Selasa, 29 September 2015

4 Alasan Kenapa Kamu Harus Baper (Bawa Perasaan)

“eh lo baper banget sih”
Atau
“Please,, jangan baper”
Begitulah kata-kata yang sering dilontarkan kepada orang lain ketika mengaitkan masalah lain dengan perasaan, sebenarnya wowcang sangat heran dengan kata-kata tersebut mengingat apakah “bawa perasaan” ini termasuk dalam kategori yang dilarang?

Image Courtesy by Nenetus at freedigitalphotos.net
Semua orang pasti memiliki perasaan bukan? kalau diantara kalian ada yang tidak memiliki perasaan hal itu mencirikan bahwa anda bukan manusia. Pengertian dari perasaan itu konteksnya sangat luas dan tidak bisa dijabarkan secara satu-satu, perasaan muncul akibat dari tindak emosional yang dikirim melalui otak kepada suatu reaksi dari suatu keadaan (Kurang lebihnya begitu). Kita akan secara spontan menggunakan perasaan kita dalam merespon suatu hal yang ada disekitarnya. Jadi tidak salah bukan jika kita “baper” karena pada dasarnya yah memang semua manusia memiliki perasaan semenjak dari kecil. Maka dari itu wowcang akan menyebutkan mengapa kita harus baper dalam hidup ini

1. baper itu berfungsi sebagai ekspresi diri
Image Courtesy by Artur84 at freedigitalphotos.net
Kita dapat mengekpresikan diri karena dengan adanya baper, masa iyah ketika kamu punya teman yang sedang bahagia atau sedang sedih yang kamu lakukan hanyalah memasang muka datar terhadap temanmu. Kan gak mungkin, jangan sampai kamu dinilai sama orang bahwa kamu itu gak memiliki perasaan.

2. baper itu merupakan bentuk simpati dari kita kepada orang lain.
Image Courtesy by Craftyjoy at freedigitalphotos.net
Ketika temanmu dalam masalah dan meminta pendapat kepadamu, secara spontan kamu juga pasti akan turut sedih dan simpati kepada temanmu. Iyah bukan? apa itu bukannya namanya baper. Masa iyah ketika temanmu punya masalah yang serius kamu malah gak nganggap itu serius, malah yang lebih parah kamu malah mengatakan kalimat “yang sabar yah” hello dia lebih butuh dari sekedar kalimat itu.

3. baper itu baik untuk kejiwaan kita
Benar gak? Kalau baper itu baik untuk kejiwaan kita, pastinya donk, dengan baper kita akan lebih mudah untuk menyiapkan diri kita di segala tempat dan kondisi, dan dengan baper kita akan melatih sisi emosi dalam diri kita sehingga kita menjadi manusia yang lebih ekspresif.

4. baper itu kita butuhkan dalam sebuah maha karya
Image Courtesy by Chokphoto at freedigitalphotos.net
Gak mungkin kalau kita buat suatu mahakarya tanpa bawa perasaan, contohnya dalam melukis tentu kita harus baper kalau enggak nanti lukisannya gak bisa bagus, terus dalam bernyanyi masa iyah kamu nyanyi lagu sedih tapi kamu malah gak berekpresi. Mana ekspresinya agar pesan yang disampaikan sampai ke audience.

Baper itu tidak apa-apa kok, yang penting kamu bisa membawa diri mana kondisi yang butuh baper, mana yang tidak, tapi ingat si baper ini jangan dikit-dikit dibawa soalnya nanti gara-gara baper hal yang seharusnya merupakan candaan, malah kalian anggap serius nanti bisa-bisa menjadi masalah.

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon