Senin, 09 November 2015

Konversi Limbah Plastik Menjadi BBM! Emang Bisa?

Kemarin saya sudah membahas limbah plastik yang semakin lama semakin menggunung. Tingginya bahkan sudah mau menyalip tingginya gunung everest. Hahaha
Ini Gambar Sampah Plastik
Gak kebayang nanti tahun-tahun selanjutnya itu tumpukan plastik mau jadi setinggi dan sebanyak apa? kalau langkah 3R belum diterapim secara maksimal


Bisa-bisa nanti pas zaman anak cucu kita bakal ada gunung berapi plastik lagi? Hohoh #Pengandaian #Act3R


Pada kesempatan kali ini wowcang akan menceritakan sedikit tentang konversi sampah plastik menjadi BBM (Bahan Bakar Minyak)

Hah lho kok bisa?
Pura-Pura Kaget
Ketahuan yang baru tahu berarti gak pernah baca berita!

Tentu bisa, karena seperti yang saya bilang kemarin dalam artikel yang mengenai plastik. Plastik merupakan produk yang berbahan dasar Produk turunan minyak bumi. Oleh sebab itu ada suatu upaya yang bisa dilakukan untuk mengubahnya kembali plastik menjadi bahan penyusunnya.

Seperti layaknya air yang kita bekukan, lalu kita panaskan akan merubah kembali air berbentuk es menjadi cair. Atau air yang kita uapkan menjadi titik uap air bisa kembali ke bentuk cair jika didinginkan.

Maka plastik pun demikian!

Pengkonversian plastik menjadi BBM akhir-akhir ini marak sekali dilakukan oleh masyarakat, terutama elemen pelajar. Bahkan tingkat SMP juga telah melakukan eksperimen ini.

Perlakuan uji coba ini dilakukan atas dasar penanggulangan limbah plastik khususnya kantong dan botol yang akhir-akhir ini jumlahnya yang kian menggunung. Dikatakan bahwa penggunaan plastik model kantong di Dunia mencapai 500 juta – 1 milyar kantong plastik tiap tahunnya. Berarti ada sekitar lebih dari 1 juta kantong plastik yang dipakai oleh masyarakat dunia per tiap harinya.

Entah ini mau dijadikan sebuah ironi atau tidak! Mengingat penggunaan plastik telah menjadi trend Dunia.

Namun ada saja beberapa negara yang melarang penggunaan produk plastik seperti contohnya :

1. Negara Bangladesh, Bhutan, dan China yang melarang penggunaan kantong plastik di pasar swalayan.
2. Jerman, yang menetapkan aturan sanksi denda bagi orang yang menggunakan plastik sebagai pembungkus di Supermarket.
3. 30 kota di bagian Alaska Amerika, yang melarang penggunaan plastik sebagai pembungkus.
4. Kota New York, Seattle, dan negara Irlandia yang memberlakukan aturan pajak bagi pengguna plastik sebagai pembungkus.
5. Perusahaan terkenal Mark & Spencer yang mengenakan denda 5 dollar poundsterling  atau setara 20 ribu rupiah kepada pelanggan yang meminta plastik.

Kapan yah Indonesia menetapkan kebijakan seperti ini! Jika ada pun mungkin bisa-bisa Pemerintah di Demo habis-habisan. Tapi just for your information, ada beberapa supermarket di Indonesia yang tidak menyediakan kantong plastik sebagai pembungkus seperti lotte mart, dan beberapa supermarket di Jakarta. Sehingga kita harus membawa tas sendiri atau dibungkus dengan paper bag.

Kembali ke topik konversi plastik menjadi BBM

Karena penggunaan serta jumlah plastik yang semakin memadat, makanya banyak orang berlomba-lomba untuk melakukan pendauran ulang limbah plastik. Salah satunya pengkonversian limbah plastik ke BBM. Mereka berlomba untuk menciptakan suatu teknologi yang tepat dan ramah lingkungan. Karena faktanya pengubahan plastik menjadi BBM akan menghasilkan sebuah gas beracun (dioksin), yang bila dihirup oleh makhluk hidup akan menyebabkan kematian bila dalam jangka waktu panjang. Makanya prosesnya harus kedap udara dan tidak ada kebocoran.

Wowcang dulu pernah membaca. Ada seorang ahli, saya lupa namanya. Beliau mengatakan bahwa “Merupakan suatu tindakan yang kurang bijak mengubah plastik menjadi BBM, alangkah lebih baik bila dimanfaatkan atau di daur ulang menjadi barang yang tepat guna” beliau berpendapat bahwa Gas Emisi yang dihasilkan dari pembakaran BBM plastik yang tidak diolah terlebih dahulu akan turut menyumbang pembolongan lapisan Ozon di Bumi, karena kandungan utama plastik yang merupakan campuran dari bahan dasar minyak bumi dan senyawa lainnya.

Tapi tenang saja ada suatu teknologi yang telah diciptakan oleh negara Jepang, yang diberi nama Blest. Alat ini dipatok dengan harga lebih dari 100 juta rupiah dan dapat digunakan secara tingkat Rumah tangga, karena bentuknya yang mungil, dan mudah dipindahkan. Alat ini menggunakan dasar proses yang sama pada pengkonversian limbah plastik menjadi BBM pada umumnya. Hanya saja teknologi yang digunakan sudah canggih dan modern. Bahkan telah dilengkapi dengan pemisahan minyaknya menjadi Solar, Bensin dan Minyak.
Produk Blest Company Jepang, via entrepreneurship.de
Di samping itu alat ini menggunakan pemanas listrik sehingga suhu dapat dikontrol dan tidak menyebabkan asap dari pembakaran tungku. Dengan kapasitas 20 dan 50 liter.

Alat ini juga telah dilengkapi dengan alat yang berisi senyawa katalis untuk mengurangi dampak polusi, Set alat ini akan mengubah gas hidrokarbon menjadi uap air dan karbon dioksida.

Canggih bukan?

Pertanyaan selanjutnya adalah prosesnya pengubahan limbah plastik menjadi BBM bagaimana sih?

Proses pengubahan limbah plastik menjadi BBM menggunakan prinsip dasar proses Pirolisis.

Apa itu Pirolisis?

Pirolisis adalah sebuah proses dekomposisi kimia organik melalui proses pemanasan dengan tanpa menggunakan oksigen sama sekali dengan rentang suhu pemanasan 200 hingga 1000 oC.

Jika lilin api yang kamu nyalakan membutuhkan udara dalam pembakarannya. Maka pembakaran plastik menjadi BBM tidak menggunakan Oksigen atau kedap udara dalam pembakarannya.
Lalu bagaimana caranya?

Cara Sederhana (Dont Try This at Home atau Jangan dicoba jika tidak ada pembimbing ahli, JANGAN PERNAH)

Plastik baik kantong atau botol, lebih seringnya kantong karena botol masih bisa dimanfaatkan menjadi barang seni karena teksturnya yang keras. Dibersihkan dan dikeringkan di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Karena kandungan air akan menghambat proses pembakaran.

Setelah itu menyiapkan sebuah tungku pemanas dan paralon besi. Tengah tungku pemanas dibolongi dan dimasukkan paralon besi. Kemudian di lem besi dan pastikan tidak ada kebocoran karena dekomposisi plastik akan menghasilkan gas beracun (dioksin).

Panjang paralon sebaiknya dibuat 2-3 meter jika menggunakan media udara sebagai pendingin.

Tapi wowcang lebih menyarankan menggunakan media air untuk pendinginan karena pertukaran panas akan berlangsung cepat. Dan perubahanan gas plastik menjadi cair berlangsung secara cepat.

Plastik bersih kemudian dimasukkan ke dalam tungku pemanas yang telah dirancang, kemudian ditutup rapat. Taruhlah tungku tersebut dibawah api yang menyala dengan bahan bakar kayu atau gas. Wowcang lebih menyarankan menggunakan gas karena asap yang ditimbulkan tidak banyak seperti pembakaran dengan bahan bakar kayu.

Ilustrasi Sederhana, via wowcang.com

Plastik yang dipanaskan akan membentuk gas hidrokarbon dan akan menuju pipa pendinginan. Dalam pipa gas hidrokarbon akan berubah menjadi cair. Nah cairan ini yang dikenal sebagai BBM non murni dan belum dapat dipakai untuk kendaraan.

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

1 komentar so far

Bagi kalian yang membutuhkan packaging makanan yang ramah lingkungan, silahkan kunjungi web berikut ini : http://www.greenpack.co.id/

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon