Sabtu, 17 Oktober 2015

Sebuah Bukti Ditemukan Bahwa Minyak Bumi Merupakan Sumber Alam Terbarukan

Bertemu lagi dengan saya Bayu Kurniawan Admin wowcang.com yang selalu kece badai dan selalu membuat artikel setiap paginya guna info untuk pengunjung blog wowcang.com yang setia.


Masih berkutat dengan artikel mengenai produk minyak bumi nih! Artikel kali ini yang akan saya buat yaitu sesuai janji dalam artikel kemarin, mengenai 3 teori yang menerangkan masing-masing hipotesisnya tentang pembentukan minyak bumi.


1. Teori Lomonosov (Teori Biogenik)
Selama ini yang kita tahu tentang pembentukan minyak bumi adalah minyak mentah yang terbuat dari bahan-bahan fosil makhluk hidup yang terkubur bersama dalam batuan dengan suhu, waktu, dan tekanan tertentu akan mengubah zat fosil makhluk hidup ini menjadi minyak mentah atau yang kita kenal dengan nama umum yaitu minyak bumi, sehingga kita telah terbangun sebuah pesimistis atau paradigma bahwa minyak bumi ini terbentuk secara lambat dan akan habis bila penggunaan minyak bumi telah mencapai batasnya. Teori ini dikenal dengan Teori Biogenetik dan merupakan teori yang dikemukakan oleh ilmuan tersohor asal Rusia tahun 1757 bapak Lomonosov. Dikatakan menurut National Georaphic minyak bumi akan habis 42 tahun lagi ditinjau dari cadangan minyak bumi sebesar kurang lebih 1,2 trilliun barrel.

Akan tetapi tahukah bahwa teori ini mulai diragukan oleh beberapa ilmuan di Dunia! Mengapa? Pada abad ke-19, untuk pertama kalinya teori bapak Lomonosov ditolak oleh seorang naturalis dan geolog Jerman Alexander vo Humboldt dan ahli kimia termodinamika Prancis, Louis Joseph Gay-Lussac. Mereka mengeluarkan sebuah dalil hipotesa bahwa minyak bumi merupakan materi primordial atau purba yang memancar dari tempat yang sangat dalam, dan tak ada hubungan dengan materi biologis.

2. Teori Abiogenik
Seorang ahli kimia Prancis, Marcellin Berthelot melakukan percobaan pertama guna membuktikan bahwa minyak bumi dapat dihasilkan dengan melarutkan logam baja dengan asam kuat tanpa melibatkan proses biologis.

Pada tahun 1951, dalam sebuah kongres geologi minyak bumi, geolog asal Rusia bernama Nikholai A. Kudryavtsev mengajukan sebuah teori abiogenik atau abiotik setelah menganalisis bahwa hipotesis Lomonosov terbukti diragukan. Dia dengan dukungan ilmuwan barat terkenal seperti Thomas Gold dan Dr. F. Kenney bersama dengan ilmuwan Rusia lainnya telah berhasil menciptakan sebuah reaktor dan sekaligus membuktikan bahwa minyak bumi bisa dihasilkan dari kalsium karbonat dan oksida besi, dua senyawa yang melimpah dikerak bumi. Sulit untuk dipercaya bukan? namun itulah yang terjadi.

Para peneliti dari Royal Institute Technology di Stockholm, Swedia. Berhasil membuktikan bahwa zat fosil makhluk hidup tidak diperlukan untuk menghasilkan minyak mentah. Bersama dengan Koleganya, Vladimir Kutcherov, sang professor yang memimpin riset, telah melakukan suatu simulasi yang melibatkan tekanan dan panas yang terjadi secara alami dalam lapisan bumi, proses ini menghasilkan senyawa hidrokarbon yang dimana merupakan komponen utama dari minyak dan gas alam serta mengindikasikan bahwa pasokan minyak bumi tidak akan habis.

Tim Kutcherov mampu membuktikan bahwa hidrokarbon dapat dibuat dari air, kalsium karbonat dan zat besi melalui proses yang disebut Fischer-Tropsch sebuah reaksi kimia yang mengubah campuran karbonmonoksida dan hidrogen menjadi hidrokarbon cair dan telah dipatenkan pada tahun 1920 yang kemudian digunakan selama Perang Dunia II oleh Jerman dan Jepang. Proses ini telah menjadi dasar sebagai bahan bakar jet yang dibuat dari air di AS seperti yang dilaporkan dalam majalah wired (09/09/09).

Teori bahwa minyak bumi terbentuk dari zat abiotik dikuatkan kembali oleh kejadian alam dimana di Pulau Eugene yang merupakan ladang minyak di teluk mexico yang produksinya telah terjadi penurunan dari kapasitas produksi 15.000 barel perhari pada tahun 1973 dan turun produksi menjadi 4000 barel perhari pada tahun 1989 akibat cadangan minyak yang semakin berkurang. Namun tanpa alasan yang logis, ladang minyak ini secara tiba-tiba meningkat kembali menjadi 13.000 barel. Dan taksiran cadangan menjadi 60-400 juta barel. Unbelievable!

3. Teori Duplex
Sumber minyak dari suatu kedalaman di Pulau Eugene sangat mendukung teori Thomas Gold (cikal bakal Teori Duplex) yang ditulis dalam sebuah buku berjudul “The Deep Hot Biosphere”. Bapak Gold menetapkan “bahwa minyak bumi merupakan hasil dari aliran Primordial terbarukan yang secara terus-menerus diproduksi oleh Bumi dalam kondisi panas dan tekanan yang luar biasa. Ketika zat ini bermigrasi menuju permukaan, zat ini diserbu oleh bakteri yang menjadikan minyak bumi tampak seperti memiliki unsur organik dari zaman dinosaurus”.

4. Pertanyaan yang muncul
Mungkin semua yang kita percaya tentang minyak bumi sebagai bahan yang tak terbarukan telah dipatahkan dengan teori dan bukti yang ada. Pertanyaan pertama yang muncul dibenak adalah mengapa perbedaan teori seperti ini bisa terjadi? Jawaban ialah mungkin pada tahun dimana Lomonosov mengeluarkan hipotesisnya tentang pembentukan minyak bumi hanya berdasar pada 1 faktor yaitu susunan senyawa biotik yang terkandung dalam minyak bumi. Sehingga dia menyimpulkan bahwa minyak bumi merupakan minyak yang terbentuk dari zat fosil biotik makhluk hidup karena adanya unsur biotik yang terkandung dalam minyak bumi tersebut. Hal ini tentu sah saja dimana teknologi penelitian belum begitu berkembang pada zaman itu, sehingga ketika memasuki zaman Kudryavtsev dan Berthelot telah melakukan penelitian ulang dan membuktikan bahwa pembentukan minyak bumi tidak membutuhkan unsur biotik dalam prosesnya. Dan disempurnakan kembali dalam Teori Duplex dimana pembentukan minyak bumi terjadi karena senyawa abiotik dalam kerak bumi dan ketika keluar menuju permukaan diserbu oleh bakteri yang menjadikan minyak bumi tampak seperti memiliki unsur organik dari zaman dinosaurus (Jawaban menurut saya).

Lalu munculah pertanyaan kedua, jika minyak bumi memang terbentuk dalam bumi dan dapat dibuat dengan teknologi manusia seperti yang dilakukan oleh tim Kudryavtsev, tim Kutcherov dan Berthelot, mengapa kita tidak membuatnya sendiri? hal ini dapat dijawab ketika dilihat dari kondisi dana dan kepraktisan akan mengambil minyak bumi lebih mudah di ambil secara langsung dari alam ketimbang harus dibuat dengan proses kimia yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Lalu munculah pertanyaan ketiga, lalu untuk apa kita melakukan penelitian mengenai sumber alternatif pengganti minyak bumi bila minyak bumi merupakan zat yang dapat diperbarui? Tentu hal itu sangat dibutuhkan mengingat pemanfaatan minyak bumi terutama sebagai bahan bakar memiliki efek negatif bagi lingkungan. untuk itulah diperlukan suatu penelitian mengenai sumber energi alternatif yang hampir tidak memiliki efek negatif bagi lingkungan, karena sesungguhnya Bumi tercinta ini sudah semakin tua dan rapuh.

Lalu munculah pertanyaan ke-empat, apakah benar dan dapat dipercaya artikel yang saya baca ini? Untuk benar atau tidaknya saya tidak berhak untuk menjawabnya. Artikel yang saya buat merupakan sebuah rangkuman yang saya rangkum dari kumpulan-kumpulan artikel terkait.

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

2 komentar

semoga saja hal-hal seperti ini bisa diurusi sendiri oleh indonesia tanpa campur tangan orang asing

amin.... pertamina sudah memproses minyak buminya secara langsung kok gan, yah walaupun sumber minyak di negara ini masih ada saja yang di eksploitasi sama negara lain.

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon