Inilah Dampak yang Terjadi Saat Kamu Kerja Malam

Sewaktu orang lain tidur, Kita malah bekerja. Giliran orang lain beraktivitas, Kita malah tidur. Ditambah tetangga sebelah lagi bangun rumah. Ehh ngefek ke kita jadi nggak bisa tidur. Kalau udah gini salah siapa??
Bagi kalian yang kerja shift. Pembagian jam waktu kerja seringkali berasa tak menyenangkan.. Iyah nggak?? terutama pas shift malam. Karena secara sadar kita maksa tubuh kita buat begadang di malam hari hingga matahari menyeruak keluar di langit-langit.

Berhubung jam kerja di tempat kita kerja bukan suatu hal yang bisa dikontrol, otomatis ngebuat kita mau nggak mau ngelakuinnya.. hahah

Umumnya, rotasi shift di banyak perusahaan di ganti bergilir setelah 2 atau 3 hari. Tapi, nggak dikit juga perusahaan merotasi shift jam kerja mereka selama satu minggu penuh atau 5 hari kerja.. Contoh : sekarang gue..

kerja malam via pixabay
Mungkin, jam shift yang dirotasi setiap 2 atau 3 hari tidaklah berasa lebih berat bila dibandingkan dengan yang dirotasi selama seminggu penuh. Karena beberapa hal ini terjadi ketika kita bekerja di shift malam ;

1. Shift kerja malam menghancurkan ritme sikardian tubuh kita

Ritme sikardian adalah proses biologis yang menunjukan osilasi endogen dan berulang setiap 24 jam.

Ritme ini yang dikenal sebagai jam biologis tubuh.

Ritme sikardian akan mengatur keseimbangan tidur/bangun seseorang. Selain itu, ia juga akan mengatur otak dalam pola tidur, pola makan, suhu tubuh, produksi hormon, regulasi level glukosa dan insulin, produksi urin, regenerasi sel, dan aktivitas biologis lainnya.

Seperti contoh ; produksi hormon melantonin biasanya di produksi oleh tubuh sekitar jam 8 sampai jam 9 malam. Hormon ini akan menyebabkan rasa kantuk yang menandakan bahwa tubuh siap untuk masuk dalam mode tidur.

Hormon ini juga akan semakin meningkat pada jam 1 hingga 2 dini hari yang biasanya akan membawa kita ke mode deep sleep dimana hormon kortisol atau hormon pengendali antistress akan diproduksi.

Sejatinya, Ritme sikardian akan diatur oleh otak pada bagian Suprachiasmatic Nucleus (SCN), merupakan bagian pada hipotalamus yang meresepon cahaya dan sinyal gelap. 

Sinyal SCN yang dihasilkan akan dikirimkan oleh otak yang mengontrol hormon, suhu tubuh, dan lain-lain.

Oleh sebab itu, pada saat kita melakukan kerja di shift malam. Ini akan mempengaruhi ritme sikardian yang umumnya sudah diatur dalam tubuh kita menjadi berantakan. 

Seiring ritme sikardian menjadi berantakan, produksi hormon juga turut akan terganggu yang menyebabkan orang menjadi sulit tidur, kelelahan, dan suasana hati tidak menentu akibat dari ritme sikardian tubuh yang terganggu.
Pada jam kerja shift malam, waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur dipakai untuk bekerja dan bahkan makan, sedangkan pada waktu siang dipakai untuk istirahat.
Jika hal ini dilakukan lebih dari sehari tentu tubuh akan mengirim sinyal ke otak untuk mencapai keseimbangan ritme sikardian. Namun, karena perubahan jam kerja yang terus berganti. Otak mengalami kesulitan dalam penyesuaian. Sehingga dalam efek jangka panjang akan mempengaruhi kesehatan seseorang seperti menurunnya imunitas tubuh, dan parahnya terjadi serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Faktanya menurut penelitian di Universitas Surrey Inggris. Sehari melakukan kerja shift malam sudah cukup untuk meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, bila berlanjut hingga lebih dari 3 hari. Gen-gen yang biasanya bekerja pada waktu tertentu akan terganggu.

Jika lebih dari 5 hari gangguan pada regulasi glukosa dan metabolisme dalam tubuh terganggu. Hal ini dapat memungkinkan timbulnya masalah diabetes tipe 2 atau masalah dimana kadar gula dalam tubuh di atas normal akibat dari produksi hormon insulin terganggu.

Insulin adalah hormon yang membantu gula masuk ke sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

2. Suasana hati yang terganggu

Tubuh kita memiliki suatu mekanisme yang sangat kompleks. Banyak hormon yang dihasilkan untuk mengatur segala sistem kerja baik itu metabolisme, kontrol gula, kontrol emosi dan lain-lain. 

Hormon dopamin dan serotonin adalah salah 2 hormon yang menyebabkan perasaan nyaman dan kebahagiaan seseorang. Salah satu faktor pemicu produksi hormon ini adalah kualitas tidur. Jadi tak heran, jika pada saat kita bekerja pada malam hari. 

Perasaan kita akan lebih cenderung berat dan mudah tersinggung akibat dari pelepasan kedua hormon ini terganggu.

Pada saat shift malam. Kesulitan tidur akan terjadi akibat dari ritme sikardian yang terganggu. Jika siklus tidur terganggu, tentu stress adalah hal yang pertama muncul. Disinilah yang kemudian hormon kortisol dibentuk untuk mengandalikan stress secara fisik atau mental.

Namun, ini akan berpengaruh pada tingkat tekanan darah dalam tubuh akibat dari hormon adrenalin yang turut bersamaan terbentuk.

3. Cenderung mudah sakit

Tidur yang kita lakukan tidak serta merta hanya berbaring di atas tempat tidur dan bangun pada saat paginya. Tidak!! tidak sesederhana itu.

Tidur adalah sebuah kejadian alami dimana kita tak sadarkan diri dalam jangka waktu yang lumayan lama.

Tapi tahukah kamu bahwa saat tidur. Jantung dan nafas kita akan berjalan secara lambat yang akan mempengaruhi peredaran darah dalam tubuh menjadi lebih lambat sehingga perasaan rileks akan muncul.

Selain itu, suhu tubuh akan turun dan akan menghemat energi yang ada. Selama itu, proses detoksifikasi atau pemecahan radikal bebas dan racun akan dinetralisir. Serta regenerasi sel akan dilakukan.

Pembentukan kolagen pada kulit juga akan diperbaiki. Hal inilah kenapa orang yang kurang tidur terlihat lebih kusam dan tidak segar.

Selain itu, hormon-hormon akan dilepaskan dalam tubuh. Otot-otot yang terasa nyeri akibat dari aktivitas akan dikendurkan kemudian di regenerasi jaringan sehingga nantinya otot akan terasa tidak nyeri saat bangun.

Pada saat inilah juga, sistem imunitas tubuh akan semakin meingkat untuk melawan segala jenis bakteri patogen yang menjangkiti tubuh.

Saat kita kurang tidur akibat dari kerja malam tentu akan mempengaruhi sistem imunitas tubuh kita, sehingga mungkin kita akan mudah terjangkit penyakit.

Itulah beberapa hal yang akan terjadi saat kita melakukan kerja malam.

Lalu, pertanyaannya adalah bagaimana kita mengaturnya??

Sebenarnya, tubuh sudah memiliki mekanisme dalam menghadapi kejadian seperti ini. Ia akan menyesuaikan terhadap kebiasaan kita dalam beraktivitas. Namun, tentu hal itu dapat terwujud dengan pola hidup yang sehat seperti ;

Tetap berolahraga secara teratur ;

Makan makanan bergizi dan sesuai dengan jamnya ;

Tidur sesegera mungkin begitu merasakan rasa kantuk setelah pulang bekerja ;

Bersihkan badan dan ciptakan kondisi ruang tidur sebaik dan senyaman mungkin ;

dan juga beri asupan nutrisi seperti vitamin C untuk meningkatan imunitas tubuh ;

Semoga dengan ini tubuh kita bisa tetap sehat. Walaupun tetap, bekerja malam akan menghasilkan dampak buruk jika diteruskan. Efek jangka panjang mungkin akan muncul saat kita tua nanti. So be wise!!!

FIN- Makasih udah mampir 13K

Pria mochi yang suka bergalau, suka main, rajin, baik sama orang, tidak sombong, n suka menabung... Ahahahaahahasiiiiaappp :D

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon