Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ramadhan Part 2, Symbicort

Salah satu tantangan yang kerap muncul setiap gue melakukan ibadah puasa di Bulan Ramadhan adalah keberadaan si Doi alias Asma yang gue punya sejak bertahun-tahun lamanya.

Hal ini dikarenakan, gue punya asma yang sensitif atau gampang banget terpicu dengan banyak list alergi. Beberapa contohnya seperti asap rokok, pilek, beberapa aroma parfum, serbuk bunga, udara lembap, udara dingin yang ekstra, dll.. Jadi, gue mungkin nggak bakalan cocok kalau di bawa ke tempat yang sedang musim bunga atau musim salju. hahaha πŸ˜… *garing krik-krik*

Apalagi ditambah golongan asma yang gue punya tergolong Persistent alias agak sulit buat di tidurin lagi kalau udah masuk mode serangan.

Fyi : Pada penderita Asma, gue selalu bilang kalau kita punya 3 mode. Apa saja? Yang pasti bukan mode Sannin, karena itu kepunyaan Pak Anton. Wkwkw 🀣. 3nya itu ada Mode Gejala, Mode Serangan, dan Asmatikus.

Bisa gue bilang, hampir semua pengidap asma pasti pernah atau sering mengalami gangguan seperti batuk-batuk, dada terasa tertekan, dan banyak lendir di kerongkongan pada malam hari sehingga membuat kita sulit dan kekurangan tidur. Walaupun seringnya terjadi di malam hari. Tetapi gejala ini juga bisa muncul di siang hari saat beraktivitas. 

Dan biasanya gue menggunakan tanda-tanda ini sebagai sinyal kalau gue butuh Me Time alias duduk istirahat dengan posisi tegak dan nyaman untuk mengatur nafas agar meregangkan kembali otot-otot pernafasan yang mulai kaku. 

Semisal saat gejala, gue terus memaksakan aktivitas, biasanya gue bakalan masuk ke mode serangan alias Jalur nafas bakalan menyempit, bunyi suara mengi, kesulitan bernafas dan bla-bla-bla kemungkinan lain yang bisa terjadi. Salah satunya nggak sadarkan diri karena level saturasi oksigen dibawah normal.

Dan disaat inilah Obat Pelega atau inhaler take an action untuk membuka kembali jalur pernafasan.

Jadi, saran gue kalau kalian melihat atau punya rekan kerabat yang sedang mengalami serangan asma dan struggle dengan devicenya. Please jangan dijauhin atau dikira covid19.

Jangan sampai rasa takut kita menutupi rasa kemanusiaan kita ya. Tapi ya kembali lagi sih ke masing-masing, karena waspada juga sama pentingnya demi menjaga orang-orang di rumah apalagi di era pandemi kaya gini.

Tetapi semisal kalian bertemu dengan pengidap Asma yang sedang kambuh. Kalian bisa dekati, dan bantu sebisanya seperti mengendurkan pakaiannya, membantunya duduk ke posisi yang tegak dan benar, elus perlahan pundaknya, tidak ikutan panik dan bantulah menggunakan devicenya ketika mereka mengalami kesulitan. 

Lihatlah perkembangan selama 5 menit pertama setelah penggunaan obatnya. Jika, kondisinya tidak ada perubahan dan semakin parah. Segera hubungi tenaga medis terdekat.

Tidak perlu khawatir tertular, karena Asma bukanlah penyakit menular. Kita hanya punya saluran pernafasan yang lebih sensitif daripada orang pada umumnya.

Lalu apa itu Asmatikus???

Asmatikus adalah kondisi lanjutan dari serangan asma yang terjadi. Kondisi asmatikus merupakan kondisi dimana penderita asma sama sekali tidak atau lambat dalam merespon obat yang diberikan dan ini butuh tindakan medis segera karena jika terlambat maka dapat menyebabkan kematian.

Namun, untuk orang awam pasti sulit untuk mendiagnosis suatu gejala asma apakah sudah memasuki tahap asmatikus atau belum karena memang sulit untuk di kenali. Namun, satu hal yang pasti asmatikus seringnya terjadi kepada penderita Asma yg kronis yang bila melakukan aktivitas perlu adanya perhatian khusus dari orang-orang terdekat alias nggak bisa ditinggal sendirian.

Oh ya, bagi beberapa penderita asma ada yang berlaku peraturan akumulasi. Maksudnya apa?? Maksudnya adalah Saat penderita asma menerima zat pemicu asma masuk ke dalam saluran pernafasan. Akan ada momen dimana gejala dan serangannya nggak langsung muncul alias diam dan terakumulasi didalam. Biasanya serangannya bakalan muncul sewaktu malam hari tiba saat tengah malam.

Nggak jelas kan ya si Asma ini? Datangnya selalu dadakan dan sesukanya dia. 

Makanya, PR kita sebagai pengidap asma adalah jauh-jauh dari pencetusnya. Tapi sayangnya, masyarakat di Indonesia sepertinya masih kurang aware sama kondisi kita. Bukannya mau di spesialin yah. Faktanya, gue masih nemu Rekan-rekan kerja gue yang jojong merokok di tempat ruangan Ber-AC yang jelas-jelas ada sign "NO SMOKING" gede terpampang jelas di dinding. Kalau sudah begitu. Biasanya gue langsung keluar buat nyari spot lain.

Sangat disayangkan sih, mengingat musuh utama sebagian besar pengidap asma adalah asap rokok. Menurut gue, pelaksanaan regulasi aturan merokok di Indonesia masih perlu perbaikan.

Makanya gue selalu salut sama orang-orang yang tahu tempat buat merokok. Kaya Toni contohnya, dia itu perokok berat yang tiap hari bisa habis hampir satu bungkus, tapi dia selalu tahu diri dan tahu tempat buat nggak merokok di tempat umum yang terbuka. Good job Ton!! Meskipun gue berharap lu bisa berhenti dari kebiasaan ini.

***

Well, Intronya panjang juga ya πŸ˜†... wkwk. Padahal gue cuma pengen cerita yang dibawah ini.

Asma yang gue punya cenderung langsung kambuh saat gue menerima pencetusnya. Pada bulan puasa, Tantangan buat gue adalah saat serangan asma terjadi. Kalau asma gue udah kambuh biasanya gue langsung buru-buru buat ngisap dan bakal gue hitung kalau hari itu puasa gue batal meskipun gue nggak minum atau makan setelahnya.

Sebenarnya, kondisi ini nggak pernah ada yang bahas. Dokter gue selalu bilang kalau kegiatan ini nggak membatalkan puasa karena obat yang dihisap langsung masuk ke paru-paru, tapi beberapa ulama ada yang bilang kalau ini membatalkan puasa dan ada juga ulama yang mengatakan kalau ini tidak membatalkan puasa. 

Tapi sekali lagi, Agama tidak pernah menyulitkan atau memaksakan kondisi untuk beribadah saat sedang sakit.

Meskipun setelah mengisap obat gue terus melanjutkan puasa. Tetapi selama ini gue selalu menghitung puasa gue batal dan bakal gue ganti di bulan selanjutnya. Jadi gue hanya berserah diri kepada Tuhan yang tahu puasa gue diterima atau tidak. Karena sejatinya kan ibadah kita diterima atau nggaknya hanyalah urusan Yang Maha Kuasa.

14 April 2021

Hari itu jadwal gue kontrol setelah 3 bulan mangkir. hahah. *Nakal Emang... πŸ™ˆ* Betapa kagetnya sewaktu gue daftar. Dokter Paru yang sering meriksa dan kasih saran ke gue udah pensiun dan digantikan oleh dokter lain. Agak sedih sih 😒, soalnya gue sama beliau udah nyambung kaya bapak dan anak karena kita udah bersama sejak Tahun 2012. Dan beliau juga udah tau persis kondisi gue seperti apa.

Jadi pas bertemu dengan dokter baru. Gue agak sedikit awkward 😏. Mungkin karena dokternya perempuan kali yah. Beliau ngakunya umur 40an tapi masih cantik banget. hahah 🀣 *Salfok.*

Tapi karena ganti dokter baru. Hasil Evaluasi pemeriksaan hari itu jadi "Asma Terkontrol Parsial". Terus obat gue diganti sama yang lebih mahal ke Symbicort buatan AstraZaneeca yang harganya kisaran 180k per botol buat dosis 60x semprot. 

Symbicort, Astra Zaneeca

Symbicort ini salah satu jenis inhaler tipe pelega dan pengkontrol yang jadi satu. Soalnya selama ini, gue hanya menggunakan inhaler tipe pelega merk Ventolin yang hanya digunakan saat adanya serangan dan satu botol mungkin bisa bertahan 2-3 bulan.

Berbeda dengan Symbicort, Gue harus gunain obat ini tiap pagi dan sore setiap hari 1 kali semprot sebagai pengontrol dengan harapan gue nggak gampang kambuh saat menghirup pencetusnya, dan 3 kali maksimal 6 kali semprot saat serangan asma terjadi. 

Berhubung sedang puasa, gue pun nawar ke Bu Dokter "bagaimana kalau semprotnya jadi satu kali saat sahur menjelang imsak??"

Tetapi nggak ngizinin karena dokternya percaya kalau ini nggak batalin puasa. Hahah 🀣🀣 Jadi, yasudah gue ikutin selama 2 minggu kedepan tiap jam 7 pagi dan jam 4 sore satu kali semprot meskipun gue tetap lanjut puasa setelahnya, tapi gue hitung batal puasa 14 hari. Hahah. Hitung-hitung sekalian diet pas ganti puasa nanti setelah ramadhan.

Kalau boleh jujur sebenarnya gue agak kurang suka sama migrasi ini. Soalnya bikin intensitas penggunaan obat gue menjadi lebih sering.

Berhubung migrasi yang gue lakukan masih dalam tahap percobaan selama 2 minggu kedepan sambil didampingi obat lama Ventolin jika khawatir responnya ternyata lebih lambat.

Jadi, gue mikir okelah. Lagian kebaikan kondisi pasien sebenarnya terjadi kalau kita percaya dengan dokternya. Setuju kan?? Jadi, semisal efeknya bagus alias gejala dan serangan asmanya bisa terkontrol. Kemungkinan gue bakal pakai obat ini seterusnya. Tapi kalau ternyata sama saja yasudah lanjut next step yang masih dipikirkan oleh Dokternya. 

Yang jelas Bu Dokter nggak mau kalau gue masih rely sama ventolin. Dia tuh pengennya gue pakai obat ini biar dosisnya bisa dikurangi seiring waktu berjalan. Karena jika berhasil, gue bisa hanya butuh 1x semprot per 3 hari. Sounds great right?? 

Tapi ya gitu, buat lulus tahap ini gue harus melewati 2 minggu dengan catatan :

  1. Gejala siang hari = kurang dari dua kali per minggu
  2. Tidak ada hambatan aktivitas
  3. Gejala Malam/bangun tengah malam = tidak ada per minggu (Ini agak susah sih, soalnya gue kalau paginya abis capek banget pasti malamnya sulit tidur karena batuk-batuk)
  4. Serangan Asma = kurang dari dua kali per minggu
  5. Peak Expiratory Flow Rate atau seberapa cepat seseorang menghembuskan nafas harus berada diatas poin 80% atau lebih baik

Kalau semisalnya gagal, Katanya Bu Dokter mau ambil langkah buat terapi penyuntikan Zat Omalizumab Xolair yang bakal mengikat IgE atau antibodi E sehingga IgE bebas dalam tubuh berkurang dan serangan asma jadi bisa lebih terkendali. Tapi muahaleeee puol 🀣. Gue nggak tahu ini bakal dicover asuransi atau nggak. Yah kalau nggak, gue nggak mau lah.. wkwkwk :P yakali.

Doakan semoga hasilnya bagus ya.. hehe

Sekian cerita gue kali ini.

Note : Buat penderita asma lain yang baca postingan ini. Please, jangan menyamaratakan kondisi kalian dengan gue yah.. Karena pengobatan terbaik harus berdasarkan diagnosa dokter. Jadi, jangan lupa kontrol ke dokter buat cek kondisi. Walaupun asma nggak bisa sembuh, tapi masih besar harapannya buat kita yang pegang kendali. πŸ˜πŸ˜ƒ

Bayu13K
Bayu13K Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang cheesy. Hahahah

55 komentar untuk "Ramadhan Part 2, Symbicort"

  1. Baca tulisan ini bikin inget sama ponakan. Spontan, bacanya sambil tahan nafas. Lalu muncul sebuah pertanyaan yang jawabannya bikin saya penasaran πŸ˜…

    Kapan Nikah, Yu?? πŸ˜πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keponakan Mba Rini kenapa??
      Kalau nggk sabtu yah minggu Mba Rini.. haha πŸ˜‚πŸ˜‚ doain aja yak.. moga2 jodohnya cepat terlihat.

      Hapus
    2. Sama seperti Bayu tapi baru kelas 1 SD. Setahun sebelum datangnya Corona kemaren, pas lebaran kami sekeluarga besar lebarannya pindah ke rumah sakit karena asma nya kambuh (sekalipun bapaknya itu dokter). Semoga tahun ini gak begitu lagi. πŸ˜…

      Selalu jaga kesehatan Bayu. Semoga jodohnya segera datang, gak kalah sama hilal yang udah keliatan duluan πŸ˜…

      Hapus
    3. Naahhh.. Ponakannya Mbak Rini nampaknya cocok nih sama Mas Bayu.. πŸ˜€πŸ˜

      Hapus
  2. Saya sependapat denganmu bay, jujur bay aku juga terkena penyakit jantung lemah sama sakit kepala menahun yang serang saraf otak bagian belakang aku juga sering ke dokter juga namun karena situasi Corona pengobatan justru pakai metode alami bay ikut pengajian, sering pergi ke sawah hanya lihat taman bunga matahari, terus itu yang terakhir curhat di blog meski itensitas yang baca itu sukanya komen pedas padahal selama kita curhatnya baik dan gak menghina orang kan ya gak papa iya kan bay ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Ampunn Mba Tari. Cepat sehat ya.. jangan kerja berat2..
      Kalau ada yg komen pedas yah dihapus aja saja Mba Tari. Nggak usah dipikirin. Hehe πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
  3. Elu sih bolos2 kontrol. Seriusin geh dut kalau udh menyangkut kesehatan. Soalnya kalau udah apa2. Ntar lu sndiri yg nyesel. Hhmm.

    Doa gua sih semoga makin jinak ya itu si doi. Soalnya jujur, gua tuh udah sawan dluan kalau lihat lu lagi kambuh. Tapi salutnya gua tiap lu lagi kambuh tuh, lu bawaannya tenang. Gua sama Toni yang malah panik.

    Mungkin emang karena lu udah sering ngadepin situasi kaya ini jadinya lu agak tenang pembawaannya. Tapi ya tetap aja, lu harus lebih aware sama kondisi ini. Jangan sampai asma lu kambuh terus obatnya nggak respon sama sekali. Apalagi lu sendirian?

    Btw gimana rasanya buka puasa sendirian? Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serius kok ini Poy. Yakali masa penyakit nggk diseriusin.. gue mah cuma bawa santai aja.. wkwkwk 🀣🀣🀣
      Iyah lu mah panikan orangnya. Makanya kalau gue kambuh terus ada lu, mending gue nyari tempat buat ngumpet.. haha 😁

      B. Aja sih.. ada Chibi Maruko Chan yg menemani.. πŸ€£πŸ˜‚

      Hapus
    2. Tapi lu tuh keliatan gampang lelah gtu Dut gua perhatiin. Kaya kemarin pas ke pasar, baru jalan gtu doang lu udah ngos2an, keringetan padahal cuacanya lagi mendung, terus pas jalan PIK kemarin juga lu ngintil belakang kaya anak ilang. Jadi guanya serada ngeri. Wk!

      Hapus
    3. Ciyeeee ada yg diem2 merhatiin.. wkwkw 🀣🀣
      Yah, nggak juga tu ya Ndre. Udah bawaan dari orok kayanya. Emng anaknya gampang ngos2an dan keringetan.

      Hapus
    4. Anjirr.. hahahahah
      Orok apaan?
      Disuruh gerak susah si. Kalau dikasih tau alasanya YOLO YOLO. Olahraga Dut! Biar 86nya dibalik jadi 68.

      Hapus
    5. Jiaaah dia nggak tau orok. Itu lohh nama makanan tempe di orok. 🀣🀣
      Yah tapi kan emnk YOLO. Mana ada YOLT (You Only Live Twice πŸ™„πŸ˜’)

      Hahaa. 86 tuh kurus yah.. 😏 gue kalau ngaca fine2 aja kok. Wkwk πŸ˜…

      Hapus
    6. Diihhh krik krikk😎

      Hapus
    7. hayo toni dikurangi rokoknya wkwkwkkw

      andrew gimana, ngrokok juga nda? πŸ₯΄πŸ˜

      Hapus
    8. Kalau saya angin2an Mba. Alias kalau diajak yah saya hayu. Tapi nggak yang sampe ketagihan. Wkw! Paling ngerokok pas si Toni lagi ngerokok. Emang si Toni ini bad influence orangnya. Haha.

      Hapus
  4. Haha. Gue mah tau diri Dut. Kenikmatan rokok kan cuma buat gue sndiri. Kenapa harus bagi2 ke orang lain. Iya kan?

    Itu orang yg ngerokok nggak tau tempat, egois berarti.

    Semoga cocok Dut sama obat barunya. Tapi menurut gue orang asma ngirup obat asma nggak batal puasanya. Kalau keitung batal mah atuh susah buat yang punya asma. Sebenarnya kan fisiknya merea kuat hanya nafasnya aja yg kadang sesak dan susah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good job.! Tapi kurang2in kali Pung.. lu mah gila, masa sehari satu bungkus.. mending buat beli telor atau Indomie goreng dpet 5. WkwkπŸ˜†

      Amin. Semoga cocok yah. Tapi ini hari pertama make badan gue muncul ruam2 merah gatel. Nggk tau efek obat atau abis kena ulat bulu. πŸ˜…πŸ˜‚

      Hapus
  5. Bayu, semoga cocok sama terapi barunya ya...
    Cuma bisa ikut mendoakan yang terbaik.

    Ngebayangin serangannya aja nggak kuat :'(
    Tetap semangat ya Bay :)

    Etapi nitip pertanyaan ke dokternya rahasianya apa masih tep cantip di usia 40an, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn.. terimakasih Mba Pipit. Hehe
      Semangat 45 kok mba.. 😁

      Ohh iya ntar tak tanyain ya Mba.. wkwk πŸ˜…πŸ˜… cantik banget emnk dokternya.. tak sangka malah umurnya masih 30an. Wkwk. Sangking penasaran ehh saya malah keceplosan nnyain umur. Wkwk πŸ˜†

      Hapus
  6. antara puasa dan kesehatan, terkadang memang harus di pilih salah satunya, he-he, antara minum obat atau puasa, tapi semoga di bulan puasa ini kita di berikan kesehatan dan keberkahan agar dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mas Kuanyu..
      Kesehatan penting sih. Saya rasa semua Agama tidak ada yg memaksakan kewajiban beribadah ketika sakit..

      Hapus
  7. Bay, adik saya asma. Waktu kecil bolak-balik masuk RS utk pakai oksigen (Krn obat semprot belum banyak bahkan kadang ga mempan😒), tapi jadi mendingan sekali sejak kami pindah ke daerah kepulauan. Ada dokternya yang pernah bilang udara laut/ pantai bagus buat orang asma rileks.

    Eh, tapi boleh juga tu pasa bayar ganti puasa niatkan diet. Berat bada juga ngaruh sama serangan sesak.

    Semangat menjalani puasa ya Bay!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nggk bisa bayangin anak kecil kena Asma.. kasian banget soalnya.

      Di kamar saya juga selalu siap itu Mba Tabung oksigen.. kalau abis selalu diganti.

      Oke Mba siap... mba juga yah semangat puasanya.

      Hapus
  8. Bayu, semoga Bayu bisa cepat sembuh πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»
    Temanku ada yang asma juga tapi dia sekarang udah jarang banget kambuhnya. Bayu juga pasti bisa seperti itu πŸ’ͺ🏻
    Btw, aku baru tahu kalau obat semprot itu dipakai hampir tiap hari, aku pikir pas lagi kambuh aja. Atau karena tingkat penyakitnya tinggi jadi harus dipakai tiap hari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.. keren temennya Lia. Aku masih proses nih. Soalnya Peak Ratenya dibawah 75 persen. Masih banyak PR yg hrus diperbaiki.
      Tapi harus yakin.. ahha πŸ˜…

      Iyahh ada 2 tipe si Li. Tipe Kontroler dan Tipe Pelega. Yg di pakai saat kambuh namanya tipe pelega contohnya Ventolin yg biasa aku pakai dlu.

      Terus ada tipe Kontroller, fungsinya yah sebagai kontroler kalau asmanya cenderung bergejala sama gampang kambuh.. nah, biasanya yg tipe kontroller ada yg digabung sama tipe pelega juga.

      Yg aku pke skrang yg tipe jadi satu. Jadi ada kontrollernya sama peleganya.

      Sekarang sih dosisnya untuk 2 minggu kedepan semprot tiap pagi sama sore. Ntr kalau cocok, bakalan dikurangin sedikit2, misal jadi 1x semprot sehari..

      Hapus
    2. Mungkin karena penyebab kambuhnya nggak terlalu banyak dan cenderung mudah dihindari jadi dia bisa cepat bebas. Bayu pasti bisa kok πŸ’ͺ. Kalau Bayu, paling susah hindarin asap rokok ya? Udah coba pakai masker yang bagus untuk mengurangi paparan asap rokok?

      Makanya harga obat yang sekarang berkali lipat ya πŸ˜‚ soalnya double kinerjanya hahaha. Semoga obatnya membawa pengaruh baik!!

      Hapus
    3. Iyah itu asap rokok tuh uhhh kesel..🀨πŸ₯΅
      Susah banget soalnya. Untung sekrang Puasa jadi bisa lebih lega.

      Serba salah gtu sih Li. Kadang pake masker yg terlalu ketat juga bikin udara yg masuk jadi sedikit terus langsung gejala.. haahah πŸ˜† ribet emnk ini si Doi.

      Aminn. Semoga saja. Tapi yah ini pertama kali pakai lumayan sih. Cuma yah gtu badannya banyak ruam merah2 gtu.

      Hapus
  9. wah lengkap banget bayu...ulasannya

    #sebagai mantan anggota Palang Merah Remaja aku sedikit banyak sih dikasih tahu cara penanganan pertama orang pingsan, tapi kalau ada ketambahan penyakit kompleks kayak asma ya ini aku jadi belajar lagi..hihi......

    dan yak aku setuju pas bagian upaya nulungin penderita asma dadakan jangan langasung dicap atau dijauhi karena ketidaktahuan misal nuduh covid...meski ya kalaupun kena covid tetep ga boleh digitukan juga hihi. artinya tetep sama sama empati. Kalau nemu yang asma cepetan ditolong..kalau covid tentu ada mekanismenya tersendiri..

    pasti ini bermanfaat banget untuk penderita asma karena sudah disertakan juga referensi obatnya..juga gimana cara konsumsinya..walau modelnya disemprot #eh tapi salut juga loh..ternyata biar kata ada pandangan ulama yang bilang ini ga mbatalin ama dirimu tetep diitung diganti di lain hari. Keren keren!

    Sehat sehat terus ya Bayu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dlu pernah ikut palang merah juga lohh Mba. Pernah ikutan jambore juga. Tapi nggk pernah menang. Wkwkw

      Iyah mba. Empati sesama penting banget ya.. tapi yah mesti ngutamain kesehatan diri sndiri dan keluarga juga..πŸ˜‡

      Iyah Mba.. aku nggk tau sih puasanya batal atau nggk. Tapi selalu tak hitung batal. Yah lumayan kan yah.. diet sekalian.. wkwkw πŸ˜…

      Hapus
  10. Mas Bayu semangat puasanya, semoga pengobatannya membuahkan hasil yang baik. Baca cerita ini aku jadi inget dulu pas kuliah ada temennya temen kosan yang asmanya kambuh sampe nangis dia terus ada teriak-teriak juga setelahnya aku kira kesurupan T_____T untung ada temen yang anak CSR jadi langsung bisa tertangani dengan baik. Aku? PANIK! Dengan baca tulisan mas Bayu ini jadi bisa jaga-jaga misal ada di dekat orang yang lagi asma aku nggak boleh panik. :)

    Dan untuk perokok, HHHHHHHH aku nggak ada masalah sebenernya sama mereka asal ngerokoknya di tempat yang udah disediakan dan asapnya nggak mengganggu orang lain. Serah dah lu mau ngerokok mau gimana, pokoknya sesuai aturan kalau lagi di tempat umum. Kasian sama orang-orang yang nggak bisa kena asap rokok huhu. Semoga perokok pada banyak yang sadar dan bisa tertib merokok kayak mas Toni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah jangan panik yah Mba Endah.. haha. Meskipun emnk sulit sih pastinya. Yakali ya masa ada teman yg sakit kita malah santai2.. wkwk πŸ˜…

      Iyahh bner banget Mba Endah. Pada susah sih ya perokok itu kalau udhdi tempat umum..seenaknya sendiri kaya yg punya tempat.. wkwk 🀣

      Hapus
  11. Baca ini merasa sangat relate ahaha.. Kita sama-sama penderita asma nih Mas Bayu πŸ˜† Jadi inget dulu pernah ijin ga masuk karena asma terus dapet komentar "kemarin baik-baik aja, kok tau-tau asma?" Yaaa ituuu, asma itu datengnya ga bisa kita duga. Abis ketawa-ketawa tau-tau kambuh juga bisa 😌

    Aku masih mengandalkan ventolin, udah sahabat karib banget sama ventolin mah sampai masuk daftar barang wajib beli tiap 2-3 bulan sekali πŸ˜‚ Kata dokterku juga belum butuh yang lebih, jadi kalau baca dari ceritanya Mas Bayu, kayaknya asmanya Mas Bayu ini lebih mudah ke-trigger yaa? Soalnya obatnya udah pakai yang kontroller gini. Budheku juga dulu sempat pakai obat ini kalau ga salah, rada familiar sama kemasannya.

    Btw obatnya ga bisa dipakai pas jam sahur sama buka aja gitu Mas Bayu? Ga bisa weey itu dokternya kan udah ngomong wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lohh Mba Eya asma juga?? Huhuhu😒 relate mba. Aku yah sering dpet komentar kaya gtu. Wkwk.πŸ˜…

      Aku baru kemarin Mba Eya pindahnya. Tapi kayanya nggk cocok deh. Soalnya badanku pada merah2 gtu. Nggak tau efek obat atau apa nih. Tpi di nafas enak sih. Lebih plong gtu pas dibawa kerja.

      Iyah aku smpet nawar gtu. Tpi dokternya maunya pagi sama sore.. ahahπŸ˜…

      Hapus
  12. semoga lekas sembuh ya mas
    tetap semangat
    bener banget orang sini engga begitu aware sama kondisi sekitar terutama masalah merokok
    padahal asap rokok kan emang pencetus asma yang cukup mudah ya mas

    kalau aku karena kena GERD bakal kena sesak napas kalau pas kumat, pas asam lambung naik
    biasanya pas enak enak tidur tiba tiba engga bisa napas
    baru bisa napas kembali kalau udah bisa sendawa atau muntah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wokee Mas Ikrom.. πŸ˜… yah semoga oerokok di Indonesia bisa lebih rajin ya buat milih2 tempat sebelum merokok.

      Serem yah GERD itu... cepat sembuhh juga ya Mas..

      Hapus
  13. Biasanya kalau masih kecil mengidap asma ringan, Setelah dewasa dia sembuh sendiri. Cucu saya dari kecil mengidap asma. Sekarang dia sudah kelas 6 SD. Asmanya tidak pernah kambuh lagi. Semat malam, Mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh, awalnya yah aku juga dibilang kalau bakal sembuh.. ehh tapi nggk.. ternyata ini doi betah banget di badan.. wkwk πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
  14. gw paham bener kalo dah asma kumat.. apalagi kalo pas ke negara 4 musim, kena alergi serbuk sari.. makin tersiksa!

    semoga gangguan asmanya ngga terlalu mengganggu puasanya, ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh.. padahal impiannya kepengen piknik di hamparan bunga Sakura.. πŸ˜†

      Aminn.. terimakasih Mas Zam.

      Hapus
  15. Semoga obatnya bisa bikin Mas Bayu semakin membaik yaaaaa 😊. Dan semoga setelah ini beneran sembuh dan gak bakalan kambuh lagi. Aamiin 🀲

    Ngomong-ngomong di keluargaku juga ada yang punya asma, Mas. Ada Kakak sepupu sama budhe. Alhamdulillah Kakak sepupu udah lama gak kambuh lagi. Sementara budhe masih sering kambuh, terakhir beberapa hari yang lalu bahkan harus opname 😭. Tapi Alhamdulillah, sekarang beliau udah pulang dan kondisinya membaik.

    Makanya aku tuh suka kesel juga, kalau ada orang yang merokok sembarangan. Soalnya orang terdekatku kalau kena asap rokok juga sering kambuh asmanya 😭. Please ya kalian para perokok, merokoknya lihat-lihat tempat, lah. Jangan di tempat umum..😣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn Ya Rabb... πŸ˜‡
      Alhamdulillah kalau Budhe Mba udah sehat. Sehat2 buat Mba Roem beserta keluarga ya...

      Semoga perokok di Indonesia kedepannya bisa lebih tau tempat. πŸ˜‡πŸ˜Š

      Hapus
  16. Hmm, setau aku, kalau asma lagi kumat atau sakit-sakitnya, ya berat sih memang.

    membaik dan rutin kontrolnya ya :d semoga terapi barunya memberi hasil yang baik :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang berat banget mas.. ganggu aktivitas soalnya.. tapi nggk papa.
      Semoga dengan lebih rutin kontrol bisa lebih baik kondisinya. Aminn terimakasih mas Buat doanya.πŸ˜†

      Hapus
    2. sama-samaaaaa, mas.

      Semangat-semangat sehat sehat selalu :)

      Hapus
  17. Aku sbnrnya agak bingung, Krn dulu alm mama mertua selalu cerita, anak2 ya itu asma semua. Termasuk pak suami. Pas kecil beberapa kali kumat, dan pake inhaler. Tp memang ga terlalu sering. Pas didiagnosa asma, itu mereka msh tinggal di Jerman, jd pengobatannya full di sana.

    Cm kalo menurut cerita, balik ke Indonesia, pak suami membaik asmanya. Sampe skr ga prnh kambuh lagi sedikitpun. Tapi Kaka iparku masih, dan malah nurun ke anaknya. Itu ga bisa kena hujan, pasti biasanya kumat.

    Makanya aku heran, ini pak suami sembuh, ato hanya dormant asmanya :p ?

    Cm dr awal pacaran dia ngasih tau tuh kalo dia ada asma duluuu, jd dia ga bisa Deket org ngerokok. Kebetulan pas awal pacaran aku msh perokok berat wkwkkwkk . Dia minta aku stop jadinya. Ya ga bisalaaah lgs stop :p.

    Cm aku tau diri, ga prnh lagi ngerokok depan dia. Tapi akhirnya berenti total pas beberapa bulan nikah kok :p. Memang harus keinginan sendiri itu sih. Ga bisa disuruh2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kak fanny. Balik indo malah membaik asmanya? Padahal polusi indo kan paraah eh jakarta deng yg parah πŸ™„πŸ™„πŸ™„

      Iya buat berhenti rokok emg musti keinginan sendiri ya kak. Papaku dlu ngerokok karena stress. Pelarian ke rokok ceritanya. Tapi berhenti karena emg niat diri dan emg berhenti ga ngerokok lagi. Pdhl dl pas papa ngerokok aku tu sebel bangetttt. Ga suka soalnya sama bau rokok 😷

      Hapus
    2. Aku pernah dnger kalau 'biasanya' anak2 yang sedari kecil ngalamin asma. Kemungkinan untuk sembuh di dewasa itu besar. Karena sebenrnya kan Asma itu sejenis alergi ya.

      Dan orang dewasa lebih agak susah buat kena alergi ketimbang anak2. Tapi ya nggk semuanya, seperti kasus kakak Ipar mba Fanny sama saya yg kebetulan terbawa sampai dewasa.. *hiks. πŸ₯²

      Ya semoga Suami mba udah benar2 sembuh ya Mba Amin...

      Keren Mba Fanny.. bisa stop 😁. Saya paham betul sih perokok aktif untuk stop itu bukan sesuatu yg mudah.
      Bapak saya dlu juga merokok. Tapi smenjak sakit beliau mau berusaha untuk berhenti.. dan berhasil..

      Memang benar kalau untuk berhenti harus ada niat dalam diri sndiri tanpa adanya unsur paksaan.. hehe

      Hapus
  18. Aku juga ga suka bay sama asap rokok!!! Sebel banget kalo ada orang ngerokok padahal sampingnya tulisan dilarang merokok. Pengen aku triakin “woy lu ga bisa baca itu tanda?!” 😀😀😀
    Pernah jg aku bikin tulisan soal rokok dan bahas aturan rokok di Indonesia yg kurang nampol.
    Emg serba salah sih, mao ditegesin tp pendapatan negara gedenya dari bea cukai rokok huft πŸ™„ belom lagi beasiswa2 itu jg banyak kan dari pabrik rokok ckck

    Buat Toni, kurang2in ya Toniiii. Temenku papanya kena kanker paru karena rokok. Bukan nakut2in tapi lebih baik cari enaknya ke yg lain jgn rokok πŸ˜‚

    Btw bayu, makasih y tulisannya bikin nambah ilmu. Ternyata asma tuh ada tingkatan2nya gitu ya. Pasti berat bgt sih ya ngindarin yg bikin pemicunya. Apalagi di indo yg polusinya naujubile min jalik.... 😢

    Semoga asmanya bisa lebih terkendali dan ga kumat2 ya bayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau berhenti sebenernya mba. Tapi susah. Saya paham si kalau merokok itu nggak sehat. Tapi susah ternyata, lagi kosong pasti larinya ke rokok.

      Yah, nanti semoga bisa!!

      Hapus
    2. mungkin butuh cari hal baru untuk mengisi kekosongan itu Toni πŸ™Š So puitis bener ya hahaha
      Tapi kayanya buat berenti itu dari keinginan sendiri deh. Papaku dlu ngerokok bisa berhenti karena papa blg emang niat berhenti, cerita mba fanny juga dia berhenti karena emang ingin. Padahal dia blg kalo dia perokok berat. Mungkin Toni belum sungguh-sungguh ingin berhenti kali? hehehe

      Hapus
    3. Berhenti Toni. Jodoh lu menjauh ntar.. pengen tak jadi perjaka tua!! Wkwkw πŸ˜‚

      Ayo Mba Fris kita buat petisi di Change,org buat Toni biar berhenti merokok.. wkwk 🀣

      Hapus
    4. Fris, itupun aku bisa berenti hanya karena dikirimin foto , muka cewe yang umurnya masih muda, tapi kliatan 20 THN LBH tua 🀣🀣. Aku yg selama ini slalu mikirin keriput dll, lgs shock wkwkwkwkwk. Lah umur suami udh LBH muda, jd buatku mukaku hrs kliatan LBH muda dr dia 🀣.

      So tiap keinginan ngerokok DTG, liatin lagi deh foto tuh cewe. Lgs ilfil πŸ˜„. Sukses akhirnya. Jd caranya, cari hal yg bener2 kamu takutin :D

      Hapus
    5. Wkwwkk.. bisa dicoba caranya ke Toni. Tapi kayanya tu anak nggak bakal peduli.. wkwkwπŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    6. nah itu tuh yaa! Kalo ngerokok tuh bibir dan gigi jadi item-item gituu. Jadi mengurangi kegantengan kaaan haha
      ayo toni you can do it!!!

      Hapus
  19. ilmu baru buat aku nih
    langkah langkah untuk yang menderita asma, aku juga kurang paham
    ternyata emang kudu rajin kontrol ke dokter ya kak Bay
    tapi memang kalau terlalu lama deket sama asap rokok, kadang aku terganggu juga pernafasannya tapi nggak sampai ke tanda tanda asma

    BalasHapus