Minggu, 05 Februari 2017

Buat Kalian yang Direndahkan Orang Lain, Renungkanlah ini

Jujur?? Enak nggak sih berada di tengah-tengah orang yang hobinya selalu merendahkan sesama?? Apalagi kalau kita itu yang jadi korbannya..

Sadar nggak sih mereka, kalau ucapannya itu adanya cuma bikin sakit hati orang??

Apa mereka tahu sesakit apa yang kita rasakan akibat dari tindakan mereka??

Apa mereka nggak pernah berpikir bagaimana rasanya ada di posisi kita yang mencoba untuk menyenangkan banyak orang tapi malah jadi sasaran empuk buat direndahin sangking polosnya kita.

Apa yang kita lakuin selama ini salah?? Percuma dong jaga perasaan mereka, tapi merekanya malah begitu!!

Beginilah nasib hidup ditengah-tengah keberagaman sifat manusia. Ada yang berprilaku menyenangkan, sopan, dan wow baiknya. Adapula yang sifatnya “Ya Tuhan berilah kesabaran yang tinggi padaku”.

Baik buruk seseorang sebenarnya bagaikan dua sisi uang koin yang tak dapat dipisahkan. Memang nggak munafik, dalam hidup pun kita juga memiliki kebaikan dan keburukan yang pernah kita lakukan baik yang sadar maupun yang tidak sadar.

tapi, seburuk-buruknya sifat kita itu, Insya Allah kita selalu sadar akan limit dari apa yang kita lakukan. Apalagi sebelum ngelakuin itu kita keburu sadar bahwa itu bukanlah perbuatan yang baik.

Tapi anehnya, ada saja orang di sekitar kita yang kalau dipikir-pikir itu “sifatnya kok gitu banget”.

Entah, apa karena hati ini yang terlalu sensitif???

atau emang dianya yang udah begitu dari dulu???

Nggak tau deh, apa orang lain ngerasain hal yang sama kalau seumpama mereka direndahkan, dan dijelek-jelekkan sama seperti kita??

Misteri banget yah… hati manusia itu.

Kenapa aku nggak bisa jadi seperti mereka yang bisa “well I don’t have a time to concern about your hate words and your mean act to me!!!”

Yang bisa berlaku biasa saja ketika ada orang lain yang merendahkan, mencemooh, bahkan memfitnah. Kenapa aku nggak bisa untuk tidak memikirkan tentang apa yang mereka pikirkan tentang diriku. Kenapa aku terlalu berlarut dan membuang waktuku percuma untuk memikirkan “apakah yang aku lakukan selama ini baik ke mereka?? Tapi kenapa selama ini mereka begitu padaku??”

via, pixabay.com
aku ini macam orang seperti apa sih?? Yang kerjaanya cuma memikirkan bagaimana cara untuk menyenangkan mereka… #payah!!

Tapi setelah dipikir-pikir, bukannya hidup bersosial pada dasarnya memang begitu yah. Diluar sana pasti selalu ada yang namanya orang dengan sifat diluar ekspektasi. Karena bagi mereka sendiri yah tabiat mereka memang seperti itu.

Mungkin emang mental kita yang terlalu lemah jadinya ketika ada yang merendahkan, kita terasa tersakiti sesakit-sakitnya. Bahkan sampai bermuram durja di pojokan sudut kamar meratapi perlakuan mereka ke kita.

Kita yang nggak bisa apa-apa, cuma bisa diam dan mencoba sabar ketika ada orang lain yang merendahkan kita. Mungkin banyak orang yang mengira bahwa kita itu pengecut karena nggak menunjukkan perlawanan.

Tapi apa yang seperti ini dibilang pengecut??

iyah, benar pengecut jika kita nggak melawan tapi malah membiarkan kita berlarut-larut dalam kesedihan.

Tapi bukan pengecut kok namanya kalau kita lebih memilih sabar dan tidak membiarkan hati ini terpengaruh oleh ucapan atau perlakuan mereka ke kita.

Di luar sana memang selalu ada orang yang gemar melihat dan mencari kekurangan orang lain. Itulah dunia, selalu seimbang… kalau mereka yang jadi jahat, yah kenapa juga kita harus jadi jahat buat ngebalas perbuatan mereka???

Sebagai penyeimbang, justru perbuatan positif seperti memaafkan dan bersabar adalah hal yang lebih bijaksana untuk kita lakukan. Kan dengan begini, kita berperan sebagai orang baik. Betul nggak??

Jadi buat apa, kita mikirin apa yang mereka ucapkan ke kita. Mau dibilang begok, sok suci, sok polos, tolol, lemotlah.. well yah bilang makasih aja ke mereka yang ternyata sering merhatiin dan ngurusin kita.

Haters always gonna hate. Yang terpenting adalah yang kita lakukan itu adalah hal benar, jadi nggak usah khawatir. 2-3 orang nggak berarti lah. Lagian mereka juga bukan teman kita.. mereka hanya sebatas orang yang mengira bahwa mereka itu lebih tahu dan kenal kita.

Faktanya dibelakang kita masih ada teman, sahabat, rekan yang masih terus menyokong dan mendukung kita. Itulah yang seharusnya kita perhatikan dan pikirkan. Bukannya mikirin orang-orang yang masih sibuk ngerendahin dan menjatuhkan kita. Soalnya buang waktu!!!

Tagline : Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu pada siapapun, Karena yang menyukaimu tidak membutuhkannya, dan yang membencimu tidak akan mempercayainya

terimakasih



lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

4 komentar

I agree that haters always gonna hate.

selama gak direndahkan pake bhs Tagalog sy anggap biasa aja. #lho
tulisan bernas mas

iyaah .. i agree with that too...

tagalog??? kaya pernah denger... bahasa orang pinoy bukan?? hhahaha

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon