Inilah Perbedaan Glukosa, Fruktosa, Sukrosa, dan Laktosa yang Perlu Kita Ketahui

Daftar Isi
Dalam kehidupan sehari-hari kita nggak bisa lepas dari yang namanya gula. Suatu bahan yang memiliki rasa manis yang paling banyak digunakan oleh kita sebagai tambahan masakan atau minuman.

Gula yang sering kita konsumsi adalah gula pasir, gula merah atau gula aren.

Tapi tahukah kamu bahwa body intake yang disarankan oleh kementerian republik indonesia per orang adalah sebanyak 50 gram atau sekitar 5-9 sendok teh.

Dikit banget kan yah??? Apalagi kita sering mampir ke Indomaret buat beli minuman berasa buat ngilangin dahaga. Coba liat di daftar informasi nilai gizi yang tertera pada minuman yang kita beli.

Kandungan gulanya bisa mencapai 20 gram. Hampir setengahnya.... 

Tapi nggak!! di sini gua nggak mau ngomongin atau nasehatin kalian tentang konsumsi gula. Karena sama seperti kalian, gua masih kecanduan sama yang namanya benda-benda manis. Apalagi Cokelat dan minuman berasa lainnya.

Pernah nggak sih kalian ngedenger atau ngebaca di suatu tempat tentang glukosa, sukrosa, laktosa, dll??? kalian tahu nggak kalau itu semua adalah nama-nama dari beberapa jenis gula yang berada di sekitar kita.

Karena faktanya gula yang sering kita konsumsi itu sebenarnya beda jika dilihat dari susunan kimianya. Dan itu yang mau aku kasih tau.

Gula sebagai pemanis, via pixabay.com
Gula sendiri merupakan bagian penting dalam nutrisi tubuh kita. Karena, gula ini yang nantinya akan di gunakan sebagai sumber energi dalam melakukan berbagai aktivitas.

Pernah nggak, pada saat kondisi tubuh kita yang sedang letih karena aktivitas berat. kemudian kita minum es teh manis. Tubuh kita berasa seperti segar kembali bukan...?? itulah salah satu contoh dari fungsi gula.

Gula sederhana yang sering kita konsumsi ada 4 macam menurut gua. Yaitu; Glukosa, Sukrosa, fruktosa, dan Laktosa.

Perbedaan dari keempatnya adalah susunan kimianya.

Ke-empatnya memiliki rasa manis, yang mudah untuk dikenali oleh indra pengecap kita yaitu lidah dan susah untuk dibedakan antara ke empatnya. Namun, dalam tubuh kita sebenarnya memiliki skema tersendiri dan berbeda dalam mengolah ke empatnya.

Glukosa

Bentuk gula paling sederhana dalam formasi monosakarida yang merupakan penyusun utama dari zat pati atau karbohidrat.

Tahukah kamu?? Kalau Nasi, singkong, kentang merupakan sumber karbohidrat yang tersusun dalam formasi polisakarida, yang bila dimakan dalam tubuh akan dipecah menjadi susunan glukosa.

Dengan kata lain sebenarnya nasi adalah susunan gula yang paling kompleks.

Glukosa merupakan hasil sekresi dari asupan karbohidrat atau sukrosa. Itulah sebabnya, ketika kita makan banyak karbohidrat maka kadar gula dalam darah akan tinggi akibat proses pemecahan karbohidrat menjadi penyusun glukosa.

Dalam tubuh, Insulin yang merupakan hormon dihasilkan secara alami oleh pangkreas saat pangkreas menerima sinyal ketika kadar glukosa dalam darah tinggi.

Dengan bantuan enzim gukosinase dan hexaginase (daherba.com) bersama dengan insulin, mereka menstimulasi sel untuk menyerap glukosa dari dalam darah yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.

Dan, bila ada sisa glukosa dalam darah. Glukosa akan disimpan dalam bentuk glikogen yang merupakan cadangan energi. Itulah sebabnya Orang yang terkena diabetes cenderung bermasalah dengan organ hatinya.

Fruktosa

Rumus kimia fruktosa
Fruktosa merupakan formasi monosakarida dari gula. Biasanya di temukan dalam sayuran, buah-buahan, minuman berasa, sirup jagung, dll. 

Dalam buah setidaknya mengandung 5-7 gram fruktosa. Perbedaan yang paling mendasar antara fruktosa dengan gula lainnya adalah dalam tubuh fruktosa tidak memicu pertumbuhan insulin dalam metabolismenya karena sekresi fruktosa hanya bisa dijalankan dalam organ hati dengan enzim fruktokinase.

Untuk digunakan sebagai sumber energi, Fruktosa membutuhkan proses pembakaran bersama dengan lemak yang akan menghasilkan energi dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Akan tetapi, kelebihan konsumsi fruktosa dapat merangsang lipogenesis atau pembentukan cadangan lemak trigliserida dalam hati.

Oleh sebab itu, Fruktosa dikenal sebagai pedang bermata dua karena bekerja dalam dua arah.

Sukrosa
Sukrosa memiliki bentuk formasi disakarida karena tersusun atas dua komponen yaitu fruktosa dan glukosa. Sukrosa merupakan gula yang selama ini kita kenal. yaitu; gula pasir atau sirup gula.

Karena terdiri dari dua susunan yaitu Glukosa dan fruktosa. Metabolisme sukrosa akan meningkatkan kadar gula dalam darah, dan meningkatan kadar cadangan lemak dalam tubuh karena kandungan fruktosanya.

Inilah yang menjadikan Sukrosa menjadi gula yang paling buruk dibandingkan dengan gula lainnya. Karena sukrosalah yang memiliki pengaruh besar terhadap kasus obesitas, diabetes, bahkan kolesterol.

Laktosa

Laktosa atau gula susu yang berbentuk formasi disakarida dengan dua penyusun utama yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ditemukan dalam susu murni.

Dalam pencernaannya dibutuhkan enzim laktase untuk memecah laktosa menjadi penyusun utamanya yang kemudian akan diserap di dalam usus sebagai sumber energi.

Galaktosa memiliki indeks glikemik lebih rendah bila dibandingkan dengan sukrosa dan fruktosa.

Demikian perbedaan antara Glukosa, Fruktosa, Sukrosa dan Laktosa.

Gula merupakan sumber penting dalam nutrisi tubuh kita bila dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Untuk itu, tidak perlu dihindari dalam penggunaannya namun perlu diperhatikan dalam penggunaannya.. Terimakasih
The Whisperwind
The Whisperwind Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang cheesy. Hahahah

5 komentar

Ngobrol Kuyy,,, biar makin sayang.. 'Eaakkhhh bisa aja lu buntelan Karung Goni!! 🫣🤣'
Comment Author Avatar
8 September 2018 pukul 10.59 Hapus
aku kalo ngasih gula ke minuman cuma setengah sendok makan. dikit taapi cukup bikin rasa manis. aku kalo minum yg terlalu manis bisa pusing.
Comment Author Avatar
18 September 2018 pukul 12.13 Hapus
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Comment Author Avatar
21 Desember 2018 pukul 09.51 Hapus
Aku selalu mengurangi konsumsi gula, takut saja karena efeknya yang tidak baik buat kesehatan.
Meski aku tidak punya keturunan riwayat diabetes, tetap kukurangi minum yang manis2.
Seram dengar efek penyakit yang timbul.
Comment Author Avatar
17 Agustus 2021 pukul 09.56 Hapus
sudah banyak tetangga dan kenalan ku yg mengidap penyakit gula. meskipun aku tidak mempunyai riwayat penyakit gula. sebisaku untuk menjaga satu satunya badan ini. menjaga lebih baik daripada mengobati
Comment Author Avatar
6 Februari 2023 pukul 22.30 Hapus
pov ketika aku sedang emmbaca buku pelajaran dosen:)