Minggu, 15 April 2018

Empati, Peduli Berlebihan yang Selalu Disalahkan

Sifat dasar yang mutlak harus dimiliki setiap individu adalah rasa empati atau peduli antara satu dengan yang lainnya demi terciptanya keharmonisan bagi kehidupan sekarang ini. Kalian setuju nggak??

Kalau gue setuju.

Tapi bagaimana dengan rasa empati atau peduli yang dirasakan terlalu berlebihan?? Well, gue pribadi punya pendapat bahwa pandangan seperti itu memiliki perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya.

Karena, kadar atau level berlebihan tiap-tiap orang itu berbeda. Seperti contoh, gue yang memberikan perhatian dan kepedulian yang menurut gue biasa aja. Bisa jadi orang itu, yang gue peduliin bisa merasakan bahwa kepedulian yang gue kasih terlalu berlebihan bahkan malah menganggu menurut orang itu.

caring others people, via pixabay.com
Artikel ini gue tulis berdasarkan pengalaman pribadi.

Di tempat gue kerja. Ada 1 orang yang gue kasih perhatian lebih karena niat gue hanya buat ngebantu dia karena promosinya. Dia yang gue rasa belum yakin percaya akan kualitas dirinya dalam mengemban tugas yang diberikan sama perusahaan jadi lebih cenderung murung, terlihat banyak pikiran, dan seperti di bawah tekanan.

Well, gue pribadi ngerti apa yang dirasakan beliau. Apalagi perusahaan kita cenderung baru dan masih sering banyak masalah. Dia yang bertanggung jawab akan kelancaran produksi mungkin jadi salah satu alasan bahwa dia ikut pusing.

Gue sebagai rekan kerjanya, kurang suka ngeliat pemandangan dia kalau lagi murung akibat tekanan dari atasan. Apalagi hubungan kita, yang udah gue anggap lebih dari sekedar rekan kerja. Gue yang tipe orang perasa nggak bisa tinggal diam, jadi gue berusaha buat ngelakuin hal yang gue bisa demi meringankan kerjanya dia.

Pokoknya ngebantu apa yang dia tanggung jawabi sebisa gue. Agar dia nggak terlalu pusing akibat tekanan kerja dan tanggung jawab.

Terlalu baikkah?? Kalau menurut kalian bagaimana???

Soalnya, ada orang yang ternyata ngeliat niatan gue yang mereka pikir nggak tulus dan hanya ingin cari muka saja.. pppfffttt

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

1 komentar so far

Menurutku (berdasarkan pengalaman pribadi juga) ... belum tentu semua perhatian/kebaikan yang kita berikan ke orang lain,itu dianggap baik dan kadang malah jadi berbalik dibalas dengan tidak baik.

Saranku, ada baiknya mas baru bergerak membantu teman kerja jika teman itu minta bantuan mas.
Jika tidak, sebaiknya mas fokus dengan kerjaan mas sendiri.
Daripada salah persepsi.

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon