat masuk sana. Dulu waktu kelas satu sampai dua SMA, aku ikut kegiatan PMR kak.. bahkan aku juga pernah menang lomba jambore dulu. Karena itu aku mau masuk kesana. Belajar tentang kesehatan.” Jelas Irma

“nah terus yang kamu tangisi apa??? Coba aku tanya ke dek Irma, mamah maksa nggak buat kamu masuk sana???”

“pas aku pulang dari sekolah, mamah yang ngambilin formulir itu. Mamah antusias banget buat aku masuk kesana..”

“terus kamu bilang apa??”

“Aku cuma bilang aku coba, karena aku nggak mau mamah kecewa, makanya aku bilang coba”

“nah ituu... Padahal kamu punya alasan yang tepat buat ngejawab semuanya. Bilang ke mamah, ceritain aja semuanya termasuk jurusan yang kamu mau maupun hambatan kalau kamu seandainya tetap daftar di jurusan yang mamah kamu mau.”

“Nggak usah ada yang disembunyiin tentang apa yang kamu suka sama apa yang kamu mau. Pasti mamah ngerti kok. Yang penting kamu harus janji sama dirimu sendiri kalau kamu nggak mau ngeliat papah mamah kecewa dan kuliah bener-bener.”

“Okee???” terangku sambil menjentikkan jari..

“iyah mas, makasih”

“yaudah kalau gitu, ayo kita keluar cari makan. Aku yang bayar... laper nihhh!!”

*senyum-senyum bahagia....


Saturday, April 8, 2017

Suka Duka Bekerja di Perusahaan Baru

Udah jalan 4 minggu aja sejak tulisan terakhir diposting. Ya ampun waktu berjalan begitu cepatnya.

Yah beginilah keadaannya.. lagi susah banget yang namanya ngebagi waktu sejak perusahaan tempat gue bekerja masuk ke masa kritis tahap percobaan. Dimana trial dan komersil sudah mulai bersahut-sahutan minta dipenuhi targetnya.

Beratus-ratus ton-ton billet minta di roll setiap harinya.

Beberapa misroll minta diselesaikan secepatnya.
Apa itu misroll, silahkan googling dengan kata kunci “misroll”
Berangkat pagi, pulang malam hampir tak terelakkan. Bahkan hampir tiap sabtu pun dijadikan sebagai tumbalnya. Sedangkan hari minggu, yah dipakai buat istirahat full.

Beginilah hidup sebagai karyawan di perusahaan yang baru saja beroperasi.

Blog pun akhirnya kena imbasnya. Semangat nulis pun ikutan kendor seiring dengan semangat yang selalu minta di recharge ulang.

Tapi yaudahlah yah. Toh ngeblog cuma kegiatan sampingan doang. Justru yang sampai nggak boleh terjadi adalah hilang semangat kerja, loyalitas, keseriusan, kebanggaan, kebahagiaan dan pantang mengeluh.

Betul nggak????

Akhirnya detik, jam, hari, dan bulan pun berlalu mengantar gue genap setahun merintis karir di pabrik milik jepang yang bergerak di bidang manufaktur baja kontruksi.

Mulai dari adu mental dan fisik dengan brimob hingga adu nyawa dengan baja panas yang berkecamuk indahnya enggan di roll. Hahhaahah #apaan sih??

Ingat!!! nggak ada yang sia-sia di sistem ini. via, pixabay.com
Setahun pengalaman pertama bekerja ternyata berhasil memberikan penjelasan arti dari betapa susahnya mencari segelintir uang, betapa sulitnya diri ini untuk mencoba memotivasi diri untuk selalu semangat.

Semuanya hanya tergantung kita, lukisan apa yang mau dituangkan dalam ruang kanvas yang kosong.

Bekerja di perusahaan yang baru saja berdiri ternyata memiliki banyak cerita. Baik suka dan duka. Banyak pengalaman, banyak ilmu, hingga masalah bahkan konflik sekalipun muncul silih berganti.

Untuk itu, tulisan ini gue tulis seraya mengawali suka dan duka yang dialami saat kamu memilih bekerja di perusahaan yang baru saja berdiri.

Perusahaan baru mampu menawarkanmu kebanggaan tersendiri karena menjadi saksi perubahan dari sebidang tanah yang kosong hingga terbangun bangunan yang super gede 

Melihat perkembangan yang cukup signifikan terhadap tanah yang semula kosong hingga terbangun sebuah bangunan, ternyata mampu membuatmu sedikit bangga bahwa “inilah tempat dimana gue akan akan belajar dan meningkatkan apa yang gue punya”

Kamu bisa dapat kesempatan pelatihan yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya

Sudah pasti perusahaan ingin tahu bagaimana dan apa pekerjaan yang nantinya akan kamu lakukan. Untuk itu, sebelum percobaan produksi perdana dimulai. Perusahaan mencoba untuk mempersiapkanmu dengan mengirimmu ke lembaga pelatihan demi bekal yang nantinya kamu bawa.

Ada banyak kesempatan pelatihan yang sebelumnya kamu tidak tahu yang bakal kamu ikutin, dan itu nantinya bakalan bermanfaat dalam hidup kamu baik nanti atau masa yang akan datang.

Perusahaan baru, pengalaman baru tentunya

Semisal kamu berasal dari background suatu jurusan, dan posisi kerjaan yang nantinya bakal kamu lakuin menyimpang dari jurusanmu. Jangan anggap sebelah mata dulu. Justru ini bisa jadi tantangan baru buat kamu yang suka hal baru.

Karena stay dan berdiam di zona aman adalah hal yang paling berbahaya.

Mungkin karena perusahaan baru, terkadang manajemennya masih agak gimana gitu

Peraturan yang agak labil, atau terkadang agak nggak sesuai bisa kamu temuin disini. Tapi sebenarnya ini tergantung orang. Karena nggak semuanya merasa terganggu dengan aturan yang kadang labil. Orang yang easy going lebih milih nanemin prinsip “yaudah lah yah” di dalam hati mereka.

Beda lagi kalau orang yang yah kalian tahu sendiri lah.. mereka lebih cenderung ngoceh atau bahkan mencoba menghasut dan mencari orang-orang yang sekiranya memiliki pandangan yang sama seperti dia.

Ada perasaan puas sendiri ketika perusahaan tempat kamu bekerja memulai produksi untuk pertama kalinya

Kisah nyata ;

Gue masih inget banget waktu pas perusahaan tempat gue bekerja mencoba untuk produksi produk untuk pertama kalinya.

Dulu pas pertama kali nyoba, banyak masalah yang terjadi, entah slit, misroll, dll. Sampai kita kerja gotong royong buat nyelesaiin semua masalah. Tapi begitu percobaan pertama itu berhasil. Sumpah demi apapun ngeliat produk itu jadi seneng dan terharunya bukan main.

Sontak suara gemuruh tepuk tangan saling bersahut-sahutan pas masa itu. Kita-kita poto-poto dan saling jabat tangan.. hahahah #agak lebay emang, tapi begitulah kisahnya.

Ngerasain gimana rasanya dikejar-kejar target
“Target A,target B harus selesai bulan ini”
2 target belum selesai, ehh target yang lain udah ngantri di belakang. Hahaha yah begitulah namanya juga kerja.. beratt cuyy

Kamu bisa kerja dengan orang-orang yang seumuran sama kita

Kebayang kan yah, kerja sama orang tua itu gimana.. yah memang mereka lebih berpengalaman dan sudah dewasa tentunya. Tapi rasanya masih kikuk aja. heheh

Nahh, kalau di perusahaan baru. Kebanyakan yang direkrut adalah orang-orang yang seumuran sama kita. Jadi apa-apa jauh lebih enak dan nyambung buat diajak kerja sama. Mau minta tolong juga nggak kaku. Hehe

Walaupun demikian, ternyata kerja bareng sama orang-orang seumuran lebih banyak dan mudah konflik yang terjadi diantara kita

Mungkin karena yang muda emosinya masih labil. Mudah marah, mudah tersakiti, dan masih rapuh.
Kadang ada aja temen kerjamu yang dengan nggak segannya menyatakan “benci sama cara kerja lo”, bilang kerja lo yang sok-sokan, cari muka sama atasan, sok rajinlah, atau lebih parah dari itu.

Bahkan hingga konflik perasaan sangat sulit dihindari.

Bisa ketemu sensei yang di import langsung dari negera asal

Satu hal yang gue seneng adalah bisa banyak belajar dari mereka yang punya segudang pengalaman dan ide-ide simpel dan cemerlang.. seneng aja ngeliat trouble solving yang mereka lakuin kadang diluar nalar.. hahahaah

Di marah-marahin, dan bekerja di bawah tekanan bakal jadi pemandangan tiap hari

Namanya juga kerja baru, yah kadang apa yang kita lakuin ada yang nggak sesuai sama apa yang dimau sama atasan. Tapi yaudahlah yah selama yang dikasih tau sama atasan memang benar dan lebih simpel untuk dilakuin yah terima saja sebagai nasihat untuk jadi yang lebih baik.

Anggap saja cambukan motivasi. Yang sampai nggak boleh terjadi adalah membenci yang terlalu sampai mempengaruhi profesionalitasan kita. So stay professional and act like you’ve already grown up!!

Tapi percayalah akan satu hal. 

Apa yang kamu lakuin hari ini adalah secuil bagian dari kanvas lukismu yang mau kamu lukis. Semua tergantung padamu bagaimana nanti lukisanmu. Yang jelas dalam dunia ini ada hukum berlaku “siapa yang menabur kebaikan, maka kebaikan pula yang akan dituai” tentu kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan ucapan dan tindakan terbaikmu.

Di dunia ini semua sesuai dengan apa yang kamu lakukan. Nggak ada yang nggak adil atau kurang, itu hanya pikiranmu saja.

FIN-BK

Sunday, March 12, 2017

Yang Kamu Rasa Ketika Menginjak Umur 22

Eeeehhh buset ini muka makin ganteng aja... #berkaca sambil megang pipi menggerayangi muka sendiri.. #LOL

Tiba-tiba......... deenggg sepi dan sunyi...... terpikir akan suatu hal yang sudah terjadi sangat cepat sekali.

Terdiam seakan tak percaya bahwa diriku sudah menyentuh umur 22 tahun.

Dimana umur segitu udah nggak bisa dibilang remaja lagi..

Dimana di umur segitu udah nggak bisa ngempeng duit dari emak lagi..

Dimana umur segitu udah nggak bisa jingkrakan kaya bocah lagi..

Dimana umur segitu udah nggak boleh jomblo lagi.. #eeehhhhh salah omong.. hahahah

Waktu sangat berjalan dengan cepat bagaikan mobil F1 yang melintas di arena balap. Tak terasa rasanya, sudah berdiri dengan tampang raut muka yang udah nggak unyu-unyu seperti dulu lagi. Satu per satu semua mulai menunjukan perubahan.

Baik sisi fisik, perasaan, orang terdekat, hingga lingkungan. Semua terasa berbeda. Amat berbeda.

Banyak yang ingin kukatakan pada diriku sendiri di umur segini, tapi tak tau mengapa rasanya pikiran tak ingin mengiyakan semuanya. Semuanya berubah terlalu signifikan dan spontan.

Hampir semuanya membuat mataku belalakan tak berdaya terlena akan perubahan yang terjadi. Kini hanya ada diriku dan hatiku yang masih berjuang demi masa yang cerah dan indah.

Banyak yang bilang bahwa umur 22 tahun itu merupakan fase baru dari proses beranjak kedewasaan. Kita akan sering melihat, merasa dan menghadapi bahwa sepertinya dunia sudah tak sepenuhnya berada disisi kita.

Masalah satu per satu baik perkara pekerjaan, keuangan, hubungan percintaan, dan perasaan yang tak terarah semakin sering muncul ditengah sepak terjang kehidupan umur 22 tahun yang sering membuat batin ini lelah membayangkan kapan semua akan berakhir.

yahh gitulah jadi orang dewasaaahhh.... hahaha via bintang.com
Yah begitulah hidup di umur 22 menurut mereka yang telah melewati fase ini.
“Say hello and welcome to 22...”
Umur 22 memiliki makna unsur kebebasan

Mungkin karena kita sudah tak harus repot-repot berangkat ke sekolah setiap pagi atau harus berlarut dalam tugas yang super jengkelin karena nggak ada habis-habisnya.

Mungkin sejenak kita berpikir bahwa di umur 22 tanggung jawab tidaklah terlalu banyak seperti anak sekolahan atau kuliahan. Tapi sebenarnya semua berbalik, justru semakin naik umurmu semakin naik pula tanggung jawabmu.

Benar adanya jika umur 22 adalah kebebasan, kita bebas memilih apa yang kita mau. Karena sejatinya di umur segini kita sudah harus bisa menentukan kemana tubuh dan tenaga ini akan dibawa.

Mulai Sadar dan Terbiasa akan Punggung-punggung orang yang kita sayangi pergi menjauh

Daftar teman baikmu yang tadinya mengekor sampai ujung kakimu, kini semakin memendek listnya. Kamu akan sering kehilangan momen kebersamaan dengan para sahabatmu dulu dan akan sering menghabiskan waktumu sendiri hanya untuk sibuk bekerja dan memikirkan masa yang akan datang.

Tapi tenang, sahabat akan selalu menjadi bagian dari kenangan dalam sejarah hidupmu. Karena mereka lah adalah aspek yang turut andil dalam pembangunan pendewasaanmu.

Awal kisah perpisahan dan kehilangan pasti kita kaget, tapi setelahnya kita akan sadar dan terbiasa dengan punggung-punggung orang-orang yang kita cintai pergi menjauh atau kita yang menjadi punggung bagi sahabatmu sendiri.

Melamunin hal yang tak biasa menjadi kebiasaanmu

Mungkin dulu, kesepian bukanlah hal yang kita khawatirkan saat itu. Tapi kini, kesepian sepertinya menjadi masalah utama bagi kita. Kita akan sering ngelamun karena aktivitas keseharian yang monoton dan membosankan.

Hanya ada sedikit gelak tawa di tengah kegondokan yang menggerogoti si hati. Pikiran dan perasaan ini haus akan momen senang-senang bersama mereka. Tetapi hanya ada sedikit waktu yang bisa kita nikmati dan berharap semua tak cepat berlalu.

Tapi sekali lagi waktu yang seakan tak pernah peduli dan lewat begitu saja.

Kamu kadang akan bingung dan takut sendiri akan apa yang terjadi

Masalah baru satu per satu mulai menunjukan eksistensinya. Bahkan ada masalah dimana tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kita.

Ketika hal berat datang dan menimpa, yang bisa kita lakukan hanyalah terdiam dengan muka pasi pucat karena bingung, kaget dan takut seakan tak percaya kenapa hal ini bisa menimpa diri sendiri.

Dan yang terpenting kali ini adalah kita harus menghadapinya semua sendiri. Hanya waktu yang akan membuat kita memahami dan terbiasa dengan semuanya

Karir adalah hal yang bakal kita phobiakan

Kerja apa??
Jadi apa??

Posisi apa??

Uang darimana??

Adalah beberapa contoh dari sekian jutaan pertanyaan yang melayang bebas di kepala.

Menjaga kestabilan finansial adalah fokus utama yang kita usahakan saat ini.

Kebingungan sudah pasti akan menjadi sepak terjangmu dalam memenuhi kebutuhan hidupmu.

Seketika kita malu dan ogah ketika mendengar ada orang yang lebih muda lebih sukses dari kita

Mungkin karena perasaan malu sama diri sendiri dan orang sekitar. Kadang kalanya melihat orang muda terkenal atau tetanggamu yang memiliki umur yang lebih muda tapi dia lebih sukses kadang berhasil membuat kita merenung dan menutup segala aktivitas sosial.

“Kenapa aku nggak bisa kaya dia yang muda tapi bisa sukses??” adalah kalimat pertanyaan yang kita coba urai.

Mencari kebenaran melalui peristiwa, kata-kata mutiara, atau sepenggal kisah nyata adalah menu keseharian kita

Masih memiliki isu kebingungan yang lain. apa yang dilakukan, apa yang diucapkan, apa yang di prinsipkan, apa yang diteguhkan. Apakah semuanya benar?? Atau malah kita yang keliru??

Kita mulai mencoba mencari pendukung dan kebenaran atas apa yang kita percayai selama ini. Intinya seperti memotivasi diri dan memperkuat diri untuk terus melakukan hal yang benar demi kesuksesan yang akan diraih.

Memiliki masalah dengan gaya hidup orang

Perang dingin hati sepertinya tak dapat terelakkan lagi. Kita mulai mengerutkan dahi melihat fenomena-fenomena orang sekitar yang bertingkah aneh seperti sok pintar, sok baik, carmuk atau memiliki pandangan atau prinsip hidup yang tak pernah terbayangkan sebelumnya seperti memaksakan kehidupan, keuangan atau segalanya demi sebuah pandangan.

Tanpa disadari kita mulai mengurusi hidup orang lain yang sama sekali tak memiliki hubungan dengan hidup kita. Kita mulai ngejudge, berkomentar, atau bahkan merumpi kehidupan mereka dengan orang lain.

Sekali lagi yang kita lakuin hanyalah untuk mempertahankan apa yang kita percayai selama ini adahal hal benar.

Susah membedakan kangen masa remaja atau bahagia karena sudah dewasa

Ada momen dimana masih pengen belum move on dari masa remaja sehingga masih ingin terus dipanggil mas atau dek atau apapun itu yang memiliki konotasi “masih muda”.

Tapi dibalik itu semua kita juga enjoy menikmati orang lain yang memanggil kita dengan sebutan “pak”.

Tergila-gila akan liburan ke suatu tempat

Sudah dewasa untuk pergi berpetualang ke banyak tempat membuat kamu rindu akan liburan. Ditambah dengan kerjaan yang segudang membuatmu ingin beranjak dari kota tempat kita tinggal pergi ke kota lain atau tempat lain untuk meregenerasi otak.

Mulai terpikir akan pasangan hidup

Umur 22 sejatinya sudah punya gambaran mau pasangan hidup seperti apa... tapi ini nggak usah terlalu dipaksain juga.

Yah begitulah kehidupan umur 22. Aneh. Tapi namanya juga bagian dari proses hidup. So yaudah jalanin aja.

be noticed : ada 8 tahun lagi menuju 30..

Caww terimakasih udah mampir dan baca tulisan nggak penting ini.. xoxo

Sunday, February 26, 2017

Buat Kalian Para Calon Ayah, Lakuin 13 hal ini Biar Anak Lebih Dekat Dengan Ayah

Ehh ehh ehh bay kok lagi-lagi lu posting artikel yang berhubungan sama anak dan orang tua sih???

Hayooo mau cepet-cepet nikah yah?? Emank udah ada jodohnya?? Bukannya jodohnya masih dirahasiakan dan bakal dikeluarin kalau udah kepepet yah.. hahahahah

Udah gitu lo kan bukan expert di bidang kaya beginian. orang Jomblo aja udah level akut, eh ini sok-sokan ngasih masukan tentang cara ngurus anak.. hahaha

-_- kampreett lu!!

Salah!!!! Gue posting kaya gini juga dalam rangka menyambut 2 calon keponakan gue yang baru.. emang musti harus punya pengalaman dulu?? Berhubung nemu bahan topik yang bagus buat ditulis dan berhubung mereka temen gue dan ini kelahiran anak pertama bagi mereka, jadi yah nggak masalah kan?? kalau aku ngasih tips-tips ke mereka. Biar keponakanku hidup dan tumbuh bahagia kaya omnya...

Iyahhh nggak??? Mas wi?? Mas at???

Aku tahu kalian sering ngepoin blog ini, jadi baca artikel ini baik-baik yah...

Ehh eh eh nggk cuma buat mereka berdua kok.. kalian juga!! Yang baca ini artikel.. :D

Sekarang gini, aku mau nanya.. kalian kan udah tau yah gimana rasanya menjadi seorang anak.

Sekarang aku tanya. Antara Ibu sama Ayah kalian lebih cenderung deket sama siapa??

Kalian lebih sering main atau nyeritain masalah apa-apa ke siapa?? Ibu atau Ayah??

Pasti kebanyakan Ibu kan??

Karena rupanya kebanyakan Ayah cenderung lebih banyak ngabisin waktu buat bekerja dari pagi dan pulang malam pas kitanya udah tidur.

Sangking seringnya, ehh ternyata waktu bersama ayah jadi terbatas.

Alhasil sama ayah jadi agak asing gitu... hahaha

Kikuk gimana gitu, nggak lepas ngobrolnya. Nggak kaya ibu. Mungkin karena faktor lain juga kaya seorang Ayah yang lebih fokus ke pemenuhan kebutuhan materi keluarganya, terus juga kebanyakan sifat dari lelaki yang yah gitu lah acuh tak acuh, nggak kaya perempuan mainnya pakai perasaan.

Jadi pas anak pertama lahir yah perasaan kasih sayangnya itu langsung dikasih sama ibu sepenuhnya.

Nah berhubung punya anak pertama, dan status kita itu sebagai seorang Ayah.... eh tunggu bentar, kok kita sih, kalian lah.. kan aku belum nikah wong jodoh aja belum ada... masa udah mau punya anak aja... lu kira anak itu hasil ngadon apa??

Berhubung buah hati pertama, yukkk kalian para ayah beri perhatian lebih ke mereka. Biar kelak anak kalian bisa tumbuh sehat dan bahagia.

Anak yang sehat adalah anak yang ceria, via pixabay.com

Apalagi menurut penelitian katanya “Anak yang dekat dengan ayah cenderung memiliki emosi yang stabil”

Berarti anak yang deket sama Ibu lebih ababil.. hahha pantes gue orangnya labil orang gue deketnya sama Ibu.. hahah

Lakukan ini ya yah ;

1. Pas si Anak nangis atau murung atau sedih, tanyain geh kenapa... kasih perhatian ke mereka.

2. Jangan yang mentang-mentang istrinya perempuan, terus tanggung jawab gantiin popok, ngasih makan, mandiin anak jadi kerjaan harian Ibu.. sekali kali lah Ayah juga harus ngelakuin itu.

3. Kalau pas libur kerja tuh yah, jangan malah dipake buat tidur atau sibuk sama Hpnya. Mentang-mentang zaman canggih, hiburan anak malah dikasih melalui gadget.. main bareng seperti kuda-kudaan atau kejar-kejaran bisa mempererat kalian lohhhh!!

4. Pas ngasih nasihat, jangan galak-galak ahhh.. Gunakan bahasa yang baik biar anak paham bahwa itu nggak boleh.

5. Pas si anak mau tidur, timang-timang lah dia. Nyanyiin lullaby, sambil ngelus-ngelus kepalanya. Bilang gini “uhhh tidur yah anak papa yang hebat” sambil nyium kening dan pipinya.

6. Pas pulang kerja, ngeliat boneka lucu atau mainan bagus. Yah mampir lah beliin mereka buah tangan. Nggak harus mainan. Makanan yang mereka suka juga boleh

7. Harus bisa jadi panutan..

8. pas anak nunjukin gambar atau suatu hal yang baru bisa mereka lakuin. Kasihlah pujian dan dukungan.. biar mereka jadi lebih semangat.

9. Jangan galak-galak, atau terlalu maksa.

10. pas anak udah terlelap, mampir lah ke kamarnya, terus kasih ciuman hangat di pipi dan keningnya.

11. Jangan menggoda berlebihan!! Ehh maksudnya gimana. Entahh gue sendiri juga nggak tau. Yang nomor 11 lupakan saja. Mungkin maksudnya anaknya jangan sampai dipacarin.. hahahha

12. yang ini penting banget, Jangan pernah berteriak atau berantem sama istri di depan anak.. kasian loh anak kalian udah dikasih liat perang dunia III.

13. Jangan, pokoknya jangan pernah bawa kerjaan ke rumah. Dirumah kan buat ngabisin waktu sama keluarga.

Nah kalau semuanya sering dilakuin insya allah deh anaknya nanti pas udah dewasa jadi lebih percaya diri dan semangat dalam mengembangkan potensi diri. Percaya dehhh..

Jadi kalian para Ayah dan Ibu kudu mesti wajib harus ngasih perhatian ke anak yang lebih pas dia masih bayi.. :D

Oke ?? xoxo bye...

Di kutip dari IG : @sayangianakyuk



Saturday, February 25, 2017

Begini Rasanya Ketika Lo Punya Anak Pertama

Suatu sore di pinggir waduk krenceng, terkapar 3 pria dengan asal usul tak jelas sedang hangout bareng.

Perkenalkan dia si Afran sang ayah super duper baik, si Jono pria sedeng otak segrek, dan gue Awan Mahardika, pria terkece badai seantero Banten.. hahahah

Minggu terakhir bulan Maret adalah minggu anugrah nan bersejarah bagi kita komplotan tiga wedus yang sedang berupaya menggeluti kehidupan masing-masing yang banyak dilema dan galaunya.. hahah

Minggu ini merupakan minggu dimana kita (sobat karib) bisa meluangkan waktu untuk saling berjumpa sua setelah sekian kurun waktu ratusan tahun tidak bertemu.. hhahah zaman prasejarah dong ratusan tahun...

eh eh... nggak berlaku buat lu yah Jon!! Lu mah akhir-akhir ini sering cari alasan buat ketemu gue.. hahahaha

Awal mulanya yah karena si Afran yang baru saja mulai menyicil rumah di daerah pedalaman krenceng ngadain syukuran kecil-kecilan sama kita-kita di rumahnya. Selain syukuran ternyata sekalian reunian.. selain itu juga dalam rangka menjenguk keponakan gue si wiwi anaknya Afran yang sekarang udah beranjak umur 1 tahun...

Lucu deh kamu.. sini main kuda-kudaan sama om.. hahaha

Karena si Afran udah berkeluarga, sangat nggak mungkin  kita buat ngajak dia main keluar rumah. Yah tahu sendiri lah. Punya keluarga yang harus dijaga ketat dan ekstra. Apalagi si Wiwi udah mulai ngeluyur sana sini. Jadi musti dirantai dia.. ehh ditali.. ehh dijaga maksudnya. Hahahah

Takut salah ambil. Apalagi rumahnya Afran belum ada isinya. Jadi barang macam pisau masih berserakan... hahahaha #buruan geh beli lemari piring fan.

Mulai dari bakaran, ngobrol ringan hingga berat kita lakuin hampir tiap hari selesai dari pulang kerja..

Nggak tau deh si Istri ngomel-ngomel atau nggak karena kedatengan tamu super goblok kerumahnya dan pulang hampir tengah malam tiap hari..

Aduhh maaf yah mbakke... besok besok udah nggak kesini lagi kok..

Kebetulan sekarang hari Jum’at, si Istri sama Wiwi lagi pergi ikut undangan sama Orang tuanya ke Serang.

Berhubung di rumah nggak ada orang.. yaudah kita bertiga ngumpul lagi... hahaha

Tapi kali ini kita ngumpul di tempat yang berbeda yaitu di waduk krenceng yang gelap ditemani oleh beberapa muda mudi yang sedang menjalin kasih... hahah dasar anak nggak modal pacaran kok ditempat kaya beginian..

Kita sembari ngobrol rupanya si Afran kangen pengen sambil mancing disana.

“Lo gimana sih fan?? Istri pergi kok nggak ditemenin. Kalau di bekep terus diculik gimana????” ucap Jono asal...

“Jon !!!! mulutmu ituloh tak cokol sendal mauu??? Kasian geh si Wiwi kalau diculik.. kasian buatnya tuh lama tau. Susah lagi.... wkwkwkw” samber gue lebih asal..

“yahh nggaklah orang gue udah bawain mereka bodyguard, lagian hari ini gue kerja masuk pagi, jadi nggak bisa nemenin” jawab Afran..

gendong dek bay,,,, via pixabay.com
“Fan gue mahhh,, kalau lihat lo ngurusin anak lo hawanya jadi pengen senyum-senyum sendiri tau.. ngebayangin kalau gue punya anak nanti... hahahahah” tukas gue membayangkan memangku anak gue sendiri..

“hahhaha melankolis si Awan mah biasa. Lebaaaaaayyyyy..” ledek Jono.

“Punya anak gimana fan?? Enak nggak?? Seru nggak??? Apa yang berubah dari kehidupan lo??” tanya gue kepo..

“hahahhahah,, yah bahagia lahh.. apalagi pas waktu tahu istri gue hamil. Hahaha gue seneng banget ternyata masih berfungsi anu gue... hahahahaah terus pas lahiran ya ampunnn.. serasa lengkap hidup gue” jawab si Afran..

“ohhhhh KOOPLAAAKK TOILL....!!! lo mah ditanya serius malah jawab ngalor ngidul” gue sambil ngejendelin kepala Afran ke tembok sampai berdarah-darah.

“Terus-terus???” lanjut si Jono makin kepo...

“Kepo juga dia.... sono noh nyari Jodoh dulu jon. Umur udah tuwil juga masih aja jomblo..  hahahaha”

“Lu juga nyettt.. hahahahah” kita sama-sama jomblo. -_-

“hahahah koplak kalian.. gue donk udah jadi pria sempurna.. kalian mah lelaki jadi-jadian... hahahha”

“Ohhh kampret lu yah fan.. nggak inget waktu lo nikah pertama kali.. lo curhat ke gue.. mau gue laporin ke istri lu. Biar lu dipecat jadi suami... hahahahahah” ancem gue...

“ehhh jangan gehh lah wan.. hhahahaha lo mah ngerusak rumah tangga orang aja..”

“ngomong apaan sih kalian?? Lanjut fan yang tadi...” Jono memperbaiki topik.

“masih kepo lu?? Jadi gini yang gue rasain ketika punya anak”

1. Perasaan kagum bangga senang campur aduk jadi satu. Taulah rasanya gimana, ditengah-tengah kehidupan kita hadir sosok malaikat yang super imut, lucu, manja, rasanya gue mau dirumah terus mandangin dia seharian. Ngeliatin dia tidur, dia nyusu, dia nangis..

“lonya nggak nyusu juga fan??” kopral toil Jono!!! wkwkwk

2. Hangat banget rasanya dada gue ketika gendong dia, nimang dia di gendongan gue.. nanti lagi asik-asiknya gendong, terus tiba-tiba pipis atau nggak poop di badan gue... ngeselin emang. Tapi karena muka dia innocent jadi malah tambah sayang...

3. Gue sama istri gue ggak punya waktu tidur yang kejadwal.. tiap hari tiap malam. Gue gantian sama istri gue buat ngejagain dia kalau lagi nangis tengah malam..

4. Capek gue terbayar sepenuhnya begitu nyampe rumah, dan dari pagar gue udah ngedenger tangisan dia.. bayi itu apaan sih nangisnya terus-terusan. Tapi itulah momen indahnya....

5. Tahu nggak sebahagianya apa gue begitu ngeliat dia tersenyum untuk pertama kalinya.. Ya Allah sumpah itu the best banget..

6. Terus lo tahu seberapa khawatirnya gue pas ditelpon istri dapet kabar dia lagi sakit demam.. ya Allah nggak tega ngeliatnya. Tubuh sekecil itu harus menderita sakit kaya gitu.. kalau bisa dipindah mah gue ambil deh tuh penyakit biar gue yang ngerasain.

7. Ngeliat dia terus tumbuh besar.. gigi pertamanya, omongan pertamanya, ketawa pertamanya, Rangkakan pertamanya. Ya Allah sempurna banget hidup gue dititipkan anak semanis dia.

8. Nggak punya jam istirahat, karena sepulang kerja mesti gantian ngurusin dia gantiin istri.

9. yang pasti bahagia buka main.. Di anugrahi keluarga kecil yang sangat sempurna...

“ya ampunnn,,,,” terenyuh ngedenger perkataan Afran... teringat bagaimana perasaan orang tua gue ngelahirin gue sebagai anaknya... Ya Allah terimakasih..

“Tuhh kan si Awan mah emang melankolis banget orangnya.. nanti gujruk-gujruk omongan lo fan bakal dia tulis di Blognya”

Bener juga omongan si Jono itu.. yah jelas lahhh, udah tau ini momen kebahagiaan jadi musti di share ke orang-orang...

"btw,, lu mancing dari tadi kaga ada ikan yang nyamber fan????"

Bila Hidup Nggak Sesuai Harapan, Yaudah lah yahhh...!

Pernah nggak sih kalian mikir gini... “gue kuliah di jurusan ini tapi kok kerjaan gue nggak ada nyambung-nyambungnya amat yah” ehhhhmmm apa gue salah jurusan atau salah jalan... wkwkwk

Sumpah kalau udah ngenang masa lalu yang aduhai momennya. Hawanya tuh pengen nangis, marah sama ketawa jadi satu.

Abis nggak pernah kepikiran aja kalau ternyata hidup gue juga sama kaya orang yang sama-sama ngejalanin kehidupan yang nggak nyambung. Hahahah yaudah lah yah!!

Nggak usah di renungin apa lagi sampe di keluhin.. hahah yang ada malah bikin rungsing nih hati.

Ada kalanya hidup memang tak sesuai seperti yang direncanakan. Disana selalu ada jalan yang berbatu yang terkadang berhasil membuat kita berubah haluan sangking terpepetnya. #ngomong apa kali gue!!! Hahahah

Tapi sekali lagi yaudah lah yah. Toh udah terlanjur ini.

Gue punya cerita. Kisah nyata sih. Dan gue alami sendiri. Ceritanya menurut gue penting.... bagi gue, tapi kalau buat kalian yah.. semoga aja.

Gue lahir era tahun 90an.. egg udah tua.. hahaha... tepatnya tahun 97, eh 95 dink. Tapi di KTP ditulis 94. Jadi umur palsunya 22, umur aslinya 21. Udah tua yahh?? Berasa pengen muda lagi.. hahahah

Sama seperti kalian. Pendidikan dasar gue tempuh dengan mengenyam bangku TK, SD, SMP.

Biasa masuk TK, lanjut SD hingga SMP gue hanya ngikutin alurnya saja. Nggak pusing karena yah alhamdulillah pilihan gue selalu tepat. Ketemu teman kelas yang seru-seru dan enak-enak.

Tapi ketika lulus SMP dan mau masuk ke SMA. Dari situlah semuanya bermulai...

Gue galau segalau-galaunya, mungkin karena ini galau pertama akibat 2 pilihan.

Gue bingung antara memilih SMA atau SMK. Hati gue maunya masuk SMA, tapi karena keburu iseng ikut tes buat masuk SMK dan ternyata lolos. Si bokap malah sreknya kalau gue masuk SMK dengan jurusan TKJ.

Si momski juga ikutan... hadeeehhh..

Gue masih inget. Dulu gue ngasih keputusan kaya gini ke Ortu gue. “Pak, Bu!!! Liat hasil UN’nya dulu. Kalau bagus masuk SMA, kalau pas-pasan yaudah ikut registrasi ulang di SMK yang udah keterima itu.”

Si Babe sih mengiyakan.

Tapi pas hari H-nya datang. Beneran, alhamdulillah NEMnya bagus, dan yah bisa mengantarkan gue ke SMA favorit...

Tapi, lagi-lagi dirundung antara 2 pilihan. Si Babe mengiyakan kalau gue masuk ke SMA. Tapi “iyanya” itu yang sepertinya berat hati. Tentu sebagai anak nggak mau dong yah kalau sekolah di tempat yang nggak ada ridhonya orang tua. Yahh emang sekolah kita yang ngejalanin. Tapi sekali lagi gue tipe anak yang berbakti.. wkwkwk

Akhirnya gue mikir gini, masuk SMK kayanya nggak ada salahnya juga. Lagian jurusannya juga TKJ, mau apa sih di TKJ. Paling bongkar-bongkar komputer sama main komputer. Iyah nggak???

Apalagi kalau inget tes masuknya. Udah kaya tes kerja. Yang harus tes administrasi lah, tes tulis lah, tes fisik yang bikin kelojotan karena musti lari-lari keliling lapangan 8 kali sambil bertelanjang dada, terus ditambah tes wawancara. Apa iyah mau ngebuang usaha itu percuma?? Hahah

Yaudah jatuhlah pilihan gue ke SMK dengan jurusan TKJ...

Dari SMK gue tahu dasar komputer, jaringan, dan beberapa program design. Dari SMK, gue jadi bisa instal ulang windows, dan punya banyak CD program... heheh

Gue lulus dari SMK dengan nilai yang alhamdulillah memuaskan...

Tapi hidup nggak berhenti sampai disini cuyy..
.
Jelang kelulusan, lagi-lagi dirundung kegalauan. Milih antara kerja atau kuliah...

Aku maunya kuliah sih, si momski maunya kerja... si Babe juga maunya kerja, tapi kuliah juga nggak papa..

Kebetulan di Kota gue itu lagi ada pabrik baru. Namanya posco, dia lagi ngerekrut karyawan besar-besaran.. Gue sama temen sekelas lainnya coba daftar disana.. ehhh alhamdulillah gue lulus sampai tahap wawancara.

Si mamake udah seneng banget. Tapi sayang,, rupanya Allah belum ngasih izin dan memberhentikan gue di Tes wawancara. Iyah gue gagal. Ditanya sedih atau nggak... ehhmmm nggak terlalu. Soalnya gue kan maunya kuliah. Hahaha

Oh ya temen sekelas gue waktu SMK ada 12 pria termasuk gue.. dan 4 anak termasuk gue itu nggak masuk posco. Jadi ke 12 lainnya. Mereka kerja di tempat yang sama... hahahah #miris

Terus gue sama beberapa orang lainnya ternyata diundang sama kepala sekolah buat ikut SNMPTN Undangan.

Gue bilang ke Ortu gue. Mau masuk jurusan mana yah bu?? Kata mamake, coba aja teknik kimia... lahhh aku kan TKJ masa iyah mau crossing ke jurusan lain... -_-

Si nyokap ternyata tersihir sama temen-temen kakak gue yang udah berhasil dan sukses akibat dari background teknik kimia yang mereka pilih. Termasuk suaminya mba gue yang sama juga dari lulusan tekkim.

Maka dari itu, nyokap gue nyaranin gue buat masuk Tekkim. Lahhh di SMK mana ada pelajaran kimia... -_- susah kalau gini mahh..

Pas pengumuman tiba ehh ternyata gagal.. yaudah lah yah.. kecewa, udah pasti.. karena musti bersusah-susah payah lagi nyari pegangan hidup.. wwkwkwk

Ehhh si Posco bukaan lagi tuh... si mamake langsung sumringah. Nyuruhlah gue buat ikutan lagi. Yaudah nyoba.... ikut tes administrasi, terus tes tulis, terus tes psikotes. Ehh lagi-lagi gagal... si momski kecewa berat..

Terus setelah itu, masih dibuka pendaftaran SNMPTN tulis. Gue ikut daftar, dengan pilihan yang masih sama Teknik Kimia dan pilihan kedua manajeman. Waktu itu, gue ikut kelas IPC..

Hasilnya apa??? Udah ketebak yah.. lagi-lagi gagal...

Perasaan gue pas itu, sedihnya bukan main.. udah kepalang banyak kegegalan yang gue terima.. muka ortu gue juga nggak bisa dibohongi. Mereka kecewa berat sama gue...

Selang beberapa hari, ada kesempatan lagi.. dibuka pendaftaran SPMB (Ujian masuk bersama). Beberapa universitas negeri tergabung dalam aliansi itu..

Masih belum nyerah sama teknik kimia. Gue daftar milih Teknik Kimia di Untirta.

Pengumuman tiba. Sayang, lagi-lagi gue gagal.

Apaan sihh hidupnya kok gagal terus... terus nasibku gimana???

Kesempatan buat masuk Univ Negeri udah habis. Dan saat itu, gue kecewa, marah dan sedih campur jadi satu.

Sendirian,,, via pixabay.com
Hebatnya lagi Gue malah marah sampai-sampai gue nyalahin Orang Tua gue, meneriakin mereka, dan ngurung diri di kamar selama beberapa hari. Makan sama sekali nggak kekontrol.

Bisa kalian bayangin anak mana yang tega nyalahin orang tuanya....

Ibu gue udah nyoba nenangin gue. Tapi gue masih enggan buat ngomong sama dia. Hingga akhirnya, datang suatu masa dimana gue yang butuh pelukan. Dan Ibu gue ada disana memeluk gue sambil ngelus rambut gue. Gue masih inget kata-kata halus dan lembut beliau.

Beliau bilang ;

“Kamu ngapain sedih, kuliah dimana aja. Nggak papa. kita usahain buat cari biayanya.. daftar LP3i aja nanti yah” kata ibu gue sambil nyium kening gue.

Gue tahu kuliah di tempat itu, butuh biaya yang nggak sedikit. Dan gue juga nggak bisa maksain.

Gue yang cuma bisa mengiyakan. Melanjutkan hidup dengan mencoba daftar ke beberapa perusahaan dan toko komputer sekitar.

Akhirnya gue diterima kerja di toko komputer sebagai admin disana. Disana gue digaji 900 ribu per bulan dengan waktu kerja 6 hari selama 12 jam. Sebulan kerja disana, gue diapresiasi sama pak Bos. Karena berhasil ngejual banyak laptop, dan menang tender pengadaan komputer di sekolah. Gaji gue pun ditambah. ihirr

Sebulan lebih beberapa hari berlalu dan gue masih kerja disana, duduk di kursi tempat biasa gue ngelayanin pelanggan.

Datanglah seorang Polisi muda, Mas Andre namanya yang biasa ngelaporin Tagihan mereka selama beberapa bulan.

Ini kali pertamanya gue ketemu sama mas Andre.

Sembari menghitung tagihan mereka yang menggunung. Akhirnya gue dan dia terlibat obrolan seru. Dia nyeritain perjuangan dia waktu mau jadi polisi dulu. Yang musti lari-lari, nyebrang danau, dan latihan keras lainnya yang kalau semisalnya gue ngikut pasti udah ngejerit minta keluar.. hahah

Obrolan kita seru sejadi-jadinya. Gue yang bukan tipe orang Introvert, yah gue juga blak-blakan nyeritain perjuangan gue..

Si Mas Andre ternyata punya kabar, kalau ternyata Unnes masih bukaan pendaftaran jalur mandiri. Adiknya si Marta ternyata ikut daftar disana.

Dalam hati seneng banget ngedenger info itu. Langsung aja gue buka website resminya dan “Dengg”.... 2 hari lagi penutupan pendaftaran online..

Gue izin ke pak bos buat tutup toko cepat dengan izin badan meriang. Dan pak Bos mengiyakan..

Gue pulang kerumah dan ngabarin ke Nyokap gue.. “Bu Unnes Semarang lagi bukaan pendaftaran. Daftar yah???”

“Semarang jauh amat, jauh dong dari Ibu.. emang bisa ngekos??”

“Iyah,, bisa kok.. nggak papa yah??”

Ibu gue mengiyakan...

Yaudah gue daftar dengan pilihan jurusan, lagi-lagi Teknik Kimia.. -_- masih berusaha memenuhi keinginan ortu.

Ujian dilakuin di Semarang sana. Gue yang tinggal di Banten harus nempuh 12 jam perjalanan.  Gue berangkat kesana diantar sama Mas Andre dan Marta adiknya.

Sebenernya, Bapak gue mau nganterin tapi Mas Andre keburu nawarin mau sekalian nggak... biar si Bapak nggak perlu ngambil cuti. Yaudah gue mutusin buat berangkat sama mereka.

Gue tes di Fakultas Mipa, sedangkan si Marta ikut tes fakultas Teknik. Jarak antar 2 fakultas itu jauh. Kalau FMIPA ditengah-tengah area kampus. Kalau FT di pojokan sana dekat stadion FIK.

Selesai tes, kita nggak langsung pulang. Karena nggak mungkin mas andre nyetir mobil bolak balik semarang-banten...

Kita nginep di rumah temannya mas andre satu hari. Dan esoknya pulang...

Gue belum bilang ke Pak Bos tentang niatan gue buat kuliah. Niatannya 1 minggu menjelang pengumuman.

Gue balik kerja seperti biasa. Ngelayanin konsumen.

Satu bulan lebih gue kerja disini. Gue jadi banyak kenalan. Ibu-ibu penjaga lautan, yang hobinya nyeritain suaminya tercintahhh, Mas Adi yang bolak balik indent aksesoris laptop, Bang Aldo pegawai kredit yang sering bawain pizza kalau lagi mampir. Hahaha lumayan...

Nggak kerasa hampir 2 bulan... dan 2 minggu lagi pengumuman. Si Pak Bos kebetulan mampir toko dan lagi ngobrol di depan bareng om-om salon..

Gue keluar,,, dan manggil beliau...

“ahhhhh, kamu mah nyibukkin kita aja padahal lagi seru juga” sambet om-om salon yang dikenal karena gayanya yang paling nyentrik seantero Banten..

Pak Bos masuk ruangan... gue bilang kaya gini..

“Pakk,, jadi gini.. kan aku udah kerja 2 bulan disini. Kerja disini enak kok, banyak kenalan... tapi... sepertinya......” adegan pembicaraan gue pake adegan slow motion.

“jadi sepertinya apa?? Mau berhenti??” tanya langsung Pak Bos.

Gue cuma ngangguk polos....

“kenapa??? Kamu kan udah dikenal disini, saya jadi susah kalau musti nyari orang lagi...”

“aku mau kuliah pak....” sambungku

“kuliah dimana??? Udah keterima?? Tanya pak bos

“Di Semarang pak, belum sih... tapi kayanya diterima.. hahah” jawabku PeDe.

“Yaudah kapan??? Masih ada 2 minggu lagi??”

“Iyah masihhhh pak...”

“Yaudah kamu keluarnya 2 minggu lagi, saya bakal cari orang baru, terus kamu ajarin sistem disini yah?? Bisa??” Pak Bos ngasih alternatif...

“hu um” jawab gue OKKeeee..

Si Tini orang baru yang bakal ngegantiin gue. Orang agak gemuk, lucu, berisik... gue ajarin semua yang gue tahu... dan gue kenalin juga sama pelanggan setia kita.

Si Tini yang jomblo akut,, tergila-gila sama tampang Mas Andre dan Bang Aldo...

“Uhhh bakal awet nih gue kerja disini.. yang dilayanin malaikat semua... hahahahah” omong Tini dengan mata yang bersinar-sinar..

“aaahhh ganjen lu mah” jawab gue sambil nonyorin kepala Tini..

“awas lu sampai ngecewain mereka” ancem gue

“Nggak lahh yau, sayang gue sama mereka”

“yaaaaa ampunnn,, Tini. Lo tuh baru ketemu satu hari sama mereka... ngobrol juga belum, baru juga jabat tangan.. heehh dasar cewek gampangan jatuh cinta” nyeplak gue asal.... hahaahha

Hari pengumuman tiba. Dan info pengumuman bakal dikasih tau malam nanti habis magrib.

Masa itu pas banget sama bulan ramadhan. Gue yang udah pamitan sama semuanya. Pulang awal jam 5 sore... meninggalkan Tini yang nangis mewek-mewek.. hahah #dasar cewek melankolis

Sampai dirumah biasa.. bukber bareng orang rumah, solat magrib terus lanjut teraweh.

Gue malam itu, nggak teraweh dulu.. ngebelain buat liat pengumuman.. jam setengah 8 mantengin komputer. Hasil belum juga diinput. Yaudah gue tinggal solat Isya dulu.

Selesai solat Isya ternyata pengumuman sudah terlampir. Dag dig dug jantung gue mengetik nomor tes...

Begitu gue tekan ‘ enter’ dan diaaarrrr gue matiin monitor komputer karena belum siap melihat hasil...

Gue menarik nafas yang super panjang, sambil loncat-loncat buat ngilangin nervous.... aku hidupkan kembali layar monitor sambil sembunyi di bawah meja..

Intip sedikit dan disana tertulis....

“Selamat anda di terima menjadi salah satu mahasiswa kami dengan jurusan Teknik Kimia”

Ahhh Ya Allah makasih.... air mata gue nggak terbendung.

Gue ambil HP, dan gue kabari si Tini, Pak Bos, Mas Andre, dan Marta....

Si Marta ternyata nggak diterima, tapi dia udah keterima di Gundar..

Hahah senangnya bukan main... pas bokap nyokap pulang dari teraweh gue kabarin lahh mereka. Mereka pun senang, dan mencium gue... hahaha kaya bocah..

Nyokap gue nyeplos.. “yahhh bakalan sepi dong kalau kamu kuliah disana...”

“iya yah,,, yaudah lah yah bu, ikhlaskan kepergian anakmu ini”

Hari pertama kuliah, gue berangkat diantar bapak ke kosan yang dipilih sama Ibu gue sewaktu daftar ulang. Gue ngekos di gang cempaka, deket sama FT.

Gue sama motor gue tinggal di kontrakan tipe rumah terjebak bersama dengan pria lainnya jurusan FIK (Olahraga). jadi jangan heran kalau mereka maniak olahraga, berbanding terbalik sama gue....

Semester pertama merupakan perjuangan berat buat gue, gue belum punya banyak teman, terus kuliah di jurusan Teknik Kimia ternyata nano-nano banget rasanya...

Kalau ditanya susah?? Ohhh sudah pasti, apalagi background gue yang TKJ.. gue masih belum mahir ngitung-ngitung rumus dasar kimia kaya nyari mol, molaritas... hahahahah

Sumpah mimpi apa gue kuliah di jurusan kaya gini.. batin gue..

Gue serasa manusia yang salah jurusan... nggak bisa ngikutin pelajaran yang ya ampunn susah banget bagi gue...

Ngejeledak lah otak gue.. gue sering banget disuruh maju kedepan sama dosen. Dan yang gue bisa cuma berdiri disana ngeliatan papan tulis yang entah mau gue kerjain apa..

Alhasil IP gue semester satu rungsik serungsik-rungsiknya.... nadukom.. nasib 2 koma...

Kecewa udah pasti.. gue malah ngebayangin entah semester depan bakalan apa yang terjadi...

Akhirnya gue curhat ke dosen wali gue.. gue minta perwalian pribadi sama bu wiwit, dan beliau mengiyakan..

Gue ceritain semuanya.. iyahhh semuanya termasuk tentang perjuangan gue setelah lulus dari SMK. Ada kali 1 jam lebih gue nyerocos cerita.. bu wiwit juga keliatan asik ngedengerin cerita gue sambil sesekali bertanya...

Akhirnya bu wiwit tahu cerita masa lalu gue. Dan beliau bilang kalau hal itu wajar... beliau juga berpesan sama gue buat minta tolong ke salah satu temen buat ngajarin. Beliau juga minjemin gue buku kimia dasar keesokan harinya...

Di tempat gue kuliah, gue dikenal sama teman jurusan gue sebagai orang yang bisa di mintain tolong buat ngatasin masalah virus laptop, windows hang, dan jasa instal ulang gratis.. hahah #sekedar cerita

Sering banget, sampai dosen pun ikutan juga...

Selain itu, di jurusan gue juga ikut organisasi Himpro Teknik Kimia selama 2 periode dibagian yang kebanyakan ngurusin design, website, dan info-info keluar masuk.

Lambat laun tapi pasti ternyata, gue betah di Teknik Kimia. Selain karena pelajarannya yang menantang, praktiknya yang seru, dan juga teman-temannya yang udah gue anggap keluarga sendiri. Apalagi Himpro... miss banget sama mereka.

IP gue alhamdulillah membaik, bahkan di semester 3 dan 4 gue sempet cumlaude...

Terus disemester 4 dan 6 gue juga diangkat jadi asisten laboratorium, terus diajak dosen ikut proyek pembuatan buku.

Terus dapet beasiswa dari Bank swasta di Indonesia.. bisa ikut penelitian... terus yang lebih nggak percaya lagi bisa lulus tepat waktu dengan nilai yang alhamdulillah walaupun pas menjelang wisuda gue harus kehilangan Ibu gue untuk selamanya yang merupakan pukulan terberat dalam hidup gue..

Iyah gue diwisuda tanpa kehadiran orang tua maupun sodara di samping gue. Hanya ada Wildan yang rela jalan berdua sewaktu gue dipanggil kedepan buat prosesi wisuda.

Tinggal 3 tahun di Kota Semarang, berhasil menobatkan kota itu sebagai Kota tercinta kedua. Bahkan hampir menggantikan kota tercinta pertama tempat gue tinggal..

Gue kangen sama masakannya, orang-orangnya, temen-temen gue, dan kenangan yang gue ukir disana..

Sewaktu gue pamitan buat pulang. Salah satu dosen gue, bu Mega namanya.. beliau berpesan bahwa ;
“hidup ini memang tak selalu nyambung. Bukan nyambung atau tidaknya yang kita lihat tapi nilainya.. sebenarnya jika kita sadar dan melihat semuanya, mereka itu akan saling berkaitan antara masa lalu dengan apa yang kita lakukan sekarang. Jadi jangan keburu berprasangka buruk terhadap suatu hal yang kita terima”
Begitulah pesan singkat yang diberikan oleh beliau... dan masih gue ingat sampai sekarang dalam sanubari yang paling dalam...

Perkataan itulah yang gue pegang erat sampai sekarang ini. Kata-kata itulah yang membuat gue sadar ternyata tujuan hidup gue seperti ini.

Ternyata jurusan TKJ yang gue anggap nggak nyambung sama jurusan kuliah gue dulu memiliki fungsi dan tujuannya sendiri.

Dan sekarang gue bekerja di perusahaan Baja, di bagian yang sama sekali nggak ada keterkaitan dengan jurusan yang gue ambil sewaktu kuliah. Bahkan kerjaan gue saat ini lebih condong ke teknik mesin, kerjaan yang dulunya gue pandang sebelah mata.

Iyahh sekarang kerjaan gue, lebih sering berkutat dengan mesin-mesin, Cutting Torch, dan bahkan mesin lasan.

Tapi dari situ gue bersyukur karena ternyata ada kebahagiaan tersendiri yang gue rasain sama pekerjaan yang gue lakuin. Gue berasa wow, nggak pernah nyangka sebelumnya gue bisa megang benda seperti itu.

Tinggal menunggu apa yang terjadi selanjutnya yang sekarang masih menjadi sebuah misteri.

FIN.... :D :*

Wednesday, February 15, 2017

Peristiwa Subuh

Suatu malam nan sangat sepi, tak satupun suara terdengar terkecuali hanya sesekali suara gemuruh yang saling bersahut-sahutan. Maklum cuaca mendung tanpa hadirnya sang hujan.

Jam di dinding menunjukan pukul 3 pagi. Aku bergegas beranjak dari kasur bersprei dengan corak bunga kuning untuk mematikan jam weker yang kuletakkan di atas meja samping kasurku yang berbunyi nyaring berusaha membangunkanku.

Gambarnya nggak nyambung brayyy... via pixabay.com
Aku berencana untuk solat malam malam ini, menghadap dan meminta ridho serta petunjuknya atas kegelisahan yang terjadi padaku. – hahah curcol

Baru menuju pintu keluar kamar untuk berwudhu tiba-tiba “kriiinggg kriiinggg kriiinggg” suara hp berbunyi ada telepon masuk.

Kuambil hp xiaomi redmi note 3 pro yang terbaring diatas kasur, dan terpampang tulisan “jono calling”.

“ngapain nih anak nelpon tengah malem buta kaya gini” gerutuku dalam hati.

“halooo, assalamualaikum... gimana jon???” kataku langsung

“wan,, lo dimana?? Dirumah nggak?? Gue tidur dirumah lo yah?? Kunci kontrakan ilang nih,, baru balik kerja” jawab jono dengan nada panik

Gue yang masih setengah sadar cuma bisa mengiyakan..

“iyahhh,, kesini aja nanti kalau udah nyampe depan rumah telpon yah. Biar gue bukain pintu pagarnya” jawabku sambil berjalan keluar pintu kamar yang membawaku pada area jemuran untuk berwudhu.

“iyahh,,, gue udah didepan rumah lo kok wan” samber si Jono.

“Hahh???? Buset cepet amat...” Kaget ngedenger posisi Jono yang ternyata udah di depan rumah.

Aku langsung menyusuri turun tangga menuju lantai bawah dan bergegas mengambil kunci dan membuka pintu rumah dan pagar. Kudapati si Jono yang lagi duduk menahan si Tajil motornya yang spesial itu sambil nyengir ditengah malam. Nggak tau apa kulitnya hitam legam pekat tenggelam di gelapnya malam.... hahaha jadi yang keliatan giginya doang.

Kubuka pager besar-besar biar si Tajil bisa masuk dengan leluasa, maklum halaman depan rumahku kecil dan udah diisi 2 motor. Jadi si Tajil harus berusaha mati-matian biar pager bisa di gembok pas si Tajil udah masuk.

Geser sana geser sini pun tak dapat terelakkan...

“kan nggak muat... udah taruh luar rumah aja. Nggak ada yang mau ngambil lagian... hahahahh” kataku asal.

“iiihhh jangan lahh, udah tau lagi musim maling. Bisa-bisa raib ini sahabat lamaku...” jawab si Jono penuh penghayatan..

“ahhh pagi-pagi aja musti olahraga gini yah geser-geser motor....” keluhku males gerak...

Setelah selang beberapa menit ngatur posisi terbaik Tajil akhirnya pintu pagar ketutup juga. Langsung kupasang gembok. Dan kunci pintu depan rumah..

Aku dan Jono naik tangga menuju kamarku di lantai atas.

“Bruaaaakkkk...” lempar tas si Jono sambil lari merebahkan badannya diatas kasur..

“uuuhhh seleseehh yah Jon langsung tidur, spreiku bau apek tuh kena keringet bekas kerjamu.. hahahaha” ledekku..

“Gue diruangan ber-AC kali kerjanya, nggak kaya lo ngurusin baja panas...” tukas si Jono ngebela..
Sial... bener juga tuh anak... dia kerja di bagian QC sih jadinya nggk panas-panasan... “tapi tetep aja,, sana mandi dulu.. nanti gue pinjemin kaos gue. No celana dalam yah. Lu pake mode Side A B C D aja.. hahaha” jawab gue sambil ambil wudhu dan ambil handuk serta kaos...

“yooooo... ini mandi, sabun sampo sikat gigi ada kan??” Tanya Jono malak...

“ada noh sikat WC... hahahaha” jawabku ngasal

Lanjut ambil sajadah dan kumulai solatku...

Dari belakang,, si Jono mulai mengganggu kekhusukanku dalam berdoa.. Dia cekikikan bak nenek lampir yang ada di film jaman dulu itu. Entah apa gerangan yang dia ketawakan.

Selesai berdoa, gue bangkit dan memberesi  sejadah serta sarung sambil melotot ke arah si Jono.. “lo ngapain ketawawin gue.. orang lagi solat geh malah diketawain”

“lu solat apa wan?? Solat Isya?? Masa jam segini baru solat isya!!” tanya si Jono

“Solat Tahajud not” jawabku singkat..

“tumbbeeeennn?? Hahahahaah” ketawa jahat si Jono

“Ya Allah jon, kamu itu loh orang solat malah dibilang tumben.. dosa tau... di azab lu entar” jawabku asal banget.. sambil ngelempar bantal ke muka si Jono.

Jono langsung ambil posisi paling pojok deket dinding dan bersiap untuk nyebrang ke dunia mimpi...

“heh udah jam 4 tau, 1 jam lagi adzan subuh... nunggu napa malah tidur!!” bilangku ke Jono..

Tapi si Jono malah nggak gubris dan terus ngegeletak terbaring diam tanpa suara.

Sekejap kamar jadi sunyi yang sesekali terdengar gemuruh geluduk samar-samar dan suara burung malam melintas di atas rumah.

Kuambil novel “Lupus” yang baru saja kupalak dari temanku si Kete dan lanjut baca sambil posisi tiduran sebelah Jono diatas kasur yang seharusnya hanya ditempati oleh satu orang. Serius baca sambil ditemani lagu “Tightrope” by kelly clarkson yang tentangnya itu ajib banget, makin menambah syahdu suasana hatiku yang lagi berawan.

Lohh kok jadi melankolis gini yah suasananya.. gara-gara lagu nih gue jadi Baper.. kepikiran masalah yang abis aku curhatin ke Allah.

Kulihat sebelah,,, Si Jono malah asik tidur, sepertinya dia udah nyebrang ke dunia mimpi yang entah apa ceritanya. Udah gitu ngorok lagi.. hahaha tapi si watak Jono kalau sedang tidur sih aku nggak kaget soalnya udah tau dari zaman baheula.. yahh namanya juga sahabat.

Entah kenapa!!! Kalau udah yang namanya dengerin lagu bergenre Blue-blue kaya gini ditambah suasana hati yang lagi kacau, gelisah, dan berawan kaya gini. Ya udah suka kebawa suasana yang aduhai gitu. Yah beginilah kekuranganku suka baperan gitu kaya cewek.. ahhaha gue juga heran sama gue sendiri.

Bergalau sambil ditemanin novel dan lantunan lagu yang merdu. Nggak nyangka ternyata udah terdengar suara adzan subuh aja... betah juga yah gue baca buku pagi buta kaya gini hampir sejam sambil ditemenin lagu dalam headset.

“heh bangun lo jon... udah subuh, ayoo jamaah. Biar pahalanya banyak...” gue berusaha untuk bangunin si kebo Jono yang kalau udah merem paling susah buat di summon. Jono masih nggak menunjukan kesadaran.

Berkali-kali nepuk, berkali-kali mukul. Si Jono tetep anteng tuh.. cama dibales sama geliat-geliat yang nggak jelas gitu. Yaudah ada ide gue langsung aja ambil wudhu dan air di telapak tangan.

Masuk pintu kamar dan “Byurrr” kujatuhkan air dari genggaman tangan tepat di muka si Jono.

Jono yang super kelabakan, kaget masang ekspresi wajah kaya orang super linglung cuma bisa ngejogrok natap dengan pandangan kosong.

“ehhhh ayo solattt subuh” ajak gue sambil cengengesan ngeliat ekspresi si Jono yang bikin mau ketawa sekencang-kencangnya. Kondisinya sih masih pagi, coba kalau udah siang yah gue ketawa sekencang-kencangnya ngeliat ekspresi Jono yang datar nggak banget.

Ehh si Jono malah masih masang muka linglung gitu.. jangan-jangan kesambet kali yah dia. heheh

Gue yang sedikit khawatir langsung ambil posisi melambai-lambaikan tangan di depan muka si Jono. Si Jono cuma merubah pandangannya berpaling ke muka gue dan natap gue dengan tatapan datar bin bingung..

Wadduhhh jangan-jangan dia Self-Distortion lagi.. pikirku agak lebay.

“ehhh Jon,,” ku goyangkan tubuh si Jono. Waduhhh gaswatt ni anak beneran konslet..

“Jon... Jon... Jonoooo....” begitu ku panggil sambil menggoyangkan badannya si Jono berulang-ulang sangking khawatirnya. Tapi si Jono nggak nyahut dan diam tanpa suara.

Sumpahh aku malah jadi kelabakan rungsing sendiri mendapati si Jono cuma duduk diam di atas kasur dengan pandangan kosong begitu.

“jangan-jangan si Jono kesurupan” pikir batinku ketakutan..

Langsung kuambil Al-Qur’an kecil dari lemari bukuku. Dan kubuka Ayat Kursi kemudian kubacakan di depan si Jono...

Tatapan Jono masih kosong, tapiii.. terlihat guratan pada bagian pinggir bibir si Jono. Dan kemudiannn....

“HUAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAH....” ketawa hebat pecah menggelegar di seluruh penjuru kamarku.. iyah si Jono ketawa kaya orang yang nggak punya dosa..

“Sialan lu Jon,, lo nakutin gue....” teriak gue sambil gue tenggul-tenggulin si kepala Jono. Uhh kalau bukan negara hukum aja, udah gue jeduk-jedukin dehh itu kepala.. hahahaaha

“koplak yahh lo udah bikin gue sport jantung...” jawabku agak kesel....

“tapi yakin wan,, liat muka lo itu nggak banget... kaya orang lagi nahan poop. Hahahahaha somplaaakkkk...” ledek si Jono sambil cengengesan riang.

“uhhh gue totok juga nih orang.. nih muaaaakan niihhh bantal...” lempar 2 bantal sekaligus ke muka Jono.

“udahhh ayolaah solat, gue tinggal nihh!!” pukas gue kesel sambil make sarung...

“Iyah-iyahh,, ini ambil wudhuuu.. hahahahah” jawab si Jono dan masih ketawa terbahak-bahak..

Tapi sumpah lucu siihhh kalau dipikirin, sejenak gue berpikir apa ini yah jawaban Allah ke gue.. gue yang lagi kelabu gini hatinya, dikirim si Jono sobat karib gue yang bisa bikin cekikikan ketawa yang buat hati ini riang kembali.. hahaha

Sumpah pengalaman subuh yang hiruk bangettt.. hahahah

Karena Nasi Goreng nggak Akan Sama Tanpa Bumbu Baceman Bawang

“mang-mang, rahasia bumbu nasi goreng babang apa sih??? Kok bisa enak banget!!” tanya seorang wanita muda yang super kepo...

Nasi Goreng buatan aku.... eggggg ngiplik deng ini buatan orang yang diambil di pixabay.com

“ahhh biasa mba, bawang putih sama bawang merah doang...” jawab santai babang nasi goreng langganan tempat biasa aku beli..

Mendengar percakapan itu, sontak dalam hatiku bicara... “ahhh ngipklik banget, perasaan kalau bikin nasi goreng bumbunya yah emang kaya gitu. Tapi tetep aja beda sama nasi goreng yang dijual-jual. Entah kenapa walaupun cuma nasi goreng telor. Rasa nasi goreng yang dijual di pinggir jalan lebih spesial rasanya dari pada kalau bikin sendiri.”

Kalau bikin sendiri mah biasa aja rasanya. Padahal udah pake resep TOP super kece yang ditemuin di internet. Tapi tetep aja.... “biasa”.. nggak terlalu menggungah rasanya.

Apa karena beda tangan kali yah, atau jangan-jangan bumbu nasi goreng mamang-mamang pinggir jalan pake ilmu goib bisa enak kaya gitu.. hahahahah #ada-ada saja..

Tidak puas karena jawaban mamang, si mbak langsung ambil posisi duduk di kursi plastik sambil memonyongkan bibirnya... hihih dasar wanita...

Aku yang juga Kepo langsung aja nyamber... “bang, bang Tejo kenal saya kan?? Pelanggan setia abang... hihihi” tanyaku sambil mengangkat alis mata berulang kali...

“iyah mas awan kan?? Yang sering pulang kerja malam-malam dengan baju kotor dekil bak kuli bangunan.. hahahah” ledek si mamang nasi goreng bernama Tejo.

“Aseemmm ik... mang”  tapi emang bener sih, nasib kerja di pabrik baru yang bikin aku tiap harinya musti pulang malam karena terus-terusan dapet jam lembur.. terdiam sebentar pembicaraanku dengan mas tejo, langsung aku sambung dengan bertanya “bumbu nasi goreng mamang. Buat sendiri apa beli di pasar???” tanya ku kepo

“Bikin sendiri lah... kalau beli pasti rasanya bakalan sama kaya pedagang lainnya. Kan jadi nggak enak” jawab bang Tejo sambil sibuk memainkan trik-trik spatula mengaduk nasi goreng yang harumnya bikin ini air liur numpuk di mulut.

“Abang pasti pake bumbu yang didiemin selama berhari-hari itu yah??? Apa jeh namanya ‘baceman bawang tah???” tanya ku penasaran. Mencoba untuk menguak rahasia bumbu sedap nasi goreng bang Tejo..

“hahahahaha,, iyah salah satunya itu mas.. kok tau toh??” jawab bang Tejo medok.. sambil menyodorkan bungkusan pesanan nasi goreng aku...

“iyah,, pernah baca aja di Internet...” jawabku sambil nyodorin uang 10 rebu...

Liat belakang, ternyata si mbak yang tadi penasaran senyum-senyum sendiri sambil sibuk dengan hapenya.. pikirku “ahhh paling lagi browsing nyari resep bumbu baceman bawang...hahaahhaah”

Kalian pernah denger bumbu baceman bawang???

Itu lohhh bumbu yang katanya resep turunan dari nenek moyang di tanah Jawa. Katanya sih bisa bikin nasi goreng terasa lebih harum dan nikmat.

Apalagi bahan dan cara buatnya gampang banget... cuma butuh Minyak Tanah ehh minyak sayur sama bawang puting dan kemiri..

Nanti bawang putihnya sama kemirinya dicuci bersih, abis itu dielap sampai sisa air cuciannya ilang. Abis itu di cincang kasar. Terus dimasukkin ke wadah atau toples kaca yang ada tutupnya.

Tambahin minyak sayur sampai campuran bawang dan kemirinya terendam, terus ditutup. Dan dibiarin sampai 2-4 hari lamanya di suhu ruang yang terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Jadi deh.... baceman bawang yang bisa bikin nasi goreng kamu spesial banget..

Oh ya,,, katanya semakin disimpan lama semakin enak rasanya. Tapi kalau aku sih biasanya maksimal cuma 4 hari.

Oh ya yang masih bingung aku punya video trialnya.. bikin sendiri lohhh... :D

and hasilnya emang kerasa beda banget dari aromanya sama rasanya... lebih harum dan gurih rasanya. endes kok... hahahaha

Makasih udah mampir



Sunday, February 5, 2017

Buat Kalian yang Direndahkan Orang Lain, Renungkanlah ini

Jujur?? Enak nggak sih berada di tengah-tengah orang yang hobinya selalu merendahkan sesama?? Apalagi kalau kita itu yang jadi korbannya..

Sadar nggak sih mereka, kalau ucapannya itu adanya cuma bikin sakit hati orang??

Apa mereka tahu sesakit apa yang kita rasakan akibat dari tindakan mereka??

Apa mereka nggak pernah berpikir bagaimana rasanya ada di posisi kita yang mencoba untuk menyenangkan banyak orang tapi malah jadi sasaran empuk buat direndahin sangking polosnya kita.

Apa yang kita lakuin selama ini salah?? Percuma dong jaga perasaan mereka, tapi merekanya malah begitu!!

Beginilah nasib hidup ditengah-tengah keberagaman sifat manusia. Ada yang berprilaku menyenangkan, sopan, dan wow baiknya. Adapula yang sifatnya “Ya Tuhan berilah kesabaran yang tinggi padaku”.

Baik buruk seseorang sebenarnya bagaikan dua sisi uang koin yang tak dapat dipisahkan. Memang nggak munafik, dalam hidup pun kita juga memiliki kebaikan dan keburukan yang pernah kita lakukan baik yang sadar maupun yang tidak sadar.

tapi, seburuk-buruknya sifat kita itu, Insya Allah kita selalu sadar akan limit dari apa yang kita lakukan. Apalagi sebelum ngelakuin itu kita keburu sadar bahwa itu bukanlah perbuatan yang baik.

Tapi anehnya, ada saja orang di sekitar kita yang kalau dipikir-pikir itu “sifatnya kok gitu banget”.

Entah, apa karena hati ini yang terlalu sensitif???

atau emang dianya yang udah begitu dari dulu???

Nggak tau deh, apa orang lain ngerasain hal yang sama kalau seumpama mereka direndahkan, dan dijelek-jelekkan sama seperti kita??

Misteri banget yah… hati manusia itu.

Kenapa aku nggak bisa jadi seperti mereka yang bisa “well I don’t have a time to concern about your hate words and your mean act to me!!!”

Yang bisa berlaku biasa saja ketika ada orang lain yang merendahkan, mencemooh, bahkan memfitnah. Kenapa aku nggak bisa untuk tidak memikirkan tentang apa yang mereka pikirkan tentang diriku. Kenapa aku terlalu berlarut dan membuang waktuku percuma untuk memikirkan “apakah yang aku lakukan selama ini baik ke mereka?? Tapi kenapa selama ini mereka begitu padaku??”

via, pixabay.com
aku ini macam orang seperti apa sih?? Yang kerjaanya cuma memikirkan bagaimana cara untuk menyenangkan mereka… #payah!!

Tapi setelah dipikir-pikir, bukannya hidup bersosial pada dasarnya memang begitu yah. Diluar sana pasti selalu ada yang namanya orang dengan sifat diluar ekspektasi. Karena bagi mereka sendiri yah tabiat mereka memang seperti itu.

Mungkin emang mental kita yang terlalu lemah jadinya ketika ada yang merendahkan, kita terasa tersakiti sesakit-sakitnya. Bahkan sampai bermuram durja di pojokan sudut kamar meratapi perlakuan mereka ke kita.

Kita yang nggak bisa apa-apa, cuma bisa diam dan mencoba sabar ketika ada orang lain yang merendahkan kita. Mungkin banyak orang yang mengira bahwa kita itu pengecut karena nggak menunjukkan perlawanan.

Tapi apa yang seperti ini dibilang pengecut??

iyah, benar pengecut jika kita nggak melawan tapi malah membiarkan kita berlarut-larut dalam kesedihan.

Tapi bukan pengecut kok namanya kalau kita lebih memilih sabar dan tidak membiarkan hati ini terpengaruh oleh ucapan atau perlakuan mereka ke kita.

Di luar sana memang selalu ada orang yang gemar melihat dan mencari kekurangan orang lain. Itulah dunia, selalu seimbang… kalau mereka yang jadi jahat, yah kenapa juga kita harus jadi jahat buat ngebalas perbuatan mereka???

Sebagai penyeimbang, justru perbuatan positif seperti memaafkan dan bersabar adalah hal yang lebih bijaksana untuk kita lakukan. Kan dengan begini, kita berperan sebagai orang baik. Betul nggak??

Jadi buat apa, kita mikirin apa yang mereka ucapkan ke kita. Mau dibilang begok, sok suci, sok polos, tolol, lemotlah.. well yah bilang makasih aja ke mereka yang ternyata sering merhatiin dan ngurusin kita.

Haters always gonna hate. Yang terpenting adalah yang kita lakukan itu adalah hal benar, jadi nggak usah khawatir. 2-3 orang nggak berarti lah. Lagian mereka juga bukan teman kita.. mereka hanya sebatas orang yang mengira bahwa mereka itu lebih tahu dan kenal kita.

Faktanya dibelakang kita masih ada teman, sahabat, rekan yang masih terus menyokong dan mendukung kita. Itulah yang seharusnya kita perhatikan dan pikirkan. Bukannya mikirin orang-orang yang masih sibuk ngerendahin dan menjatuhkan kita. Soalnya buang waktu!!!

Tagline : Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu pada siapapun, Karena yang menyukaimu tidak membutuhkannya, dan yang membencimu tidak akan mempercayainya

terimakasih



Mau Makan Pizza, Duit Nggak Ada?? Yuk Cobain Resep Pizza Sederhana ini

Buat kita yang nggak berduit dan suka pizza. Mungkin makan Pizza hanya bisa dilakukan setidaknya yah paling sebulan sekali. Apalagi mahasiswa, mungkin kudu nabung dulu biar bisa makan pizza di pizza hut. Iyah nggak sih???

Kayanya lebay deh, soalnya harga pizza yang medium di pizza hut kan cuma kisaran 60-80 ribuan. Hahahah…. Cuma tetep aja bagi mahasiswa kan makan 80 rebu itu udah terbilang gede.

“Lohhh tapi kan makannya barengan. Siapa juga yang mau makan pizza satu Loyang gitu??”

Iyah juga sih…

Ehh tapi tau nggak sih?? Daripada beli, ternyata kita bisa bikin pizza sendiri tau di kosan atau dirumah yang ternyata bahannya itu mudah dicari dan lebih murah.. yah itung-itung bisa sambil belajar juga. Siapa tahu nanti pas lulus bisa jadi pengusaha pizza yang sukses. Hahhaha Amin

Ternyata untuk bikin pizza kamu cuma butuh bahan-bahan yang bisa kamu beli hanya dengan pergi ke pasar atau minimarket terdekat. Toppingnya juga bisa milih sendiri, bentuknya juga.. kan jadi bisa kreasi sambil belajar masak bareng teman-teman.

Lebih seru kan???

Nih resepnya :

Adonan Pizza :
Tepung terigu serba guna 250 gram (4000 rupiah)
Gula Pasir 1 sdm (bisa minta ibu KOS)
Garam 1 sdt (minta juga bisa)
Fermipan/Ragi Roti 1 sdm (merk fermipan harga 7000)
Air Hangat 150 mL (Gratis)
Minyak sayur 2 sdm (minta aja)

Total biaya buat bikin adonan = 11 rebu

Topping :
Saus Tomat 3 sdm (7000 rupiah/botol) + Saus Sambal 1 sdm (7000 rupiah/botol).. Saus Bolognese juga bisa tapi lebih mahal
Lada bubuk sejumput (1000 rupiah/sachet)
Bakso secukupnya (10 rebu 10 Biji)
Sosis (6000 isi 5)
Bawang Bombay sesuai selera (2000 dapet 2 biji)
Keju mozzarella sesuai selera (30 rebu merk Lokal)
Mau kasih jagung, jamur, tomat terserah…..

Total Topping = 63 rebu ++

Total Semua jadi 64 rebu ++ …. Murah kan??? Resep diatas bisa dibikin 2 Loyang ukuran Loyang 18 cm.

Cara Buatnya :
Pertama rebus air 150 mL sampai mendidih, kemudian tambahkan gula pasir 1 sdm dan aduk hingga larut.
Diamkan larutan hingga hangat-hangat kuku. Cara tesnya celupkan bagian punggung jari kelingking ke larutan itu. Bila terasa hangat-hangat enak berarti suhu sudah cukup.

Tambahkan Fermipan 1 sdm kedalam larutan itu. Biarkan selama 10 menit hingga berbuih tanpa diaduk. Tambahkan minyak sayur 2 sdm.

Setelah itu, tambah tepung terigu 250 gram dan garam 1 sdt. Dan aduk hingga kalis (tidak lengket di tangan). Kalau masih lengket bisa ditambah terigu lagi sedikit demi sedikit.

Biarkan selama 1 jam hingga mengembang  sambil ditutup kain lembab (dibasahi).

Bagi adonan menjadi 2 atau terserah. Kemudian taruh di Loyang yang udah diolesi sedikit minyak biar nggak lengket dan beri topping sesuka kalian. Yah bisalah dikreasiin bentuknya…

Mudah kan???

Tinggal di oven deh selama 15 menit pada suhu 180 oC..

Pizza pun siap dinikmati…

Penampakannya... yakin ini aku nyoba bikin sendiri

Nyoba sendiri juga...
Kalau nggak ada oven. Nggak usah khawatir. Kita masih bisa pakai Teflon. Jangan lupa ditutup biar panasnya merata. Oh yaaa api kompornya  yang kecil aja. Kecil banget….

Jadi dehhhh. Siap disantap… mudah kan???

kalau masih bingung, ini videonya :

Sunday, January 29, 2017

Hidup Berat atau Memberatkan Hidup??

Pagi itu di hari minggu sekitar pukul 9’an, Aku berencana buat main ke rumah jono dengan menaiki motor Revo tercintaku.

Jono itu sahabat karibku sewaktu SMP dulu, tapi entah kenapa karena kita sering banget Chat’an via whatapps dan sesekali sering ketemu buat nongkrong bareng eh nggak taunya hubungan kita masih awet sampe sekarang yang udah nginjak umur 21’an… heheheh #Status temen lohhhh karena aku sama jono itu sama-sama pria.

Udah hampir sekitar 6 bulanan lebih kita nggak ketemu, karena yah satu alasan aku yang baru saja lulus kuliah jadi waktu itu sibuk banget sama aktivitas pengangguranku yang masih bolak balik nyari kerja. Waktu itu, si Jono juga lagi sibuk sama kerjaan barunya. Iyah dia baru saja keterima kerja di Pabrik fabrikasi kabel yang ada di Kotaku.

“Alhamdulillah yah jon, dapet kerjaan yang lebih baik dari kerjaanmu yang dulu pas kamu jadi kasir di salah satu Toko Stasioner Alat Tulis dan Kerja. Jadi patut disyukuri….” Begitu isi WhatApps ku ke Jono saat dia mengabari bahwa dia keterima kerja di pabrik fabrikasi kabel.

Aku berangkat dari rumah orang tuaku, jarak ke kontrakan Jono yah sekitar 20 menit perjalanan. Sedikit jauh memang karena kita sudah beda daerah.

Di jalan, Aku beli buah tangan Lapis Legit karena si Jono suka banget sama lapis legit. Yah sekali-kali bagi hasil jerih payahku setelah 3 bulan bekerja di pabrik baja baru. Hehehe

Aku masuk ke area kontrakan bedeng tempat si Jono ngontrak. Kulihat dia ternyata sedang ngelap-ngelap motor Supra Fit legendaris yang didapat hasil dari menabung selama bekerja di tempat fotokopi.

Memang, si Jono itu menurut aku emang dia mandiri banget karena selepas lulus SMA dia langsung nyari kerja. Dia pernah bilang ke Aku bahwa dia nggak mau ngerepotin orang tua lagi. Katanya cukup sampai SMA saja biar nanti urusan selepasnya si Jono yang ngatur dan ngurusin.

Yah terbukti kan sekarang, dia sudah mandiri dengan hidup dari hasil jerih payah selama beberapa tahun ini.

“Assalamualaikum” kataku pelan…

“walaikumsa…….” Sahut si Jono sambil berbalik dan memasang muka terkejut melihat Aku yang berdiri di belakang

“weeeeeehhhhhh lo wan, ishhh kok nggak bilang kalau mau main kerumah” sambung Jono sambil merangkul melepas kangen

“halah lagian ngapain juga ngabarin, emank kamu mau ngapain kalau aku mau datang kesini??” balasku

“yah kan gue bisa persiapan mandi dulu, biar nggak keliatan lusuh gini..” jawab si Jono sambal senyam-senyum

“halahhh sama aja og mukamu mau mandi, mau nggak!! Tetap item legam pekat… Hahahahahah” ledekku

“sialan luuuh, masih aja rasis sama gue” jawab si Jono sambil misuh-misuh

“Ini nih, oleh-oleh… aku tau kalau di kontrakanmu mesti nggak ada makanan yang bisa aku makan. Makanya aku beli sendiri” bicaraku asal sambil nyodorin lapis legit yang aku beli di perjalanan

“Whuittt yang udah jadi karyawan. Masa traktirannya lapis legit doang.. nggak main ahhhh” jawab ketus Jono

“Halahhh yah mengko sesuk kapan-kapan aku traktir ning pizza hut ben ndesomu ketok ambi orang-orang” balasku Bahasa jawa.

“apa sih nggak ngerti.. huauahahahahaah” Jono tertawa ngedenger bicaraku medok

Iyah maklum, asal kita yang berbeda etnis. Kalau aku asli Jawa Tengah, kalau si Jono asli orang Sumatera. Entah kenapa nama dia bisa jawa banget “Jono”..

Kebiasaan kita yah mesti di tengah-tengah pembicaraan selalu di selipin Bahasa ibu masing-masing. Aku sendiri nggak pernah paham sama Bahasa dia, soalnya asing banget di telinga. Tapi si Jono karena udah lama tinggal di Kota Perantauan sejak dia SMP ikut tinggal sama pamannya yang juga kerja disini… jadi Bahasa dia lebih Gahooll daripada aku.

Kalau dia gaya ngomongnya udah kaya orang Jakarta pake 'gue-gue, elu-elu'.. sedangkan aku masih yahh lesmono pake gaya 'Aku-aku, kamu-kamu'.. yah walaupun aku juga udah lama di sini, Cuma nggak tau kenapa ngomong 'gue-gue, elu-elu' itu nggak biasa aja.

Aku ambil posisi duduk di kursi plastik teras depan pintu rumah. Si Jono masih sibuk ngelap-ngelap motor kesayangannya yang diberi nama Tajil sama dia.

“Kapan nih si Tajil diganti sama motor kaya yang di depan” Omongku sambil menunjuk motor gede vixion yang lagi markir di depan rumah depan rumah Jono.

“wehhhhh ngeledek lu yah wan, nggak inget dulu ini motor yang pernah nganterin lu pas nyari kerja sampai daerah Anyer hujan-hujan” balasnya sambil ngingetin perjuangan dia nganter aku buat ikut tes wawancara di perusahaan yang ada di Anyer. Hujan lagi pas pulangnya….

Dalam hati tertawa teringat masa itu. “Hahahahaha iyahh deh maaf yah, Tajil aku tak akan melupakan pengorbananmu.” Jawabku sambal ikut ngelus-ngelus si bodi Tajil.

“enak lu yah wan, dapet kerja si Pabrik baru segede itu lagi.. Gajimu mesti bleber-bleber” sambung si Jono ganti topik.

“ahhh nggak juga, biasa aja… Alhamdulillah, aku yah sampai sekarang masih belum percaya aku kerja di tempat keras gitu” balasku luruh

“gajinya berapa wan??? Mesti gede yah???” balas si Jono

“Alhamdulillah, Kepo banget sih!! Yah nyentuh lah 10 juta perbulan” balasku sombong sambil tertawa lebar

“beneran 10 juta??? Perasaan lu downgrade deh!!” ledek si Jono

“Hahahahaha,, yah nggaklah tapi Alhamdulillah jon. Disyukuri aja, cukup kok buat hidup sahari-hari” balasku santai

“Enak yah jadi kamu, udah mah dulu dapet beasiswa buat kuliah, begitu lulus langsung kerja di pabrik baja yang baru dibangun” Keluh si Jono serius sambil menyudahi mengelap si Tajil dan duduk di kursi sebelahku.

Mengeluh, via pixabay.com
“Enak yah jadi kamu, begitu lulus bisa nyari kerja sendiri, makan pakai duit sendiri, dan nggak ngerepotin orang tua. Nggak kaya aku yang dapet beasiswa kuliah di Semarang tapi masih ngabisin jutaan dari Ortu buat tempat tinggal, dan biaya makan sehari-hari” balasku sambil menepuk pundak Jono membalikkan ucapan si Jono

“lo nggak tau si wan jadi gue, berat tau. Hidup gue itu serba berkecukupan. Kerjaan sekarang berat banget, tapi Gaji aja nggak seberapa. Nggak cukup buat ngebiayain ini itu kalau nggak berhemat” jawab si Jono dengan nada serius.

Lohh lohhh kok suasana obrolannya kenapa jadi begini yak?? Batinku bergumam heran.

“lohhh yah Alhamdulillah dong jon, kan hidup ini harus disyukuri sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah dan diajarkan oleh baginda rasul. Bahkan beliau aja bisa sabar, senang, dan bahagia walaupun di suasana yang lagi kisruh.” Balasku sok bijak.

“lahhh gue mah bukan nabi wan” balas si Jono sambal mengekerutkan jidatnya.

“lahhh yah siapa juga yang bilang kamu nabi, jelas dong kita sebagai pengikutnya sudah harus berbuat hal yang sama seperti Beliau. Asal kamu tau jon, hidupku juga nggak seenak dan nggak semujur yang kamu bayangin."

"Aku tuh ngerasain gimana rasanya ngerepotin orang tua, minta duit orang tua pas duit bulanan nggak cukup. Tau sendiri Aku berasal dari keluarga yang berkecukupan juga, orang aku kuliah aja orang tua ku sebenarnya maksain kehendak padahal kondisi ekonomi keluargaku yang lagi pas-pasan pas masa itu."

"Bahkan dulu pas gue ngerusakin laptop temen dan butuh biaya jutaan buat ngegantiin. kemana lagi mintanya kalau nggak ke orang tua. Bahkan Ortuku sampai ngebela-belain ngusahain nyari duit pinjaman buat bayarin biaya ganti rugi. Pas itu yakin hatiku nggak enak banget rasanya, sungkan umur udah kepala dua tapi masih ngerepotin orang tua. Kan kamu tau sendiri juga jon gimana ceritanya, wong aku cerita ke kamu kok!!” balasku panjang…

“tapi kan….” Balas si Jono terpotong bicara sama aku

“kamu inget pas aku curhat ke kamu nangis-nangis sewaktu aku masih nganggur sehabis lulus kuliah. Lama loh aku nganggur hampir setahun, nggak ada pemasukkan dan masih nadah duit sama orang tua. Batinku pas itu terguncang selalu kepikiran, nangis di tiap malam memikirkan nasibku yang masih lontang lantung. Masih ingat kan Jon?? orang aku juga cerita ke kamu."

"Bahkan kamu pernah ngasih aku uang 200 ribu buat biaya ngeprint lamaran, padahal kondisi keuanganmu juga lagi morat maritnya… Masih inget kan Jon??? Aku pas itu yakin nggak enak banget sama kamu, apalagi pas kemarin aku pengen balikin uangnya ke kamu malah kamu tolak dan bicara santai ‘itulah fungsi teman wan’.. aku masih inget lohh jon!! Aku pas itu bersyukur banget dikasih temen kaya kamu” sambung ceritaku dengan mata yang hampir berkaca-kaca

“iyah yah wan. Benar juga!! Dulu pas itu lo nelpon gue jam 1 malam pas gue lagi tidur. Lo misscalin gue sampai 10 kali lebih. Lo cerita via chat WA tentang apa yang alamin pas itu. Hahaha gue jadi sedih nginget pas itu wan” balas si Jono masang tampang agak melas sambil tertawa.

“Sialan lu!!, tapi emang bener kok. Emang sih, kalau kita ngelihat hidup orang lain itu kayanya mereka itu kok beruntung banget, banyak uangnya, dan bisa beli ini itu. Yah begitulah manusia selalu menganggap bahwa “rumput tetangga selalu lebih hijau”.

"Padahal kita nggak tau, kehidupan mereka yang sebenarnya gimana, perasaan mereka gimana. Kan hati orang mana ada sih yang tau. Lagian yang kita pikirin toh belum sama juga dengan keadaan mereka yang sebenarnya..” balasku sambil memandang si Tajil yang lagi tersandar diam.

“Edaaaaannnn,, lu belajar dari mana kata-kata bijak kaya gitu??? Hahahah kesambet apaan lu wan??” ledek si Jono

“Kampret lu!!” balasku sambil lanjut bicara… “lihat artis jon, keliatannya mah mereka di TV itu seneng banget kan, bayarannya gede padahal kerjanya cuma ketawa-ketawa gitu. Tapi dibaliknya mereka itu kerja di kejar deadline, tidur cuma sebentar, dan bahkan privasinya di control sama media. Kan nggak enak!!!”

“Terus coba kita bayangin, orang-orang yang sekiranya nggak seberuntung seperti kita. Yang makan hari ini aja masih mikir-mikir. Mereka rela bangun pagi-pagi sekali buat berdagang, atau kerja serabutan seadanya buat makan keluarganya sehari-hari. Syukur-syukur bisa dapet rezeki lebih hari ini, biar bisa beli lauk enak kaya daging ayam, jadi nggak cuma Nasi dan garam, atau nasi dan sambal."

"Sedangkan kita??? makan besok aja nggak khawatir karena masih ada uang di tabungan buat makan. Bahkan masih cukup buat makan sebulan ini. Tapi kita masih aja khawatir sama keadaan yang sebenarnya serba ada tapi masih beranggapan bahwa ini nggak cukup. Akhirnya kita jadi lupa bersyukur…” bicaraku panjang lebar

Si Jono hanya terdiam sambil mengangguk…

“Parahnya lagi, kita tuh hidup malah cuma fokus biar kita bisa diakui sama orang sekitar, beli barang ini itu, maksain diri di tengah keadaan yang nggak memungkinkan, nanti gilirannya nggak cukup yang ada malah nyalahin keadaan, berprasangka yang bukan-bukan sama Tuhan. Padahal di bawahnya masih banyak orang yang pengen ada di posisi kita. Gitu tuh jadinya kalau kita selalu ngeliat orang yang diatas dan melupakan orang lain yang masih berjuang dalam hidupnya. Hidupnya jadi selalu merasa nggak cukup dan nggak tenang, karena hidupnya hanya dilihat dari sebatas materi."

Yah memang aku juga nggak munafik kalau hidup itu butuh uang, karena yah zaman ini semua hampir karena uang. Tapi bahagia kan nggak sebatas dilihat dari materi saja, padahal bahagia bisa didapat dimana aja kaya contohnya Aku yang punya sahabat macam kamu Jon!!” sambungku cerita…

“hahahahaa, jadi terharu wan” sahut si Jono sambil memakan lapis legit yang ada di mejanya.

“hahaha, emang gitu kan Jon?? Lagian kita mah nggak bakal bisa nikmatin makan tempe kalau pas makannya aja kita bayangin makan rendang. Yah nggak nyampe….. Nah begitu pula hidup ini, kita nggak bisa bahagia kalau ngejalanin hidupnya aja sambil ngebayangin hidup orang lain yang enak. Yah nggak nikmat lah, jadinya malah lupa bersyukur..” Lanjut cerita ku..

“gue heran, lo belajar dari mana wan kata-kata kaya gitu wan??? Padahal lo kan sifatnya bocah banget!!! hahahah” tambah ledek si Jono

“Tapi aku ngomong kaya gini bukan sok bijak loh yah!! Sama aja aku yah masih banyak ngeluh. Masih sering menganggap bahwa hidup yang aku jalanin itu berat banget. Tapi kalau kita mikirnya kaya gitu terus, yah gimana mau maju. Soalnya asik fokus mikirin keluhan mulu. Jadi lupa buat berusaha…”

“Ngomong-ngomong aku disini ngomong terus masa nggak dikasih minum??? Sana ambilin minum yang berasa, kalau nggak ada beliin tuh di Indomaret di depan!!!” omongku kasar.. hahahaha

“hahahaha iyahhh, sirup aja yah?? Di Kulkas adanya itu” balas si Jono

“iyah-iyah terserah!!! Yang penting dingin… cuaca panas nihh..” Pesanku ribet.

“Halahhh yo yo kosek aku jipuk sek ning kulkas” jawab Jono pake Bahasa jawa..

“Bahhh” belajar dari mana dia ngomong pake Bahasa Jawa…

Kami pun menyambungkan omongan topik lain yang seru-seru, bertukar cerita & pengalaman. Seru pokoknya, suasana pertemuan ini begitu hangat… bahagia deh rasanya…
Ps : hidup ini sebenarnya nggak berat kok, cuma kitanya aja yang nganggap dan ngebuat hidup ini berat (Awan-2016)








Saturday, January 21, 2017

Sadari 10 Hal Penghalang Doa Terkabul

Berusaha tanpa di iringi oleh doa adalah suatu hal yang rapuh. Begitu pula sebaliknya, berdoa tanpa diiringi dengan usaha adalah suatu hal yang sia-sia.

Pada suatu ketika, duduk ditengah kerumunan orang yang tak bisa berbuat apa-apa. Kami duduk bersila dalam keadaan hening tak satupun orang berbicara. Kondisi tempat itu amat sunyi, hanya ada satu orang sibuk berbicara. Sedangkan, kami hanya terduduk bersila berjajar rapi mendengarkan apa yang dibicarakan orang tersebut.

Aku termenung jatuh terhadap kata-kata penuh makna yang dilontarkan oleh pembicara. Termenung akan bahasan beliau yang memang benar adanya.

Yah kala itu, kami sedang mendengarkan khutbah Jum’at yang membahas secara dalam mengenai makna doa dalam kehidupan yang sebenarnya.

via pixabay.com

Sungguh aku adalah manusia egois…

Manusia yang tak tahu berterimakasih atas segala apa yang telah diberikan oleh Sang Satu.

Tak terhitung berapa jumlah kasih serta nikmatNya yang diturunkan oleh Sang Pencipta kepadaku dan aku masih terus mengeluh diatas semua nikmat yang aku nikmati selama ini tetapi selalu menyalahkan keadaan akibat selalu merasa tak cukup.

Ya Allah… sungguh dusta benar hati ini.

Terus meminta, tetapi tak pernah sadar berapa banyak doa yang telah dijabah olehMu.

Aku adalah hambaMu yang paling egois yang selalu merasa tak cukup, tak pernah bersyukur, selalu menyalahkan keadaan karena tak pernah kunjung sadar akan doa yang selalu dikabuli olehMu.

Aku adalah manusia hina yang tak sadar yang merasa tak satupun doa Engkau kabulkan padahal Engkau selalu memberikannya melalui cara-cara yang sangat luar biasa.

Aku mengenal Engkau sebagai Tuhanku, tetapi aku tak pernah mau untuk berjuang dalam mentaati perintahMu dan bertingkah masa bodoh terhadap laranganMu

Aku menyakini bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidupku, tetapi aku masih mencari alasan untuk tak membacanya  bahkan mengamalkannya

Aku teringin masuk surgaMu yang indah, tetapi masih terlalu sibuk untuk mencari pahala dan melakukan kebaikan

Aku mengakui Rasulullah SAW sebagai rasulku, tetapi masih enggan melakukan sunnahnya

Aku mengetahui bahwa setan, iblis adalah musuhku, tetapi masih setia mengikuti hasutannya

Aku masih sibuk membicarakan aib-aib orang lain, tetapi masih buta akan aibku sendiri

Aku pernah melihat pekamanan seorang yang telah tiada, tetapi masih menipu diri dan menganggap kematian itu masih jauh.

Aku telah memakan apapun yang Engkau anugrahkan, tetapi aku masih enggan untuk bersyukur dan masih selalu menyalahkan keadaan dan merasa kekurangan

Aku takut masuk nerakaMu yang pedih, tetapi aku masih menjerumuskan diri ke perbuatan yang Engkau larang

Aku tahu bahwa kematian itu pasti datang, tetapi aku masih bersibuk dengan urusan dunia dan lupa untuk bersiap diri

Ya Allah, masih pantaskah aku??

Maafkan atas segala dosa dan kekhilafan yang pernah aku lakukan selama ini. Aku masih dan terus membutuhkanMu hingga akhir hayat menjemputku. Ridhoi jalan ini, jauhkan hamba dari sesuatu yang dapat menjerumuskan diriku ke neraka jahanam.

Sadarkan aku atas perbuatan yang masih kuanggap benar namun salah, dan jauhkan aku dari keegoisan serta ketamakan dalam hidup.

Maafkan atas kebiasaanku yang hanya datang kepadaMu saat ketika butuh, dan lupa kepadaMu saat dalam keadaan senang.

Sayangilah aku…

~isi khutbah yang mampu menyayat hati paling dalam, sadar akan kesalahan dan kekurangan diri~

FIN