Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mindfulness

Hari ini gue pengen cerita 😢, Mungkin agak serius kali yah. Tapi gue coba untuk ngemas tulisannya biar yang baca nggak ikutan mumet atau kena suatu energi yang bikin suasana makin rumyan.. hahah πŸ€ͺ*sok iyah lu bay!

Gue nulis ini hanya ingin bercerita tentang sesuatu hal baik yang gue dapat persis malam minggu kemarin sewaktu gue memutuskan untuk ngambil cuti dan ikut main ke daerah Chinatown Pantai Indah Kapuk. Perginya sama siapa?? ya siapa lagi kalau bukan dengan 2 cecunguk itu. hahaha.

Sewaktu itu, gue pulang dari Chinatown sekitar jam setengah 10 malam. Akibat Covid, Chinatown nggak bisa lama-lama buka karena ada aturan pembatasan yang sedang berlaku. Jadi kita pulang early kaya anak gadis πŸ˜„.

Sebelum pulang ke tempat penginapan, which is rumah Andre. Kita nganterin pulang si Toni dulu karena ada hal yang harus dia kerjakan. Awalnya sih gue misuh-misuh mengingat perjuangan gue ke mari bukan suatu hal yang mudah karena ada insiden dan endebla-endebla 😒. Apalagi gue kan juga pengen ngerasain tidur bareng bertiga. Hahaha🀣 *Hei Bay, kalau nulis jangan bikin nitizen ngelantur kemana-mana yah!!!* Nggak!!! maksud gue bertiga kan pasti lebih seru ngobrolnya daripada berdua 😬. Pun biasanya kalau kita bertiga dirumah Andre bisa seru-seruan buat main PS bareng.

Jadilah, malam itu gue sekasur berdua bareng si Andre... *Please jangan mikir yang nggak-nggak ya πŸ˜…* 

Sekitar pukul jam 12 malam, gue terbangun karena kebelet nguyoh.

Saat itu, gue lihat Si Andre ketiduran di karpet dengan TV dan PS yang masih menyala *Kebiasaan emang anaknya...* Berhubung remotnya jauh, gue langsung keluar kamar buat ke kamar mandi.

Selesai dengan urusan pribadi, Gue buka pintu kamar mandi dan terkaget begitu mendapati bayangan orang berdiri di dapur. Akibat terlalu sering mengalami hal-hal yang berhubungan dengan ghaib-ghaib, otak gue langsung ngirim sinyal bahwa malam itu gue bertemu dengan dedemitnya rumah Andre. "Yah lumayan dapat teman ngobrol" Batin gue... Tapi semua terpecah ketika suara lantang dan berat terdengar "Bayy!!"

"Astagfirullah... Ya Allah maapin karena udah nyangka Bapaknya Andre Hantu... 😚" Omong gue dalam hati yang awalnya gue sangka kita dirumah ini hanya bertiga sama Mbanya Andre.

"Iya Om.." Balas gue sambil senyum-senyum, "Belum Tidur tah Om..?" Sambung gue..

"Belum mau ngopai dulu..." Jawab beliau sambil tertawa.

Dalam mode senyap otak gue mikir keras terdiam dan melongo di depan pintu kamar mandi. "Hah Ngopai?? Ngopi apa ya maksudnya?? πŸ€”" Gue yang nebak buat menerka-nerka

"Ngooopiii bay...." Jawab beliau sambil cengengesan

Dalam hati gue yang be lyke : "Maklum bay Jokes Bapak-bapak jadi ketawa aja yaπŸ€ͺ, Please!!"

"Mau Bay?? Saya bikin banyak soalnya..." Tawar om Candra.

"Boleh deh Om, kebetulan bayu juga belum ngantuk, tapi itupun kalau nggak ganggu..." Jawab gue mengiyakan. Jujur, selama gue kenal sama Andre, gue sama sekali belum pernah ngobrol sama Bapaknya. Gue pengen banget gitu ngobrol sama bapaknya. Apalagi beliau orang hebat, dan punya banyak segudang pengalaman kerja di banyak perusahaan. Yah siapa tau gue bisa dapat ajian pamungkas dari beliau atau dapat tawaran kerja baru πŸ˜….. haha *Niat terselubung*...

Jadilah, gue duduk di meja makan dengan kopi dan sebungkus kacang garuda besar buat cemilan.

Karena khawatir kikuk dan awkward, Gue pun membuka percakapan.

"Kabarnya gimana Om??"

"Puji Tuhan, Baik kok Bay... Kamu gimana? Kuliah lancar? Andre nakal nggak kalau lagi kuliah??"

"Baik juga om,, Kuliah yah alhamdulillah lancar,, walaupun sulit karena harus kuliah online.. Tapi overall yah nyaman-nyaman aja... Andrew juga baik *Fingercrossed..* haha πŸ™ƒ..."

"Yah memang agak sulit ya kalau kerja sambil kuliah, soalnya kebagi-bagi apalagi kamu tempatnya jauh, kerjanya shift juga. Untung ada corona yah.. Jadi, nggak ribet bolak-balik.." sambung Om Candra.

Dalam hati gue cuma bisa bilang "couldn't agree more!! 😬" sambil nyerutup kopi dan *Keselek* Buseeet dahhh, Ini kopi udah kaya buah mengkudu, asli pahitnya pakai banget!!

"Hahahah, kepaitan ya Bay..? Saya kalau bikin kopi senangnya gini yang pahit..." Respon Om Candra sambil nyodorin tisu ke arah gue.

Malam itu, Gue ngobrol banyak sama Om Candra alias bapaknya Andre. Ternyata beliau seru juga. Bahkan, obrolan kita sampai ke yang adsurb sekalipun yaitu bagaimana cara edit story Ig.. *Yailah ini bapak gaul juga ternyata... wkwkwk πŸ˜…*

Tapi entah kenapa, malam itu tiba-tiba tanpa warning gue mendadak mellow. Somehow, Kehangatan yang gue rasain ngingetin gue sama kenangan bersama beliau. Kalau kata Mba Eno sih Gwichana atau sedang adaptasi.

Gue pun langsung terdiam, dan langsung buka hape buat pengalihan diri.

Sepertinya Om Candra udah tau gerak-gerik gue.. Layaknya seperti dukun, tanpa jeda om Candra langsung bilang "Nggak papa bay, keluarin aja jangan di tahan...." disusul dengan serutupan kopi beliau. *sluuurrpp

Niat gue mau nyembunyiin pun langsung nggak kebendung. Sambil tersenyum gue bilang "Sorry Om, Nggak tau kenapa ngobrol sama Om jadi teringat masa-masa sewaktu ngobrol sama bapak..."

"Yahh nggak papa bay, saya ngerti betul bagaimana rasanya.. Jadi nggak papa, jangan ditahan atau merasa nggak enak...

Gue sama Om Candra terjebak dalam momen 1 menit saling terdiam. Suasana yang tadinya ceria dan hangat mendadak berubah sepi. Hanya ada suara kecil yang berasal dari jarum jam bergerak per detik. Kebiasaan emang gue tuh, akhir-akhir ini sering banget mellow tiba-tiba.

"Sebentar..." Om Candra kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju lemari dekat dengan ruangan yang biasanya Andre dan keluarganya duduk menikmati tontonan TV.

Dibawalah beberapa carik kertas lengkap dengan pulpen boxy berwarna biru.

"Kata Andre bayu punya blog yah.. Harusnya kalau sulit untuk diungkapkan, bisa lebih mudah ditulis.. Ntar saya tanya beberapa pertanyaan yah... Boleh??" Jelasnya.

Gue pun hanya mengangguk seraya kebingungan maksud beliau. 

"Saya mulai yah bayu, dulu ini cara Om sama Andre overcome kedukaan yang kita alami sewaktu nenek meninggal dulu. Cuma bedanya, kita sekeluarga besar duduk berdampingan ngutarain masing-masing perasaan kita. dan Its feels a lot better" 

Nanti bayu tulis aja jawaban bayu selengkap-lengkapnya di kertas yah, tulis sejujur-jujurnya..." Jelas Om Candra.

***

"Bayu bisa tulis arti kehilangan beliau bagi bayu apa. Bisa dimulai dari perasaan bayu dulu!! Apa aja boleh ditulis selengkap-lengkapnya, nggak usah khawatir salah atau benar karena bukan itu yang kita cari.."

Kemudian gue mulai menorehkan tulisan gue ke dalam kertas berukuran A4 itu.
***

"The most memorable yang bayu punya sama Bapak?? Nulisnya 2 yah! Mulai dari yang paling Indah juga yang paling sedih. Bayu bisa tulis disitu selengkap-lengkapnya.. Nggak papa kalau tulisannya banyak.. Saya temani dan tungguin, Kopinya masih banyak juga" Kata beliau sambil menunjuk ke arah teko yang berisi kopi drip.

***

"Bayu punya sesuatu yang pengen bayu bilang dan impikan sama bapak.. Boleh ditulis juga...."

Hampir satu jam lebih gue menghabiskan duduk berdua dengan Om Candra tanpa dialog di tengah-tengah kita. Hanya gue yang sibuk dengan tulisannya dengan beberapa sekaan air mata yang gue lakuin. Jujur, kegiatan ini membuat gue berpikir seperti layaknya sebuah film yang berjalan mundur.

Sebuah film yang menggambarkan hubungan yang selama ini gue punya dengan beliau.

***

"Sekarang saya minta, Bayu tulis kata "Selamat Tinggal" yang besar yah di kertasnya..." Lanjut Om Candra.

Sejenak, gue melihat kearah Om Candra dengan senyuman kecil yang ditorehkan beliau ke arah gue, kemudian gue menuliskan kalimat besar bertuliskan "Goodbye my Hero, Thanks for everything...."

"Bayu tahu kenapa saya suruh bayu tulis itu???"

"Bayu pasti akhir-akhir ini sering diam tiba-tiba pas lagi aktivitas ya?? bayu lagi coba buat ngelupain atau ngalihin pikiran bayu ke sesuatu hal lain...? Benar??"

Gue pun hanya mengangguk, setuju...

"Menurut saya, cara itu kurang tepat... Menekan, melupakan, atau membunuh perasaan berduka itu kurang elok kalau kata orang Jawa. Kalau kaya gini bayu nggak memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan duka yang bayu alami. Sehingga jadinya bayu lebih mudah down dan mengganggu aktivitas yang bayu lakuin... Tentu itu sulit apalagi bayu kerjanya di pabrik berhubungan dengan mesin. Bisa kacau kalau bayu nggak fokus.."

"Saya sering mendengar masukan orang-orang kepada orang yang sedang berduka seperti 'ahh sudahlah, lupakan saja, atau tidak usah diingat-ingat' menurut saya kata-kata seperti ini jatuhnya lebih ke membohongi diri sendiri. Perasaan berduka bukan sebuah perasaan yang semestinya di lupakan. Justru sebaliknya harus kita ingat-ingat betul!!

"Dan saya paham betul dengan kita mengingat kenangan bersama mereka yang telah tiada akan lebih mudah dalam mengekspresikan perasaan yang sekarang dialami.."

"Sehingga nantinya emosi yang terjadi dapat lebih mudah terkontrol... Ingat ya bay. Waktu itu sebenarnya tidak menyembuhkan. Tapi dia membuat semuanya menjadi lebih terbiasa. Sehingga ketika kenangan itu tiba-tiba datang. Bayu sudah lebih bisa menguasai emosi yang terjadi dan nggak berlarut-larut di dalamnya dalam waktu yang lama..."

That is why kemarin di Ig, Mba Hicha sempat DM ke gue dengan kalimat yang sama dengan Om Candra yang bikin gue teringat...

"Jadi sekarang, Bayu bisa terus baca tulisan bayu yang ini secara berulang.. Nggak usah buru-buru. Mindfulness aja atau resapi sedalam-dalamnya tanpa harus judge hasilnya ya..." Kemudian om Candra berdiri sambil membawa gelas kopi beliau dan gelas gue disusul dengan tepukan tangan di bahu gue.

"Semangat ya bay....."

Saat itu gue nggak punya kata-kata terbaik yang keluar dari mulut gue.. Gue hanya terduduk, terdiam dan membisu sambil memegang kertas yang penuh dengan tulisan gue. Kata-kata om Candra malam itu benar-benar bikin gue terdiam dan tersadar ada hal-hal yang perlu gue perbaiki.

Gue akui apa yang Om Candra tebak semuanya benar. Iya, gue masih sering menemukan diri gue yang tiba-tiba down dan merusak semua mood yang sedang gue lakukan saat itu. Bahkan itupun sering terjadi sesaat gue masuk kamar mandi dan melihat gantungan tempat sikat gigi yang masih menggantung kepunyaan beliau atau kegiatan gue saat sedang menyiram tanaman atau memberi makan burung-burung yang selama ini kami rawat.

Kemudian, gue beranjak dari kursi gue dan berjalan menuju kamar.

Di kamar gue mendapati Andre yang sudah berpindah ke atas kasur.

"Abis dari mana lo bay??" Celetuk Andre setengah sadar..

Gue masukin kertas tadi ke dalam tas dengan senyuman kecil yang tersirat di wajah gue...

"Geser Ndree... Sempitt ihh.." Tendang gue!!

Kemudian gue tidur dan pulang minggu pagi harinya setelah sarapan dengan menggunakan bus shuttle.


FIN.. Another unforgetabble moment πŸ˜‡..

Last word gue nemu lagu asli enak banget.. Yah lagunya sedih, tapi keren. Lagu ini dibawakan oleh Demi Lovato berjudul Still Have Me...



Bayu13K
Bayu13K Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang cheesy. Hahahah

47 komentar untuk "Mindfulness"

  1. Pagi2 sarapan gue udah berat ya.. wk!
    Wah Ndre bokap lu disangka hantu Ndre. Haha

    Tapi ya gue setuju sama apa yang dikata sama Pak Can. Beliau emng ahlinya ngomong udah kaya mario teguh. Heran kenapa anaknya malah bangor amat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahah..πŸ˜‚πŸ˜‚
      Yah gimana. Gue sangka dirumah nggk ada orang.. hoho.

      Sumpah ngakak 🀣🀣.. Anaknya jomplang banget ya.. haha..

      Hapus
    2. Lu libur panjang brrti ya Dut?
      Harusnya disana aja smpe libur lu selesai.. Ketimbang dirumah. Oh tapi lu ngajar juga si ya.

      Hapus
    3. Iyahh 4 hari. Hahahah 🀣 super panjang..
      Yakali.. tadinya gue pengen pulang sore. Tapi udah jadwal bebersih kolam,, jadi pulang paginya deh..

      Hapus
    4. Wahh menang banyak..
      Yowis apapun itu semangat Dut. You got us. Kalau butuh apa2 you know what to do.

      Hapus
    5. hahahaha,, baik bnget, kalau gtu gue bagi duit 5 juta buat jajan kaki naga.. wkwkw

      Hapus
  2. Oh ini yang dimaksud bokap. Kemarin pas abis ngntar lu ke terminal. Bokap bilang semalam abis ngopi ditemenin bayu sampe 2 jam. Pas gua tanya balik ngobrolin apa katanya rahasia.

    Too bad, lu nggk bangunin gua. Biar gua bisa ikutan kasih ajian gua. Wkwk

    Dulu sewaktu oma atau semisal ada relatif lain pergi. Kita sekeluarga sering kumpul besar buat relaksasi diri sambil ngomongin kenangan bersama mereka.

    Pokoknya udah kaya tradisi si Dut dan Kita tahu itu sebenarnya dari sewaktu ikutan retret tahunan. Ya memang sulit dut buat ngenang kebersamaan mereka sewaktu mereka masih ada. Tapi percaya sama gua. Itu worth banget buat dicoba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah. 🀣🀣 nggak kebayang kalau lu ikutan nimbrung..πŸ˜†
      Tapi Istimewa emng bokap lu.. hehe. Aku masih terharu beliau smpe rela2 kaya gitu.. haha.
      Btw makasih yahh Ndre.. 😊

      Hapus
  3. This too shall pass... *pukpuk*

    Btw, sepakat dengan ayahnya Andrew. Emosi apapun yang kamu rasakan terkait Bapak jangan ditahan. Rasakan dan kenali emosinya. Kemudian berjarak dengan emosi tersebut. Jadi, kayak nonton film. "Oh, ternyata saya lagi sedih. Penyebabnya ini..." Begitu kira-kira.

    Well, semoga kamu sudah lebih baik ya sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh Terimakasih Mba Kimi..
      Saya pun langsung sepakat juga sewaktu dngar ceramah dri beliau langsung..πŸ˜ŠπŸ˜‡

      Hapus
  4. Bayu, aku belum lama bangun tidur terus baca tulisan ini, mendadak ikut mellow sambil nahan air mata netes 😞. It must be so hardddd 😭

    Semoga apa yang Bayu udah lakuin bersama papanya Andrew bisa lebih membuat perasaan Bayu menjadi lega yaaaa. Bersyukur sekali bisa dapat waktu luang bersama papanya Andrew, jadi Bayu bisa dapat momen seperti ini 😁. Jangan lupa minta ampun sama Tuhan karena udah nyangka papanya Andrew itu hantu 🀣

    Btw, besok-besok cerita tentang Chinatown yang di PIK itu dong 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar saya yang nulis Li. wait. next weekend maybe. Wk!

      Hapus
    2. Asikkk! Andrew akan comeback lagi di sini wkwk. Baik, ditunggu!

      Hapus
    3. @Lia.. sorry kalau ruin your morning yahh 🀩..
      Bersyukur banget Li bisa ngobrol sama Papanya Andre. Papanya baik banget.. haha. Udh malem juga jadi mikirnya udh kemana2 pas itu. Wkwk.
      Tapi seruu banget ngobrol sama beliau. .

      @Andre.. yakin?? Mau nulis.??. yahh Los Ndre. Gue tunggu yak.. tapi kali ini nggk ada Mi band lagi 😝😝

      Hapus
    4. Mana Ndre? Kok nggk publish2 tulisan PIKnya yg ngerjainnya smpe 3 malam 3 hari? Wkwk

      Hapus
    5. Tau nihhh. Udah kelewat deadline 🀣🀣

      Hapus
    6. Weehh sabar weh.. otak gua baru restart. Wk!

      Hapus
  5. Cara melupakan masalah, ambil kertas, tuliskan apa masalahmu, remas kertasnya, dan buang, secara psikologis ada loh pengaruhnya, jujur, terlihat sederhana tapi ada pengaruhnya ☺😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haii Mas Kuanyu... long time no see.
      Iyahh terimakasih yah mas buat sarannya.. 🀩

      Hapus
  6. Enjoy your sadness
    Secukupnya

    Lalu harus kembali ke mode ceria

    Untungnya happiness machine aku udah berhasil aku pegang remotnya
    Gampang ikhlasin yang sedih sedih
    Gampang ikhlasin yang nyakitin
    Gampang seneng sama hal-hal kecil
    Sederhana, bahagia

    Walau sekali dua kali kadang kena toxic jadi overthinking juga kwkwkwkw

    Kalau lupa berarti menghindari, maka emang salah sih
    Tapi kalau lupa karena sudah menerima dengan rela, is is so relieving

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aihhh aada Pak Dosen.. haha. Gimana kabarnya Ul..?

      Semangat dan Selamat yah Ul.. mesti belajar nih dari kamu biar lebih tahan banting.. hehe πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
  7. Bogor lagi hujan terus baca tulisan ini.. 🀧

    Sepertinya memang udah diatur Tuhan kalau malam itu Mas Bayu melewati sesi penting dengan papanya Mas Andre ya hahaha. Rasanya pengen saya simpan semua nasehat beliau, siapa tau dibutuhkan suatu hari nanti. Mungkin saya nggak bisa merasakan duka Mas Bayu saat kehilangan ayah tercinta, namun saya pernah melewati masa-masa duka yang sulit ketika nenek meninggal. Yang beliau katakan betul banget. Waktu nggak menyembuhkan, justru kita yang harus jujur dengan perasaan sendiri, ya. Dan ya pada akhirnya ketika kita ikhlas, kita jauh lebih bisa menerima dan berdamai dengan keadaan. Saya berharap sekarang Mas Bayu juga sudah jauh lebih kuat ya 😊

    Btw, iya dong saya juga penasaran dengan China Town PIK 🀭 sejak minggu lalu timeline IGS saya ramai banget yang main ke sana. Kirain itu di luar kota lho wkwwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disini pun lagi mendung Mba Jane..

      Iyah, selama diperjalanan pulang kemarin saya berpikir rasa kebelet buang air malam2 itu sebuah takdir yg memang sudah digariskan biar saya punya sesi penting sama Papanya Andre..

      Pasti Mba😁 saya akan jadi lebih kuat dari yang sebelum2nya.. terimakasih juga buat Mba Jane. πŸ™‚

      Uhhh bagus bangettt mba.. ntar ceritanya ditunggu yah.. haha.

      Hapus
  8. Bapak ya andrew kereeeen dan asik. Dari awal dia bilang ngopai, aku lgs tau orangnya pasti ga kayak bapak2 biasa hahahahha.

    Dan beliau bijak juga :)

    Cara yang beliau pake, beneran berguna sih, untuk menyembuhkan luka Krn kehilangan. Aku dulu juga butuh wkt lama utk bisa ga sedih lagi kalo inget mama mertua. Pak suami tiap ziarah aja msh nangis Ampe skr.

    Kehilangan selalu pait yaaa. Aku tuh kdg berfikir, kok kayaknya aku ga bakal kuat kalo kehilangan pak suami. Malah sampe pernah berdoa, kalo waktu kami sudah habis di dunia, semoga itu aku yg duluan, bukan suami. Ga kebayang sih kalo hrs ditinggal pergi dia :(.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh keren banget Mba, bapaknya... beda jauh sama anaknya.. wkwkw πŸ˜‚πŸ˜‚
      Bapak gahooll pokoknya Mba.πŸ˜†πŸ˜¬

      Ya ampun Mba.. pasti suami mba juga merasakan hal yg sama nantinya jikalau kehilangan yg dikasihinya. Kehilangan memang benar2 sulit ya Mba. πŸ˜”

      Hapus
  9. Iya biasanya emang rada awkward kalo kita ngobrol sama ortu temen, hihi...tapi yang ini ujungnya jadi mellow... 😟

    Bagus juga caranya om chandra... kehilangan orang terdekat memang butuh waktu buat penyesuaian, tetep semangat fwen 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Terimakasih Mas Jaey..
      Iyah kadang awkward, tapi kalau ketemu yg seru udh kaya nggak ada penghalang umur Mas Jaey.. hehe

      Hapus

  10. Saya juga pernah ada diposisi bay, kehilangan orang yang dicinta yaitu paman dan saya butuh waktu lama bay kira - kira 4 bulan buat bisa ikhlas sepenuhnya dan nasehat - nasehat dari pak Ki haji pun selalu diutarakan pada saya beliau mengatakan saya harus ikhlas karena seseorang yang sudah tiada tak akan kembali kita hanya mampu mendoakan semoga orang tercinta kita yang sudah meninggal dilapangkan kuburnya dan diampuni dosanya.


    Oh ya bay, selain kamu curhat ke papanya Andrew??? Cobalah sesekali kalau libur kerja liburan bay ke suatu tempat kalau bisa ada area persawahannya disitu kamu bisa mencoba merileks kan pikiran . Insha Allah , suasana baru dengan pesona alam yang indah mampu membuatmu bisa lebih baik.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Mba Tari. Memang sulit, tapi Ikhlas sudah seharusnya kita lakuin meskipun sulit. Hehe
      Sering Mba Tari. Saya sering ke pantai buat ngeliat ombak.. kadang ada yg nemenin, kadang yah sendirian. Hehe

      Hapus
  11. Alhamdulillah setelah curhat dengan bapaknya Andrew perasaan mas Bayu jadi agak plong ya. Memang tidak mudah menerima kenyataan kalo orang yang kita cintai telah tiada.

    Tetap semangat ya mas Bayu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mas Agus,, terimakasih yaπŸ˜…πŸ˜…

      Harus semangat 45.. 🀩

      Hapus
  12. Mbrebes mili bacanya... ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini tak elapin Mba Hicha.. πŸ˜† maaf ya mba kalau emosinya malah smpe ke mba hicha. Sebenarny aku juga males nulis2 yg kaya begini.. ahah.
      Tapi kepengen.. gimana donk.. πŸ˜…

      Hapus
    2. Gapapa mas bayu, daripada ditahan2 kan... apalagi kalau emang kepengen, ntar kalau ga diturutin anaknya ileran, lho... *lah, emangnya ngidam :))*

      Hapus
  13. Nyess banget kata-kata dari papanya Mas Andrew.. Sampe mewek aku bacanya 😒

    Bener juga yaa, waktu bukan menyembuhkan tapi membuat jadi lebih terbiasa. Jadi bukan kitanya disembuhkan oleh waktu, tapi kita dibuat lebih kuat seiring berjalannya waktu..

    Aaah tulisan yang bikin sedih sekaligus hangat Mas Bayu! Tetap semangat yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh Papanya Mas Andre emnk sesuatu banget Mba Eya..

      Iyah pasti semangat kok.. 😁

      Hapus
  14. Hahaha "ah sudahlah" itu kata-kata sering juga aku ucapkan untuk menenangkan diri dan membohongi diri sendiri juga mas, tapi ya gimana lagi kadang ego tidak bisa di kendalikan dan tidak bisa di ajak kompromi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyappzz.. kalau menurut saya yah nggk papa sih semisal mau mundur sedikit sama masalah yg sedang kita hadapi. Tapi jangan lupa buat maju lagi.. hehe πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
  15. Bingung mau komen apa karena sepertinya sudah diwakilkan oleh komen-komen sebelumnya.

    Terima kasih karena sudah menulis ini, jadinya tahu bagaimana memanage kesedihan... yaitu dengan 'mengalirkannya' dan jangan ditekan atau disembunyikan.

    Thank you.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha.. kalau bingung pegangan Mas Ady.. mwehehe.

      Iyah kalau sedih lebih baik dialirkan saja Mas Ady, jangan di pendam sndirian, jangan juga ditekan, atau disembunyikan karena pasti akan terasa sesak..

      Hapus
  16. Pas Mas Bayu bilang pengen bobok bertiga bareng Mas Andre dan Mas Toni, entah kenapa dalam pikiranku Mas Bayu pengen nganu 🀣. Mohon maafkan pikiran kotorku, Mas. Maklum, pas nonton berita di tv, beberapa kali dapat berita penggerebekan nganu. Tapi biasanya gak cowok semua sih, ada ceweknya.πŸ™ˆ

    Btw aku ikut sedih dengan perginya orang yang disayangi Mas Bayu. Aku tau gimana rasa sedihnya, apalagi Mas Bayu sudah lama banget bersama dengan beliau 😭. Tapi aku bersyukur, karena banyak banget yang sayang sama Mas Bayu, yang selalu setia menemani Mas Bayu.

    Aku dulu juga pernah mengalami kehilangan, Mas. Hampir 3 tahun yang lalu. Awalnya aku merasa sedih yang amat sangat. Nangis terus tiap hari karena ingat, dan beberapa kali nyaris pingsan karena gak ada nafsu untuk makan bahkan untuk minum sekalipun. Lalu lambat laun aku sadar, pas aku sedih, orang yang sayang aku ternyata ikutan sedih juga πŸ₯Ί.

    Duh, kok aku malah melow giniiii. Maaf ya, Mas. Malah jadi curcol gini aku akhirnya. πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau nganu.. wkwkwk 🀣
      Saya smpe ngakak guling2..

      Iyahh saya bersyukur banget, ternyata masih banyak orang yg peduli sama saya.. tak kira cuma Me, Myself, and I doank.. πŸ˜†πŸ˜†

      Nggk papa mba , kadang saya kalau ngedenger cerita orang sering dpet ilham baru.. makasih yah mba buat ceritanya πŸ˜„

      Hapus
  17. Bay... Pak Candra sangat bijaksana.
    metodenya setara dengan ilmu psikologi masa kini, apa memang beliau berakar dari keilmuan tersebut? Soalnya dulu saya tuh ngekos di sarang anak psikologi dan kenyang banget ikutan belajar dari buku2, handout kuliah, bahkan jadi kelinci percobaan mereka. Tapi susah mengaplikasikan buat diri sendiri atau kehidupan sehari-hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena itu kali yah Mba. Soalnya Pak Candra memang aslinya dari jurusan psikologi. Makanya kalau curhat ke beliau itu vibenya berasa banget bedanya..

      Hapus
    2. Heeemmmhh sudah kuduga.
      Btw, Koq anaknya beda banget ya sama bapaknya??
      (((HOHohooo langsung di kabuuurrr sebelum di keplak si Andre. xixixi)))

      Hapus
    3. Hahaha.. bner beuudd.. πŸ˜…πŸ˜… ayo mba kita sembunyi.. ntar ketauann.. wkwk πŸ˜†

      Hapus
  18. Mas Bayu, aku sukses berkaca2 baca ini.

    Semangat terus ya Mas Bayu. Aku ga bisa ikut ngasi masukan apa2, aku cuma berharap Mas Bayu pelan2 dapat merasa lebih tenang. Kadang Tuhan kasi kita rejeki itu macem2, dan menurut aku, rejeki temen yang selalu ada di saat kondisi kita seperti itu adalah hal yg tidak ternilai. Dalam hal Mas Bayu, ga hanya temen seperti Mas Andre, dapet bonus juga ketemu bapaknya (yang jau lbh bijak dari anaknya #eh). Ampun mas andre.. Hahhaha.. :D
    Tp bener deh, aku baru ngeh juga dg metode ini. Jadi menuliskan yg ada di hati juga menjadi salah satu cara yg melegakan. Keren saranya! Ternyata bapaknya Mas Andre ada latar psikologinya ya.
    Sekali lagi, semangat ya Mas bayu

    BalasHapus