Senin, 11 Januari 2016

Tips Dalam Menghadapi Wawancara Kerja

4 hari berlalu tanpa ngeblog seperti layaknya sayur tanpa garam, hidup terasa lebih hambar. Heheh. Dikarenakan ada tugas negara yang harus diemban selama 4 hari, mengharuskan sang admin untuk meninggalkan dunia perblog’an selama 4 hari. Alhamdulillah tugas sudah selesai, dan bisa kembali ke aktivitas biasanya.

Setelah mengumpulkan data, dengan ini wowcang ingin menyampaikan sebuah artikel mengenai Tips seputar menghadapi wawancara kerja. Bersama dengan Bapak Iwan selaku  karyawan departemen HRD di sebuah perusahaan gabungan baja Indonesia-Korea, beliau menyampaikan tips teruntuk kaum muda baik lulusan SMK maupun fresh graduated dalam menghadapi tes wawancara kerja.

Tes wawancara merupakan salah satu dari serangkaian tes yang dilakukan dalam seleksi karyawan baru, Serangkaian tesnya antara lain ; TPA (Tes Potensi Akademik), Psikotest, FGD (Focus Group Discussion), Interview HRD, Interview User, dan Tes Kesehatan. Itulah beberapa serangkaian tes umum yang hampir semua perusahaan lakukan, namun tidak menutup kemungkinan ada kebijakan tes lain di masing-masing perusahaan, karena beda perusahaan pasti beda metode.

Diantara serangkaian tes tersebut, ada tes yang cukup untuk mengadu mental yaitu tes wawancara. Bagi beberapa orang tes wawancara merupakan tes yang cukup menjadi momok, karena dalam tes ini ilmu dasar komunikasi akan digunakan.

Banyak calon karyawan gagal dalam tes ini. letak kesalahannya dimana? Tidak ada yang tahu, karena tes ini terjadi antara anda dengan tim pewawancara. Kita sebagai yang diwawancarai hanya bisa mencari referensi dan mempersiapkan segala sesuatunya agar berharap tes dapat berjalan dengan lancar. Walaupun demikian, tetap saja pertanyaan yang diberikan pada saat tes wawancara pasti diluar dugaan.

Sedikit cerita, admin sendiri telah melaksanakan hampir 7 kali tes wawancara, dan semuanya gagal. Haha bukan gagal melainkan belum berhasil.

Sempat terpikir sebenarnya jawaban apa yang dicari oleh pewawancara. Sepertinya sudah berusaha untuk menjawab sebenar-benarnya, namun hasil selalu berkata lain.

Tidak usah khawatir karena disini wowcang bersama Bapak Iwan akan memberikan tips kepada kalian dalam menghadapi tes wawancara.

Diperingatkan terlebih dahulu bahwa apa yang disampaikan bukanlah ilmu yang wajib diterapkan, karena semua kembali kepada apa yang anda yakini. Lakukan jika memang itu benar.
Sebelum beranjak lebih lanjut maka ada kalimat yang harus diyakini terlebih dahulu
“Sama seperti halnya kalian yang mencari tempat kerja terbaik, perusahaan pun demikian mencari kandidat yang terbaik dan cocok untuk pekerjaannya”
“Jawaban yang anda berikan kepada pewawancara tidak diukur salah atau benar, melainkan kurang tepat. Kecuali Interview User yang semua diukur salah atau benar”
Ada 2 tipe tes wawancara, yaitu tes wawancara HRD dan tes wawancara User, wowcang bilang Wawancara HRD adalah tes kepribadian, sedangkan Wawancara User adalah tes untuk mengukur kematangan ilmu dan aksi tepat anda.

Dalam wawancara HRD jawaban tidak selalu diukur salah atau benar, melainkan tepat atau tidaknya. Karena wawancara HRD dimaksudkan untuk mencari tahu bagaimana kepribadian anda, bagaimana pola pikir anda, dan lain sebagainya. Hal ini yang menyebabkan mengapa pertanyaan HRD selalu menjerumus tentang masalah atau keturutandilan anda kepada sekitar.

Berbeda dengan wawancara user yang selalu mengacu kepada pemahaman ilmu yang selama ini anda pelajari yang dikaitkan dengan kasus nyata.

Setidaknya inilah yang wowcang tahu selama mengikuti tes wawancara user dan HRD.

Bapak Iwan menambahkan bahwa jika anda belum lolos tes wawancara, hal ini bukan berarti bahwa anda gagal, melainkan pekerjaan yang harus diemban dirasakan belum cocok untuk anda.

Namun tetap ada hal yang harus diperhatikan pada saat wawancara kerja

Pada Saat Wawancara, Hal yang Pertama Harus Dibangun Adalah Kesan
Seperti kata pepatah “Tidak Ada Kesempatan Kedua Untuk Membangun Kesan yang Baik”. Dalam wawancara hal yang harus dibangun terlebih dahulu adalah kesan. Membuat pewawancara terkesan harus menjadi prioritas anda dalam wawancara, karena dengan cara ini pertimbangan anda untuk dapat diterima kerja menjadi lebih besar.

Selalu ingat bahwa hal yang paling diingat oleh kebanyakan orang adalah kesan yang dirasakan diawal perjumpaan. Ketika anda memulai suatu pertemuan dengan kesan yang baik, maka orang akan cenderung mengabaikan kesalahan yang mungkin anda buat dikemudian karena kesan positif yang telah terbangun sejak awal.

Berbeda ketika anda membuat kesan pertama yang buruk, maka orang akan cenderung ragu terhadap anda, tidak peduli apapun yang anda lakukan untuk meyakinkannya.

Itulah mengapa kesan pertama yang baik harus dibangun terlebih dahulu dalam wawancara.

Cara Terbaik Membangun Kesan Awal Bagaimana?
Caranya mudah dan simpel, anda bisa memulai dengan menggunakan pakaian yang sesuai dan formal pada saat tes wawancara kerja, menjaga kontak mata, bahasa tubuh yang tidak berlebihan, serta cara bicara yang sesuai dan menggunakan bahasa baku harus dilakukan demi terciptanya kesan yang positif.

Semua harus dimulai dengan memperhatikan hal yang kecil sekalipun agar dapat memberikan pengaruh yang besar. Pesan non verbal dalam komunikasi bisa disampaikan melalui berbagai cara. Untuk itu biasakan anda untuk tidak melakukan ini, sesaat ketika anda telah sampai di tempat tes wawancara.

Jika anda menggunakan jaket, maka anda bisa meninggalkan jaket tersebut di motor anda. Hindari menoleh ke kanan dan ke kiri secara cepat ketika anda sedang mencari pusat informasi atau registrasi. Pada saat anda duduk pastikan anda duduk secara tegak dengan pinggang menempel disandaran dan dagu yang tegak. Aturlah postur tubuh anda dengan baik dan tidak menampilkan gerak-gerik yang tidak keren.

Ketika anda sedang menunggu, maka hindarilah kebiasaan sibuk dengan handphone anda, sebaiknya isilah waktu luangmu dengan hal-hal baik seperti membaca buku motivasi atau buku pengembangan diri.

Pada saat tes wawancara hendak berlangsung, maka jabatlah tangan pewawancara dengan sedikit tenaga untuk menunjukkan bahwa anda antusias mengikuti tes ini. Pada saat berjabat tangan anda bisa menyondongkan badan sedikit ke depan untuk menunjukkan rasa hormat kepada pihak pewawancara.

Biasakan untuk tidak duduk jika belum diperkenankan untuk duduk, ditambah senyuman manis dapat meningkatkan rasa percaya diri anda.

Setidaknya itulah kurang lebih hal yang dapat anda lakukan untuk membangun kesan yang baik.

Hindari Menjawab Pertanyaan Dengan Jawaban yang Terlalu Umum
Bapak Iwan mengaku bahwa masih banyak orang yang menjawab pertanyaan yang diberikan pada saat wawancara dengan jawaban yang terlalu umum. Seperti contohnya ketika anda diminta untuk memperkenalkan diri kepada pihak pewawancara, masih ada orang yang menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan detail informasi diri seperti nama, umur, tanggal lahir, hobi, dan lain-lain yang menyangkut data personal.

Padahal maksud dari pihak pewawancara adalah anda memperkenalkan diri bagaimana diri anda yang sebenarnya, kelebihan anda, dan lain-lain. Itulah yang seharusnya anda ceritakan bukan data detail personal anda yang masih bisa dibaca sendiri oleh pewawancara di dokumen lamaran anda.

Contoh lainnya yaitu ketika anda ditanya rencana 5 tahun kedepan, kebanyakan orang akan menjawab tentang resolusi yang mereka rencanakan tanpa menjelaskan alasan dan bagaimana cara untuk mewujudkannya.

Wawancara itu Bukan Ajang Tempat Curhat atau Pengakuan Dosa
Ada orang bilang “Ceritain aja semuanya ketika tes wawancara biar bisa dilihat kalau kita jujur”. Jujur yah jujur tapi anda harus tetap menyaring mana yang pantas dibicarakan dan mana yang tidak. Pewawancara bukan teman yang bisa anda mintai pendapatnya. Jadi jika memang yang dibicarakan sudah menjerumus ke aib maka anda bisa menghentikannya dengan mengalihkan ketopik lain.

Tapi yang jelas pewawancara tidak akan bertanya tentang hal yang tidak-tidak, atau suatu hal yang bersifat privasi. Pewawancara akan selalu bertanya yang sekiranya dapat menggambarkan bagaimana anda di mata mereka. Jadi anda sendiri jangan sampai terbawa untuk bercerita yang sekiranya bersifat privasi ke mereka.

Hindari Bertanya 3 Topik Di bawah ini Saat Wawancara
Ada 3 pertanyaan yang enggak enak banget jika ditanyakan pada saat wawancara, yaitu ;

1. Masalah Gaji
Status anda masih calon karyawan. Sangatlah tidak etis jika anda menanyakan masalah gaji pada saat wawancara, karena membahas gaji sudah ada momennya pada saat anda menandatangani kontrak kerja.

2. Fasilitas Cuti
Baru tahap tes anda sudah bertanya masalah cuti? Gaji dan cuti merupakan hak bagi setiap karyawan, semua akan dibahas pada saat penandatanganan kontrak kerja. Jadi bersabarlah!

3. Bertanya Tentang Perusahaan Bergerak Di Bidang Apa?
Sekarang sudah zaman internet. Di zaman seperti ini, informasi sangat mudah dicari. Disarankan sebelum anda mengikuti tes wawancara, carilah informasi mengenai bidang apa yang digeluti oleh perusahaan tempat anda melamar. Sehingga pada saat ditanya tentang perusahaan, anda mampu untuk menjelaskannya. Tetapi ingat untuk tidak menjawab secara berlebihan dengan menceritakan sejarah awal berdirinya perusahaan, karena itu sangat tidak perlu.

Dengan dapat menjawab pertanyaan seputar perusahaan, setidaknya dapat menggambarkan bahwa anda antusias untuk bekerja disini.

Handphone Mohon Dimatikan
Bapak Iwan menambahkan, bahwa beliau kurang suka jika ditengah-tengah wawancara ada HP berdering. Hal itu menunjukan bahwa anda tidak menghargai momen yang terjadi saat itu.

Hal yang Paling Parah Adalah Datang Terlambat
Datang terlambat sudah pasti menunjukan sifat ketidakdisiplinan. Usahakan untuk selalu datang setengah hingga satu jam sebelum tes wawancara. Namun jika anda terlambat akibat dari kondisi yang tidak memungkinkan seperti ban bocor atau kendaraan rusak, alangkah lebih baiknya jika anda menelpon pihak perusahaan. Sampaikan kepada beliau tentang kondisi anda saat itu, dan tawarkan alternatif pilihan bila seandainya tidak dapat datang tepat pada waktunya. Jika anda menghargai pertemuan itu, pihak pewawancara akan mempertimbangkan anda kembali. Selama benar pasti ada jalan.

Diakhir Sesi Biasanya Pihak Pewawancara Akan Memberikan Kesempatan Bertanya Kepada Anda
Yang wowcang tanyakan ketika sesi wawancara berakhir adalah menanyakan pendapat beliau tentang saya agar apa yang sekiranya perlu dikembangkan, bisa diasah kembali. Selain itu, anda juga bisa menanyakan waktu tenggang yang dibutuhkan untuk menunggu pengumuman hasil, agar target anda dapat tetap berjalan sesuai rencana.

Demikian tips yang dapat wowcang dan Bapak Iwan berikan. Memang hanya sedikit, namun Insya Allah akan berguna bagi anda yang membacanya. Akhir kata Salam Sukses dan Ucapan Terimakasih kepada pembaca dan Bapak Iwan yang telah meluangkan waktu berharganya.


lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon