Kamis, 17 September 2015

Sahabat

aku tidak menyangka semua ini terjadi hingga saat ini, berawal dari sebuah SMP yang mempertemukan aku kepada 2 perempuan yang aku benci pada saat itu nama mereka adalah atul dan tiwi, mereka layaknya seperti sang ratu yang menjadi penguasa di kelas yang bertindak seenaknya, yah itulah mereka namun ikatan kami semakin kuat dan kuat hingga akhirnya kami naik ke kelas 8 yang mempertemukan aku kepada 3 orang pria dan 2 orang perempuan lainnya yaitu awi, reza, rhian, dwi dan agnes. Pada saat itu aku duduk paling belakang bersama dengan  orang-orang yang selalu membully aku setiap paginya, yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dengan semua itu. Namun aku sering melihat bangku yang paling depan dimana mereka (rian, awi, reza, dan ade)  duduk dan bercanda betapa asyiknya, dan aku hanya bisa melihat dari belakang.

Kekacauan demi kekacauan yang teman sebangkuku lakukan, membuat aku untuk berpindah bangku bersama perempuan namun aku cukup senang karena posisiku dekat dengan mereka (rian, awi, reza, dan ade)  sehingga memberi kesempatan untuk menjalin hubungan teman baik. Yah dan aku berhasil akan hal itu. Kami menyebut diri kami sebagai 5 serangkai, yah bersama dengan almarhum ADE yang pergi meninggalkan kita semua, dan kami bermain bersama hingga kelas 9 bersama dengan anak lainnya yang berjumlah cukup banyak, kami mempunyai 1 tempat dimana kita sering kumpul yaitu tempat IBU, yah dia bagaikan ibu ketiga kami setelah IBU dan GURU, dimana beliau selalu memberikan amanat kepada kami.

Waktu pun berjalan dan hingga akhirnya kami terpisahkan oleh masa SMA. Yah hal itu membuat kami vacuum selama 3 tahun, aku dengan awi melanjutkan studi di SMK yang sama namun aku jarang sekali bertemu dan ngobrol dengannya karena perbedaan jurusan yang kami ambil, yah pada saat itu dia mengambil jurusan listrik sedangkan aku komputer jaringan. Aku selama di SMK sangat senang sekali karena jaman SMK ternyata lebih baik dari jaman SMP, aku memiliki keluarga besar yang memiliki tingkat kesolidaritasan yang cukup kuat, cukup banyak teman yang aku anggap baik dikelas itu bahkan hampir semuanya. Kami menghabiskan tiap harinya dengan bercanda bersama, mencontek bersama, dan belajar bersama, hal itu yang membuatku sangat menikmati kegiatan belajar bersama mereka. 3 tahun sudah waktu berjalan dimana kami semua harus melanjutkan  kehidupan yang lebih tinggi lagi. Yah aku memutuskan untuk lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi, sedangkan 12 teman pria dikelasku lanjut untuk bekerja di perusahaan yang baru dibangun yang membuat aku cukup menyesal karena aku gagal dalam tes yang diadakan oleh perusahaan tersebut.

Masa SMK ku telah kutanggalkan, dan semua teman-temanku  memilih jalan masing-masing, yah kami masih berhubungan hanya lewat BBM dan bahkan berjumpa sua setahun sekali, namun itu tidak apa-apa karena setidaknya kami dapat tetap berkomunikasi. Momentku dalam mencari tempat kuliah cukup panjang karena backgroundku tidak sesuai dengan jurusan yang ingin aku ambil dikuliah nanti. Aku berusaha dalam SNMPTN, SBMPTN, hingga PMB namun semua itu nihil, hampir aku putus asa, karena tujuanku yaitu kuliah di PT negeri yang dekat dengan rumah, namun rencanaku tidak berjalan sesuai rencana. Dan hingga akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tes mandiri di UNNES (salah satu PT negeri di Semarang) dan akhirnya aku lolos untuk masuk ke PT tersebut.

Hari demi hari aku kuliah disana dan menyempatkan pulang kerumah setiap liburan semester, hingga akhirnya pada suatu tanggal aku berjumpa dengan teman SMPku untuk main bersama yang total kami adalah 8 (rhian, awi, reza, aku, tiwi, dwi, agnes, dan atul). Kami memutuskan untuk pergi makan bersama, dan kami cukup senang menikmati makan serta obrolan flashback kami ke masa lalu hingga akhirnya kami menyebut diri kami sebagai 84C, dengan motto “HANYA KALIAN, CUKUP KALIAN, TAK PERLU BERTAMBAH, HANYA JANGAN BERKURANG” motto ini yang digagas oleh awi yang selalu kami pegang. :D kami selalu menghabiskan waktu bersama-sama yah walaupun aku dan tiwi jarang ikut kumpul dan kongkow bareng karena tempat kuliah kami yang jauh dari mereka. Namun kami selalu berjumpa sua setiap aku dan tiwi pulang karena liburan semester. Hingga akhirnya hal itu berubah karena beberapa dari kami sudah mulai sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, R yang diterima kerja di salah satu perusahaan setelah dia lulus dari pendidikan D1nya membuat dia sibuk dan jarang bertemu dengan kita, dan A yang mulai sibuk dengan kegiatan kuliahnya. Aku hanya bisa melihat dan mendengar kabar mereka dari jauh, cukup sedih aku dibuatnya mendengar bahwa mereka sudah mulai sibuk dengan urusannya masing-masing, but i think its okay since they dont forget about our friendship, karena begitulah hidup, teman yang selalu bersama akan selalu ada dihati namun tidak akan selamanya bersama kita.


Akhirnya aku menyelesaikan pendidikan kuliahku dan aku kembali menuju kota tercinta yaitu cilegon, yah rumah terasa lebih sepi karena ibuku yang pergi meninggalkan diri kami untuk selamanya. Hariku dirumah kumulai dengan membantu kegiatan rumah dan sibuk dengan kegiatan dalam mencari kerja serta sibuk dengan acara pernikahan kakakku yang tidak lama lagi, tak lupa pula kumpul dengan sahabat 84C walaupun tidak lengkap namun cukup untuk sebagai pelepas rasa stress. Hingga akhirnya aku mendengar kabar bahwa dwi akan pindah ke surabaya karena keluarga dia memutuskan untuk pindah kesana, sontak hal ini membuatku terkejut karena aku baru pulang ke cilegon, dan hanya merekalah temanku yang paling dekat denganku hingga saat ini, semua pasti akan terasa berbeda saat dia pergi karena bagiku dwi merupakan semangat kami, pada saat kami memiliki rencana baik saat pemberian kado atau acara pergi bareng, dia yang selalu semangat. Dwi berangkat pada tanggal 6 agustus dan menyesalnya saya karena saya tidak sempat untuk mengantar karena pada hari itu ada tes kerja di sebuah perusahaan. Tapi sekarang aku sadar walaupun kami sudah jarang bertemu dengannya tapi hal itu tidak membuat kami lupa dengan kenangan yang ada yah selama masih ada komunikasi antara kita.

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon