Berkaca Pada Arti Lagu Inninawa, Beginilah Kita Seharusnya Hidup

Inninawa Sabara'e,, Inninawa Sabara'e,,
Mulolongen gare deceng,,
Alla tosabbara e de,,,
Begitulah secarik lirik penuh makna dari lagu yang gue dengar di Indomaret. Lagu yang gue sangka awalnya menggunakan Bahasa Jawa, tapi ternyata ini adalah salah satu lagu lullaby berbahasa Bugis.

Faktanya, tahukah kalian bahwa lagu yang berjudul "Inninawa" ini bermula dari sebuah syair yang ditulis dalam naskah lontara, kemudian dimasukkan ke dalam teropong bambu. dan, akhirnya di temukan oleh seseorang dan dikenal sebagai nyanyian menggunakan kata dari naskah ini pada tahun 1912.

bersama, via pixabay 
Demikian adalah sedikit sejarah lagu inninawa yang cukup terkenal yang gue dapet dari Internet. Mengenai kebenarannya, mungkin masih diragukan. Tapi gue cukup percaya dengan cerita yang beredar.

Balik dari arti Inninawa itu sendiri. Inninawa memiliki arti Hati yang tulus ikhlas. Dalam lirikya di lanjut dengan kata-kata yang menceritakan tentang arti dari sebuah ketulusan, keikhlasan, dan Kesabaran dalam hidup ini.

Iyah, 3 kunci utama yang harus ada dalam mengarungi hidup kita yang kadang terasa sulit akan membuat segalanya menjadi baik. Walaupun 7 tahun berusaha sekalipun, dan belum ada hasil. Tetap harus ikhlas karena hasil tidak ada yang tahu. :D

Berikut lirik lagunya :

Inninawa Sabara'e,, Inninawa Sabara'e
(Dengan Hati yang tulus, ikhlas dan sabar)
Mulolongeng gare deceng
(konon akan mendapatkan kebaikan)
Alla tosabbara e de
(Hanya orang penyabar)

Bermakna : Dalam hidup, kita harus bersandar pada 3 kunci utama yaitu : Tulus, Ikhlas, dan Sabar. karena dengan itu kita akan memperoleh kebaikan. Setiap aktivitas atau pekerjaan. Bila dilakukan dengan niat yang tulus, serta ikhlas pasti akan memperoleh hasil. Kemudian, sempurnakan dengan kesabaran

Pitu taunna sabbara,, Pitu taunna sabbara
(Tujuh tahun bersabar)
Tengina nengka ulolongeng
(belum didapatkan)
Alla riasengnge deceng
(Tidak lain dari kebaikan)

Bermakna : Walaupun 7 tahun lamanya kita bersabar dan berusaha, belum tentu kita bisa memperoleh hasil seperti apa yang diimpikan. Apalagi jika tidak berusaha, tentu harapan itu semakin jauh

Deceng enrekki ribola,, Deceng enrekki ribola
(Kebaikan naikklah ke rumah)
Tejjali tettappere
(Tanpa tikar permadani)
Alla banna mase-mase
(Hanya dalam kesederhanaan)

Bermakna : Hasil yang baik tidak datang dengan sendirinya, melainkan kitalah yang harus menjemputnya. Walaupun di tengah-tengahnya di songsong oleh kesederhanaan hidup sekalipun. Kita harus tetap berusaha, jangan putus asa.

Mase-mase iko naga,, mase-mase iko naga
(Kesederhanaan inilah)
Risuro Mattarana
(Bagaikan mengasuh anak)
Alla mute mabela
(Hanya engkau tak menjauh)

Bermakna : Bagaikan kasih sayang orang tua dalam mengasuh anaknya. Sederhana tapi begitu menyenangkan. Sejatinya, kebaikan itu dekat dengan kita.

Mabelampi kutiroki,, Mabelampi kutiroki
(Dari jauh kumelihatmu)
Mujopa ale-ale
(Engkau berjalan sendiri)
Alla mutellu Sitinro
(Hanya engkau bertiga)

Bermakna : Ibarat seperti orang yang berjalan. Terlihat sendiri tetapi jika dilihat lebih dekat. Sesungguhnya kita berjalan bersama dengan 3 hal, yaitu Niat, usaha dan doa.

Tellu memengnga sitinro,, Tellu memengnga sitinro
(Bertiga memang saya jalan bersama)
Nyawaku na tubuku
(Nyawaku, Tubuhku)
Alla Pasengngerengede
(Juga amal perbuatanku)

Bermakna : Kita adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Didalamnya dilengkapi dengan anugrah karunia cipta, rasa, dan karsa. Terdapat 3 hal yang tak dapat dipisahkan. Yaitu, Nyawa, jasad, dan amal perbuatan kita. Untuk mencapai kebaikan, ketiganya harus saling bersanding.

Sengerengmu pada bulu,, Sengerengmu pada bulu
(Kebaikan setinggi gunung)
Adatta silappae
(Walau satu kata saja)
Alla ruttungeng manengngi
(Semua akan runtuh)

Bermakna : Tak perlu banyak. Cukup lakukan satu kebaikan dan diteruskan maka mampu menghancurkan seluruh keburukan dalam hidup kita.

Jadi, Tulus, ikhlas dan bersabarlah agar hidup ini lebih terasa ringan.. memang terdengar seperti hipokrit. Tapi memang begitulah cara kerja sebuah kehidupan

FIN

FYI : Lagu Inninawa ini di cover juga oleh penyanyi cantik Nadya Fatira

lahir era tahun "95" menjadikan seorang bayu, pria mochi semakin beranjak umur. Punya hobi ngedekem di kamar setiap 'weekend' akibat suka-duka mencari segenggam rezeki.


Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala jalan yang gue tempuh. Terimakasih juga karena telah mengirimkan special persons ; teman-teman gue, rekan-rekan kerja gue, dan keluarga yang perfect banget yang selalu menyokong gue untuk selalu maju ke depan.

Semoga apa yang gue saat ini kerjakan bisa bermanfaat buat gue dan orang lain. Aminn. wish me luck!! thank you xoxo

2 komentar

Nak, kamu kok pintar bahasa bugis sih...

Koq jadi terharu ngebacanya...mana tissue...??
Mulia banget syairnya...indah dan penuh makna

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon