Minggu, 25 Februari 2018

Leader yang Baik itu!!

Halooo semua,,, sebulan nggak ngeblog tuh rasanya. Ya Allah.... miris banget, lagi-lagi komitmen harus terjebak dalam bayang-bayang kesibukan dunia nyata yang Ya Allah berasa nggak ada habisnya. Apalagi bulan februari ini. Wahhh ada-ada saja masalahnya..

Yah masalah di kerjaannya, masalah di batin lah... buahahahahaha, berasa kaya orang paling miris sedunia tahu.. udah gitu, jarang mampir ke blog temen-temen sekalian lagi. Maaf yah..

Bulan februari merupakan bulan yang paling hhmmm bersejarah, paling berkesan baik dalam kebahagiaan dan juga kemurungan. Kenapa?

Karena bulan ini gue dikasih kesempatan sama Allah untuk ngerasain pengalaman bagaimana rasanya jadi seorang leader divisi.

Total 5 hari gue ngebackup leader gue yang harus cuti nikah.

Dan kesannya Ya Allah sungguh nano-nano sekali. Mencoba untuk menikmatinya tapi ternyata nggak bisa sesantai yang dibayangkan.

5 hari jadi leader gue belajar 2 hal utama, yaitu; tanggung jawab, dan saling support.

via pixabay.com
Sifat bossy atau sok paling berwenang adalah masalah utama sifat leader kebanyakan yang sering gue lihat. Akan tetapi, kadang asumsi sifat bossy terbentuk karena kitanya yang sebagai rekan pendukungnya kurang inisiatif sehingga lontaran kata suruhan yang kurang enak didengar karena kekecewaan terdengar ke telinga kita sehingga kita berpikir “cuihh” dengan dia.

Kalau sudah gini, siapa yang disalahkan???

Kitanya yang malas atau leadernya yang sok ngebos??

Jadi leader itu sulit menurut gue. Apalagi leader pabrik bagian divisi paling krusial atau jantungnya produksi yang tekanan dari atasan management untuk lancar produksi tanpa masalah itu harus dipenuhi dan dikejar.

Udah gitu pabriknya baru berdiri pula, yang utangnya masih nunggak minta dibayar.

Nah disini masalahnya menurut gue. Ibarat kata leader adalah sebuah tandon air. Dan air ibarat tekanan. Ketika tandon terus diisi tanpa dikeluarkan. Tekanan di segala penjuru tandon akan semakin tinggi dan siap untuk diluapkan. Jika proses pengeluaran tak baik. Berceceran lah air dimana-mana tanpa terkendali sama halnya jika kita luapkan tekanan yang kita terima kepada rekan-rekan kita tanpa kendali.

Alhasil, perasaan gerunek dan cibiran yang didapat.

Tapi coba, untuk mengalirkan air dari tandon menggunakan pipa. Kita bisa menghendaki kemana air itu akan mengalir. Nah, di sini lah kita mampu menggunakan tekanan yang ada untuk memotivasi diri kita dan rekan kita untuk saling support bahu membahu dalam mencapai tujuan bersama.

Tapi sayang, lagi-lagi sifat yang saling berbeda, tidak saling terbuka, merasa yang paling benar masih saja menjadi akar yang sulit dicabut, yang mengakibatkan keharmonisan dalam dunia kerja sering terancam.

Coba saja sedikit untuk lebih mengerti, lebih giat, lebih sabar serta lebih peduli. Walaupun sedikit, pasti perubahannya sudah cukup berasa.

So please jangan saling arogan. Demi kemajuan bersama.. kita butuh saling percaya, dan saling support.

Jika salah ingatkan dengan bahasa terbaikmu. Jika emosi, sampaikan dengan bahasa terbaikmu. Hasil dari rasa kecewa akan menghasilkan kekecewaan pula. Maka dari itu, mintalah dengan baik. Agar kebaikan selalu hadir di tengah-tengah kita.

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

5 komentar

Semangaaaat Om Leader cadangaan
Wkwkwk

Gapapa lah sekali kali nyobain jadi leader perwakilan
Biar nanti pas naik jabatan jadi leader beneran udah terbiasa dengan semua jodesk nya dan langsung bisa jadi leader yang matang eeaaa eaaaa

Baru tahu ada leader cadangan kirain cuma pemain cadangan

Tetap semangat om
Jadiin pelajaran aja biar ntar pas jadi leader sesungguhnya bisa jadi leader terbaik bagi karyawannya.

Semangat mas, namanya leader gitu harus siap. Meski kadang nyinyiran silih berganti, kita harus tetap kuat. Saya pun gitu mas, kadang banyak sindiran sana-sini, udah gak usah peduliin, buktikan saja kalau kita bisa dan bertanggung jawab serta amanah. Leader yang berhasil itu bukan leader yang menjabat tapi ketika sudah tidak adi leader, dia masih dihormati oleh orang lain.

Sha juga mau manggil om leader ah. hehehee

mangaat. semoga cepet naik jabatan! aamiin

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon