Minggu, 25 Desember 2016

Mumpung Masih Muda, Jangan Ngentengin Hutang Kalau Nggak Mau Kelabakan

Muda itu banyak keunggulannya daripada yang udah menginjak usia lanjut.. #uppsss. Hehehe

Keunggulan dari segi fisik, dari segi semangat, dan dari segi kebahagiaan. Heh???

Walaupun banyak keunggulannya, tetap saja! yang muda selalu ada juga kekurangannya. Mulai dari kedewasaan yang belum matang, hingga finansial yang masih loyo. #tergantung orang

Menginjak usia 20 tahun ke atas. Jiwa muda mulai mengerti dan mencari tujuan arti dari hidup yang sebenarnya. Kita sudah mulai harus bisa mencari pundi sendiri karena sadar diumur segitu udah nggak pantes ngempeng dari orang tua. Malu ahhh

Pusing,, hutang banyak amat yakk!!! via tatamor.com
Tapi karena jiwanya yang masih muda, dan kedewasaan yang masih belum mateng secara sepenuhnya. jiwa muda rentan sekali terserang penyakit. Salah satunya, masalah kesehatan finansial yang mudah ambruk.

Masalah ini terjadi akibat dari faktor suatu kebanggaan dan ingin pembuktian eksistensinya untuk menunjukan bahwa Dirinya sudah mampu mencari uang sendiri dengan belanja beberapa barang yang sebenarnya tak terlalu dibutuhkan.

Seperti gonta-ganti HP, hura-hura bersama pacar, dan membeli barang ini itu yang sebenarnya hanya untuk pemuas diri saja.

Akibat dari penggunaan uang yang dientengkan, dan ditambah gaji yang diterima setiap bulannya nggak terlalu banyak. Mengakibatkan kesehatan finansialnya terganggu dan koyak hingga gaji bulan berikutnya tiba.

Dan begitu gaji bulan berikutnya tiba. Sekali lagi dia mengulangi aktivitas seperti itu, berulang-ulang setiap bulannya sampai akhirnya dia sadar bahwa uang hasil dari jerih payahnya bekerja selama 7 bulan lebih, hilang begitu saja tak tersisa.

Penyakit seperti inilah yang sering sekali menyerang kaum muda. #macam kita-kita.. haha
Ketika uang mereka mentok. Selanjutnya apa yang dilakukan???

Satu cara yang paling disenangi oleh kaum muda untuk keluar dari masalah ini adalah dengan “mengutang”

Iyah, benar.. mengutang menjadi satu-satunya jalan yang paling mudah dilakukan untuk keluar dari masalah.

Mengutang sebenarnya tak masalah bila dilihat dari kebutuhan. Jika keadaan mendesak seperti kamu atau keluarga kamu tertimpa musibah seperti sakit dan membutuhkan uang yang lumayan, sedangkan di tabunganmu hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari.

Disini mengutang dapat dimanfaatkan. Tetapi bila urusan “gengsi atau takut malam mingguan bersama teman atau pacar gagal berantakan karena uang yang pas-pasan”. Rasanya kurang bijak bila memanfaatkan utang untuk hal seperti ini. Betul nggak???

Berutang pada dasarnya boleh dilakukan, tapi sebisa mungkin dihindari apalagi kaum muda seperti kita.

Bukannya apa-apa, yah memang kamu bayar utang ke temanmu nggak pernah jatuh tempo, dan masih tahu diri untuk membayar sebelum ditagih.

Tapi, kebiasaan ini yang selalu memudahkan dalam hal mengutang, akan membuatmu semakin ketagihan mengutang dan mengutang. Bahkan hingga level yang lebih tinggi.

Karena kaum muda yang kedewasaannya masih bergejolak akan hasrat tinggi untuk memiliki. Level dari kebiasaan meminjam uang ke teman yang tadinya hanya 100-200k.

Kini berani untuk menginjak level tertinggi dengan meminjam uang dengan jumlah jutaan pada bank atau instansi lain demi memiliki barang Impian seperti HP canggih, atau motor gede yang harganya menyentuh 40 jutaan yang sebenarnya nggak butuh-butuh amat karena masih ada motor lama. Lebih parahnya lagi, motivasinya hanya untuk sekedar gaya-gayaan. -_-

Padahal umurnya masih 22 tahun, dan gajinya yang nggak seberapa.

Kini gajinya yang 4 jutaan/bulan, di umur 22 dia sudah punya utang sebanyak 40 jutaan yang harus dilunasi 5 tahun kedepan.

Lalu bagaimana dengan modal nikah?? Atau rumah??? Dan sebagainya?? Apa masih mau dipikir nanti??

Jika kebiasaan ini terus dilarut-larutkan hingga umurmu menyentuh hampir kepala 3!!

Apa nggak ribet kedepannya?? Apalagi kamu cowok yang punya tanggungan modal nikah yang nggak sedikit dan nggak bisa dicicil.

Apa mau nambah utang lagi ke bank buat urusan nikah? Apa mau minta tambahan surplus dari keuangan orang tua?? Aduhhhh masa iyah umur 25 masih orang tua mulu.

Oleh sebab itu, perhatikan kesehatan finansialmu mulai dari sekarang. Duit yang kamu peroleh dari jerih payahmu. Tabunglah untuk tanggungan kedepannya.

Bila perlu carilah uang tambahan di luar sana yang halal pastinya, demi menyeimbangkan keadaan finansialmu.

Dan yang terpenting dari itu semua adalah komitmen, dan bertargetlah. Karena hidup ini tak cukup hanya dengan berhemat.

See you!!!

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

1 komentar so far

Jadi bedakan antara utang produktif dan utang konsumtif yah??? Hahahha

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon