Selasa, 03 November 2015

Apa sih Grogi Itu? Bagaimana Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Hi kalian Mahasiswa Indonesia?

Wowcang mau bertanya nih, selama kalian jadi mahasiswa pernah tidak merasakan perasaan gemeteran, grogi, takut, kuping berdengung, atau mik bergoyang pada saat bicara didepan umum? Kalian mahasiswa tentunya selama hidup dari zaman SD sampai dengan Kuliah pasti pernah dong merasakan perasaan grogi!

Takut, via pixabay.com
Tapi tahu tidak kenapa orang bisa grogi? Sebenarnya grogi ini muncul akibat dari penilaian seseorang terhadap sesuatu, orang yang grogi diakibatkan karena dia menilai sesuatu yang didepannya dengan hal-hal yang negatif seperti rasa takut sehingga mengakibatkan otak merespon bahwa hal tersebut adalah suatu yang menakutkan.

Sedangkan, Ketika anda berbalik menilai sesuatu dengan pikiran yang menyenangkan atau hal positif maka otak akan merespon bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang menyenangkan.

Seperti contoh, dulu pada saat kalian pertama kali melakukan presentasi didepan kelas mungkin yang kalian rasakan adalah perasaan takut, grogi yang membuat kamu gemeteran dan bicara blepotan, namun seiring dengan seringnya kamu melakukan aksi presentasi ini maka kamu akan terbiasa, karena kamu telah terbiasa menilai hal presentasi ini sebagai hal yang biasa sehingga otak akan merespon hal presentasi merupakan sesuatu yang biasa.

Ketika kamu lanjutkan dengan masuk kedalam sebuah perkumpulan atau organisasi untuk pertama kalinya dan hendak memberikan sebuah pendapat, kamu juga mungkin akan merasakan grogi walaupun kamu sudah terbiasa untuk presentasi didepan kelas, karena bagi kamu memberikan pendapat merupakan pengalaman pertama bagi kamu untuk bicara di depan orang yang tak dikenal.


Sejatinya perasaan grogi ini tidak akan pernah hilang dalam diri manusia dan akan selalu muncul ketika level tempat anda berdiri semakin tinggi, seperti contoh. Mungkin anda sudah terbiasa untuk bicara didepan kelas, dan di depan sekolah, namun ketika anda dapat sebuah kesempatan untuk bicara didepan pak walikota, perasaan grogi bisa saja muncul.

Masalah grogi merupakan masalah umum bagi seluruh manusia terutama pelajar khususnya mahasiswa karena masih minimnya pengalaman.

Lalu bagaimana dengan teman saya yang mampu bicara di depan publik dengan mudahnya? Yah karena teman kamu sudah terbiasa melakukannya, dia sering melakukan pembicaraan secara publik sehingga membuat dia lebih santai dalam bicara. Coba kamu tanyakan ke temanmu tentang pertama kali pas dia bicara didepan umum, apa yang dia rasakan? Pasti dia jawab yah rasa grogi yang dirasakan.

Oleh sebab itu menaklukan sebuah perasaan grogi merupakan sebuah keterampilan yang tidak dapat muncul secara seketika, perlu adanya sebuah proses untuk berlatih dan berlatih agar perasaan grogi tidak sering muncul ketika kamu melakukan “Public Speaking”. Dalam menaklukkan rasa grogi perlu jam terbang dan proses yang tidak sebentar, bahkan seorang yang sudah berpengalaman saja, terkadang masih merasakan kurang pede dan grogi ketika menghadapi suatu yang baru dengan level yang tinggi.

Lalu apa yang menyebabkan perasaan grogi muncul? Dibawah ini merupakan penyebab dari perasaan grogi muncul

1. Kurang Persiapan Mengenai Materi yang Akan Dibicarakan
Sama halnya ketika kamu hendak presentasi didepan kelas, kamu pasti takut karena materi yang akan dipresentasikan belum siap atau bahkan ppt nya belum jadi yang mengakibatkan kamu takut jika mendapatkan nilai jelek dari dosenmu, nah rasa takut ini akan divisualisasikan oleh otak dengan rasa gemeteran, sulit bicara, dan keluarnya keringat dingin.

2. Kamu Merupakan Seorang yang Selalu Berprasangka Negatif Terhadap Segala Sesuatu
“Orang-orang yang melihat merupakan orang yang berpengalaman, sedangkan saya bukan apa-apa” 
“Ketika orang melihat diri saya, saya takut mereka berpikir yang tidak-tidak” 
“Ketika saya bicara, saya takut salah dan diteriaki Huuu oleh penonton” 
“Ketika saya memberikan pendapat, saya takut tidak didengar” 
“Ketika saya mau untuk melakukan sesuatu, saya takut tidak bisa” 
“Ketika saya mau bergaul, saya takut jika mereka tidak suka saya” 
“Saya malu jika apa yang saya bicarakan tidak menarik untuk didengar”
Pikiran-pikiran seperti itulah yang membuat rasa grogi muncul, sekali lagi diingatkan bahwa grogi ini akan muncul seiring dengan berpikirnya negatif kamu terhadap sesuatu.

3. Pernah Punya Kenangan buruk tentang Bicara di Depan Umum
Karena kamu pernah mengalami hal yang buruk, kamu jadi takut untuk mencobanya kembali karena kamu takut mengulang kesalahan yang sama. kenangan buruk seharusnya dibiarkan menjadi kenangan dan pelajaran dan tidak perlu dikaitkan dengan apa yang terjadi sekarang. Kan sudah dibilang bahwa menghilangkan grogi merupakan sebuah keterampilan yang tidak dapat datang secara seketika, perlu adanya sebuah proses yang harus dilalui.
Ada seorang yang bilang bahwa sifat Grogi saya ini keturunan dari orang tua saya dulu
Bukan!! kata siapa sifat grogi itu keturunan? Sifat grogi itu bukan keturunan dari seseorang, melainkan sifat grogi itu muncul akibat dari persepsi orang. Persepsi pada setiap orang berbeda-beda dan akan berubah seiring dengan pengalaman lingkungan yang pernah terjadi pada dirinya.

Lalu bagaimana dengan menghilangkan sifat grogi dalam diri saya?

Berikut adalah tips yang bisa dicoba bagi kamu mahasiswa yang masih mengalami kesulita untuk menyampaikan pendapat didepan umum.

1. Ubahlah Persepsi Kamu!
Persepsi merupakan hasil dari penyusunan, pengenalan, dan penafsiran informasi guna memberikan gambaran atau pemahaman tentang lingkungan (Schacter, Daniel. 2011, “Psychology” Worth Publishers).

Apa yang kamu pikirkan sebaiknya dipikirkan secara positif. Karena kamu sudah besar tentu sudah bisa membedakan mana yang tergolong positif dan negatif. Jangan sampai kamu menggolongkan bahwa “Public Speaking” merupakan sesuatu hal yang negatif karena itu salah, padahal “Public Speaking” merupakan salah satu cara agar kamu bisa menghilangkan rasa grogi.

2. Bicara Pada Diri Sendiri
Seperti orang gila yah? Tidak berbicara pada diri sendiri merupakan cara yang terbaik untuk memotivasi diri.

3. Yakinkan diri Kamu, Bahwa “Saya Bisa”
Karena menurut pakar komunikasi Ahmad Zaenuddin Hanan. Kata “Saya Bisa” mampu membuat stimulasi saraf otak berkembang bila dibandingkan dengan kata “Saya Tidak Takut” atau “Jangan Takut. Karena kedua kata ini meupakan Killing Words yang membingungkan ketika ditransfer ke alam bawah sadar.

4. Jangan Terlalu Berharap dan Harus Siap Menerima Kenyataan Sepahit Apapun Rasanya
Tidak bisa dipungkiri bahwa hasil dari berbicara didepan umum memiliki dua kemungkinan. Pertama kemungkinan untuk diapresiasi dari seseorang dan kedua, kemungkinan untuk dkritik secara halus ataupun kasar. Kamu sebagai pembicara tidak perlu kahwatir bila yang didapat adalah sebuah kritik yang tajam.

Karena melalui kritik kamu akan tahu mana yang perlu untuk diperbaiki, jangan malah setelah dikritik kamu jadi enggan untuk berbicara didepan umum.

5. Berlatih dan Berlatih
Berlatih dan terus berlatih jika ada kesempatan, berlatih tidak harus dimulai dengan berpidato di depan umum, tapi kamu bisa mulai dengan berbicara didepan cermin, berbicara menyampaikan pendapat di sebuah organisasi dirumah ataupun di tempat perkuliahan. Karena dengan berbicara kamu mendapatkan suatu pengalaman yang nyata bila dibandingkan dengan sekedar membaca buku mengenai tips cara menaklukkan rasa grogi.

6. Buatlah Catatan Tentang Apa yang Ingin Disampaikan

Menyiapkan kertas kecil yang berisi tentang pokok-pokok apa yang ingin disampaikan akan membuat kamu lebih siap dalam menyampaikan kata-kata sehingga lebih tersusun, atau kamu juga bisa menuliskan secara detail tentang apa yang mau dibicarakan, hanya saja cara ini tidak efektif karena kamu akan selalu menjaga pandanganmu terpaut pada kertas yang dipersiapkan. Karena penting untuk menjaga Eye Contact kepada penonton.

7. Harus Siap Malu
Yang dimaksud buka malu-maluin, tetapi lebih ke peningkatan bahwa kamu bisa melakukannya, jangan habiskan waktu berbicaramu untuk berpikir bagus-tidak, mutu-tidak, benar-salah karena itu belum menjadi yang terpenting. Yang terpenting adalah apa yang kamu ingin sampaikan telah tersampaikan semua. baru setelah masa bicaramu selesai dan turun dari podium kamu bisa ngobrol dan meminta kritik, saran kepada orang yang berpengalaman.

8. Jangan Lupa Senyum Sehat.

Senyum merupakan terapi terbaik bagi diri, karena melalui senyum dapat membuat lebih rileks, lepas, dan nyaman. Dengan senyum juga akan memberikan respon positif bagi saraf otak sehingga ketegangan dapat berkurang.

9. Sebelum Berbicara, Latihan Dulu di Rumah
Ada baiknya dirumah sebelum presentasi bisa latihan dahulu didepan kaca, ini tentu akan membuat dirimu sadar bahwa ternyata didepan ketika saya bicara, saya biasa saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Teruskan persepsi ini hingga ketika anda bicara didepan.
Latihan juga akan membuat diri kamu lebih siap.

10. Bagunlah Kepercayaan Diri Anda
Percaya diri ini bukan sifat yah! Karena menurut Bapak Mario Teguh Percaya Diri adalah kemampuan seseorang untuk mampu percaya terhadap dirinya sendiri, jika kamu tidak bisa membangun kepercayaan terhadap dirimu sendiri, bagaimana kamu bisa membangun kepercayaan orang lain terhadap diri kamu. Tentu tidak bisa bukan?

Membangun percaya diri juga merupakan proses dalam mengenali diri kamu secara dalam. Oleh sebab itu mulai sekarang kenalilah diri kamu sebelum berkenalan dengan orang lain.

11. Dengan Kebiasaan Menulis
Menurut Waidi (Motivator) dalam situs Blog resminya darta-pintar. menulis juga mampu mengatasi Grogi dalam diri. menulis bentuknya bisa apa saja baik artikel, cerita, pengalaman, diary. Karena dengan menulis merupakan cara efektif untuk membangun “bangunan logika”, sebuah bangunan yang masuk akal. Bila anda sudah terbiasa menulis tentang topic-topic yang masuk akal, akan memudahkan kamu pada saat bicara.


Demikian merupakan diskusi singkat mengenai Grogi, Penyebab Grogi, dan Cara Penakluk Grogi. Untuk selalu diingat bahwa berbicara merupakan sebuah keterampilan yang membutuhkan proses untuk menjadi pembicara yang tidak grogi. Jadi sering-seringlah anda berproses karena dengan proses kamu akan mampu menaklukkan rasa grogi. 

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

2 komentar

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon