Selasa, 19 September 2017

Gue dan Asma

Mungkin kali ini gue mau cerita aja kali yah....

gue nggak tau hubungan gambar ini sama gue apa.. hahaha tapi yaudahlah yah. berhubung gambarnya bagus.. via pixabay.com

Serangan sesak kemarin adalah yang paling terparah. Well, at least that what I'm thinking right now since the last asthma attacks tragedy in last 2 months.

Sesak nafas mulai gue derita sejak SMA di tahun terakhir, hilang sementara dan muncul kembali saat kuliah. Dulu pas periksa di zaman SMA, 2 RS ngediagnosis gue berbeda. 1 bilang gue, kalau itu adalah kontraksi dari kerja pangkreas #mereka bilang sih hal biasa. Mereka cuma ngasih gue obat anti inflamasi yang gue lupa namanya.

RS yang kedua bilang bahwa gue terkena asma. Dan mereka nyaranin gue buat ikut terapi nebulizer yang entah gue mikirnya macem-macem. Itu terapi apa ya....???

“hah?? Asma??? Yakin?? Keluarga gue nggak ada yang punya asma kok..” batin gue bertanya

Dan ternyata itu adalah sejenis terapi inhalasi yang menggunakan metode uap air yang dicampur dengan obat-obatan... gue ngelakuin hal itu kurang lebih selama 4 bulan.. dan dibarengi dengan inhaler tipe pelega. Merknya gue lupa apa. Hanya saja dokter nyaranin untuk di pakai saat sesak.

Itu cerita SMA. Setelah 4 bulan ikut terapi dan berbekal dengan inhaler. Sesak nafas sudah tidak lagi muncul. Gue pun kuliah di semarang. Di Unnes, sebuah universitas yang terletak di daerah GunungPati.

Semuanya lancar hingga masuk semester dua dimana gue tergabung dengan salah satu organisasi kemahasiswaan tingkat jurusan.

Serangan sesak pertama setelah sekian waktu lulus dari SMA terjadi.

Entah karena apa, gue juga udah lupa. Yang gue inget, Saat itu hujan sedang derasnya di kawasan kampus. Gue dan beberapa temen organisasi Himpro Tekkim terjebak di daerah gedung E2 kalau tidak salah. Abis rapat sepertinya.

Udara cukup dingin saat itu. Kita biasa berteduh sambil ngelempoh dilantai, ngobrol dan ketawa sana sini, teriak-teriak nggak jelas.

Di momen seperti itu, tiba-tiba dada gue terasa seperti terhimpit. “Ya Allah, dada gue sesek” keluh gue.

Dan akhirnya candaan pun terpecah menjadi kepanikan.

Iyah, gue merusak segalanya yang bahagia.. Alfini yang ternyata punya asma mengeluarkan obat salbutamol miliknya. Selang beberapa saat, nafas mulai berjalan sebagaimana mestinya walaupun kondisi yang gue dapet adalah kepala pusing, gemetaran, dan dada yang berdebar-debar.

Gue dikemulin jaket hasil donoran temen-temen gue. Dan gue dianter pulang begitu saat hujan reda di malam hari.

Itu kisah serangan pertama gue sejak serangan terakhir di SMA.

Sayangnya, serangan pertama bukanlah menjadi serangan terakhir. Di kala malam hari gue jadi sering batuk-batuk, dan nafas yang terasa agak gimana gitu. terlebih saat hujan turun.

Gue periksa ke Klinik di daerah semarang Kota. Mereka pun mendiagnosis gue dengan diagnosa asma. Mereka ngasih gue obat merk Lasal dan alat inhaler merk Ventolin yang gue beli dengan harga wow. -_- maklum mahasiswa apa-apa terasa menjadi lebih mahal.

Hanya saja ventolin jarang gue pake, karena menurut rumornya. Ventolin itu agak keras di paru-paru. Memang bisa melegakan sesak nafas tapi efek sampingnya itu yang juga katanya menakutkan. *yang gue baca dari internet lohh.. nggak tau dah bener atau nggak. Menurut kalian gimana???

Akhirnya berbekal dengan Lasal yang gue bawa hampir tiap hari. Dan gue minum hanya pas saat dada terasa. Gue pun kuliah di sana selama 2,5 tahun dan lulus diploma Teknik Kimia.

Di semester-semester akhir. Antara 5 hingga semester 7. Gejala sesak tidak sering timbul. Alias ini nafas fine-fine aja selama itu. Yah paling pernah terasa sesak namun intensitasnya hanya lewat dan nggak sampe gue minum obat. Ringan lah...

Hingga lulus pun, rasa sesak tak lagi muncul bahkan di kondisi hujan sekali pun...

Wisuda lewat hingga masuk masa pengangguran selama 10 bulan lamanya, sesak tak juga muncul. Bahkan gue sendiri udah lupa kalau dulu gue sering sesak. Si Lasal yang dulu sering dibawa-bawa bagaikan daun yang diterbangkan angin hingga ke ujung lautan. Bye-byee!!! heheh

Gue menjalani proses pencarian kerja dengan suka dan duka, hingga kerja pertama gue di pabrik Baja dan mengikuti pelatihan keras di Brimob dan pelatihan keahlian di Balai Latihan Kerja Serang selama 3 bulan. Rasa sesak kini tak pernah muncul.

6 bulan berlalu, dan gue diangkat menjadi karyawan tetap disana. Dan bekerja hampir 1 tahun lebih. Serangan sesak yang dulu pernah terjadi berasa ilang di telan langit ke-7... gue kerja seperti biasa...

Hingga masuk ke 2 bulan terakhir ini.

Di bulan agustus 2017, sesak yang dulu dilupakan. Kini mucul sedikit demi sedikit. Awalnya, gejala sesak yang tak parah, hanya terasa sedikit sesak di dada dan itu pun cuma bentar. Sekitar 3 kali gue mendapatkan momen itu, hingga tanggal ehhmm gue lupa tanggal berapa. Saat itu, saat sedang shift malam.

Pas magrib, abis buang cropbag seinget gue.

Dada gue terasa sesak. Saat itu, yang dipikiran gua hanyalah. “gue butuh salbutamol”.

SV gue, yang gue tau juga punya asma. Gue niat minta obatnya. Siapa tau beliau punya salbutamol.
Dan ternyata obat dia nggak sama. Otomatis gue berniat buat nanyain ke klinik perusahaan, siapa tau sedia obat itu. Dan ternyata juga nggak ada.

Pihak klinik nyaranin gue buat dikasih suplai oksigen terlebih dahulu. Cuma gue tolak saat itu karena gue mikir gue nggak butuh oksigen, dan lebih memilih buat balik ke tempat kerja. Sekitar jam 7. Kita istirahat semua. Gue duduk dengan muka yang sok kuat menahan rasa sakit.

Pikir gue, gue cuma nggak mau bikin semua panik.

Tapi apa daya ternyata rasa sesaknya makin kencang dan parah.

Salah satu rekan gue, diutus buat beli obat ke apotik di luar sana. Namun, karena prosedur perusahaan tak seperti itu, akhirnya gue dianter ke klinik perusahaan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selang dipasang, dan gue minum obat yang udah dibeli tadi.

Sayang, yang niatnya mau disembunyiin, malah ceritanya udah nyebar hingga ke telinga presdir. Ya Ampun.

Setelah kejadian itu, Batu-batuk selalu menyeruak tiap tengah malam. Hanya saja tak sampai sesak.

Serangan kedua sejak serangan pertama terjadi selang beberapa hari. Saat itu sore mau pulang. Gue dan rekan kerja gue pulang terakhir. Karena abis ngebersihin daerah cooling bed.

Saat balik menuju ruangan. Dada mulai terasa tak nyaman. Hanya saja gue sembunyiin dan mencoba bertahan.

Gue buru-buru ganti baju. Dan segera ingin pulang. Sayang, wajah gue terlihat tak bisa dibohongi. Rekan kerja gue sadar kalau gue kenapa-napa. Gue bilang ke dia kalau gue sesek. Tapi gue nggak mau kalau dia bilang ke SV dan leader gue. Cukup gue yang merasa dan dia yang tau.

Gue di temani dia, jalan menyusuri pabrik untuk keluar. Dada terasa mulai semakin terhimpit. Gue Absen pulang, dan berjalan menuju parkiran motor yang jalannya lumayan jauh. Ada kali 100 meter lebih.

Gue di temani dengan dia jalan perlahan menuju parkiran. Saat itu, nafas mulai terasa susah. Bicara pun terasa malas. Dengan susah payah gue jalan, mengatur nafas sebaik mungkin agar segera sampai di sana. Dengan selingan beberapa hentian buat ngatur nafas. Akhirnya gue duduk di motor gue.

Awalnya teman gue maksa buat dia nganterin gue ke rumah.  Tapi gue tolak karena rumah dia dan gue itu nggak searah dan jauhh. Gue tahu hari ini cukup melelahkan, jadi gue berpikir buat nggak ngerepotin dan mau pulang sendiri.

Gue juga bilang kalau gue mau ke kontrakan temen gue aja yang deket buat Istirahat disana. Dengan sedikit paksaan dari gue, dia akhirnya membolehkan gue buat pulang sendirian.

Di jalan, dengan nafas yang terasa terpogah-pogah, gue nyetir motor sefokus mungkin dengan laju yang pelan. Di jalan gue bertemu dengan rekan kerja lainnya. Yang berniat nengok teman kerja kami yang dirawat di RS karena penyakit tipus.

Mereka berhenti di alfamidi daerah damkar, gue pun ikut berhenti di sana berniat untuk menitip bingkisan buat teman kami yang di rawat.

Selesai menitipkan titipan. Gue izin ke mereka buat balik. Gue sampai di rumah teman gue dan istirahat di sana.

Sejak 2 kejadian terakhir itu, salbutamol kembali siap sedia di dalam tas buat jaga-jaga.
Kembali kejadian serupa datang lagi. Dan kali ini terasa lebih parah.

Tanggal 18 bulan september 2017.

Gue bersiap buat berangkat kerja. Sepatu, seragam, jaket hingga helm udah siap di badan. gue ngendarain motor gue menuju tempat kerja. Gue berangkat emang agak kesiangan. Jam 6:15 pagi gue baru berangkat, padahal bel kerja berbunyi jam 7 pagi.

Saat itu, gue baru sampai pertigaan daerah Palas. Nah pas disitu, tiba-tiba dada kembali terasa sesak. Gue langsung berhenti di pinggir jalan buat minum obat. Tapi entah kenapa obat itu nggak ada di dalem tas.

Gue pikir obatnya ketinggalan, jadi gue buru-buru buat balik ke rumah.

Gue tau gue nggak bakal bisa nyampe tempat kerja tepat waktu. Jadi, gue izin ke temen gue buat ngabarin kalau gue dateng agak telat.

Sampai di rumah. Obat yang gue cari ternyata nggak ada. Gue terus nyari di seluk beluk rumah namun hasilnya tetap nihil, sedangkan, dada gue terasa semakin dan makin terhimpit.

“Ya Allah,,, tolong hamba” 

Gue batuk sebatuk-batuknya, nafas gue susah seperti lo berdiri di ruangan yang besar penuh dengan udara tapi di ruangan itu nggak ada oksigen sama sekali.

Gue naik tangga menuju kamar gue. Gue berusaha mati-matian buat nafas tapi tetep nggak ada sama sekali udara yang masuk.

Rumah gue saat itu sedang nggak ada orang, bapak lagi di Jawa, Nyokap lagi di Pandeg. Gue sendirian di rumah.

Pengen rasanya gue minta tolong tetangga, hanya saja. Gue udah nggak mampu buat turun tangga. Pikiran gue udah kemana-mana. Hanya doa serta istigfar yang gue lantunkan saat itu.

Gue raih HP gue, untuk minta tolong temen kerja gue yang kontrakannya paling dekat menurut gue. Gue ninggalin pesan ke dia, dan mulai misscalin berkali-kali karena panggilan pertama, kedua, hingga ketiga tidak di angkat-angkat.

“please, Ya Allah...

“Iyah bay,,,??”

“t’t’to-lo-ngiinn g’g’gue pi..” dengan sisa tenaga gue ngomong terbata-bata ke temen gue.

Di pesan yang gue kirim. Gue minta tolong beliin obat yang biasa gue minum. Dan dia mengiyakan.

Dengan penuh harapan gue menunggu. Gue berusaha untuk sesadar mungkin. Lantunan doa gue ucapkan dalam hati.

Nafas yang semakin berat mulai membuat pandangan gue menggelap, kepala yang rasanya seperti di putar-putar.

Saat itu yang ada di pikiran gue hanyalah almarhum Ibu dan Bapak.

“Ya Allah maafkan atas segala kesalahan hamba....” jika memang ini yang..... air mata gue berlinang. Takut membayangkan segala pikiran yang rasanya terlalu mendahului.

“Bay....” pintu kamar di buka, suara tak asing terdengar dari balik pintu.

Temen gue datang dan langsung ngasih obat itu ke gue..

Selang, beberapa menit setelah minum obat. Jantung gue berasa berdebar-debar, tangan yang gemeteran tapi nafas yang mulai semakin sedikit demi sedikit terbuka...

Sambil tiduran gue mencoba mengatur nafas yang ada, mencoba menormalkan segalanya...

Mata yang gue buka secara perlahan melihat lampu yang terasa begitu terangnya menempel di plafon kayu.

“Ya Allah makasih atas segalanya. Kuambil ini sebagai bentuk kasih sayangMu serta pengingat diriku bahwa waktuMu itu Nyata...”

Besoknya gue konsul ke dokter.

Paru-paru gue di rontgen, gue bingung itu kenapa. Tapi yang jelas kata dokter paru-paru gue masih di tahap normal.

Dokter menjelaskan ini itu tentang seluk beluk asma, bahkan tentang asmatikus. Mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari. 1 minggu dia nyuruh gue buat rutin minum obat yang beliau berikan. Setelah itu, gue harus nunggu 2 minggu tanpa obat.

Ada 1 obat yang beliau berikan buat jaga-jaga semisal sesaknya tiba-tiba datang selama proses penantian 2 minggu.

Selanjutnya, Gue harus check up lagi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Minggu, 10 September 2017

Mencoba Kuat

“baik acara paripurna ini akan saya buka” ucap gue ala-ala menteri yang lagi pada rapat.

“ahh sok ohok lu bay...!! tabok nih...” gibas tangan si Jono mengancam.

“jadi kenapa kita dikumpulkan??? Awas lu bay kalau nggak penting mah! Soalnya gue kesini, mesti boong sama istri gue nih. Hari ini giliran gue jaga si Wiwi” Celoteh si Afran celingak celinguk melihat.

“emang nggak penting, orang cuma mau reunian doank.. jarang-jarang kali kita kumpul kaya gini lengkap. Biasanya kalau nggak gue yang ngampirin kalian, yah kalian yang ngampirin gue buat minta makan gratis tis tis... -_-“

“elo malah yang tiba-tiba tengah malam minta jemput. Udh gitu pake acara asma lo kambuh lagi!! Bikin gue sport jantung. Gimana kalau semisalnya lo sampe “errrggghh” kan gue juga yang repot bawa mayat lo....” Yudi omong asal.

“mulut yah mas...!! kayanya seneng banget kalau gue mati.”

“YAAHH EMANG!!!!!.... hahahahahaah” jawab bersamaan sambil ketawa terbahak-bahak

Yah begitulah omongan kita kalau udah kumpul di satu genteng. Ngalur ngidul, nggak jelas, asal jeplak sana sini nggak pake disaring..

gambar ilustrasi yah, yang jelas perawakan kita nggak sekeren mereka... via pixabay.com
Tapi disitunya itu yang entah kenapa gue ngerasa nyaman buat ngabisin waktu bersama mereka, melupakan segala keluh dan hingar bingar kesumpekan kegiatan sehari-hari yang melelahkan pikiran dan hati.

“kayanya kita bakal didongengin cerita bayu lagi deh” keluh Jono...

“hhhmmmm” gue diem sambil ngelirik kanan-kiri, ngasih senyuman cengengesan terus bilang “kayanya gue mesti nyari temen baru deh!!!”

“kaya ada yang mau bay... kita-kita aja yang kasian ngeliat lo dibully abis-abisan pas zaman SMA dulu..” hahahaha “ya nggak????” sindiran keras dari Afran

“apaan sih mas?? Gue pembully kali bukan dibully”

“halahh sama kecoa terbang aja ngibrit sana sini, mau ngebully... eeeggg entut!!” jeplak Jono..

“Yud.. nggak ada makanannya apa nih rumah. Anjr*t kulkas gini melempem yah nggak ada isinya. Masa cuma aqua gelas. Ngomong mah pegawai Tenaris. Gaji buhhh 20 juta perbulan. Ehh kulkas kok isinya kaya balon. Anginnnn tok.. hahaha” reaksi Jono begitu ngebuka isi kulkas Kontrakan Yudi yang nggak ada isinya.

“yahh lu tuh sana beli gorengan di depan. Sama minuman nohh sekalian.. nih duitnya.. *whussshh” uang 50 ribu dengan sombongnya dilempar Yudi..

”Kampreet lu.. *bletaak” cikolan Jono melayang ke Yudi..

“Martabak taichan aja.... level 3” nyambung gue... “nih gue ikut iuran.. beli dua kan satunya 40 rebu”

Yahhh pembicaraan kita makin seru dan seru.. kelelahan tadi pas dikerjaan karena ngurusin misroll  yang mesti Open Gap Stand secara manual akibat listrik mati di pabrik sepertinya dibayarkan sudah melalui ketawa lebar yang kita keluarkan malam ini. Padahal jam udah nunjukin jam setengah 9 malam.

Dan besoknya gue mesti kerja lembur berdua doang ngurusin kerjaan yang belum seslesai bareng Mas Aat yang guaaalakkk.. #peaceee.. hehehe

“ehh tau nggak?? Besok katanya sih, di bulan oktober. Jam kerja di Pabrik mau ditambah jadi 12 jam kerja...” ucap gue sok kaget.

“yahh terus?? Kan itu Pabrik lo bukan pabrik kita kerja...” Afran jawab sambil mengerutkan dahi

“laaahh.. yo ngerti,,,, maksudku. Aku kudu piye???”

“yah nerimo... lumayan ser-serannya kerja 12 jam mah bay..” Yudi jawab “gue juga 12 jam kerja kok..  yah lakuin ajalah nggak usah banyak ngeluh. Lagian tempatmu kan pabrik baru. 12 jam kerja juga nggak bakal selamanya ini..”

“tapi gimana yah?? Kaya hidupnya tuh berasa cuma buat kerja doank.. dipotong tidur 8 jam, bolak balik kerja 2 jam.. waktu aktifnya cuma sisa 4 jam...”

“ya ampun bay, kaya bocah banget lo mikir kaya gitu.. yaudah kalau lo nggak suka keluar aja.. ribet amat.. pasti temen-temen di sana pada punya pemikiran yang sama yah bay?? gue tau elo, jadi gue sih mikirnya lo pasti kebawa sama yang lainnya...” Respon Afran yang gue mikir ada benarnya.

“sekarang gini, lo dulu pernah bilang gini ke gue. “setiap momen, setiap waktu itu nggak ada yang namanya kebetulan. Sebenarnya kalau kita mau lihat, semuanya itu punya koneksi yang saling berkaitan.. yang lo lakuin sekarang itu bisa jadi berpengaruh sama kedepannya, dan masa lalu lo punya andil dan bertanggung jawab sama apa yang terjadi sekarang.”

“kaya lo yang dulu masuk jurusan komputer, terus nyangkut di Kimia ehh ternyata ilmu lo di sana kepake juga kan buat bantu-bantu temen lo sama dosen lo yang punya masalah sama laptop mereka.. terus bisa ngasilin juga karena nggak sedikit dari mereka yang ngasih lo upah..” sambung Afran

“*sigh masih inget yah dia sama cerita gue... salutt” gemingan gue dalam hati

Gue, Yudi masih bergeming menelaah perkataan Golden Ways yang keluar dari mulut Afran.

“tapi kerjaan di Bayu tuh wahhh berat tau, beresiko lagi...” kata gue

“Gue yakin semua kerjaan pasti beresiko bay... yah gue tau tujuan kita kerja kan emang yang paling utama ke arah penghasilan buat kita hidup yah?? Tapi karena gue pikir elo itu masih muda bay.. coba tujuan penghasilan lo jadiin target kedua deh.. ada baiknya tujuan utama lo adalah lo bisa jadiin tempat kerja lo menjadi sumber skill dan wadah buat ningkatin effort lo..”

“nanti kalau semisalnya effort, skill, sama value lo udah bagus. Baru lo bisa nyombongin diri, buat ngebikin perusahaan lo malu karena ngebayar lo segitu, dan mulai berpikir buat nyari perusahaan yang lebih sadar. Gue yakin lo bisa nilai diri lo sendiri.”

“Thats how to make your fly even better”

“ngejar uang tuh nggak ada abisnya bay... orang yang dibayar 20 juta perbulan aja masih minta nuntut yang macem-macem apalagi kita. Intinya mah kalau bersyukur mau segimana juga insya allah hati kita merasa cukup”

“jadi mumpung masih muda mending ningkatin kualitas diri lo aja dulu, tapi pesen gue sih yah lo juga harus merjuangin hak lo, dan jangan egois, sama lo juga jangan terlalu cepat percaya sama apa yang diomongin kepala lo apalagi yang diomongin sama kepala lain..”

“harus lo pikir dulu, telaah dulu, bener nggak sih... kadang orang tuh ada yang terlalu ambisius sama apa yang udah jadi targetnya.. yah sah-sah aja, tapi yang terlalu berambisius itu ada yang kadang malah nyari jalan cepat dengan nyebarin berita boong atau mencoba untuk nyulut api mungkin..”

“Dan disitu, kalau lo mikir nggak bisa buat mertahanin apa yang lo yakini selama ini. Maka bermuka dua nggak ada salahnya juga kok bay buat lo lakuin. Selagi lo masih sadar di mana posisi lo, toh kalau efeknya nanti menguntungkan buat kita yah nggak salah juga kan.. jadi kaya ibarat satu kali dayung 2 pulau terlampaui...”

“sekarang kan kerjaan lo banyak yah bay,, yah ngajar lah, yah ngurusin blog lah, kerja keras di pabrik lah... its Okay selama lo masih bisa fokus. Toh nyari uang tambahan malah jauh lebih efisien daripada lo mesti berkoar-koar. Mumpung masih muda juga bay.. semangatnya otomatis masih muda juga...”

“nggak perlu lah lo pintar ngomong dengan ngomong sesuatu yang pintar di hadapan banyak orang kalau lo udah ngomong inilah, ngomong itulah, ngelakuin inilah, ngelakuin itulah.. argghh gue sih ngedengernya kaya jadi lelucon.."

"lagian kalau lo ngomongin sesuatu yang pintar dengan maksud biar orang lain ngeliat lo kaya orang WOW tapi yang lo omongin itu kosong. Kan miris!!.. ckckckcK”

“aksi lo yang mesti lo tunjukin.. kerja cerdas, kerja keras yang mesti lo tingkatin. Semangat dan ikhlas sebagai kuncinya. Insya Allah kedepannya lo bisa jadi orang hebat dengan cara-cara yang tak terduga.”

“Bahkan uang satu milyar aja bisa datang dengan sendirinya di hadapan lo sekarang juga kalau Tuhan udah mikir lo pantas ngedapetinnya...”

“jadi nggak usah khawatirlah bay...” karena proses itu kadang emang sakit dan bikin kita nggak nyaman...”

“sekarang lo bersyukur, karena lo udah bisa berdiri tegap hingga detik sekarang. Dan tetap fokus sama ngajar lo, sama blog lo, sama kerjaan lo. Oke bay???”

“nggak papa waktu tidur lo terkorban kan dan berkurang.. justru orang hebat itu bangun lebih pagi, kerja lebih keras, dan tidur lebih larut”

Kita berdua masih pelongok 'wah' sambil angguk-angguk sama kata-kata yang keluar dari mulut Mas Afran... sumpah ajaib. Hahahah.. nggak percaya aja.

Allah tuh hebat yah ngasih perjumpaan satu orang ke orang lain... nggak nyangka aja disaat gue butuh penerangan di gelapnya malam, lampu selalu datang dengan sendirinya melalui cara-cara yang terduga...

Terimakasih Ya Allah

“Assalamualaikum,,,,,,” suara berat berbass terdengar dari luar rumah..

Gue lihat si Jono dari balik jendele bawa sekantung yang berisi dua kotak martabak telor dan sekantung minuman ringan...

Wahh surga dunia.. obrolan dan candaan kita berlanjut hingga jam 11..  #moodboster

Minggu, 03 September 2017

Pulau Sangiang, Keindahan Laut Pinggir Banten

Keindahan alam Indonesia yang tak ada limitnya..... Bayu 27 Agustus 2017, Pesisir Sangiang

Tagline aneh dan nggak banget yah.. wkwkwk

Dari kecil yang namanya jalan-jalan itu udah kaya barang langka aja. Nggak heran kalau hobi gue sekarang yah ngedekem dikamar atau dirumah seharian penuh, soalnya paling males dan ogah buat diajak pergi keluar.

Butuh tenaga, dan iming-imingan hebat buat temen gue yang berhasil ngajakin gue keluar rumah. Jangan tanya yah kalau soal tempat yang jauh macam jakarta atau tempat lainnya. Yahh butuh sogokan lebih buat gue biar keluar kamar.. hahaha

Alasan gue males keluar rumah itu yah satu, mager.. terus yang kedua capek. Apalagi kalau mainnya hari minggu yang besok seninnya harus kerja. Say Noo!!

Kalau nggak bener-bener mepet macem stress karena dilema hidup yang lagi banyak masalah, atau ada sesuatu yang harus dilakukan macam temu kangen atau reunian. Itu baru bisa diajak kompromi.

Tapi kalau cuma buat seneng-seneng ehmmm mungkin lain waktu pas libur panjang bisa kali yah.

Kemarin, tanggal 27 agustus 2017. Gue dipaksa buat ikut pergi ke pulau sangiang.

Awalnya sih nggak mau karena acaranya hari minggu. Cuma karena pergi kali ini memiliki alasan kuat yaitu melepas kepergian mas Endy pindah tempat kerja ke Kota Bandung sana. Jadi gue memutuskan untuk ikut.

“Bay tolong di japri yah.. ke anak-anak rolling angkatan kita” Ajakan Mas Denon sumringah
“wokkkeee” jawab gue semangat

Dengan modal hanya 175 ribu rupiah termasuk makan siang kita sudah ngedapetin trip lengkap di pulau sangiang beserta sewa kapal kayu PP. Murah yahh...??

Tapi semua berubah ketika ingat bahwa tanggal 27 bukanlah tanggal yang tepat.

“ngutang dimana coba...?? nasib-nasib” hahaha

“175 ribu itu uang dari mana coba?? -__- belum gajian.. gajiannya tanggal 28 karena tanggal 27 jatuh di hari minggu. Hahahah” gemingan dalam hati seketika melihat isi dompet hanya tinggal 200k di hari rabu #tepok jidat.

Yah pelarian gue simpenan koperasi yang rencananya buat masa tua.. hahahaah. Yaudahlah yah.

Berbekal voucher 100k indomaret yang gue dapetin lewat hadiah acara 17an kemarin di tempat kerja.

Segala amunisi penting gue persiapin. Berhubung sisa voucher tinggal 30k. Jadi cukup air mineral dan snack 3 bungkus. Dan uang sebesar 50k di dompet buat jaga-jaga kalau ada sesuatu. Hahaha

H-1.. sejumlah orang yang sudah kuanggap anak gue sendiri bermalam di kamar gue.

Dia si restu, si Tebul, dan si Ropai. Plus gue berempat berjubel di kamar seukuran 3x4.5 meter.

Gue tau ketika anak-anak nginep dirumah maka nggak ada yang namanya tidur lebih awal karena selalu ada aja yang dibahas. Mulai dari topik yang fulgar, hingga topik serius macam perencanaan pernikahan yang selama ini gue hindarin.

Alhasil jam 1 pagi kita baru molor. Kecuali restu yang emang udah dasarnya sapi yang udah ngambil start dari jam 11 tadi.

Gue tidur jam setengah 2. Memastikan anak-anak tidur dengan serius. Ceillahh ibu Kos.. hahah

Rencana keberangkatan jam 6. Gue bangun lebih awal sekitar jam setengah 5 buat nyiapin sarapan mereka.. #tuhkan beneran kaya ibu Kos. hahaha

Karena dirumah hanya ada kita-kita. Menu makan pagi gue yang atur. Mulai dari masak nasi, telor, nugget, dan menu andalan Indomie goreng. Dan nggak lupa juga teh melati anget selesai dibikin jam 5:10 pagi.

Abis masak, gue mandi. Yang lain belum pada bangun. Gue berencana bangunin mereka jam setengah enam.

“wooyy bangun woyy.. udah siang. Mau jadi pergi kaga???” teriak gue.

Mereka cuma geliat-geliat macam cacing sambil ngeluarin suara-suara aneh.. -__-

“buruan ihh udah siang.. belum mandi sama makan segala.. mau berangkat jam berapa coba..??” cerewet gue..

“iyaah bawel..” bales ropai

Satu-satu mulai memaksakan diri buat bangun..

“dingin tau mas bay.. siapin air anget enak kali yah” TB ngeluh..

“ya ampun ini kan cilegon suhu pagi ini aja 28 derajat kata google. Dingin darimana coba bul?? Ndang buru mandi!! Jam 6 kurang 10 udah pada selesai mandi yahh terus makan!!”

Ambil HP pasang headset, puter lagu New Rules by Dua Lipa..

Namanya Indonesia yah pasti ujung-ujungnya kita saling nunggu.

Dari janji jam setengh 7 udah berangkat ke pelabuhan Paku Anyer, kita ngaret satu jam sampe jam setengah 8... -_-

Jam 8 baru sampai pelabuhan. Belum lagi harus nunggu 1 orang yang berubah pikiran mau ikut.. arrgghhh ya ampunnnn si Nanda emang. -_- yah sekitar jam 9 kurangan kita naik kapal.

Kapal yang kita naikin bentuknya mungil.. kaya kapal-kapal yang suka dipake mancing. Bukan kapal boot yah, kapal biasa dari kayu tapi ada motornya.. hahah gue nggak tau namanya kapal apa.. pokoknya gambarnya kaya gini aja.

nyomot punya orang, soalnya nggak sempet moto. via http://mainairyuuk.blogspot.co.id
Pulau Sangiang ternyata jaraknya lumayan. Sekitar 1 jam perjalanan dari pelabuhan paku ke titik kita snorkling. Kata bapaknya sih lama cepatnya tergantung sama arus.. tapi pas kita berangkat udaranya lagi cerah banget. Panas terik menyambar..

Selama perjalanan. Kita di kapal cukup santai. Diselingi dengan candaan anak-anak, obrolan seru, ditambah dengan cemilan menghiasi penantian kita.

Gue duduk di pinggir bagian depan kapal. Sambil ngedengerin simponi yang ditawarkan oleh sang laut. Salah satu kaki gue nyelup ke air membelah air karena laju kapal. Ahhhh so relaxing :)

Spot kita snorkling di samping pulau sangiang. Dilengkapi dengan pelampung dan kacamata renang. Satu-satu dari kita nyelup ke air..

Kedalaman kurang lebih 5 meter. Dari atas kita disuguhkan pemandangan terumbu yang aduhai luar biasanya ciptaan Engkau Ya Allah. Dan ikan tentunya juga cumi-cumi yang berenang asiknya .. first time buat gue ngeliat kaya beginian..

bagus kan?? kapan lagi coba berenang sama ikan di laut.. hahaha via kamera restu
“bay pinjem pelampung lo sih!!” tanya Luay dari atas kapal..

“pelampung lo mana emang ay??” tanya balik gue...

“di ambil orang nggak tau sama siapa. Kayanya sama grup sebelah deh...” jawab Luay

“yowis.. sek yah tak naik” gue berenang ke mulut kapal dan naik.

Gue duduk di pinggir kapal dengan kaki menjuntai keluar ke laut. Sambil ngeliatin mereka yang sibuk foto-foto.. sighh alay yah.. hahaha

Si Fatwa ngampirin gue, megangin kaki gue. Nyoba narik ke laut..

“jangan bercanda ih wa.. gue nggak bisa berenang...” rewel gue

“nahh yo nahh yoo...” Fatwa kegirangan...

*Byuuuurr , secara nggak sengaja gue nyebur ka air.

“woooooyy tolongin bayu woyyy... dia nggak pake pelampung!!!” teriak Fatwa panik ketakutann...

Berhubung gue cuma akting.. gue naik ke permukaan dan bilang “Haii wa!!!” gue berenang tanpa pelampung..

“Anjrittt...!! lo bisa berenang bay???” Fatwa melongo..

“Jangan salah yah,, gini-gini mah urusan jempol kali.. hahahaah” ledek gue

“tapi berenangnya kaya lumba-lumba gitu kok bay....”

“kampret lu...”

Urusan ngambang gue emang lumayan. Tapi Asma yang gue derita nyegah gue buat ngambang lama-lama tanpa alat bantu. Yaudah cuma beberapa menit balik ke pinggir.

1 jam kita snorkling bareng. Setelah itu, kita menuju shelter gazebo melewati pertengahan aliran tanaman bakau yang sumpah gila keren banget. Mata gue yang jarang diajak piknik yahh cuma bisa melongo dibuatnya... hhahahah

secuil dari gambarnya...
Gazebo kita berada di perkampungan wisata Pulau Sangiang. Disana sumpah banyak anjing. Ngeri ngeliatnya.. masalahnya ini anjing terlalu jinak sama manusia. Jadi deketnya itu lohhh yang kadang bikin jijay.. hahah

Disana kami istirahat sejenak sambil ngemil, ngopi, ngobrol dan mandi bergiliran.

Kalau dilihat ternyata rumah-rumah di perkampungan sini pake panel surya sebagai sumber listrik mereka. Yaiyalah yakali kalau mau dari PLN mau narik kabel sepanjang mana bu.. hahahaha

Gue nggak tau situasi malamnya disana gimana dah. Soalnya pikir gue kalau panel surya ndaan cuma bisa nyimpen sampe berapa lama gitu.

Istirahat udah cukup, saatnya mandi..

“bii,, mandi kuyy... si TB sama ropai lagi mandi kan yah??”

“yukkk.. bawa sampo kan lu bay”

“sampo sachet tapi cuma 2.. nihhh” gue sambil nyodorin sampo sachet yang ternyata udah kadaluarsa.. yaudahlah ya

Jalan menuju lokasi mandi...

Dan sampai disana eng ing engg.... berasa kaya dapet hadiah gede tapi isinya permen

“sumpah lo mandi di tempat kaya gini???” gue keherananan .. si Robi cuma cengegesannn..

“hahahaah anjrit terbuka bo...” cuma ditutup terpal 3 sisi setinggi 1 meteran. Bagian yang terbuka sebagai pintu yang menghadap pohon-pohon..

“airnya dari mana yah???” gue tanya...

“nohhhh nimbaa... hahahha” si Tebul nunjuk galian dalem yang berisi Air dengan ember yang diikat tali sebagai alat buat ngambil air.

“Hahahahahahahahahhaahahhaah” gue sama robi ketawa lebar... “seruuu yahhh... kaya backpaker gitu” sambung Robi...

Yaudah gue ngambil giliran pertama. Si Ropai yang nimbang. Nanti kita ganti-gantian.

Airnya bersih sih. Tapi pas dibuat kumur-kumur gitu berasa ada rasanya. Ehhh kalian nggak usah ngebayangin pemandangan kita pas mandi yah!! Soalnya gue nggak mau ngejelasin secara gamblang. Pokoknya di lokasi mandi ada 5 orang termasuk gue lagi ngantri.

“Kalau mau buang air kecil gimana??” Robi nanya...

“yahhh lu muncratin aja langsung... wkwkwk” ledek gue

Abis mandi yang aduhai serunya, kita disungguhin makan siang yang terdiri dari tempe orak arik, sayur sop, ayam dan tahu krispi sama sambel yang mantep banget rasanya. Pokoknya makan bareng bisa ngebuat semuanya sedap banget.

“abis makan tasnya taruh dalem aja, jangan lupa minumnya dibawa... kita mau jalan ke atas nih...” Kata Mas Denon

Ditemani dengan pemandu dan penghuni lokal kita diajak ke Goa Kelelawar, Tebing, dan Pantai Sangiang yang katanya pasirnya putih banget...

Jalanan sumpah lumayan jauh. Jarak dari gazebo kita ke goa kelelawar katanya ngabisin waktu sekitar 45 menit berjalan.. belum lagi ditambah perjalanan ke tebing dan pantai sangiang.

Goa kelelawar ternyata terletak di goa.. yaiyalah namanya aja goa.. lu gimana sih bay!!

Dalem goa berisik sama suara ombak, dan suara kelelawar.. yah awalnya sih gue liat ini bagus.. tapi kagumnya cuma bentar soalnya kita nggak bisa masuk juga karena bawah goa itu air laut dengan ombak yang lumayan besar.. gambarnya kaya gini..

gambar goanya...
Sekitar disini selama 20 menit buat photo-photo. Kita ngelanjutin ke tebing.

Namanya tebing yah otomatis jalanan menanjak.

Sekitar 15 menit berjalan dari goa kelelawar. Kita disuguhkan cantiknya pulau sangiang dari atas.. sumprit bagus banget.. yah karena kita tipe-tipe orang alay jadi kita langsung ngeluarin hp masing-masing buat mengabadikan momen..

pemandanga dari atas....
Segala macam minta pertolongan dengan request yang nggak banget.. hahahah datang silih berganti. Yah gue sih seneng-seneng aja tapi kalau requestnya banyak yang bikin agak bete soalnya diulang-ulang mulu.. hahaha

Setelah ini kita ke pantai yang paling gue tunggu. Dan yahh sesampai di sana, mata gue dibuat belalak karena di sana pantainya yakin bagus banget, pasir putih, pantai berkarang, dengan air yang sumpah jernih banget.

Yakin beda banget sama pantai anyer atau merak yang airnya warna ijo karena polusi mungkin.. hahah

Disana kita di acara puncak, Mas Endy sebagai man of topic yang bentar lagi mau minggat ke Bandung ngasih kita wejangan. Dia nyeritain selama setahun ini kerja disini, keluh kesahnya, suka dukanya.. hingga kesan dan pesan ke kita..

Yahhh karena kita udah setahun kenal, dan kerja bersama. Apalagi pas selama pelatihan tinggal bersama selama 3 bulan di atap yang sama. Jujur agak berat sih buat berkata selamat tinggal. Tapi yang namanya juga hidup, dan masing-masing dari kita masih mencari yang terbaik yah nggak ada masalah selama dia yang ngejalanin senang.

Tohh ini mungkin pilihan terbaik buat dia. Jadi yah pesan dari Bayu semoga sukses sama kerjaan barunya. Semangat...

Abis wedjangan, kita foto-foto dan ngelempar Mas Endi ke pantai.

coba tebak gue yang mana hayoo???
Yah namanya juga cowok.. kalau satu dilempar kepantai biasanya ada yang lain ikutan di lempar. Dan yah yang lain mulai kisruh buat nangkepin anak satu-satu buat dilempar.. hahahahay

Abis dari pantai jam 4 kita balik ke gazebo. Solat ashar istirahat sejenak sambil nunggu yang lain selesai solat. Terus kita capcus buat balik. Udah jam 5 lewatan ternyata ada satu masalah yang lain yaitu kapalnya nggak mau kalau ngebawa kita yang berjumlah total 35 orang di keadaan ombak malam kaya gini.

Jadi dia minta buat nyewa kapal yang lain

Yaudah kita ngasih duit tambahan 10 ribu per orang. agak rugi sih, tapi demi bisa pulang yaudahlah nggak papa..

Kita jalan kaki menuju dermaga yang jaraknya lumayan jauh. Membelah semak-semak belukar tanpa satupun rumah berdiri.

Langit mulai menunjukan warna jingganya. Jam udah nunjukin jam 6 lewat 5. Kita sampai dermaga ternyata kapalnya yang satu buat ngebawa rombongan yang satunya belum datang.

Karena kita nggak mungkin berangkat satu kapal sendirian, alhasil kita harus nunggu yang kapal satunya datang.

“yasudahlah yah” kata gue.

Rombongan kita yang berjumlah 19 orang naik ke kapal duluan. Gue, robi, Tebul, Ropai, Fatwa, Mukhlis dan Nanda duduk di depan. Tas kita dimasukin ke lambung kapal dan ditutup terpal sama kayu. Kita duduk berbaris dua diatas penutup kayunya yang berada di tengah.

Gue duduk samping robi, depan ropai.

Angin udah nyerbak dingin menusuk tulang. Langit pun mulai gelap. Jam setengah 7 kurang kapal yang satu belum juga tiba.

Dada gue udah mulai nggak nyaman karena pengaruh cuaca. Minum obatlah dulu sebelum berangkat.

Mengingat ini kali pertama gue nyebrang laut malam-malam dengan kapal yang kaya gini. Ngebuat gue agak horror dan mikir macam-macam. Ditambah angin yang berhembus kencang serta goyangan kapal nambah pikiran-pikiran yang nggak banget menyeruak keluar.

Jujur gue agak takut.

Apalagi yang bawa kapal ngomong gini ke kita :

“nanti bakalan basah, berdoa aja semoga nggak terjadi apa-apa soalnya ombaknya lagi nggak bersahabat, kalau saya suruh pilih yah mendingan kalian pulangnya besok aja!”

-__- sumpahh, ngedenger omongan bapaknya yang kaya gitu yah nambah bikin gue parno sejadi-jadinya lah.

Apalagi langit udah makin gelap. Mau nyampe jam berapa coba. -__-

Jam 7 malam, kapal yang satu udah sampai di dermaga.

Yah hanya berbekal doa dan saling berpegangan yang iuhhh banget mengantar kami mengarungi laut yang buas di malam hari.

Asli gue merinding pake buangget.. goncangannya itu loh yang bikin kita terombang ambing di tengah laut.

Si kapal miring sana miring sini, lompat karena ngebelah ombak segitu besarnya, air muncrat masuk kemana-mana, naik turun bikin bulu kuduk gue merinding. Jarak kita pun makin rapat. Saling nundukin kepala, mencoba menutup mata, dan berdoa.

Satu setengah jam diombang-ambing antara hidup dan mati. Kita akhirnya melihat secercah cahaya tempat dimana kita naik di awal tadi.

Kita sampai dermaga pelabuhan paku jam setengah 9

Ya Allah makasih atas pengalaman yang luar biasa ini...

Kapal mepet bibir dermaga. Kita saling ngeliat satu sama lain dan ketawa sekencang-kencangnya...

HUAHAHAHAHAAHAHAHAAHAH.. sumpahh serem banget tadi.. besok lagi yukk..

“Streeeesss lu semua!!” jawab gue.

FIN... xoxo



Sabtu, 12 Agustus 2017

Kerjanya Capek??

Ada scene yang terjadi di hari kelima gue masuk shift malam jumat kemarin tanggal 4 agustus 2017.
Begini ceritanya :

Pas kemarin jum’at masuk sore, gue pulang jam 3 pagi di hari sabtu. Turun dari jemputan gue berjalan menyusuri gang sunyi berhiaskan lampu-lampu teras rumah-rumah orang sambil ditemani iringan lagu “back to you” by Louis.

Baru jalan sampe lapangan badminton sekitar 10 meter dari rumah gue, ada suara motor dari belakang yang datang semakin dekat, begitu dekat gue itu motor nglaksonin gue nggak jelas padahal jalanan sebelah masih lebar. Yaudah gue minggir. Tapi itu motor malah ikutan minggir ngikutin di belakang gue sambil terus ngebunyiin klaksonnya.

Gue yang serada horror langsung lompat ke level lapangan yang lebih tinggi dan mempercepat langkah kaki gue. Siapa coba yang nggak horror, pagi-pagi buta gini dimana orang masih terlelap tidur. Ehh gue malah dibuntuti sama orang. Gimana kalau gue di sekap terus diculik??? -_-

Sambil ngelirik ke belakang rupanya motor ngambil jalan memutar. Pikir gue dia tau arah mana gue bakal berjalan. Tanpa pikir panjang lagi. Gue ngibrit lari mencoba mendahului dia ke gang rumah gue yang berportal.

Adegan lari gue udah persis kaya di film-film kriminal, gue parno separno-parnonya ditambah headset gue yang menjuntai  ke jalanan dipaksa lari.

Fokus utama gue yah ngelewatin portal itu!!! Biar dia yang bawa motor nggak bisa lewat.
Dan alhamdulillah gue berhasil.

Dari balik portal itu motor terus membunyikan klaksonnya 3 kali bunyi pendek, tapi nggak gue hirauin. Terakhir gue denger dia teriak nama gue “BAAAYYUUUU”.

Gue yang denger langsung berhenti dan noleh ke belakang. Dia ngelepas helm sambil bilang. “Bay, ini gue bay”.

-___- “kampretttt lu Jon!!!!” teriak gue sambil nunjuk-nunjuk ke arah dia begitu mendapati bahwa pengendara bermotor itu adalah sobat gue si Jono.

Gue balik arah jalan menuju si Jono.

“giilaaaa yah lo!! Mana ada coba malem-malem buta kaya gini orang ngelakson-ngelakson nggak jelas. Kalau orang-orang pada bangun gimana coba??? Bisa-bisa kita di keroyokin massa!!” omel gue.

“ya lagian elo..!! pake acara lari segala!!” bantah si Jono.

“yahh gimana nggak lari. Coba lo pikir kalau lo ada di posisi gue!! Gue yang nggak bisa berantem yah lebih milih lari lah!! Gue sangka lo tuh penjahat yang nyoba begal gue. Lagian apa susahnya sih bilang salam terus manggil nama gue daripada bunyiin klakson nggak jelas kaya gitu!!! hahh?? awas lu headset gue sampe rusak mah gantiin.”

Adu mulut pun beraksi.

*sumpah ini kisah nyata yah teman-teman bukan rekayasa.

Rupanya si Jono berniat bermalam di rumah gue. Dia bilang sih kunci kontrakannya ketinggalan di rumah temennya di serang.

“tau nggak?? Ini kali kedua lo bertamu di rumah gue tanpa pemberitahuan” ucap gue sambil membuka kunci pintu rumah.

“yahh biarin lah.. katanya kita sahabat!!” jawab Jono cengengesan..

“cuihhh,, jijay sahabatan sama lo mah....”

Gue nyuruh si Jono masuk ke kamar duluan. Kalau gue sih nggak bisa langsung tidur begitu pulang kerja malem. Soalnya gue mesti makan dulu, terus nyuci baju dulu sama mandi dulu sambil nunggu adzan subuh.

“AC’nya nyalain aja jon... pengap itu kamar soalnya.. terus jangan lupa cuci kaki sama tangan lo sebelum naik kasur yah!!! Awas kalau nggak.” bilang gue.

“iya cerewet lu mah kaya nyokap gue”

Gue melanjutkan rutinitas pagi...

Cuci baju, makan pagi, mandi, dan solat subuh udah selesai. Gue lihat jam, dan udah jam setengh 6 pagi.

Gue naik ke kamar gue. Dan si Jono udah tertidur lelap.

“Jonn,, bnagun jon solat subuh dulu” panggil gue sambil colek-colek.. hahahh

“iyaaaahh” bales dia sambil bangun persis kaya mayat hidup.

“urrhh akhirnya” gue merebahkan badan di atas kasur busa.. ditambah sejuknya hembusan angin AC menambah ademnya pagi ini.

Gue ngulet meregangkan semua otot yang tegang akibat kerja size change dari bar 16 ke siku 120 yang begitu menguras tenaga.

Diiringin lagu Sistar berjudul Lonely. Gue mengawali tidur pagi ini dengan melanjutkan bacaan ringan novel karya Ibnu Kasiman berjudul “Andai Esok Aku Tiada”.

bukunya...
Si jono ikutan membantingkan badannya setelah solat di sebelah gue dengan posisi tengkurep.

“bay main ML yukk, ranked nih kita” Jono ngajak.

“kagalah,, capek-capek gini main ML...” tukas gue.

#ML=Mobile Legend yahhh... hahaha

“yang ada peringkat gue turun lagi main sama lo mah yang masih elite 3.. hahahaha” ledek gue ke Jono.

“lu abis ngapain pulang jam 3 gini. Hari ini lo kaga kerja tah??” nyambung gue.

“biasa abis mampir rumah eyon” jawab dia.

“ouhhh”

“capek bay??” tanya Jono sambil sibuk bermain mobile legends.

Gue yang lagi fokus baca buku jawab “yaiyalah, namanya juga kerja. Apa coba kerja yang nggak capek??”

“Artis nggak capek. Kerjaannya main-main sambil ketawa-ketawa.. udah gitu duitnya banyak lagi” sambung Jono yang masih sibuk main ML.

“Capek gila!! Mana ada nggak capek. Mereka kerja malah bisa sampai seharian stripping sinetron lah, film lah, dll. Kitanya aja yang beranggapan kalau jadi artis tuh enak yang cuma tinggal cuap-cuap ngomong cap cis cus di depan kamera terus dibayar.. uhh padahal mah aslinya uhhh capek..” jawab gue sambil menutup buku mengakhiri bacaan ringan gue karena mata mulai mengantuk.

“kalau gitu jadi manager tuh enak tinggal tandatangan doang, dibayar gede!!” lanjut Jono.

“yeyyy tetep aja kali tanggung jawab yang dia emban sepadan sama gajinya...” jawab gue sambil memusingkan badan ke arah tembok kamar gue mencoba memejamkan mata.

“lagian orang mah maunya cuma ngedenger yang enak-enaknya doang. Padahal kita belum tau apa yang mereka rasain sama apa yang mereka udah lewatin. Pasti sebanding kok sama kerja kerasnya dia. Kan hasil itu sebanding sama proses.” Lanjut gue.

“Udah lah gue mau lanjut tidur. Lu kalau laper masak mie sendiri aja yah. Di lemari piring ada mie, di kulkas ada telor sama sosis. Nggak usah malu. Nyokap sama bokap gue lagi pergi ke merak dari pagi...” tutup gue.

FIN xoxo

Sabtu, 05 Agustus 2017

Review Jujur AC Polytron Neuva Ice

Sejak kamar gue dipindah ke lantai atas atau lantai dua berukuran 3.5x4 m. Tidur siang menjadi hal yang tak menyenangkan. Kenapa??

Hal ini disebabkan tak lain karena suhu ruangan. Hahaha.

Kenapa bisa gue bilang gitu! karena suhu ruangan kamar gue saat siang hari pas lagi panas-panasnya bisa nembus ke angka 32 derajat. Coba kalian bayangin sepanas apa kamar gue saat siang hari. hahaha
Yahhh kan 32 derajat... hahah
Bukan cuma siang harinya, bahkan di beberapa malam, kadang suhu kamar masih menyentuh 30 derajat dan 29 saat pagi hari. Tidur malam kegerahan pun kadang tak terelakkan.

Hhhhmmmmmm,,, Kayanya ini kamar salah design deh.

Atau mungkin karena genteng yang digunain sebagai atap kamar gue bertipe fiber yang ngebuat suhu kamar jadi lebih mudah panas. Sepertinya sih begitu.. tapi nggak tau juga.

Ini genteng yang dipake kamar gue
Atau mungkin karena kebanyakan ventilasi. Total ventilasi ada 5. Mungkin itu yang ngebuat suhu panas jadi lebih mudah menyeruak masuk. Tapi nggak tau juga.

Gue udah masang kipas sebanyak 2 buah. Satu tipe baling-baling yang dipasang di atas plafon yang berasa kaya mau jatuh pas muter, dan satunya lagi kipas dinding yang dipasang persis menghadap ke arah kepala gue saat tidur. Tapi itu tetep.. nggak ngefek. Karena angin yang dihasilkan pun angin panas.

kamar gue akhirnya menjadi tempat yang paling anti dikunjungi saat siang hari sedang terik-teriknya. Lebay banget nggak sih?? Hahahaa

Beda hal saat hari sedang mendung, dan hujan. Wahhh kamar gue bagaikan surga dunia karena sejuknya minta ampun. Hehehe

Beruntung gue kerja non shift, dari senin sampai jumat. Jadi gue lebih sering makai kamar ini saat tidur malam hari. Tapi kalau sabtu dan minggu,, waaah yaudah ngungsi.

Baru akhir-akhir ini sejak tanggal 26 Juni, kerja gue dishift. Di tempat gue kerja, memberlakukan 2 shift dengan jam kerja 9 jam. Sistemnya pergantian shiftnya di lakukan setiap seminggu sekali.
Awalnya gue kena shift pagi. Dari jam 7 sampai jam 5. Nggak terlalu berbeda dengan jam kerja gue pertama, hanya ketambahan ekstra 1 jam kerja. Seminggu setelahnya, gue shift malam. Dimulai jam 5 sore hingga 3 pagi.

Nah pas disini gue mikir, bales dendam buat ngegantiin tidur malamnya gimana yah?? Apalagi gue mulai tidur itu jam setengah 6 pagi setelah nyelesain cucian baju kerja karena tiap hari mesti dicuci, masak buat makan dan sembari nunggu adzan subuh juga.

Gue sih ngejadwal tidur pas shift malam itu sampai jam 1 siang, biar dapet 6-7 jam tidur. Tapi pas dicoba pertama di hari senin. Ehh kebangun jam 10 karena kamar mulai gerah.

“Hmmm gimana yah...??” otak gue mikir keras.

Akhirnya terbesitlah ide “apa gue beli pendingin ruangan aja yah?”

Tapi pasti bakal ngefek ke tagihan listrik, terus belum lagi listrik rumah gue yang cuma 900 watt. Hahahah. Udah gitu di kamar bokap juga udah ada AC. Yah pasti ngejegrek lah kalau nyala dua-duanya.. Orang kita aja nyalain AC terus nyalain pompa air pasti ngejeglek kok.. hahah

Tapi terus gimana dong.. yaudah diskusi deh..

Dan akhirnya kita sepakat buat nambah AC satu lagi buat kamar gue dengan model ngebagi jadwal nyala AC. AC di kamar bokap nyala pas malam hari, sedangkan AC kamar gue nantinya bakal nyala saat siang hari.

Oke fix.. semua terkendali, tinggal milih ACnya.

Waduuuhhh,, disini ternyata ribetnya. Setelah googling sana sini, itung-itung pake rumus. Ternyata kamar gue ini butuh AC  yang ¾ pk atau 7500 BTU. Dimana AC segitu daya yang dibutuhkan antara 500 watt lebih.. kalau masak nasi atau nyetrika pas siang hari mesti anjlok dong ya.. njur piye ki??

Pas hari selasanya gue mikir keras buat nentuin beli AC yang mana. Ehh kebetulan pas gue lewat billboard kota gue tinggal ada iklan dari Polytron. Dia ngenalin produk AC Neuva Ice yang salah satu jenisnya ada yang ½ pk dengan kemampuan 6000 BTU dengan tarikan listrik 450 watt.

Bahkan kata polytron AC ini yang paling cocok buat rumah yang berlistrik 450 watt bisa ON tanpa anjlok. Apalagi katanya AC ini yang paling cepat dinginin ruangan. Oh yaa??

Yaudah selasa siangnya sebelum kerja gue nanya-nanya deh ke toko elektronik. Neuva Ice belum banyak yang jual. Mereka malah nawarin AC low watt, katanya masih bisa dinginin. Tapi kok gue nggak percaya yah... hahah

Hingga akhirnya gue nemuin satu toko yang penjualnya itu ramah dan asik banget. Disitu gue nyeritain keluhan gue. Dan yah beliau nyaranin gue buat masang AC ¾ pk. terus gue bilang deh, kalau polytron neuva ice bisa nggak yah? Kan dia BTU nya 6000, beda kaya AC ½ pk lainnya yang cuma 5000 BTU.

Kata masnya sih iyah bisa aja. Akhirnya kita itung-itungan bareng.. hahahah alhasil berdasarkan hitungan kamar gue butuh 5900 BTU.

Yaudah gue deal’in aja buat beli itu AC dengan harga 2,45 juta dari harga asli 2.55 juta.

Tapi masangnya besok rabu, karena barang harus ngambil dulu di pusat di tangerang. Yaudah gue iyain aja.

Selasa siangnya, gue sama bokap masang-masang kayu buat nutup lubang ventilasi sekaligus bikin aliran listrik baru bakal tempat AC bertengger. Dan besoknya sekitar jam 11an mamang AC datang.

Nggak butuh 1 jam, itu AC udah bertengger di sudut kamar.

Penampakannya.. suka sama bentuknya..
Siang itu lagi terik-teriknya.. di termometer nunjukin angka 32,8 derajat.

“tet” gue nyalain Acnya.. angin sejuk pun berhembus. Gue set suhu 25 derajat. Dan whusshh... suhu di termometer berangsur turun. Butuh waktu sekitar 15 menitan buat suhu ruangan jadi 25 derajat dengan mode super. Kerja kompresor pun normal. Mati saat suhu sudah mencapai target, dan nyala lagi saat suhu ruangan mulai naik..

Terimakasih polytron.

#kisah nyata bukan iklan

Oh ya terus ada adegan gitu, pas gue lagi nyalain AC eh si bokap nggak sengaja nyalain AC satunya juga. Ehh anehnya nggak anjlok lo.. masih aman nyalain AC dua secara bersamaan. Aku nggk ngerti sih ini kenapa? Mungkin kalian bisa ngejelasin.

Spesifikasinya...
Soalnya tulisan watt di AC bokap itu 600watt sedangkan AC kamar gue kan 450 watt. Klo ditotal kan lebih dari 900 watt. Ada yang bisa jelasin??

Tips-tips Bermanfaat Buat Kamu yang Kerja Shift

“Hoaamzzzz..” keteteran lagi kan bay???

“yahhh seperti itulah”

Semangat buat nge blog akhirnya kendur lagi. Yah begitulah namanya juga manusia. Selalu saja ada batu buat ngalauin kita jauh-jauh dari yang namanya konsisten dan komitmen.

Nggak cuma blog aja yang keteteran. Bahkan, gue ngerasa sepertinya urusan sosial pun gue ngerasa menjauh. Yah gimana nggk??

Temen-temen gue terbengkalai begitu aja setiap mereka ngajakin gue kumpul.

Malah yang lebih parahnya lagi, gue sampai kelupaan acara pernikahan temen.. “ohhh sh*t..” hahha

“Maaf yahh”

Kalau kaya gini gue mau nyalahin siapa??

“yahh salahin diri sendiri lah bay!! Lonya aja yang males dan nggak bisa bagi waktu... iyah kann??” sisi positif gue mencoba menyadarkan... “well, iyah juga sih :o”

Sejak 2 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 26 Juli 2017. Perusahaan tempat gue bekerja, memberlakukan  jam kerja shift. Tipenya long shift, 9 jam kerja yang terdiri dari 2 shift. Jam 7 sampai jam 5 dan jam 5 sampai jam 3 pagi. #whatt??

adek lelah bang... wkwkwkw via pixabay.com
Yah kalau di omong masalah shift, ini kali pertama gue kerja di shift. Kalian tanya gimana??

Yahhh begitulah. Ngantuk yang paling nggak bisa dibendung setiap kali gue masuk shift 2. Soalnya gue buka tipe pengopi, dan gue nggak terbiasa buat bales dendam tidur di kala pagi harinya.

Apalagi ditambah list to do yang harus dilakuin sehabis pulang gawe seperti cuci baju, dll. *maaf curcol dikit.

Kerja di shift memang benar cukup menguras tenaga. Apalagi yang kerja gue yang dipabrik. Sudah cukup menambah beban kerja yang mesti dikeluarkan setiap harinya.. wkwkkw

Gue nggak bisa apa-apa selain nyari tips sana sini bekerja shift agar nggak menganggu kerja gue. Tetap profesionalitasan nomor utama... hahahah #gaya lu bay.. jijik gue dengernya.

Oke, well.. ini dia tips yang bisa lo lakuin buat lo yang bekerja shift.

Shift Pagi

Jangan Pernah Melewati Sarapan, Apalagi melewati Mandi Pagi

Jelas 2 hal sepele ini bisa ngaruhin aktivitas kalian pas kerja nanti. Mandi bisa ngebuat lo segar, nggak ngantuk dan nggak bau iler. Wkwkwk dan sarapan sudah pasti bisa ngebuat lo semangat karena kerja lo nggak bakal keganggu karena perut yang tiba-tiba bunyi. Selain itu, kerja otak lo juga jadi maksimal.

Jika Besok Mesti Kerja Pagi-pagi sekali, Yah Tidurmu Harus Lebih Awal

Atur jam tidur kalian sebaik mungkin.. bila perlu Hitung jamnya dan usahakan kalian dapat 6-8 jam istirahat. Dengan gini kalian jadi nggak ngantuk pas kerja *tapi mau diapain juga tetep aja ngantuk pas kerja.. hahahaha dilema manusia

Ritual-ritual ini Mungkin Bisa membantumu :

Pas bangun tidur minum segelas air putih

Rendamlah kakimu di air hangat sehabis pulang bekerja

Hindari langsung mandi begitu setelah bangun tidur. Usahakan ada rentang waktu 30 menitan atau lebih. Di waktu tersebut gunakan untuk baca buku, nonton video pendek yang unik atau lucu, atau dengerin musik, olahraga ringan, dll yang berfaedah.

Jangan lupa Ibadah buat ngindarin lo dari perasaan bersalah dan nggak tenang

Shift Malam

Ketika kalian bekerja dengan shift ini, otomatis akan menghancurkan segala ritme yang telah tubuh sesuaikan.

Hal yang bisa kita lakukan adalah membohongi ritmenya seperti yang gue baca dari beberapa artikel.
Fakta : Kerja malam dapat mempengaruhi tekanan darah, kadar kolesterol , daya ingat serta kerja sistem otak.
Untuk itu, kegiatan sepele seperti mengatur jadwal kegiatan kita sangatlah dianjurkan demi mengutamakan kesehatan. Yah walaupun efeknya sedikit.

Seperti biasa, sebelum berangkat kerja pastikan makan terlebih dahulu.

Dalam sistem tubuh dikenal ritme sikardian atau ritme waktu yang diperlukan tubuh untuk menentukan pola makan dan tidur.

Jika kalian shift malam, dan bertemu jadwal istirahat di pagi hari hingga siang hari. Maka, hal ini perlu diperhatikan guna kualitas istirahat kalian dapat terpenuhi dan tak terganggu.

Istirahat yang baik untuk umur kita adalah 6-8 jam istirahat tanpa jeda, tanpa tidur bangun – tidur bangun. Istirahat yang baik adalah momen ketika tubuh kita masuk ke mode Deep Sleep dimana jantung berdetak lambat, suhu tubuh menurun di mode ini lah regenerasi sel terjadi.

Demi terciptanya kualitas tidur yang baik setelah shift malam, maka jangan biarkan kalian :

Tidak makan sebelum tidur, usahakan makan terlebih dahulu setelah pulang bekerja guna menghindari perasaan lapar di tengah tidur kalian

Terekpos cahaya terlalu lama, *guna mengelabui ritme sikardian #sayangnya sistem shift di negara kita berubah-ubah. Selang 2 hari atau satu minggu. Sehingga untuk mengelabui ritme sikardian ini sangatlah tidak mungkin karena butuh waktu untuk membuat tubuh terbiasa

Tidur dengan kondisi ruang yang terang, usahakan tidur dalam kondisi segelap mungkin

Bila perlu jangan biarkan orang rumah menyelinap bolak balik masuk kamar kalian agar tidak menganggu tidur kalian

Suhu ruangan tidak terlalu sumpek. Jika kamar kalian di lantai 2 yang terkena sinar matahari langsung. Ada baiknya kalian tidak tidur di kamar itu, karena akan membuat kalian tak nyaman. Minjamlah kamar adikmu atau kamar siapapun yang sekiranya masih nyaman buat dipakai istirahat di kala siang hari.

Atau mungkin bisa nabung buat beli AC akan tetapi bakal berefek pada tagihan listrikmu.
Oke cukup sekian dan happy kerja shift.. xoxo

Sabtu, 22 Juli 2017

Terus Aja Sindir Gue!!

Sekarang gue tahu gimana rasanya setiap kali lo ketemu orang yang kenal tapi udah lama nggak ketemu, terus begitu ketemu mereka ngelempar lo dengan pertanyaan “kapan menikah bayu??”

Inyonggg pusing,,, via pixabay.com
Well, gue yang ngedenger itu cuma bisa meringis tersenyum pasang muka pasi bingung.
“doain aja yah... semoga bisa segera.. hahaha” jawab sambil mikir “nikah ame siape lu bay?? Jodoh juga belum keliatan batang hidungnya..”

Yaudahlah yah... :))

Terus kemarin waktu ada acara pernikahan sodara. Pas gue lagi nimbrung gitu sama perkumpulan keluarga besar. Di sana ada Om, tante, dan bibi-bibi gue. Gue yang lagi sibuk main mobile legends sambil ngedengerin apa yang mereka omongin.

Yang semula mereka lagi ngebahas pembengkukan 1 ton Sabu di daerah Anyer beberapa waktu silam lalu. Ehhh tiba-tiba ada bibi gue yang nyeletuk “kalau bayu kapan nikah???”

“Loh-lohh-lohhh kok gitu” batin gue mulai bertanya. Sontak yang lain yah langsung terjerumus ke topik sakral satu ini.

Dengan polos dan lugu gue jawab “haha -_- iyahh-yah?? Kapan yah?? Hmmmm” #langsung cabut nyari snack alibi ngindarin topik. Ditambah di generasi ini tinggal sisa gue doang yang belum merried menambah tekanan yang ada. Sodara gue yang satu ini nikah diumur 23.

Sekali lagi Yaudahlah yah...:))

Terus kemarin pas gue lagi mau jalan ke indomaret sore-sore. Di gang gue, biasalah ada ibu-ibu yang lagi pada rumpidut. Rame pisan eeeuuyyy..

Pas gue jalan. Gue ngomong “aihhh para Ibu lagi pada reunian..” ejek gue.

Terus si mama adit manggil gue “Mas bay?? Mau kemana?? Sombong yah udah kerja mah..”

Aihh yah alhasil gue tertahan deh di perkumpulan itu buat sekedar sapa sapi.. biasa lahh pertanyaannya gimana kerjaannya, betah nggak??, ada yang nagih traktiran lah. Hahah gue sih udah ancang-ancang buat lari kalau semisalnya ada salah satu dari mereka yang bakal ngelempar pertanyaan itu.

Dan benar saja, ada yang nanya “mas bayu sekarang umurnya berapa?? Kemarin si Rido nikah lohh.. tau kan yah??”

“iyahh tau, si Rido bocah yang umurnya jauh 2 tahun lebih muda dari umur gue yang masih belia” batin gue berkaca mencoba menebak segala fakta.

Berhubung ini tetangga gue. Dan udah biasa ceplas ceplos. Yaudah gue ceplosin aja.. “haha, nggak ada pertanyaan lain yak?? Masa terus-terusan ditanyain kapan nikah-kapan nikah?? Orang jodohnya aja belum nemu” bales gue riang.

“mau dijodohin tahh mas bay???”

“udahh yah,, mau ke Indomaret  dulu. Nanti ndak kesorean...” ngibriiitttt

Terus-terus pas kemarin (et dahh ceritanya banyak amat yah?? Sabar yah ini cerita terakhir kok)

Pas gue lagi di acara rutin mingguan gue. CFD. Seperti biasa, gue pergi sama si Tebul (TB), dan Ropai (Rofi). Salah dua dari sekian sejoli gue. Mereka berdua umurnya lebih muda dari gue. Mereka generasi 96an gitu. Nggak kaya gue yang generasi 9tuuuttttt #sensor. Hahah

Pas kita abis beli lumpia telor, Es cincau alpukat, cibai, dan telor puyuh tusuk. Kita cari tempat nyaman buat makan sambil bersendu gurau. Dipilihlah bawah pohon rindang beralaskan rumput gajah.

Pagi yang sejuk, ditambah dengan sepoian angin ternikmat dari Allah, dan anak-anak kecil yang lagi main kejar-kejaran. Kami menyantap sedap makanan pagi itu. #nikmaaaatt

Si Tebe sama si ropai lagi terjebak dengan bayang-bayang masa depan. Mereka lagi ngomongin sambil ngebayangin gimana rumahnya nanti, keluarga kecilnya nanti, bahkan hingga target umur kapan mereka menikah.

Yah gue sih yang ngedenger itu, cuma bisa cengar cengir sambil lirik-lirik dari ujung mata dan mencoba buat nggak nyemplungin diri gue ke topik mereka. #nggak tertarik.

Pas gue lagi nyerutup kenikmatan es cincau alpukat, ehh si Tebe ngomong gini “daripada temen gue, umur udah cukup lah buat nikah, ehh tapi sampai sekarang masih jomblo, udah gitu kerjaannya makan, ngajakin temen main, kan ketauan kalau dia kesepian.. iyah nggak fi??”

Gue yang ngedenger itu. Mikir keras mencoba menerawang..

“heehhh maksud lo apaan bul?? Lo nyindir gue yahhh??? Wahwah pelanggaran”

Mereka ketawa terbahak2...

“lagiaan lo itu, ketauan banget kan!! Nggak suka topik yang lagi kita bahas.." bales Tebe.

Lahh yaiyalahhh.. hahah #hati gue merengek minta jodoh. #lebay ihh

Sebenernya gue biasa sih ngedenger pertanyaan-pertanyaan itu.. #iyaamatt..

Nggak, tapi bener kok biasa aja. Serius dah nggak bohong.

Soalnya gue mikir, diumur segini yah emang udah wajar kok buat ditanya-tanyain hal-hal kaya gitu. Terus juga gue jadi bisa lebih tau, ternyata banyak orang yang peduli sama gue. Nggak perlu diseriusin. Tinggal kalau ditanya yah jawab aja..

Cuma gue masih berpikir bahwa nikah itu bukanlah hal yang bisa dibuat sesimpel itu. Butuh perjuangan serta persiapan, baik yang berupa materil dan immateril. Lagian umur gue juga masih muda kok. :0 mending nabung dulu, kerja yang bener (siapa tau diangkat), dan cari calonnya. Karena nggak mungkin lo nikah tanpa calon.. hahaha

Cukup sekian curhatan nggak penting ini. Makasih udah baca.

Minggu, 02 Juli 2017

Sebelum Usiamu Nginjak 25, Yuk Pikirin Buat Investasi

“Di suatu malam yang syahdu karena langit mulai menampakkan warna jingga tanda hari mulai mendung”
Gue dan temen gue, Tebul. Bergegas balik ke rumah setelah agenda silaturahim ke kontrakan Ukies, si Pria tepos yang lagi gencar-gencarnya program nge-gym yang entah apa maksud tujuannya.. hahahah :)

“langsung balik kan??” Teriak Tebul sambil melingsat lihai dengan motornya, rekan kerja sekaligus teman karib yang punya segudang pikiran #eeeggg tuutt sensor2..!! haha

“Iyah langsung balik” Sahut gue sambil mengangguk tanda setuju.

Berhubung malam ini ada rencana silaturahmi sama teman di daerah krenceng, gue bergegas memastikan Tebul pulang aman, selamat dan sentausa hingga rumahnya. Kemudian lanjut menuju krenceng walaupun arah antara rumah keduanya berlawanan. #efekkhawatir, padahal dirinya sendiri nggak ada yang merhatiin.. haha

“woooiii coyy, kemana aja nih? Baru keliatan. Di bbm mah kaga bales-bales. Apa mah??” Ucap Afran kegirangan, begitu mendapati gue yang berdiri di balik pagar besi warna hitam.

“biasa sibukk. Hahahah” menarik tuas pengunci pagar dan berjabat tangan “sedhoyo lepat kulo, nyuwun pangampunten njehh” timpal gue.

“Njehh-njeehh, podo-podo bay” bales Afran, masang muka misuh-misuh berkerut dahi kebingungan ngartiin kalimat yang gue ucapin. Maklum bukan perantauan dari tanah jawa asli dia.

“yayang bhebep sama wiwi mana?? Nih gue mau ngasih THR” tanya gue tentang anak dan istri Afran, keluarga kecil sederhana yang dinahkodai oleh temen ketemu tua saat tes kerja dulu di PT Lotte Chem.

“Nginep di rumah mertua” jawab Afran mantap

“kok lo nggak ikut?? Kalian nggak mau cerai kan?? Hahahaha” tanya gue asal jeplak.

“yahhh nggak lah,, kasian wiwi tau!!”

“ouhh berarti kalau nggak ada wiwi, lo mau cerai?? Wah-wah nggak bener ini!!” Bales gue lebih asal.

“bisa jadi” jawab Afran nada serius.

“ehhh,,, benerann?? Ada masalah emang??” kaget mendengar ucapan Afran yang penuh teka-teki.

“bercanda kali.. hahaha lu mah kalau yang kaya gitu aja yah bisa serius” bales Afran sambil terkekek

Yakali, mana ada orang ngedenger orang mau cerai malah ketawa. Gue sebagai teman yah kan siapa tau bisa ngasih kalimat-kalimat “Golden ways” yang bisa ngelanjutin ngurungin niatnya buat cerai.

Obrolan kita malam itu seru. Membahas segala topik aspek kehidupan. Mulai dari pengalaman dia berkeluarga (topik favorit gue), kerjaan kita, bahkan hingga nyambung ke topik paling krusial buat kita yang masih umur 20an ini.

Apalagi kalau bukan Investasi.

Gambar apa yahh??? via pixabay.com
Entah karena ada angin apa, tiba-tiba si Afran nyeletuk ke topik itu. Mungkin karena hari sudah mau hujan kali yah. Terdengar gemuruh petir samar-samar dari kejauhan.

“Bay, umur lo berapa sekarang??” tanya Afran tiba-tiba setelah kami terdiam beberapa saat mencari topik yang ingin dibahas sambil duduk lesehan di atas karpet berbulu warna merah yang ciamik.

“yahh segitulah, ngapain lo nanya-nanya umur??? Itung sendiri bisa kali” jawab gue bernada kesal.

Ngelirik ke arah gue dari tepian mata “Gaji lo berapa??”

"Gleekk" Hampir keselek nyerutup sirup marjan yang kemanisan, bingung antara pertanyaan yang dilontarkan Afran atau rasa dari sirup yang begitu mengagetkan.

“Ini orang kayanya ngasih sirupnya setengah gelas jeh... manis banget” gerangan gue dalam hati sambil melirik ke arah gelas berisi sirup manis berwarna merah.

Berbalas menatap Afran, senyum sedikit, bilang “yahhh segitu... ngapain lo nanya-nanya?? Hahaha confidential kali.. hahah yang jelas cukup buat makan tapi nggak cukup buat berkeluarga, dan pastinya nggak sebanyak lo!!. Tapi gue tetap bersyukur dan mencoba bahagia.. hahaha” jawab gue semangat dan mantap.

Memasang wajah bingung dan sebal. “Huuuh!! Lo mah bay. Apa kali? Di tanya apa, jawab apa?? Masa depan lo gimana kali yahh.. hahah. Udah nyiapin apa lo buat masa depan??”

“Apaan sih?? Kok malah ngomongin kaya gini yah. Tapi nggak papa justru topik beginian nih yang gue seneng” batin gue dalam hati.

“Yahh,,,, (melirik plafon rumah Afran, sambil mengetuk jari telunjuk ke dagu) untuk saat ini sih mungkin cuma bisa ngejalanin hidup gue sekarang, kerja semaksimal dan sebaik yang gue bisa. Terus belajar nulis lewat blog yang gue buat, sama eeehhhmmmm (mikir sebentar, terus jawab) sama belajar investasi buat masa depan” jawab gue.

“Investasi??,,,  Apa?? ,,,, Jualan??” tanya Afran heran..

“nggak, gue nggak jualan, Kaga ahli!! Soalnya dulu waktu kuliah jualan pulsa bangkrut karena diutangin dan gue nggak tega buat nagih. hahahah..”

“Yahh belum sih cuma baru mulai belajar aja. Dan itu nggak seberapa kok..” timpal gue santai.

“yahh apa?? Siapa tau gue bisa ikutan..” bales Afran.

“baru mulai belajar Reksadana, sama Invetasi Emas dikit-dikit” jawab gue

“jadi lo beli emas gitu tiap gajian..??" tanya Afran terheran-heran

“ya nggak lah, ngapain??? Gue cuma ikut mitra buat nabung dalam bentuk emas gitu. Gue nggak tau sih yah, gue itu korban iklan, omongan orang atau apa?? Tapi gue sempet mikir ‘iyah sih bener juga kalau uang yang kita tabung di bank itu nominalnya terus tergerus inflasi.’ Jadi, yahh nggak ada salahnya kan buat nyoba.. yang penting tempat yang kita percayain itu yang harus bener. Biar nggak tipu-tipu...” jawab gue sejelas mungkin.

Afran terdiam sebentar... “terus yang reksadana???”

“sama kok, intinya sih nabung. Cuma yang mereka tawarin itu gue pikir lebih worth buat jangka tahunan daripada nabung konvensional di bank. Itu menurut gue sih yah?? Mungkin pendapat orang lain bisa beda... Soalnya ada kata temen gue, kalau ikut reksadana itu rugi. Berhubung gue belum tahu dan belum ngerasain ruginya jadi masih gue lanjutin sampai sekarang” tukas gue.

“mau ikutan?? atau mau nunggu cerita dari gue aja?? Soalnya ini belum genap setahun sih ikutan kaya gini.. jadi belum ada kesan” timpal gue menjelaskan.

“ya yah boleh lahhh” jawab Afran.

“soalnya gue mikir aja gini. Mumpung gue belum nyentuh umur 25'an dan belum menikah juga. Yah nggak ada salahnya kan coba nyiapin persiapan buat masa depan. Soalnya kan kedepannya kita nggak tau apa yang bakal terjadi, masih jadi misteri Illahi.”

“Yah walaupun gue tahu, kalau gue itu telat banget soalnya baru sadar di umur 22 betapa pentingnya persiapan buat masa depan. Jadi, sebelum semakin terlambat jadi gue mulai deh. Walaupun sedikit.” Bales gue omong sok tau padahal masih bingung juga.

“daripada gonta ganti hp mulu” lanjut ngomong, nyindir keras diri sendiri.

“Bener juga sih bay... Terus mimpi lo yang mau jadi penulis udah sampai mana bay???” tanya Afran tiba-tiba ganti topik...

“tau ahhhh, itu mah masih proses yang bakalan lama deh kayanya.. hahahahaha. Udahh yehh.. makin ngelantur nih omongannya. Udah mau hujan juga. Gue cabut ahhh!!” beranjak bangun dan mengeluarkan amplop lebaran buat Wiwi.

“nihh buat wiwi yah” nyerahin amplop sambil berjabat tangan dengan Afran...

“halaah si Bayu nih.. makasih yah..”

“iyahhh, masama. Makasih juga. Salam buat yayang bhebep yahhh!!! Hahahaha. Duluan. Assalamualaikum”

“walaikum salam”

Makai helm dan naik motor. Tengok HP dan jam menunjukan pukul 11 malam.

Yosshhh balik mumpung besok masih libur sehari.

PS : bentuk Investasi ada banyak macemnya. Kalian bisa milih sendiri sesuai yang kalian suka. Antara yang gue tahu adalah sebagai berikut :

1. Reksadana
2. Properti (Tanah atau Rumah)
3. Saham
4. Emas
5. Deposito Bank
6. Menabung Konvensional
7. dll (yang gue masih nggak tau)

Senin, 26 Juni 2017

Gagal SNMPTN, Gagal SBMPTN juga

“Tetep semangat yah, walaupun badai menerpa dari segala arah” yah mungkin cuma itu kalimat terbaik yang gue punya buat kalian yang berada di fase ini.

Gue sama kaya kalian yang hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa, hanya bisa menyokong dari kejauhan mencoba menyemangati kalian meskipun tak bisa.

Gue bukan pesohor atau motivator yang punya ribuan kata-kata bijak yang bisa ngembaliin semangat kalian lagi, tapi setidaknya gue punya sedikit pengalaman atau pemikiran yang bisa gue bagi ke kalian untuk setidaknya yah ‘membantu’ mungkin, meskipun gue tau bahwasannya gue nggak ngebantu kalian apa-apa.

Gue udah tau rasanya sulit dan terus gagal nyari tempat kuliah.

Gue juga udah tau rasanya kuliah di jurusan hasil dari yang BUKAN minat gue.

Gue juga udah tau rasanya nyari kerja setelah kuliah di jurusan yang gue sempet berpikir bahwa ini bukan jurusan gue.

Tersungkur sejadi-jadinya, via pixabay.com
Cuma karena udah terlanjur dan nggak bisa gue apa-apain lagi, jadi mungkin cuma bisa mencoba mencintai apa yang gue usahakan saat ini adalah hal terbaik yang bisa gue lakukan.

Dulu, sewaktu nyari kuliah. Impian gue cuma satu, yaitu kuliah di tempat kuliah negeri. Udah itu doang!! Nggak muluk-muluk.

Gue juga pernah ikut SNMPTN, SBMPTN, UMBPTN, sama beberapa ujian mandiri PTN di 2 Universitas dan berakhir di SPMU Unnes buat kuliah di Jurusan Teknik Kimia D3.

Jangan dikira, dari beberapa ujian yang gue ikutin itu ada yang diterima tapi gue tolak yah!! Nggak. Sama sekali nggak ada.

Dari 6 Ujian seleksi masuk yang gue ikutin. Itu semuanya hanya menghasilkan kegagalan. Kecuali ujian terakhir D3 Teknik Kimia Unnes yang merupakan ujian masuk ke-6 yang berhasil gue dapetin.

Teknik Kimia yang gue ambil juga sama sekali bukan bidang peminatan gue. Karena gue sadar yang berstatus lulusan siswa jurusan TKJ.

kebayang kan gue yang aslinya merupakan lulusan siswa jurusan TKJ dari SMK. Harus menempuh pendidikan selama 3 tahun yang basicnya itu nggak ada sama sekali di SMA.

Mungkin cuma pas kelas 3, itupun cuma satu semester gue belajar kimia, udah gitu tentang mol lagi. Yah jelas masih kriyep-kriyep di Kepala pas begitu gue ngikutin pelajaran di semester awal kuliah.

Yakin, menurut gue. Kuliah di jurusan hasil pilihan orang itu nggak ngebantu kita sama sekali ‘kalau’ kita nggak ikhlas dan terus menumpuk kesalahan orang dalam diri sendiri.

Soalnya bukan apa-apa, kuliah itu kan nggak murah yah. Terus juga bukan buat mainan atau asal-asalan gitu. Jadi yah nentuin tempat sama jurusan kuliah juga nggak boleh asal-asalan juga dong. Kan ini juga yang nantinya bakal kalian bawa pas udah lulus nanti.

Nggak, nggak bukan maksud gue ngatur-ngatur kehidupan kalian yah.. karena gue sadar gue bukan siapa-siapa yang bisa nentuin atau ngejamin hidup kalian. Karena yang bisa ngejamin hidup kalian yah cuma kalian sendiri bukan orang lain.

Gue hanya mau berbagi cerita sedikit doang.

Gue tahu rasanya ditolak SNMPTN dan SBMPTN. Apalagi tekanan dari kepala, dan lingkungan rasanya seperti udah nggak mendukung kita sama sekali. Ditambah list teman-teman kita yang udah pada punya pegangan mau kuliah dimana atau mau lanjut kemana makin nambah beban pikiran yang ada.

Rasanya seperti berdiri di tengah-tengah lapangan sendirian di tengah malam yang gelap tanpa cahaya dan nggak ada satu orang pun yang nemenin.

Bingung, yakin bingung.

Tapi sang waktu sama sekali nggak peduli sama keadaan kita, terus berjalan dan semakin menipis. Sampai-sampai terbesit pikiran-pikiran ;

“yaudahlah, kuliah di jurusan yang ada aja” atau

“yaudahlah, kerja yang ada aja” atau kalimat-kalimat “yaudahlah-yaudahlah” lainnya yang lewat di kepala mencoba untuk mengabaikan mimpi-mimpi yang semula mantap saat wisuda SMA dahulu.
Manusia tuh gitu. terlalu mudah nyerah sama keadaan. Saya pun rasanya masih begitu malah bertahan hingga sekarang...

Yang gue coba sampaikan disini adalah “Please jangan nyerah, jangan murung apalagi ngurung diri di kamar selama berhari-hari”
Masih ada beberapa kesempatan yang bisa kalian ambil dan raih.

Jangan pasrah juga, jangan terus kalian ambil jurusan yang nggak kalian minati. Memang kalian bertekad buat ngejalaninnya. Tapi sang hati itu terlalu persuatif dan mudah di persuasi.

Cobalah kalian pikir-pikir terlebih dahulu secara logis, serius, dan masuk akal sebelum ngambil keputusan. Karena sekali lagi, pilihan kalian yang nentuin.

Cobalah untuk jujur kepada diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Buatlah kalian dan mereka mengerti apa yang sebenarnya kalian inginkan.

Hidup itu hanya sekali dan terlalu sayang kalau di buat sia-sia.

FIN-See you on top

Sabtu, 24 Juni 2017

Akhirnya Liburan...

Liburannnnn... yeaaayyy Alhamdulillah akhirnya tubuh bisa istirahat lebih lama.

hoaaammzzz,, via pixabay.com
Kerjaan di pabrik lagi agak nggak manusiawi gitu selama bulan ramadhan. Hahahah :D, apalagi ditambah puasa jadi godaannya itu ada aja. Semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu ikhlas yah... aminn

Katanya karena ada pesanan produk baja tulangan yang ukuran kecil. jadi kita fokus produksi itu di bulan ramadhan ini. Cuma kalau produksi produk  kecil itu kemungkinan masalah yang terjadi agak lebih besar dan bisa jadi sangat melelahkan.

Masalah utama dari sistem produksi yang digunain sama pabrik tempat gue bekerja itu yah nggak jauh-jauh dari misroll.

Karena ukurannya kecil jadi kadang dia nggak masuk ke mesin rolling semisal ada sesuatu yang menganjal atau menghalangi jalur dia masuk kaya debu atau scale atau apapun itu, jadinya awet-awetan kaya mie kriting. Dan itu yang harus diselesaikan demi target kita tercapai.

Kondisi  yang panas karena si produk masih punya suhu diatas 100 derajat celcius bahkan 300 mungkin bisa jadi cukup melelahkan buat kita nyingkirin produk yang awet-awetan tadi.

*awet-awetan itu artinya berkecamuk

Apalagi ditambah puasa yang sudah pasti kita nggak boleh minum. Kebayang kan sehaus apa kita.. hahaha

Terus kemarin waktu pas produksi D10 pernah sampai 8 kali misroll gitu... huhuhu :’( tapi alhamdulillah kita masih bisa jaga puasa kita.

Itulah yang menjadi akibat gue jadi kurang produktif di blog selama 3 minggu ini. Capek duluan brow.. heheh apalagi banyak jadwal bukber memadati agenda..

Terus sabtu minggu dipake buat recharge tenaga... #padahal sih yang terjadi sabtu minggu kebanyakan dipake buat bermalas-malasan. Hihihi

Liburan tiba nih,, kalian pasti ada yang udah mudik, atau bahkan ada yang udah sampai di kampung halaman.

Have fun yah... selamat lebaran buat kalian. Mohon maaf lahir dan batin

Ohya yang calon mahasiswa?? Angkat tangan coba...

Gimana hasil SBMPTNnya?? Selamat yah yang keterima... buat yang masih belum beruntung jangan patah arang dulu. Masih ada seribu jalan yang membentang luas di depan kalian.

Masih ada jalur lain yang bisa kalian coba kok... terus berjuang intinya!!

Buat para pejuang pencari nafkah. Terusin yah effortnya. Berikan yang terbaik buat hidupmu dan tujuanmu walaupun terkadang hasil yang tak seindah kenyataannya. Cuma yaudahlah yah nama juga usaha. Selalu ada kemungkinan terburuk yang terjadi. Cobalah untuk mengerti itu walaupun sulit.

Oh ya.. pengeluarannya juga tuh diperhatiin dan dikontrol yah. Apalagi momen ramadhan kaya gini kita jadi lebih mudah ngeluarin uang daripada bulan-bulan yang lain.

Apalagi edisi ramadhan ini kita terima gaji di awal, di tengah, dan di akhir bulan sebelum idul fitri. Awas jangan kelewatan.. bisa-bisa nanti sepanjang bulan juli nyontong nggak makan.. hihihi karena uang habis dipake buat lebaran.

Okee cukup sekian basa basi nggak penting ini.. hahaha

Sabtu, 03 Juni 2017

9 Tips Biar Kamu Tetap Bisa Kerja Maksimal Saat Puasa

“Yeaayyy Bulann puasaa”

TELAAAT BAY TEELLAAAATTTT. Udah 7 hari yang lalu -__*!!! Hahahaha

“yaudahlah yah, orang sibuk mah susah atur jadwal nulisnya... heheh” #whuiiitt

Sumpah, puasa gini dipake buat kerja ternyata gitu yah, apalagi gue yang kerjanya dipabrik yang kudu mandi keringet sendiri bukan dikantor-kantor yang dingin karena ada AC ternyata rasanya Luaaaarrr Biassaaaa.. hahaha

Hayoooo siapa yang nggak puasa hari ini?? sini minum sama aku... ahahah Via pixavabay.com
Apalagi ini perdana gue kerja di bulan puasa gini soalnya puasa tahun lalu masih nganggur... wkwkwk masih polos, masih bodong, masih bokek.. Jadi kangen momen puasa pas masih jadi pengangguran ehhh mahasiswa maksudnya, dimana free timenya lebih banyak. Jadi waktu bobonya juga lebih banyak.. hahah #husshh Ya Allah terimakasih atas rezekimu yang luar biasa ini.

Tapi yaudahlah yah mungkin itu cuma sugesti gue yang mikir kalau kerja di bulan puasa itu terasa berat. Eh tapi emang iyah sih, Haus yang paling kerasa apalagi pas udah sore pas jam mau pulang. Hahah

“ahh lo bay, ngeluh mulu.... lo itu termasuk orang beruntung, bersyukur karena di luar sana masih ada yang harus kerja ekstra keras di bulan puasa gini demi sesuap nasi..” sisi hati positif berbicara berusaha menyadarkan diri.

“Iyah-iyah, curcol doang kok...” hahaha #wong edan ngomong sendiri

Momen puasa gini nggak boleh dong yah jadi alasan buat kita nggak ngelakuin  suatu secara maksimal. Justru harus lebih semangat karena semangat itu nggak boleh capek. Haha #sokiyeeehh lu bay.

Ingat demi THR pahala yah bay.. wkwkwk land

Walaupun seberat apapun pekerjaanmu, minumnya tetap teh botol sosro dingin.. #ehhh salfok maksudnya walaupun seberat apapun pekerjaannya, ngelakuinnya harus tetap semangat. Tapi yah jangan diporsir juga.

Semangat sih semangat tapi yah mesti mikir diri juga. Biar puasanya nggk mecat apalagi sampai sakit. Nanti yang ada bolong puasanya jadi banyak. Kan kudu ganti.

Makanya gue mau ngasih tips biar lo lo pada puasanya kuat walaupun pekerjaan menghadang.

Tips ini referensi dari internet sih, dan udah gue coba. Ternyata lumayan lah.. ngabisin uangnya.. hahah

1. Harus Ingat Kode 2 4 2

“Sandi hp yah bay??”

Bukanlah,, maksudnya 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam, 2 gelas saat sahur atau kalian atur sendiri enaknya gimana. hahahah Yang penting harus 8 gelas, nggak boleh kurang tapi boleh lebih.
Air ye maksudnya buka es teh... diabetes nanti 8 gelas sehari full minumnya es teh. Hahah

Hal ini guna mencegah dehidrasi. :DD okee??

2. Jangan bales dendam makan

Jangan mentang-mentang abis nggak makan selama 12 jam terus itu porsi 12 jam dimasukin pas berbuka.. wkwkwk mules yang ada.

Makannya porsi normal aja. Terus makannya pas abis solat magrib. Jangan abis solat teraweh, soalnya katanya nanti cepet gendut kalau makan diatas jam 7 malam. Hahaha

Apalagi kalau pas abis solat teraweh, kan gaswat kalau tuh perut bunyi pas solat minta diisi, kan malu..

3. Berbuka dengan yang manis-manis

Ambigu nggak sih?? Hahahaha #ngeres lu

Sunnah rasul itu bukanya pakai buah kurma. Cukup 3 aja dan air. Oh ya Kurangin gorengan juga tuh.. #impulsif lo bay. Lo sendiri juga belum bisa move on dari gorengan kan??

Yahh kan kurangin bukan ngilangin... -_- kenapa yah orang Indonesia suka gorengan... jawab : karena semua yang digoreng jadi lebih sedap. Coba kol goreng Ya Allah enak banget.

4. Buah dan Sayur Jangan lupa

Serat yang dikonsumsi saat sahur bisa buat tubuh kita nggak merasa lapar. Makanya stok buah kaya pisang, apel, atau apapun itu disediain yah.

Jangan males makan sayur dan buah yah.. hahaha jangan buka pake indomie telor terus sahurnya juga indomie telor. Yah jelas jam 11 siang itu perut udah minta diisi.

Oh ya fakta : kandungan air dalam buah juga bisa kurangi rasa haus pas puasa.

5. Hindari Minum Teh atau Kopi saat sahur

Yah emang 2 minuman tersebut mengandung kafein yang bisa nyegah kita buat balik tidur pas abis sahur. Cocok banget kan buat yang mesti kerja di pagi hari apalagi jam kerja selama bulan puasa dimajuin satu jam. Hahah

Tapi 2 minuman itu sebenarnya bersifat diuretik lohh.. yang bisa bikin kalian bolak balik kencing pas pagi hari. Nanti jadinya malah cepet haus pas siangnya.

Air putih aja cukup kok.. terus abis sahurnya dipake buat tadarusan atau main game atau apapun itu.

6. Suplemen jangan lupa

Rahasia wajah gue yang berseri-seri sepanjang hari.. hahaha adalah vitamin C. Konsumsi vitamin C bisa jaga kondisi tubuhmu biar lebih semangat menjalani hari.. wkwkwk

Jadi jangan lupa minum Vitalong C, atau You C 1000 biar Healthy Inside Fresh Outside.. hahah #promosi untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harianmu. Wkwkwk #promosi

7. Tidur lebih awal yah

Guna memenuhi waktu tidur yang kepotong akibat sahur dan kerja. Yah berarti tidurnya lebih awal. Semisal jam 8 atau jam 9 malam abis solat teraweh. Nanti bangun sahurnya juga agak dilambatin semisal jam setengah 4 atau jam 4 buat daerah Jakarta dan Sekitarnya.

8. Olahraga lah biar sehat

Olahraga ringan kaya bersepeda santai sambil nyari takjil atau jalan-jalan pake kaki sama temen sambil nyari takjil itu udah bermanfaat banget buat tubuh.

Dan yang terakhir

9. Tingkatkan Iman dan Taqwa

Mumpung bulan penuh berkah. Yah nggak ada salahnya buat ngejar segala kebaikan di bulan suci ini. Solat wajib jangan lupa, sodaqoh juga. Heheh

Oke cukup sekian. Cawww. Happy fasting.. xoxo