Suka Duka Kerja Sambil Kuliah

Sekitar akhir 2019 gue memutuskan untuk kuliah sambil bekerja.

4 Mei 2020

Well, Ini tahun hampir ke-empat gue bekerja sebagai pegawai swasta di pabrik baja punya Jepang dengan jadwal kerja Shift dan bertekad untuk melanjutkan ke jenjang Sarjana.

Dahulu, setelah lulus SMA dengan segala rumitnya perjalanan serta keluh kesahnya sebagai lulusan SMK, akhirnya terdampar pada sebuah kebingungan antara pertanyaan "haruskah gue bekerja??" atau "haruskah gue kuliah??".

Gue pernah ikut tes kerja di pabrik bersama dengan teman-teman lulusan hampir se SMK karena kebetulan saat itu di Kota gue ada pabrik yang baru saja jadi dan mencari pegawainya dalam jumlah yang besar.

Tapi sayang dari ratusan orang yang dibutuhkan gue nggak termasuk, meskipun gue dikasih kesempatan untuk tes dua kali disana. Tapi selalu gagal.

Gue yang backgroundnya dari jurusan TKJ alias komputer, pernah ikut SNMPTN undangan dengan pilihan jurusan Bahasa Inggris dan Tenik kimia, tapi hasilnya kandas alias nggak ada yang nyantol dari 4 pilihan yang gue pilih.

Jangankan SNMPTN Undangan, SNMPTN jalur tes pun hasilnya sama nggak ada yang nyantol.

Ikut ujian mandiri pun hasilnya sama. Gagal.

Hingga akhirnya Allah ngasih kesempatan buat gue kerja di Toko Komputer bersama dengan teman gue selama kurang lebih 4 bulan dan terputus setelah akhirnya gue keterima tes mandiri di Universitas Negeri Semarang jurusan Teknik Kimia tingkat Diploma 3.

Gue inget banget waktu itu, gue sama almarhum nyokap senengnya bukan main karena perjuangan gue selama ini akhirnya membuahkan hasil.

Saat itu tentunya dengan perasaan sedih karena fakta mengatakan gue harus kuliah di Semarang sebagai perantauan dan terpisah dari keluarga untuk waktu yang lumayan lama.

Cilegon-Semarang bukanlah jarak yang mudah untuk ditempuh dengan sepeda motor.

3 Tahun lika-liku kehidupan perkuliahan akhirnya membawa gue ke titik dimana gue dinyatakan lulus sebagai lulusan Diploma teknik kimia. Tapi bukannya senang, melainkan kelulusan gue harus dibarengi dengan air mata.

Melihat temen-temen gue dipanggil maju. Mereka berjalan dengan anggun bersama orang tua di sisinya. Sedangkan gue, maju bersama dengan salah satu teman kuliah gue. Wildan Namanya... Jujur waktu itu air mata nggak bisa gue bendung begitu dosen gue mensisihkan sulur Toga kesamping.

Iyah, nyokap gue meninggal 2 minggu sebelum gue wisuda. Padahal kita sudah merencanakan banyak hal yang akan kita lakukan di Semarang pas selesai wisuda nanti. Tapi Allah punya rencana lain.

Kelar 3 tahun kuliah di perantauan. Tentunya nggak langsung membawa gue ke pekerjaan yang gue mau. Tolakan demi tolakan sering gue keterima, hingga akhirnya gue memutuskan untuk nyambi ngajar. Sebuah kegiatan yang juga gue lakukan sewaktu kuliah dulu.

Thanks to Sabil, yang udah mewariskan anak-anaknya ke gue karena Dia harus kerja di Jakarta.

Alhamdulillah kita cocok, hingga bertahan sampai saat ini. Melihat mereka tumbuh ke jenjang SMP. Gue bahagia ngeliat usaha mereka demi masuk 5 besar di tiap-tiap akhir. Dari sini membuktikan bahwa "Hasil tak pernah mengkhianati Usaha".

8 Bulan setelah dinyatakan lulus D3, gue keterima di pabrik baja punya Jepang. Pabrik ini baru berdiri, dan dia memilih gue sebagai salah satu karyawannya. Kerja di pabrik yang baru saja beroperasi tentunya bukanlah hal yang mudah.

Mencari sebuah sistem terbaik agar kita bisa bekerja secara maksimal.

Nggak kerasa gue bersama yang lainnya, mencoba membangun pabrik ini bersama dengan segala keluh kesah dan tantangan yang ada. Yah meskipun gue sadar apa yang gue lakukan hanya membawa setitik kecil perubahan di pabrik ini. But who cares!!

Yang penting gue mencoba untuk selalu professional dan bekerja semaksimal mungkin.

Nggak kerasa hampir 4 tahun gue bekerja di sini, dibarengin dengan kegiatan ngajar yang biasa gue lakuin setiap senin malam hingga jum'at malam.

Impresi awalnya susah bukan main. Mengatur waktu dan terus menjaga agar wajah ini selalu terlihat semangat di depan anak-anak setelah kelelahan bekerja bukanlah hal yang mudah.

Karena keduanya merupakan sama-sama tanggung jawab yang udah gue pilih. So, gue harus bisa!! dan terbukti gue bertahan sampai saat ini.

Entah kemasukan roh apa...!

Akhir desember 2019 lalu, gue memutuskan untuk melanjutkan kuliah gue ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sarjana. Karena program ekstensi D3 ke S1 hanya ada di Jakarta. Jadi, gue milih salah satu universitas swasta sebagai batu gue di program ekstensi dengan jurusan Teknik Industri.

Kalau lancar 2,5 sampai 3 tahun bisa selesai.

Dan impresi awalnya tentu nano-nano. Karena sejak saat itu, secara official gue punya 3 tanggung jawab dengan beda prioritas. Susah dan Ruwet adalah hal yang biasa ketika orang sudah memilih jalan kerja sambil kuliah.

mumet ndass gue,, via pixabay.com
Tapi dibalik itu semua, tentu suka dukanya kerja sambil kuliah tetap ada.

Apakah gue akan bertahan??? kita lihat saja episode-episode kehidupan selanjutnya yang masih misteri. hehe

So, melalui intro yang panjang ini gue mau cerita tentang suka duka kerja sambil kuliah yang telah gue rangkum berdasarkan apa yang gue rasa dan teman-teman gue rasa.

Alasan kenapa kita memutuskan untuk kuliah, entah yang kuliah lagi atau kuliah pertama kali padahal sudah bekerja.

Sebagian dari kalian pasti ada yang berpendapat "Ngapain kuliah lagi, kan udah dapat kerja??" atau "kuliah capek-capek ujung-ujungnya kerja juga".

Jujur, kalau ada yang ngomong atau mikir gitu. Gue bingung sih sama pola pikirnya. Tapi gue nggak nyalahin juga, karena menyampaikan pendapat kan hak orang juga.

Ada banyak alasan orang kenapa memilih kerja sambil kuliah. Bisa jadi, karena tidak mau menyusahkan orang tua soal anggaran kuliah, atau berpikir bahwa pendidikan itu harus di dapat setinggi mungkin, atau hendak meningkatkan kapasitas diri sendiri.

Ya, ya, dan ya alasan-alasan seperti itu selalu terngiang dibanyak pikiran orang-orang.

Kalau gue pribadi mikirnya gini. Gue kuliah lanjut S1 karena gue nggak tau kedepannya bakal terjadi apa atau haluan gue bisa jadi berubah. Mumpung gue masih muda *yah nggak muda-muda amat dan nggak tau umur gue sampai berapa.

Selagi ada waktu, kenapa nggak gue mencoba nyicil apa yang selama ini gue percaya. Dengan catatan nggak morsir badan, dan nggak ngorbanin tanggung jawab yang paling prioritas yaitu pekerjaan gue.

Lalu?? Sukanya Kerja Sambil Kuliah itu apa??

1. Punya uang sendiri buat nguliahin diri sendiri

Ini yang pertama sih, yah walaupun pas D3 gue masih bergantung sama pendanaan orang tua. Tapi setelah itu gue ngerasain betapa bangganya diri ini bisa ngebiayain kuliah gue sendiri.

2. Bisa kenal sama orang yang notabenenya pekerja juga

Contoh nih, gue bisa kenal sama David yang kerja di mitsubishi mobil, gue bisa kenal Sella yang kerja di pabrik kimia Tangerang, gue bisa kenal Ikhram yang kerja di bank, gue bisa kenal Christian yang anak sultan, dia nggak kerja tapi kuliah di program kerja sambil kuliah dengan alasan biar kuliahnya cuma sabtu-minggu doang.. Hahahah Maaf yah disebut.

Nah, dari situ gue bisa tau pengalaman-pengalaman mereka serta pelajaran-pelajaran yang bisa mereka kasih secara nggak langsung ke gue.

3. Pas saatnya tiba, kamu bakal ngerasain bangga yang luar biasa karena bisa menyelesaikan semuanya *walaupun butuh waktu

Yah, wisuda selalu jadi momen terbaik.. Ya kan??

Kemudian, dukanya apa??

1. Jadwalmu selalu bentrok antara kerja sama kuliah

Apalagi gue yang kerjanya shift, jadwal kerja selalu berubah dan jadwal kuliah cuma sabtu minggu. Udah gitu kuliahnya jauh lagi di Jakarta.. Hahahaha

Gue aja bingung karena di bulan januari 2020 gue cuma bisa masuk 2 hari dalam sebulan. Nah lohhh.. untungnya gue nggak sendirian jadi bisa barengan ngelobby dosen buat ngasih tugas.

Entah kedepannya bakal gimana, karena gue nggak mau ngorbanin pekerjaan kalau bukan dalam keadaan genting seperti UAS.

2. Kadang punya dosen yang cemburuan

Iyah, kalau punya dosen yang nggak pengertian seperti dosen yang cemburuan semisal kita menomor duakan urusan kuliah. Dia bagaikan dosen killer tapi mode senyap yang tau-tau ngasih nilai C atau bahkan D alias ngulang.

3. Jadwal Istirahat Terganggu

Hmmmm,, biasanya kan kalau pekerja. Momen yang paling ditunggu adalah pas waktu libur tiba, dimana kita bisa leyeh-leyeh sambil sing a song.

Tapi kalau kalian kerja sambil kuliah yah nggak bisa gitu. Hampir nggak punya jadwal libur. Paling pas libur semesteran kalian bisa agak santai dari perkuliahan. Tapi kan nggak bisa santai dari pekerjaan.. Hahaha

4. Waktu sama keluarga jadi sedikit terhambat

"Bay,,mau ikut ke rumah tante ini nggak??" atau
"Bay,, mau ikut ke pantai nggak??"

Paling jawabnya "Nggak Pak, mau nugas dulu..."

Yah gitulah seringnya..

5. Capek Badan

6. Goyahnya motivasi dan berpikir untuk berhenti

Tantangan yang paling sulit. Di mana kita kira sudah mencapai titik surrender atau menyerah. Tentunya pilihan ini sangat disayangkan. Tapi kalau udah seperti apa boleh buat!! Tentunya harus bisa menerima dan membayangkan apa yang udah kita lakukan hingga sampai ke titik ini.

Hmmm,, ada lagi nggak yah? Kalau menurut kalian apalagi suka dukanya kerja sambil kuliah??

FIN
Bayu13K
Bayu13K Pria mochi yang suka bergalau, suka main, rajin, baik sama orang, tidak sombong, n suka menabung... Ahahahaahahasiiiiaappp :D

16 komentar untuk "Suka Duka Kerja Sambil Kuliah "

  1. Baca tulisan ini antara deg-degkan dengan terharu. Berasa saya yang kerja nyambi kuliah🤣

    Gak kebayang kalo itu saya yang di posisinya kak Bayu ini. Apalagi saya ini termasuk orang yang cepat down sekalinya gagal. Alhamdulillah kmren lulus dari SMA langsung keterima SNMPTN yang jalur tanpa tes. Semisal, saya nggak lulus. Ntahlah rasanya, pupus sudah harapan kuliah. Kalo ikut yang tes, peluang keterima kecil. Soalnya Jurusan yang saya bidik lumayan banyak yang minatnya.

    Sumpah ini keren banget perjuangannya, terharu saya bacanya kak, dari awalnya yang ditolak masuk SNMPTN, terus kerja dulu bareng temannya, terus akhirnya Allah kasih hadiah untuk D3 dulu. Terus, pas wisuda (deg) serasa sedihnya keikut merasakannya saya. Ibu :(
    Saya yakin ibunya kakak, melihat kak bayu yang sekarang ini pasti bahagia dan bangga punya anak setegar ini. Perjuangannya patut diacungi jempol😊

    Semangat untuk kita semua yang sedang menimba ilmu, semoga berkah ilmunya🙌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyhh makasih,, semangat buat kita semua!! :D

      Hapus
  2. saya dulu waktu tamat sekolah smk.. bingung mau kerja atau kuliah dan akhir nya alhamdulilah saya memutus kan untuk bekerja dan sbner nya saya juga g niat sih mau kuluiah heheh.. jdi curhat dikit

    yuk kak saling follow back dan berteman :) salam bloger

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh, nggak papa curhat. Biar bisa saling memotivasi diri.. :D
      Salam Kenal juga kaka

      Hapus
  3. Bener sih, kalau kuliah sambil kerja gitu, nanti temen-temennya malah pekerja juga. relasi pun dimana-mana.

    Tapi ya itu, ya ampon kayak ga ada istirahatnya gwgwgw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh minta doanya aja yah, moga kuat saya.. moga nggak putus di tengah jalan

      Hapus
  4. Dulu saya juga ada rencana seperti itu, kerja plus kuliah
    ah tapi sayang, hanya sekedar impian dan angan-angan
    Jam kerja yang tidak penentu, kadang pagi, sore atau malam, sehingga kalau ingin sambil kuliah pastinya tak bisa.
    Saya salut dengan orang yang mampu berbagi waktu antara kerja dan kuliah, emang bukan hal mudah.
    Ancung jempol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah,, minta doanya aja yah.. moga aja betah dengan kondisi yng kaya gini.. hahah

      Hapus
  5. Lu harus lulus bay. Inget dengan perjuangan yang udah lu keluarin. Jangan sampe putus di tengah jalan. Eman-eman rasanya.

    Gw gak bisa ngebayangin gw yang biasanya akhir pekan leyeh-leyeh harus capek-capek sekolah lagi, mikir lagi, puyeng lagi.

    Kadang gw mikir, apa gw ambil S2 yah? Padahal gw dari segi materi mampu loh sebenernya bayar spp kuliah S2, tapi malesnya itu. Hadehhh....

    Gw gak tau jalan hidup gw ntar kayak gimana. Tapi kalo emang mau ambil S2, gw kepikiran ambil S2 di luar negeri. Sapa tau kan yah, gw dapet hidayah, akhirnya mau kuliah lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru mncul aja nih orang.. hahah PSBB gimana? Lancar??

      Iyah masa depan mana ada yg tau yah za, siapa tau kita keterima beasiswa kuliah di LN.. wkwkkw Aminn

      Hapus
  6. Tetap semangat ya Mas, meski berat tapi memang begitulah tantangan untuk tetap maju dan sukses. Selalu butuh perjuangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wokkeee.. doain lancar yah mamen.. hehe

      Hapus
  7. wih keren juga kisah hidupnya gan banyak menginspirasi

    BalasHapus
  8. Mau tanya om, ente balasin komen kayak gini masuk blog sendiri ya?
    Trus iklan adsense nya dilihat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh klau balesin comment mesti masuk ke blog sndiri dlu.. iyah Adsensenya keliat. Tpi kayanya nggk ngaruh. Soalnya google pasti tau ngebedain traffic mana yg dari punya blog, dll..

      Hapus

Posting Komentar

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.

Berlangganan via Email