Minggu, 27 September 2015

4 Kecerewetan Orang Tua Kepada Anaknya


Image Courtesy of Stockimages at http://freedigitalphotos.net
Orang tua adalah 2 orang hebat yang bisa menjadi apapun untuk anak-anaknya, mereka bisa menjadi power ranger yang siap melindungi anaknya dari marabahaya, mereka bisa menjadi malaikat yang selalu mengasihi anaknya dengan sangat lembut, mereka bisa menjadi seorang pemimpin yang siap untuk memimpin anaknya, bahkan mereka bisa menjadi guru yang siap untuk mengajari anaknya. mereka adalah seorang yang rela melakukan apapun hanya demi seutai senyuman tersirat di wajah anaknya.

Tentu kita sebagai anak selalu mendambakan orang tua yang hebat, namun tak sedikit anak yang hanya melihat kehebatan orang tuanya hanya sekedar dari sisi materi. Kebanyakan dari anak hanya menuntut apa yang bisa diberikan oleh orang tua kepada kita, tetapi kita tak pernah sadar bahwa orang tua kita tidak pernah menuntut apapun dari kita. Mereka tidak pernah meminta uang yang kita dapatkan, yang mereka inginkan hanyalah kita dapat mendapatkan apa yang menjadi mimpi kita.

Namun pernahkah anda sebagai anak merasa memiliki orang tua yang sangat cerewet dalam membesarkan kita, berikut kecerewetan yang kebanyakan orang tua lakukan kepada anaknya:

1.  Selalu bertanya ketika kita main keluar
Mereka orang tua akan selalu bertanya kepada anaknya ketika kita hendak main keluar, pertanyaan yang sering mereka lontarkan adalah “Mau pergi kemana, sama siapa, pulang jam berapa, mau ngapain disana? Dan pertanyaan lainnya yang membuat kita bosan untuk menjawabnya.

2. Mereka selalu memarahi kita
Anak dimarahin orang tua adalah hal biasa yang sering dilakukan oleh orang tua, bahkan tak jarang anak yang sudah besar sekalipun masih merasakan marahnya orang tua, mereka orang tua marah kepada anaknya akibat dari segala hal, mulai dari masalah sepele yang tidak melaksakan tugas rumah, telat makan, telat pulang hingga masalah serius yang memang kita patut untuk mendapatkan amarah mereka. Kita sebagai anak pasti sering mendumel tentang marahan mereka yang tidak habis-habisnya.

3. Mereka yang selalu membandingkan anaknya dengan anak orang lain
Ketika kamu beranjak dewasa mereka akan lebih sering membandingkan kamu dengan anak orang lain. Hal yang paling tidak enak untuk dibandingkan adalah ketika sifatmu tidak lebih baik bila dibandingkan dengan anak tetangga, dan ketika kesuksesanmu yang harus melewati jalan yang panjang, tidak seperti anak tetangga yang sudah mampu menghidupi diri sendiri.

4. Mereka sering mengirimkan sms dan telpon kepadamu
Mungkin kebanyakan anak yang bekerja di luar kota atau kuliah diluar kota akan sering mengalami hal dimana orang tua selalu sms atau telpon hampir tiap hari yang membuat kebanyakan anak males untuk membalasnya, anaknya mungkin membalasnya dengan kata-kata yang mampu menghentikan aksi orang tua mereka dengan kalimat “Maaf mah/pah, aku sibuk banget hari ini”.
Namun pernahkah kita sadar bahwa
5. Mereka melakukan itu semua hanya demi dirimu
Kita sebagai anak mungkin lelah dengan apa yang orang tua kita lakukan, karena kita tak pernah sadar bahwa orang tua melakukan itu semua hanya untuk anaknya semata. Memang orang tua memiliki cara mereka masing-masing dalam mendidik anaknya, tak banyak juga kita mengira bahwa apa yang kecerewetan orang tua lakukan merupakan hal yang salah, tak jarang juga kita sering memarahi orang tua kita karena kecerewetannya.

Akan tetapi mengertilah akan hal ini, orang tua bertanya kepada kita ketika main keluar karena mereka tidak mau sesuatu terjadi pada kita, mereka juga tidak mau kita bermain dengan orang yang salah yang bisa membuatmu kesusahan.

Orang tua yang selalu memarahi kita sebenarnya tak lain adalah ingin membuat dirikita menjadi orang yang disiplin, orang yang mampu menjadi anak yang benar dan sukses ketika dewasa kelak.

Orang tua yang membandingkan anaknya dengan orang lain, mereka sebenarnya tak mau melakukan hal itu, yang mereka lakukan hanyalah untuk membuat dirimu mengintropeksi diri dan lebih berusaha dengan apa yang menjadi masa depanmu, karena mereka sadar bahwa umur mereka yang tak lagi panjang, mereka takut akan pergi tanpa melihat kesuksesan dirimu, karena mereka tidak akan pergi dengan rasa tenang jika kita belum mampu mengurusi diri kita sendiri.

Mereka orang tua yang selalu mengirimkan sms kepadamu, yang mereka lakukan hanyalah sms bukan sesuatu yang menyulitkan diri kita, mereka hanya kangen dengan diri kita, dengan keadaan kita, memang kita selalu sibuk dengan apa yang menyibukkan kita, namun apakah pantas bila kita lebih mementingkan kesibukan kita bila dibandingkan dengan orang tua? orang tua adalah 2 orang yang rela menyibukkan diri hanya untuk mengasuh anaknya, mereka rela kerja banting tulang hanya untuk mencari sesuap nasi, dan memberikan apa yang kita mau, mereka rela bangun malam hanya untuk mendoakan kesuksesan anaknya, mereka rela berdiri tegap hanya untuk mendengar tangisan kita ketika kita dirundung masalah ketika orang lain pergi.

Bukankah semua orang tua begitu? kita sebagai anak tidak akan pernah bisa membalas apa yang telah orang tua kita beri. Sadarlah bahwa hidup ini sesaat hanya 2 kemungkinan yang dapat terjadi kita meninggalkan mereka duluan atau mereka meninggalkan kita, berikanlah apa yang bisa kau berikan untuk senyuman mereka sebelum semuanya terlambat.


lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon