Selasa, 17 November 2015

Ketika Mencari Pekerjaan Harus D3

Kalian pasti bingung, bertanya-tanya dan berkerut jidat apa maksud dari judul yang diatas.

Bahkan kalian mulai menebak-nebak apa maksudnya! Bukan! bukan itu yang wowcang maksud dalam judul diatas.

Awalnya wowcang pun tidak berniat untuk menulis artikel ini, sempat bingung dan tidak percaya namun seringkali singkatan diatas kerap muncul di laman grup FB yang wowcang gabung. Sangking banyaknya orang yang menulis pernyataan tersebut maka wowcang tertarik untuk menulisnya menjadi sebuah artikel di situs wowcang.com

Kata D3 bukanlah degree yang biasa kalian jumpai di sistem perkuliahan, kata D3 disini merupakan sebuah kata yang mewakili arti dari 3 kata. Kata D3 merujuk suatu singkatan dari (Dulur, Duit, dan Deket). Mungkin kalian sudah mulai terbayang apa maksudnya.

Yah benar, artikel ini memiliki jalan yang sepandang dengan pikiran anda!

kata Dulur, Duit, dan Deket memiliki arti sendiri-sendiri. Duit dapat diartikan sebagai sesuatu yang berbentuk moril, Dulur memiliki arti sebagai sebuah hubungan spesial yang terjalin baik dalam sebuah keluarga, sedangkan deket maksudnya adalah sesuatu yang berhubungan dengan relasi dalam suatu komunitas.

Kata D3 sering dilontarkan oleh para pencari kerja, entah karena fakta atau mereka mulai lelah ditolak perusahaan sana-sini. Namun apapun alasannya tetap tidak bisa dipungkiri bahwa praktek D3 memang benar adanya.

Memang jika dirasakan, kadang kehidupan tak adil. Dimana dia yang memiliki uang pasti berkuasa, yah begitulah fenomena hidup mencari kerja di kehidupan yang dimana uang telah menjadil tujuan utama. Memang tidak bisa dikilahkan juga bahwa kita hidup memang butuh uang, kita mau selamat dunia harus butuh uang. Tapi haruskah begini caranya?

Sungguh ironis ketika mengetahui yang terbaik bukanlah lagi yang terbaik, memang semua rezeki sudah ada yang mengatur tapi pikiran ini yang bisa membuat kita semakin terjerumus untuk menuju kepasrahan, padahal rezeki tak akan datang jika kita tak menjempuntnya.

Mengenai praktek D3, wowcang beranggapan jika praktek “Dekat” sangat penting untuk dibangun, praktek dekat masih dalam jalur kebenaran dan tidak salah untuk dilakukan. Karena faktanya jalan terbaik untuk mendapatkan pekerjaan secara cepat dan halal memang bersumber dari hubungan relasi, akan tetapi ada yang harus anda korbankan. Apa itu? keterpaksaan atas status ekonomi memaksa diri kamu untuk mendapatkan pekerjaan secara cepat dengan mengorbankan kerja sesuai minat kamu. Memang perkataan wowcang diatas sangat tidak realistis, tapi masih nyata untuk dilakukan. Kamu boleh saja berkilah mengenai “kerja sesuai minta sangat mustahil untuk dilakukan saat-saat ini” namun itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Sedangkan, untuk praktek “Duit” dan “Dulur”, jika boleh jujur praktek seperti inilah yang membuat wowcang geram, mungkin kalian pun akan berpikir demikian. Kadang kalanya kita harus terkorbankan akibat dari praktek semacam ini, prektek seperti inilah yang semakin membutakan mata manusia, padahal jika diingat bahwa kerja harus berlandaskan pada profesionalitas, namun yang dirasakan adalah sumber awalnya yang tidak profesional. Apakah harus seperti ini? Bukankah negara ini telah menganut sistem non KKN?

Lalu bagaimana dengan saya yang tidak memiliki unsur D3? Apa saya harus menganggur selamanya?

Tidak, Tentu Tidak. Tidak semua perusahaan bersifat seperti itu. Masih banyak praktek rekruitmen tenaga kerja diluar sana yang masih berlandaskan kejujuran. Lagipula hasil mencari kerja melalui tahap inilah yang sangat terasa dihati, karena diri kita sendirilah yang telah berusaha untuk menjemputnya, sebuah pencapaian yang cukup untuk dibanggakan. Memang kadang hidup tidak sejalan seperti apa yang diharapkan, namun dengan adanya secercah semangat dalam diri tentu itu sudah lebih dari cukup untuk keluar dari keterpurukan. Berusahalah sekuat mungkin selagi bisa berusaha, dan selalu ingat bahwa “cahaya akan selalu muncul bahkan di langit gelap sekalipun”.

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon