Ketika Sakit

Awal tahun yang panjang... "fiuhhhh..."

"Halo.. gimana kabarnya?? Sehat kan yah?? Apaaa?? Kabar gue?? Jangan ditanya yah. Soalnya malah bikin kepengen curcol... wkwkwk" *Yeee,, GeEr banget lu bay, siapa juga yang nanyain kabar lu...!! 

Tapi nggak papa gue pengen curcol sedikit (baca "kit" nya dipanjangin yah...) aja.

Hear me out guys....

Jadi, beberapa waktu yang lalu. Sekitar tanggal 4 Januari, setelah pulang kerja jam 7 malam. Badan gue memang kerasa sudah nggak enak. Yah,, gue sih mikirnya santai. Karena paling cuma kecapean atau mungkin efek dari pilek karena kebetulan saat itu gue lagi pilek. Jadi, seperti biasa Tolak Angin Pegal Linu selalu menjadi andalan.*Sponsor dehh... hehehe

Keesokan harinya badan gue semakin kerasa nggak enak, terus sore harinya ketambahan demam. Akhirnya gue memutuskan untuk menjalin sahabat dengan Decolgen. Tuh kan sponsor lagi. hehe

Besoknya lagi, gejala bertambah! Gue batuk-batuk sama dada yang terasa nggak nyaman. Sempat terbesit pikiran "Could it be???" hmmmm. Soalnya akhir-akhir ini penyebaran virus itu di tingkat industri Kota gue lagi kencang banget. Bahkan di tempat gue aja ada 17 orang yang positif. 

Tapi gue nggak mau mikir yang nggak-nggak. Jadi, besoknya lagi gue pergi ke dokter umum. Diantar sama mamang gojek dengan mematuhi protokol kesehatan karena dirumah nggak ada yang bisa nganter. Mau bawa motor sendiri pun juga takut nubruk, malah jadinya bahaya. Jadi, Gojek yang selalu di hati... *Sponsor lagi dehh.. -__*

Sumpah rumah sakit pas gue kunjungin itu rame banget... Ramenya tuh nggak nyantai udah kaya di mall yang hampir bikin gue putus asa karena antriannya.

Singkat cerita, di RS gue cek darah sama rongsen paru. Untuk hasilnya.. Bu Dokter bilang gini : 

"Mas Bayu, ini ada indikasi infeksi yah mas, cuma penyebabnya belum tahu karena bisa Virus, Bakteri, atau jamur.."

Gue sih responnya dengan mangguk-mangguk kepala santai...

"Terus ini kalau untuk rongsen parunya... Waduh mas (dengan nada kaget).. Ini seperti bronkitis atau bahkan Bronkopneumonia.."

Anggukan gue mendadak jadi serius. Karena seinget gue. Gue udah pernah kena bronkopneumonia waktu bulan oktober kemarin.. Masa kena lagi...

"Waduhh kok bisa gitu dok...? Padahal kamar saya bersih loh dok..." Jawab gue polos..

Bu Dokter melanjutkan "Oh macam-macam penyebabnya mas... Cuma karena lagi pandemi kaya gini. Saya saranin buat tes PCR yah.. Karena pneumonia itu salah satu gejala dari Covid.."

Singkat cerita, gue dikasih obat sementara dan mendapat rujukan untuk ke dokter paru besoknya, dan juga menjalani isolasi mandiri hingga hasil PCR keluar.

Hanya saja, kondisi badan gue keesokan harinya agak kurang memungkinkan buat memaksakan diri ke rumah sakit. Jadi, gue lebih memilih mengurung diri di kamar buat istirahat. Oh ya, setelah dari dokter umum gue sempet melipir buat tes antigen, dan hasilnya negatif.

Hari sabtunya setelah demam agak turun, namun dengan kondisi batuk dan dada terasa terhimpit. Gue melakukan tes PCR. Dan hasilnya itu baru keluar hari senin jam 9 malam karena antrian sampel yang banyak.

Hari minggunya, penciuman gue sempat turun tapi nggak hilang sepenuhnya. Sontak gue panik donk. Terus dikamar gue nyium-nyiumin bau-bau sekitar seperti minyak wangi, sabun, pengharum ruangan, kaos kaki, tai cicak (wkwkwk) dan baunya tuh nggak setajam biasanya.

"Wahh ada yang nggak beres nih..."

Seiring waktu berjalan, batuk-batuk gue semakin heboh, kepala pusing, dada nyeri setiap menghirup nafas, dan asma gue semakin blingsatan nggak jelas. Gue langsung ingat sama perkataan dokter sewaktu awal-awal Covid baru muncul di Indonesia. "Bay, kamu kan asma. Jaga diri yah, soalnya kalau kamu kena. Ada kemungkinan di badan efeknya bakalan lebih dramatis daripada orang biasa.."

Hari selasa pukul 10 pagi, gue hendak mengambil hasil tes PCR dan check up ke dokter paru. Tapi sayang, semesta sepertinya tidak berpihak kali ini. Gue kehabisan kuota check up di dokter paru karena keterbatasan tenaga medis di Kota kami yang semakin menurun akibat pandemi apalagi yang berhubungan dengan pernafasan. Bahkan petugas bilang ke gue kalau Dokter Paru di Kota ini hanya ada 2, dan mereka keliling ke klinik dan rumah sakit lain.. Asli, gue merinding sih pas denger itu.

Dalam hati gue agak sedih. Pertama, sedih karena merasa pengobatan gue berlangsung tersendat dan lama.dan Kedua, gue juga sedih karena melihat kondisi tenaga medis yang gue rasa mereka telah mencapai titik jenuh. Titik dimana kapasitas sudah hampir atau bahkan overload.

Gue nggak bisa ngebayangin bagaimana jika ada seseorang yang sedang dalam kondisi kritis dan butuh pertolongan segera.

Rumah sakit penuh kini bukan lagi sekedar omongan.

Akhirnya gue pun pulang, dan berharap besok bisa berjalan dengan lancar.

Hasil PCR gue negatif. Dengan ini gue bisa sedikit bernafas dengan lega. Tapi, obat gue sudah habis sejak hari minggu malam.

Kondisi gue saat itu sudah nggak demam. Hanya saja nafas memang masih sesak. Bahkan saat malam gue nggak bisa tidur nyenyak karena batuk dan dada yang terasa tertekan. Demi menyiasati agar nafas bisa sedikit lebih enakan. Gue tidur dengan posisi badan menempel di tembok. 

Keesokan Rabunya, tanggal 13 Januari. Gue berhasil medapatkan antrian check up, itupun setelah ngebela-belain maksa badan buat berangkat ke RS pagi-pagi jam 5. 

Jam 2 siang gue berangkat lagi ke RS untuk bertemu dengan dokter karena sesuai jadwal, Dokter ada jam 3 sore. Disana gue dapat rekomendasi buat rongsen paru, cek darah, dan cek sampel dahak. Singkat cerita, gue kelar jam 7 malam dengan hasil rongsen yang akarnya kini semakin banyak. 

Sebenarnya dokter menyarankan gue sebaiknya dirawat di rumah sakit. Tetapi gue tolak karena gue rasa ini bukan hal yang darurat.

Hingga malam pun datang. Sekitar jam 11 malam saat gue sedang berkutat serius mencari posisi tidur yang enak. Tiba-tiba kepala gue merasakan pusing yang luar biasa, nafas juga semakin berat rasanya, dan juga jantung terasa berdebar-debar. Bahkan gue hampir jatuh saat menuruni tangga mencari bokap. Tengah malam gue ke puskesmas terdekat diantar tetangga depan.

Disana gue diberitahu bahwa gue mengalami Hipoksemia. Dimana saturasi oksigen dalam darah di bawah normal dan gue butuh oksigen tambahan. Saat itu, air mata nggak bisa gue tahan apalagi ditambah ngeliat muka bokap yang raut wajahnya menggambarkan beliau kebingungan. Malam itu menjadi salah satu malam yang panjang dalam hidup gue.

Ketakutan dan kesedihan rasanya seperti campur aduk. Gue merasa beruntung karena masih diberi kesempatan dan memiliki orang-orang spesial yang gue kenal dengan nama Keluarga.

Tanggal 14 Januari, pukul 7 malam gue sudah diperbolehkan pulang. Obat yang diberikan oleh dokter paru kemarin bereaksi positif di gue. Walaupun masih batuk, tapi setidaknya nafas gue hampir berjalan enak.

Begitulah isi curcol gue yang "katanya" sedikit. heheh. Oh ya, selama beristirahat di puskesmas, di siang harinya gue isi dengan kegiatan menggambar. Berhubung tangan gue nggak di infus jadi tangan masih bergerak bebas. Ini gambarnya... Gue kasih judul "Healthy Inside, Fresh Outside..." bahahaah. Judulnya original banget.. -__-

Gue nggak tahu apa korelasi gambar ini sama judulnya.. hehehe.

Teruntuk kalian, teman-teman yang gue sayangi *Ceillah.... Tolong jaga kesehatan yah. Jangan sepelein hal-hal kecil termasuk nggak enak badan atau sekedar pilek. Alangkah lebih baik. Langsung ke dokter untuk periksa agar pengobatan bisa berjalan dengan cepat.

Apa yang terjadi di gue adalah hasil dari menunda dan ketunda. Di zaman pandemi seperti ini sayangilah diri sendiri. Mungkin dari kecil kita selalu diajarin untuk menyayangi orang lain dan cenderung mengabaikan perasaan diri sendiri. Yahhh itu nggak salah sih. Tetapi alangkah lebih baik juga diimbangi dengan rasa peduli dengan diri sendiri. Terlebih saat tidak mampu, dan jangan memaksakan sesuatu.

Karena ketika sudah jatuh sakit, kita hanya akan merepotkan dan membuat khawatir orang-orang sekitar seperti keluarga dan tetangga kita. 

FIN...

Akhir kata :

What a precious privilege, it is to be alive - to breathe, to think, to enjoy, to love.... Marcus Aurelius


Bayu13K
Bayu13K Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang alay. Hahahah ����

24 komentar untuk "Ketika Sakit"

  1. Mas Bayuuuu, thank God sudah baikan yaa sekarang? Terima kasih pengingatnya. Memang kita harus betul-betul jaga kesehatan, especially dimusim pandemi Corona 🀧

    Dan soal RS yang penuh itu betulan, di Bali pun sama mas. Soalnya kemarin ada teman yang cerita harus cari RS untuk orang tuanya, tapi bukan karena COVID, however RS penuh banget, dia sampai parno, kawatir berangkat negatif terus pulangnya positif πŸ˜“

    Dan soal nakes itu juga, saya rasa banyak nakes kita yang mungkin dalam hatinya ingin menyerah. Nggak kebayang setiap hari harus berjuang melawan COVID, ditambah orang-orang yang nggak percaya kalau COVID ada, while mereka dipaksa melihat satu-persatu teman mereka berguguran (meninggal) 😒 Semoga, kita semua bisa selalu sehat, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah sudah baikan mba.. 😁 terimakasih.. Malamnya setelah publish tulisan ini sempat ke UGD karena sesak nafas... tapi udh oke skrang. Baru tadi jam 10 sudah diperbolehkan pulang...

      Iyah mba rumah sakit skrang penuh semua... saya kadang juga parno takut pulang2 bawa virus.

      Iyahh, nggak kebayang juga tiap hari mereka harus ngadepin hal2 gtu. Mngkin dalam hatinya kepengen pulang kerumah dan terus bertanya2 kapan ini pandemi beresnya?? Dan masih aja diluar sana ada orang2 yg nggk percaya corona sama nyebarin hoax ttg vaksin.. kan sebal saya dngernya.

      Hapus
  2. Bayu sekarang gimana kondisinya? Udah fit kembali kah? Semoga sekarang udah fit ya!
    Terima kasih banyak atas sharing dan remindernya! Belakangan ini rasanya "penyakit" dekat sekali dengan kita, jadi benar-benar harus lebih jaga diri dengan baik 🀧.

    Aku sedih membaca bagian dokter paru di kota Bayu hanya tinggal 2 dan mereka harus keliling RS setiap hari, astaga betapa beratnya pekerjaan mereka di saat seperti ini πŸ˜₯ semoga mereka diberikan kesehatan selalu.

    Bayu, sehat selalu ya! Btw, as always, gambarnya bagus sekaliii 🀩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah sudah mendingan Li... butuh bedrest beberapa hari lagi mungkin...

      Iyah sedih banget aku juga dngernya... salutnya tuh Pak Dokter masih aja usaha buat keliling Kota karena dokter nggk ada yg backup.. pasti capek banget...

      Maakasih Li... πŸ˜†

      Hapus
  3. Sekarang gimana kabarnya Mas?
    Dah baikan?
    Semoga sehat selalu ya.
    Jaga baik-baik kesehatannya.

    Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudahh Mas Rudi...
      Aminn semoga kita semua masih dalam perlindunganNya..

      Hapus
  4. Semoga lekas sehat mas Bayu, saya berharap ktia semua sehat dan fit.
    Semoga sakitnya kita menjadi slah satu sebab penggugur dosa kita, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Rabb... terimakasih Kang Joe buat doanya.. πŸ˜† heheh

      Hapus
  5. Syukurlah sudah lebih enakan, semoga sekarang malah sudah sehat ya, Mas :)

    Doaku saat ini juga jangan sampai sakit deh. Karena udah pasti bikin cemas orang serumah. Apalagi di rumah ada nenek yang lebih rentan, jadi benar2 harus afirmasi positif sehat sehat dan sehat. Yang paling penting istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi. Semangat sembuh ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Mba Kartika... Alhamdulillah..

      Iyahh bner... orang2 pasti khawatir dan berpikiran yg nggak2.. apalagi yg sakit keluarga sndiri..

      Terimakasih mba buat doanya..

      Hapus
  6. Halo kak Bayu. Gimana kabarnya sekarang? Apa sudah masuk kerja lagii?

    Omong-omong, saya setuju. Di masa pandemi kalo bisa “Jaga kesehatan” itu jadi prioritas, kalo udah sakit, bisa merembet ke hal-hal lain dan apalagi sakit itu butuh biaya yang padahal bisa kita pake untuk memenuhi kebutuhan pokok.

    Kok saya ngerasa gak asing ya sama taglinenya “healthy inside fresh outside” ini dari iklan bukan? πŸ˜…
    Dann... semoga kak Bayu selalu diberi kesehatan dan kekuatan ya! Stay safe kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabar baik Mba Reka...
      Belum mba 😭 udah total 9 hari aku mangkir kerja.. Ya Ampun baru kali ini sih jujur absen sebanyak ini.. nggk enak banget sama yg lain karena kita udh kurang orang banget.. hehhe

      Yupzz.. jaga kesehatan yg paling penting.. ingat 3M pokoknya..

      Iyahh.. dari iklan itu tuh minuma vitamin C.. wkwkkw original banget..
      Terimakasih doanya yah mba reka.

      Hapus
  7. kalo temen saya berasa ga enak karena pulang malam, atau seperti itu kasusnya biasanya minum susu beruang yang iklannya naga, isinya susu sapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. iyah katanya susu beruang.. tapi saya kurang suka susu mas.

      Hapus
  8. Sekarang ini semoga kesehatan mas Bayu sudah membaik.
    Satu hal yang bikin kagum dari mas Bayu tuh menceritakan keadaan sakit, tapi dengan selipan humor ... yang bikin jadi tertawa bacanya.

    Cepat sembuh ya, mas mochi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn.. sudah lebih baik mas Hima..
      Hehehe.. yah abis kalau serius2 amat malah nambah bikin pusing..

      Terimakasih mas..

      Hapus
  9. Ya ampun mas bayuuu, aku bacanya langsung berasa sesak :(. Apalagi mengingat sedang pandemi gini. Tapi syukurlah bukan covid walopun penyakit yg ternyata kena sbnrnya masih serem juga :(.

    Jaga diri , tingkatin imun ya mas Bay. Semoga cepet pulih, dan terlindungi trus dari covid. Aku bisa kebayang pas papamu kaget dan bingung.

    Anakku sempet batuk bbrp bulan lalu, dan dia parah banget napasnya. Aku jujur ga kuat, sampe nangis Krn dlm pikiranku udh covid aja. Untung ada suami dan babysitter yg tenang. Aku kuatir Krn dulu anakku ada kena penyakit paru, sempet flek, walopun skr udh sembuh . Tapikan sejarahnya ttp ada. Makanya aku takuuuut banget itu. Proteksi mereka jd LBH ketat, ditambah vitamin segala macam.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah sekarang sudah agak baikan, semoga segera sembuh total dan sehat seperti semula. Cepat sehat ya mas Bayu.

    Duh, memang sesak rasanya kalo sakit dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini, dokter dan tenaga medis sudah sangat kewalahan, semoga saja mereka bisa bertahan.

    BalasHapus
  11. aduh ga bisa bayangain mas
    di tengah kondisi pandemi gini
    alhamdulillah PCR masih negatif
    isoman memang salah satu cara terbaik saat ini
    pas ambruk desember kemarin saya juga isoman
    meski swab antigen negatif tapi ya takut aja
    sehat sehat ya mas...

    BalasHapus
  12. dek bayu..ni mba mbul menanyakan kabarmu? gimana sekarang? semoga makin membaik ya bay..

    btw sponsor sponsor penunjangnya sama kayak yang aku oakai loh, decolgen huhuhh

    oiya ini masih sakit kok tangannya masih canggih aja gambar secakep itu...rantingnya alamak nyata tenan...bagus kayak 'hidup' gitu gambarnya

    oh ya pas bagian hampir hilang kesadaran dan mau jatoh sumpah deg degan banget ama penciuman nyaris agak menurun...huhu..semoga makin membaik ya bayu..sehat2 sekeluarga..sesama wong tangerang saling mendoakan karena ya...ngeri kalau uda ngecek faskes di tingkat manapun uda kayak over kapasitas..tapi semoga bayu sehat sehat yaaaa..n lekas pulih

    BalasHapus
  13. Ya Allah, di awal saya ngakak baca sponsornya, tapi di tengah saya serem sendiri, langsung auto sakit tenggorokan, atuh mah saya ini lebay.
    Tapi syukurlah negatif ya, deg-degan banget.

    Tuh kaaannn, saya tuh bahkan bayangin kondisi antri di RS, udah takut duluan mau test, belom lagi kalau keluar hasilnya, duh saya kenal banget diri ini yang suka over thinking, makanya untuk sementara saya diam bae di rumah, sambil memantau.

    Serem banget mikirin antri, ama orang-orang yang mungkin positif.

    Btw, jaga kesehatan selalu ya, apalagi ada riwayat penyakit gitu, semoga selalu sehat dan jauh-jauh dari segala macam penyakit

    BalasHapus
  14. Baru mampir lagi ke sini dan sedih dong baca iniii... Mas Bayu gimana kabarnya? Udah sehat lagi kah sekarang? Huhuhu jaga kesehatan di masa-masa begini tuh memang penting banget, ada apa-apa sedikit tuh langsung deg-degan :((

    Pas indera penciuman menurun tuh karena pilek kali yaaa? Makanya ga sekuat biasanya, dan beruntung banget memang Mas dikelilingin orang-orang yang bisa diandelin tuuh, pas kita ga sanggup apa-apa ada yang bantuin yaa...

    Btw lagi dirawat aja masih bisa berkarya salut banget deh, mana bagus banget pula gambarnya! Semoga segera sehat kembali Mas Bayu, tetap jaga kesehatan yaaa...

    BalasHapus
  15. Mas bayuu, aku bacanya ikut deg2an. Alhamdulillah udah membaik ya, Mas.. Semoga Mas Bayu cepet pulih lg dan selalu diberikan kesehatan πŸ™πŸ™
    Bener ya skrng rumah sakit pd penuh bangeet yaa. Mau covid atau ga, banyak jg yg berobat. Kadang kondisi kaya gini kita jg jd agak menunda2 ke RS yaa, tp kan kita lbh tau kondisi masing2, jd begitu ngerasa ada yg ga enak mending lngsng berobat aja yaa.. Terima kasih remindernya Mas Bayu 😊

    BalasHapus
  16. Sekarang gimna kabarnya mas? Semoga baik baik aja ya. Saya juga beberapa hari terakhir demam karena kehujanan terus abis pulang kerja, tpi alhamdulillahnya setelah tidur malam langsung mendingan.

    Yap bener banget mas, sekarang ini harus bener bener lebih diperhatiin lah soal kesehatan, pandemi belom kelar, cuaca juga lagi berubah ubah. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan ya mas.

    BalasHapus

Posting Komentar

Yukk.. Ngobrol!! Biar makin kenalπŸ˜‚

Berlangganan via Email