Review Smart Speaker, Milih Google Home atau Amazon Alexa

Kita tahu kan yah, di era jaman sekarang yang namanya personal asisstant udah kelewat basah banget digemari sama kaum milenial.

Nggak ketinggalan termasuk Indonesia juga, walaupun masalah bahasa masih dalam tahap pengembangan karena sampai saat ini cuma Google Asisstant doang yang udah ngedukung bahasa Indonesia. Yah meskipun versinya belum bisa digunakan secara full service, dan suaranya masih kaya robot. Tidak seperti bahasa Inggris yang pelafalannya udah menyerupai manusia pada umunya.

Mulai dari Apple dengan Sirinya.
Google dengan Google Asisstantnya.
Microsoft dengan Cortananya.
Dan kini giliran Amazon yang unjuk gigi dengan Digital Asisstant mereka yang diberi nama Alexa.

Dulu digital asisstant diperkenalkan untuk memaksimalkan penggunaan perangkat pintar seperti SmartPhone sehingga perintah bisa dilakukan via perintah suara.

Kini, digital asisstant tersebut berkembang secara pesat dan masif menunjukan fungsi mereka yang semakin komplit. Seperti layaknya teman digital, kini mereka mampu berbicara feedback, menginfokan informasi traffic, cuaca secara up to date, hingga melakukan perintah seperti menyalakan dan mematikan lampu, AC, TV, dll.

Keren kan??

Tak sampai di sini saja, rupanya pelaku industri tak puas jika hanya tersedia di perangkat smartPhone, mereka ingin meluaskan pasar di ranah rumah berbasis digital. Seperti layaknya Jarvis di film Iron man. Kini mereka baik Apple, Google, Amazon sepertinya berlomba untuk menunjukan asisstant mana yang paling pintar.

Perangkat ini dikenal sebagai Smart Speaker.

Google dengan perangkat mereka bernama Google Home.
Apple dengan HomePod.
Dan, Amazon dengan Alexa yang disematkan pada perangkat speaker mereka bernama Echo.

Baca : Review Google Home, Buat rumahmu menjadi pintar

Kali ini gue mau ngenalin ke kalian tentang Alexa, Digital asisstant yang dikembangkan oleh Amazon yang ternyata cukup menarik buat di ulas. Apalagi semenjak gue mencoba jualan ini barang, ternyata respon dari teman-teman positif banget.

Seperti tak mau ketinggalan, Amazon memperkenalkan Alexa dalam perangkat speaker mereka yang diberi nama Echo dengan varian Echo Dot, Echo Plus, dan Echo show.

Nggak cuma itu, kini mereka melakukan pembaruan di perangkat mereka guna menyaingi produk smart speaker yang beredar di pasaran.

Apalagi harga yang ditawarkan terbilang cukup kompetitif bila dibandingkan dengan harga perangkat google. Ditambah fitur yang lebih lengkap.

Berikut keunggulannya ;

Echo Dot VS Google home mini

Google home mini

Echo dot 3rd Generation
Menurut gue pribadi, dari segi suara. Naturalisme suara Google Asisstant terdengar lebih manusia daripada Echo Dot. Namun dari segi kualitas sound yang dihasilkan saat mendengarkan lagu, Echo Dot 3rd Generation terdengar lebih hidup dengan range bass dan treble yang cukup seimbang sehingga mampu memanjakan telinga pendengar.

Apalagi microphone yang disematkan pada Echo Dot 3rd Generation memiliki mic sebanyak 4 buah sehingga respon saat dipanggil lebih mudah terdengar bila dibandingkan dengan Google Home mini.

Echo Plus vs Google Home

Google Home

Echo Plus 2nd Generation
Echo Plus 2nd Generation dikenalkan dengan mengandalkan fitur super high definition sound digabung dengan Far field recognition. Kualitas suara yang menggelegar dengan jangkauan yang luas mampu mentransmisikan suara hingga ke penjuru ruangan.

Dengan microphone sebanyak 7 buah, Kita nggak perlu lagi teriak-teriak saat memanggilnya. Tapi, baik Google home dan Echo Plus 2nd gen, mereka berdua  memiliki responsitivitas yang baik saat dipanggil. Namun, Echo Plus 2nd Gen memiliki range responsitivitas yang lebih luas.

Urusan penghubungan perangkat pihak ketiga, seperti lampu pintar Philips hue atau xiaomi yeelight. Baik Google Home atau Echo speaker, keduanya sama-sama menghadirkan dukungan pihak ketiga yang sangat banyak. Beda halnya dengan Homepod dari Apple yang hanya medukung di ruang lingkup ekosistem Apple.

Kesimpulannya, jika kalian mencari perangkat utama speaker pintar. Gue lebih nyaranin untuk milih Echo Dot 3rd Generation atau Echo plus 2nd generation untuk kualitas suara yang lebih kece dan OK.

Hanya saja, aplikasi Alexa Amazon harus kita download manual melalui web, karena aplikasi tersebut belum didukung di Play Store Indonesia. Akibat amazon alexa belum resmi hadir di Indonesia. Namun, tetap perangkat tersebut tetap bisa bekerja flawless di sini.

Hanya fitur Calling, messaging, dan jadwal perfilman bioskop yang tak bisa digunakan karena syaratnya harus berada di region US dan beberapa negara Eropa.

Oh ya untuk kalian pengguna IOS di Indonesia sebaiknya tidak untuk menggunakan Alexa Amazon karena syarat pendaftarannya membutuhkan AppleId negara Amerika.

Makasih semuanya...

Pria mochi yang suka bergalau, suka main, rajin, baik sama orang, tidak sombong, n suka menabung... Ahahahaahahasiiiiaappp :D

3 komentar

  1. Ajegile, ku tida punya speaker.

    Tapi yang amazon speertinya baguuuuuuus, mas.

    BalasHapus
  2. Lu mah in banget sama hal-hal begini.

    BalasHapus
  3. Mau banget punya google home :'(
    Tapi muahaaallll

    BalasHapus

yukkk dimari yang mau komentar...
NOTE : jangan masukin link aktif, nnti di deteksi SPAM.
EmoticonEmoticon