Rabu, 16 Maret 2016

Jangan Cuma Make!! Ini Penjelasan Bagaimana Sabun Dibuat

Jika kalian suka mandi, maka kalian pasti tahu salah satu benda wajib yang harus tersedia di setiap kamar mandi. Baik bentuknya yang cair atau padat. Benda satu ini tetap menjadi salah satu benda yang paling wajib ada. Apa itu??

Iyah, kalian benar!! Itu adalah sabun mandi.

Sabun mandi dipasaran dijual dengan berbagai merk, berbagai aroma, berbagai bentuk, berbagai harga, dan berbagai keunggulan. Ada yang mengklaim bahwa ia merupakan produk herbal, dan ada pula yang konvensional. Apapun itu yang ditawarkan, tetap konsumen selalu memilih sabun dengan merk tertentu yang paling dianggap cocok.

Sabun,via pixabay.com
Sabun digunakan sebagai agen pembersih badan, mulai dari kaki hingga badan. Kandungan tambahan yang terkandung dalam sabun membuat sabun tak hanya sekedar membersihkan saja, melainkan dapat membunuh kuman penyakit, virus, bahkan menutrisi kulit. Hal ini tergantung pada produsen sabun yang ingin mengunggulkan produknya dalam segi apa.

Tetapi yang jelas manusia sudah menggunakan sabun sejak ratusan tahun lamanya.
Dalam penggunaan sabun dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana sabun dibuat? Atau apa saja bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun?
Kali ini, wowcang akan mencoba menjawab pertanyaan yang selama ini kalian pendam.

Bahan Utama Dalam Pembuatan Sabun
Membuat sabun sebenarnya hanya menggunakan 2 bahan utama saja, yaitu Minyak/lemak dan Alkali.

Mungkin kalian pernah membaca komposisi bahan sabun yang digunakan oleh produsen sabun tertentu :

Disana pasti tertulis coconut oil atau zaitun oil atau sodium palm kernelate atau fat (walaupun jarang). Contoh seperti itu merupakan agen lemak.

Sedangkan bahan Sodium Hydroxide atau Natrium Hydroxide atau Sodium Carbonate atau Kalium Hydroxide atau Pottasium Hydroxide merupakan beberapa contoh Agen Alkali yang digunakan dalam pembuatan sabun.

Kedua jenis bahan diatas adalah bahan utama dari sabun. Walaupun ada banyak tulisan zat tambahan lainnya. Tapi percayalah mereka hanyalah zat pendukung yang ditambah agar kualitas sabun meningkat.

Orang zaman dahulu, membuat sabun dengan cara memanaskan minyak kelapa dengan abu dalam wadah bambu, yang merupakan cikal bakal sabun.

Reaksi Penyabunan (Saponifikasi)
Raksi Penyabunan
Reaksi penyabunan adalah reaksi hidrolisis minyak/lemak dengan menggunakan alkali/basa kuat seperti NaOH (Soda Api) dan KOH. Penggunaan NaOH dan KOH hanya dibedakan untuk hasil sabunnya. Jika sabun ingin memiliki tektur yang keras maka NaOH bisa digunakan, akan tetapi jika sabun ingin berbentuk lunak atau cair maka KOH bisa digunakan.

Reaksi penyabunan yang terjadi antara minyak dan basa kuat akan menghasilkan Sabun dan Gliserol. Berikut merupakan reaksinya :

Bahan Dalam Pembuatan Sabun
Saya pernah dengar di suatu tempat bahwa sabun juga bisa dibuat dengan Etanol. Apa benar?
Setahu saya tidak. Kenapa? Karena etanol tidak bisa membentuk sabun. Namun biasanya, etanol menjadi bahan pendukung yang ditambahkan dalam pembuatan sabun agar mutu kualitas sabun semakin meningkat. Etanol dapat membuat sabun menjadi lebih transparan, mudah berbusa, mudah larut,dan mampu menurunkan kesadahan air.

Akan tetapi, para pelaku industri jarang menambahkan etanol ke dalam produk sabun mereka karena harga etanol yang relatif tinggi. Biasanya mereka mencampurkan etanol ke dalam bahan pembuatan detergen.
Ouh,, gitu... lalu apa saja bahan-bahan pembuatan sabun?
Baik, seperti yang saya sebutkan diatas, bahwa sabun menggunakan bahan utama berupa minyak dan basa kuat dalam pembentukannya. Akan tetapi dalam praktiknya, biasanya pelaku industri menambahkan bahan pendukung sesuai dengan keunggulan yang mereka tawarkan.

Beberapa contoh bahan tambahan yang biasa ditambahkan ; anti bacterial (Triclosan), pewarna, Parfum, dll.

Dalam proses pembuatan sabun juga biasa ditambahkan garam agar mempermudah proses pemisahan gliserol dan sabun yang dihasilkan. FYI ; Dibawah ini merupakan cara pembuatan sabun.

Memanaskan minyak dan larutan NaOH pada takaran tertentu dalam pemanas air. Tunggu hingga hasil endapan putih terbentuk (biasanya 2 jam), setelah selesai tambahkan larutan garam dengan konsentrasi tertentu, aduk dan dinginkan. Kemudian pisahkan dengan menggunakan penyaring. Dan endapan ditambahkan bahan tambahan yang ingin digunakan. Setelah itu padatkan dalam cetakan.
Untuk takarannya bisa dicari di google agar lebih lengkap.
Catatan Keselamatan : dalam pembuatan sabun, pastikan NaOH tidak terlalu lama berkontak dengan udara karena NaOH bersifat higroskopis yang mampu menyerap air dalam udara. Jangan disentuh dengan tangan!!


Biasakan untuk tidak melarutkan NaOH dengan mengguyur air secara langsung karena akan mengakibatkan percikan. Selalu dahulukan air kemudian tambahkan NaOH. Pelarutan NaOH dengan air merupakan reaksi eksoterm yang akan menghasilkan panas, maka tunggu hingga larutan dingin.

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon