Apa itu Biosolar? Bagaimana Perbedaan Antara Solar dan Biosolar

Biosolar, atau dikenal juga sebagai biodiesel.

Pernahkah kalian bertanya atau berpikir apa itu sebenarnya biosolar? sebuah nama yang sudah lama eksis di semua plang tempat pengisian bahan bakar pertamina yang saat ini dijual dengan harga kisaran 9000an. #maaf kalau salah dikit.

Melalui Permen ESDM nomor 41 tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Dalam Kerangka Pembiayaan Oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Dalam Permen tersebut menyebutkan bahwa Badan Usaha BBM wajib melakukan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel dengan BBM jenis minyak solar sesuai dengan penahapan kewajiban minimal pemanfaatan BBN jenis biodiesel.

Saat ini melalui keputusan pemerintah. Sejak tanggal 1 September 2018 mewajibkan semua jenis moda transportasi yang bermesin diesel menggunakan bahan bakar Biodiesel atau biosolar 20% atau dikenal sebagai B20.

rig,, via pixabay.com
Hal ini dilakukan guna upaya mendorong pemanfaatan minyak nabati mentah seperti kelapa sawit agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara maksimal.

Saat ini, Negara Indonesia dikenal sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia (data 2015). Produksi minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 30 juta ton pertahun. Sedangkan, konsumsi dalam negeri hanya kisaran 7 juta ton pertahun.

Bisa dibayangkan jika pemanfaatan Minyak nabati kelapa sawit sebagai salah satu bahan baku dari biosolar tentu diharapkan mampu mengurangi defisit anggaran serta ketergantungan akan Bahan Bakar Minyak.

Lalu apa itu B20??

Berawal dari  bahan bakar yang diproduksi oleh Pertamina seperti Dex Lite, Perta Dex. Semua bahakn bakar ini merupakan hasil penyulingan dari minyak bumi dengan kode B-0

Baca Juga :
4 Tahapan Bagaimana Minyak Bumi Diolah
Emas Hitam, Minyak Bumi yang Keberadaannya Kian Berkurang

dan, kini Pemerintah mulai menggalakkan penggunaan campuran minyak nabati ke dalam solar agar bisa menghemat devisa negara. Minyak Nabati inilah dikenal dengan kode B100

Jadi, B20 merupakan bahan bakar diesel yang terdiri atas penggabungan antara solar sebanyak 80% dengan minyak nabati kelapa sawit sebanyak 20%. Dan, kemudian dikenal sebagai Biosolar yang saat ini dijual di gerai pertamina.

Lalu bagaimanakah perbedaannya?? Antara Solar dan Biosolar??

Di tinjau dari angka Cetane (CN), Solar memiliki CN sebesar 48. Sedangkan, Minyak nabati kelapa sawit memiliki CN 51. Jadi penggabungan antara minyak nabati kelapa sawit dengan solar akan menaikkan nilai CN pada Biosolar.

Sekedar informasi CN atau Cetane Number atau Angka Setana menunjukan Ignition Quality atau kualitas pembakaran dalam ruang bakar.

Angka setana pada biosolar tidak meningkatkan performa mesin secara signifikan mengingat nilai kalor yang dimiliki oleh biosolar sedikit lebih rendah dari solar.

Hasil uji kasus yang dipaparkan oleh Tri Yuswidjajanto Zaenuri selaku peneliti dan dosen ITB. Secara matematis nilai kalor biosolar dibawah 1,9% dari Solar. 35,97 MJ/L untuk solar, sedangkan biosolar sebesar 35,28 MJ/L.

Lalu bagaimana dengan hasil uji Emisi?

Kandungan pada minyak nabati kelapa sawit tidak mengandung sulfur. Berbeda dengan solar yang mengandung 2000 ppm sulfur. Sehingga kandungan sulfur pada biosolar berada dikisaran 1500 ppm.

Hanya saja untuk standar EURO 4, kandungan sulfur pada bahan bakar hanya boleh mengandung sebesar 50 ppm. Jadi, Biosolar Indonesia (B20) masih sangat jauh oleh standar yang diterapkan di Eropa.

Sisi baiknya, Biosolar memiliki kemampuan lebih baik untuk mengikat kotoran yang mengendap dalam tangki bahan bakar daripada solar. Pada kondisi itu, saringan bahan bakar bekerja lebih keras menyaring kotoran sehingga penggantian komponen filter pada awal pemakaian menjadi lebih cepat.

Berdasarkan hasil uji yang dilakukan oleh Produsen Isuzu terhadap penggunaan B20 sebagai bahan bakar yang dilakukan pada kondisi Full Load  pada torsi dan tenaga maksimal.

Souchiro Kazuta, Engine Experiment Manager Isuzu Japan Durability Experiment Group. Astril menyebut dari penilaian tes tersebut tidak ada masalah signifikan yang disebabkan oleh B20 pada mesin diesel Isuzu. Jadi penggunaan biosolar B20 masih aman untuk dgunakan sebagai bahan bakar.

Oh ya FYI, saat ini Indonesia tengah melakukan pengujian untuk penggunaan Bahan Bakar B30.

Cukup sekian yang bisa gue sampaikan. Terimakasih...

Pria mochi yang suka bergalau, suka main, rajin, baik sama orang, tidak sombong, n suka menabung... Ahahahaahahasiiiiaappp :D

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon