Perbedaan Densitas dan Viskositas

Daftar Isi
Tahukah anda apa itu Densitas dan Viskositas?

Kali ini wowcang akan membahas mengenai densitas dan viskositas, mungkin beberapa pembaca telah mengerti definisi sebenarnya dari densitas dan viskositas dari pelajaran SMP atau SMA. Terlebih jika kamu adalah seorang siswa/mahasiswa dengan jurusan teknik seperti Kimia, Mesin, Sipil yang dimana kedua kata tersebut merupakan materi makanan sehari-hari. Teknik kimia adalah salah satu jurusan yang akan selalu mempertimbangkan kedua kata tersebut dalah hal menentukan sebuah jalannya proses kimia, tanpa terkecuali.


Densitas dan viskositas merupakan suatu kondisi pada suatu zat, baik zat padat, cair, dan gas. Ketiga zat tersebut memiliki densitas dan viskositas masing-masing. Menurut wikipedia Densitas adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda, sedangkan viskositas adalah pengukuran dari ketahanan fluida yang diubah baik dengan tekanan maupun tegangan. Singkatnya densitas adalah massa jenis dan viskositas adalah kekentalan. Mari kita bahas satu-satu secara mendalam :

1. Densitas atau massa jenis
Air dan Minyak via pixabay.com
Densitas atau massa jenis dimiliki oleh masing-masing benda seperti pada benda padat, benda cair, dan benda gas. Ketiganya pasti memiliki densitas, tidak ada benda di dunia ini yang tidak memiliki densitas. Densitas/massa jenis menyatakan ukuran massa atau berat suatu benda terhadap volume dari benda tersebut. Masih bingung? Mari kita bahas lebih dalam lagi, berat (massa) merupakan pengertian dari berat dari suatu benda. Contoh : berat badan kamu. Sedangkan volume adalah kapasitas seberapa banyak ruang yang dibutuhkan untuk berat suatu benda tersebut. Masih sedikit bingung? Contoh :
  • Pernah kamu melihat 100 kg besi dan 100 kg kapas. Secara berat, mereka memiliki berat yang sama yaitu 100 kg, namun ketika kita hendak membawa keduanya ke suatu tempat mungkin ruang yang dibutuhkan kapas akan jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan ruang yang dibutuhkan besi, inilah yang dinamakan volume. Pada berat yang sama kapas dan besi, kapas akan memiliki volume yang besar bila dibandingkan dengan besi akibat dari perbedaan massa jenis kapas terhadap massa jenis besi.
  • Contoh kedua : Air dan minyak, jika kalian mencampurkan keduanya maka yang terlihat adalah air akan selalu dibawah minyak, mengapa demikian? Karena air memiliki densitas (massa jenis) lebih tinggi dari massa jenis minyak. Massa jenis air yaitu 1 gr/cm^3 sedangkan massa jenis minyak dibawahnya air atau kurang dari 1 gr/cm^3 atau katakanlah 0,80 gr/cm^3. Ini dapat diartikan dalam 1 cm^3 air bila ditimbang memiliki berat 1 gram, sedangkan bila minyak ditimbang dalam 1 cm^3 memiliki berat 0,80 gram.
Sekarang pasti sudah mengerti. Oleh sebab itu densitas memiliki rumus :
Rumus Densitas (massa jenis)

Alat yang biasa digunakan untuk mengukur densitas adalah Piknometer (Densitas Cair), dan Densitometer.

2. Viskositas (Kekentalan)
Madu kental via pixabay.com
Arti dari viskositas bukan kekentalan, namun viskositas ini memiliki hubungan yang erat dengan kekentalan, viskositas merupakan kondisi yang hanya terdapat pada fluida. Fluida merupakan suatu zat yang mengalir seperti air sungai, pompa udara. Bila diartikan secara harfiah viskositas adalah resistensi satu lapisan untuk meluncur (sliding) diatas lapisan lainnya. Dengan demikian, viskositas berhubungan langsung dengan besarnya friksi dan tegangan geser yang terjadi pada partikel-partikel fluida. Contoh :
  • Air dan Madu, bila kedua cairan ini kita alirkan dari atas ke bawah. Mana yang akan sampai duluan kebawah? Pasti air bukan. Hal ini disebabkan karena air memiliki viskositas yang lebih kecil bila dibandingkan dengan madu yang memiliki viskositas yang tinggi. Air dalam sistem ini disebut inviscid, sedangkan madu disebut viscous.

Viskositas akan memghasilkan gradien kecepatan. Semua fluida memiliki nilai viskositas berapapun kecilnya. Kondisi viskositas ini sangat berarti bagi pendesainan model pompa agar cocok dalam memindahkan fluida yang viscous atau inviscid. Satuan dari viskositas adalah cP (centipoise) akan wowcang bahas di lain hari. Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas adalah viscometer (Fluida Cair)

Mudah bukan? perbedaan antara densitas dan viskositas, disini kita akan belajar sambil bermain.
Sibayukun
Sibayukun Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang cheesy. Hahahah

6 komentar

Ngobrol Kuyy,,, biar makin sayang.. 'Eaakkhhh bisa aja lu buntelan Karung Goni!! 🫣🤣'
Comment Author Avatar
2 Februari 2017 pukul 22.46 Hapus
Mantab gan blog nya. Terima kasih.
Comment Author Avatar
3 Februari 2017 pukul 05.28 Hapus
Iyahh makasih
Comment Author Avatar
Anonim
16 Mei 2021 pukul 20.16 Hapus
keren, sukses terus wowchang. bahasanya mudah dipahami
Comment Author Avatar
16 Mei 2021 pukul 21.06 Hapus
Hahah.. nami kulo Bayu Mas/Mba.. 😁
Comment Author Avatar
19 Januari 2022 pukul 11.57 Hapus
Mohon maaf masih bingung, viskositas (kekentalan) tapi bukan kekentalan.. lalu untuk bahasa koefisien viskositas itu apakah sama dengan viskositas? kalau misal viskositas itu adalah ketetapan, apakah ketepatannya hanya berupa lebih mudah mana zat cair mengalir? lalu kekentalan sendiri itu seperti apa?
Comment Author Avatar
19 Januari 2022 pukul 13.15 Hapus
Kalau boleh aku bantu..
Kekentalan dan Viskositas sebenarnya 1 kata yang saling berhubungan. Hanya saja perbedaannya, Viskositas akan digunakan untuk suatu pengukuran dari ketahanan fluida terhadap pergeseran fluida.. hasil dari pengukuran viskositas tentu saja akan mempengaruhi nilai Koefisien viskositas itu sendiri yang dimana Nilai Koefisien akan semakin tinggi jika benda tersebut memiliki kekentalan yang tinggi...

Dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa saja bilang kalau madu itu lebih kental daripada air.. lalu bagaimana kita membuktikannya? Yaitu dengan mengukur nilai viskositas itu sendiri.