Semua Hal yang Berkaitan Dengan Reksadana, Investasi Mudah, Tepat, dan Aman

Daftar Isi
Nyanyi dulu ahhh "Jumpa lagi,, teroreroreroret!!".

"Pripun kabare semua?? Sehat tho yah?? Syukur deh nek podo sehat...."

"Semoga kita semua diberi kemudahan, kesejahteraan, dan keberkahan di masa yang cukup sulit ini... Aminnn"

Oke kali ini gue mau share sesuatu yang simpel, sedikit berat, tapi bermanfaat banget buat masa depan.

Edisinya bukan soal curhatan kok, tapi ya maaf kalau semisal di tengah-tengah ada sedikit selingan curcol dikit-dikit.. hehehe :D harap maklum yah!!! gue nggak bisa nahan kalau udah urusan curcol.. wkwk

Pada tahun 2017, gue mengenal sesuatu yang bernama Reksadana. Sejak Bukalapak menjalin kerjasama dengan salah satu penyedia reksadana online terbesar di Indonesia yaitu Bareksa pada tahun 2018.

Gue mulai terjun ke dunia Investasi reksadana setelah belajar kilat dari Pak Chandra, Manager Warehouse yang super baik, humble, dan kaya raya o_O ... wkwkwk.. Canda ya pak!! hehe

Pada awalnya beliau menyarankan untuk menggunakan aplikasi Ipot, aplikasi online besutan Indopremier Sekuritas yang berfungsi sebagai jembatan antara penyedia reksadana dan kita sebagai pengguna atau pemodal..

Hanya saja masalahnya gue yang merupakan manusia yang baru mengerti soal uang karena belum genap 2 tahun bekerja. Kok yah rasanya agak was-was kalau semisal ngirim uang ke tempat lain. Takut hilang atau di tilep. hehe

Kan,, banyak tuh investasi bodong yang sering bawa kabur uang orang.

Tapi ternyata nggak begitu karena Indopremier merupakan salah satu sekuritas ternama dan tertua di Indonesia yang sudah mengantongi izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Namun, meskipun begitu. Sejak Bukalapak mengumumkan kerjasama dengan Bareksa soal penyediaan produk reksadana pilihan di aplikasi bukareksa. Saya pun tertarik untuk melakukan investasi reksadana di sana. Dimulai dengan reksadana resiko rendah alias pasar uang. 


Apa itu Reksadana???

Reksadana merupakan wadah penghimpunan dana dari masyarakat pemodal dan selanjutnya akan diinvestasikan pada portfolio efek oleh manager Investasi.

Apa itu Manager Investasi???

Manager Investasi atau MI merupakan pihak profesional yang memiliki izin dari OJK yang memiliki kewenangan untuk mengelola aset investasi investor.

Manager Investasi memiliki tugas yaitu mengelola dana yang telah terhimpun, memilih dan memutuskan instrumen investasi yang akan dibeli, serta melaporkan hasil kinerja investasi kepada pemodal.

Jenis-Jenis ReksaDana

Sebelum melakukan investasi reksadana pastikan terlebih dahulu profil kita sebagai pemodal dan tujuan dari investasi tersebut.

Pada umumnya, di Indonesia Reksadana dibagi menjadi 3 jenis. Yaitu :
  1. Reksadana Pasar Uang (Return 3-7 % pertahun)
  2. Reksadana Obligasi (5-15 % pertahun)
  3. Reksadana Saham (Tergantung kondisi pasar, jangka waktu investasi sebaiknya +5 tahun)
Urutan reksadana di atas mengurut pada nilai return atau bisa dibilang keuntungan, level resiko dan Jangka waktu investasi. 

Semakin kebawah nilai return akan semakin tinggi namun resiko lossnya akan semakin besar dan jangka waktu investasi yang semakin lama.

Contoh kasus : Jika kita hendak melakukan investasi terhadap dana sekolah yang akan digunakan dalam 5 bulan lagi. Karena kita ingin mendapatkan nilai return yang besar. Dana sekolah di alokasikan ke reksadana saham. Padahal reksadana saham tidak cocok digunakan pada investasi jangka pendek. Tentu hal ini akan membuat kita semakin rugi.

Sama halnya dengan profil resiko pada masing-masing individu. Jika kita merupakan tipe pemodal yang tidak suka melihat grafik turun drastis. Maka sudah dipastikan kita merupakan tipe pemodal beresiko rendah dan lebih menyukai Return yang stabil. 

Sehingga instrumen ReksaDana yang cocok adalah ReksaDana Pasar Uang atau Obligasi.

Contoh Grafik Reksadana :


Kinerja 5 tahun Reksadana Pasar Uang Sucorinvest Money Market Fund


Kinerja 5 tahun Reksadana Obligasi ABF Indonesia Bond


Kinerja 5 tahun Reksadana Saham Sucorinvest Equity Fund

Dari ketiganya bisa dilihat bagaimana grafik perubahannya. Reksadana Pasar Uang memiliki resiko rendah dengan nilai return yang paling stabil namun tidak terlalu tinggi. Rata-rata returnnya setiap tahun berkisar antara 3-7 persen. Tergantung dari produk reksadana yang dipilih.

Hal ini yang menjadikan reksadana pasar uang cocok buat kita yang memiliki profil resiko rendah.

Reksadana pasar uang cocok sebagai alternatif bagi mereka yang hendak melakukan deposito di bank karena nilai return yang lebih besar bila dibandingkan dengan bunga deposito. 

Selain itu, berbeda dengan deposito yang pencairannya harus dalam satuan waktu per 3 bulan, 6 bulan atau pertahun. Reksadana pasar uang dapat kita lakukan pencairannya dengan menjual seluruh atau sebagian unit dengan harga per unit saat itu dengan waktu proses 3-5 hari kerja tanpa biaya administrasi selain biaya transfer.

Bagaimana Cara Membeli ReksaDana??

Di Indonesia ada banyak penyedia jasa sebagai jembatan antara kita sebagai pemodal dengan produk Reksadana di Indonesia. Seperti contoh :
  1. IndoPremier Sekuritas
  2. Bareksa
  3. Bibit
Ketiganya mendukung pendaftaran dan pembelian secara online dan aman. Karena ketiganya telah mengantongi izin dan diawasi oleh OJK.

Kalau gue lebih personal menyarankan aplikasi Bibit karena keunggulan aplikasi yang lebih intuitif dan lebih mudah digunakan.

Reksadana dibeli dengan harga per satuan Unit atau NAB atau NAV. Setiap pembelian produk reksadana "biasanya" di batasi oleh minimal pembelian. Khusus reksadana pasar uang biasanya pembelian minimal di angka 10.000,- rupiah.

Contoh harga Reksadana Sucorinvest Money Market Fund per 6 November 2020

Gambar di atas merupakan contoh harga per unit untuk produk reksadana pasar uang Sucorinvest money market fund per tanggal 6 november 2020 adalah sebesar 1521,74 rupiah per unit.

Jika kita membeli sebanyak seratus ribu rupiah saat itu juga, total unit yang akan kita terima adalah sebesar 100.000 dibagi 1521,74 sama dengan 66 unit.

Jika 66 unit dijual pada tahun 2022 yang dimana harga per unit berubah 1620,- rupiah. Maka total yang akan diterima sebesar 106.920,- rupiah.

Oleh sebab itu, Banyak orang bilang :

"...Jika menabung di reksadana sebaiknya rutin dilakukan setiap bulan berapapun itu jumlahnya dan dilupakan hingga waktunya tiba..."

Lalu kenapa tidak menabung saham saja daripada ReksaDana???

Gue pribadi lebih memilih ReksaDana karena pilihan produknya lebih banyak dengan jenis tingkatan resiko yang beragam. Berbeda dengan menabung saham yang gejolak pasar dan keputusan sepenuhnya ada di tangan kita.

ReksaDana sepenuhnya berada di tangan Manager Investasi atau pihak yang lebih professional dan resiko yang bisa kita atur sendiri. 

Mudah kan dan simpel kan???

Oke sekian dan terimakasih... :D
The Whisperwind
The Whisperwind Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang cheesy. Hahahah

28 komentar

Ngobrol Kuyy,,, biar makin sayang.. 'Eaakkhhh bisa aja lu buntelan Karung Goni!! 🫣🤣'
Comment Author Avatar
7 November 2020 pukul 17.29 Hapus
Makasih buat ilmunya Mas. Jadi mau cobain reksadana juga. Soalnya saya selama ini investasi emas sih, tapi itu lebih ke tabungan jadinya.
Comment Author Avatar
9 November 2020 pukul 05.02 Hapus
kaya sama siapa aja mas... Emas juga bagus.. Dia bisa ngejaga nilai uang yg kita punya.. Tapi harus jangka panjang buat ngeliat hasilnya..
Comment Author Avatar
8 November 2020 pukul 00.28 Hapus
lumayan manggut manggut juga gw baca ini

secaaraaa tetiba gw jadi teringat dengan mata kuliah ekonomi makro yang salah satunya ngebicarain tentang investasi...walaupun dulu gw agak agak loading pas diterangin dosennya..soalnya deseu njelasinnya text book banget dan fullllllll kurva naik turun hahhahahah

oiya menilik dari ulasan yang telah dirangkum bayu di sini, gw bisa menangkap ketika kita memutuskan berinvestasi lewat jalur reksadana maka akan jauh lebih terpercaya jika diserahkan pada yang lebih pro yaitu manajer investasi yang telah mengantongi ijin ojk...

lalu yang paling berisiko minimum ternyata yang jenis reksadana pasar uang ya karena tenggat pencairan uangnya setelah unitnya dijual itu bisa lebih cepet ketimbang deposito #eh iya ga sih...bentar gw pahami dulu sekali lagi, lagi pula biar kata returnnya ga sebombastis reksadana jenis lainnya tapi dia paling stabil karena tingkat risikonya ga setinggi yang lain.

tx sharing ilmunya Bayu :D, bring back my memory ketika baca ekonomi makro yang setebel buku buku harry potter hahaha
Comment Author Avatar
9 November 2020 pukul 05.07 Hapus
Hahah,, jadi inget pelajaran kuliah yah mba...
Bayu mah nggak paham bedanya ekonomi mikro sama makro. Cuma taunya mikro itu kecil, sedangkan makro besar.. hehe
Kalau kita belinya di Bibit atau dua lainnya yg aku sebutin di atas harusnya semua produk reksadananya cukup terpecaya sih. Cuma kita mesti lihat dari kinerjanya selama 5 tahu, Prospektusnya (dana dialokasikan dimana aja)..
Pasar uang lebih stabil grafiknya, tapi nilai returnnya cenderung lebih kecil daripada reksadana jenis obligasi atau saham... Tapi masih lebih mending daripada Deposito bank..
Comment Author Avatar
8 November 2020 pukul 22.28 Hapus
Oh ternyata begitu ya, kadang aku tertarik juga sih beli Reksadana pasar uang apalagi lumayan ya return-nya yaitu 3-7% pertahun, kalo obligasi lebih besar lagi 5-15%, cuma resikonya agak gede ya.

Berarti kalo main Reksadana seperti nabung saja ya mas, 100 ribu tiap bulan, kalo lima tahun hasilnya lumayan tuh.
Comment Author Avatar
9 November 2020 pukul 05.10 Hapus
Iyahh kalau bayu sih lebih kaya sebagai tabungan jin atau tabungan tak terlihat..heheh jadi nabung disitu sedikit2, syukur2 nggak keambil smpe udh tuir nnti..
Comment Author Avatar
9 November 2020 pukul 07.25 Hapus
Luas juga penjabarannya bay...😊 Memang enekan Reksadana yaa bay, Ketlmbang main saham yang harus punya strategi jitu.,
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 16.42 Hapus
Iyahhh.. Enaknya gtu sih.. tapi reksadana saham juga bagusnya kita baca prospektusnya dulu... biar lebih terarah sama kinerjanya...
Comment Author Avatar
9 November 2020 pukul 07.28 Hapus
Luas juga penjabarannya bay...😊 Memang enekan Reksadana yaa bay, Ketlmbang main saham yang harus punya strategi jitu.,
Comment Author Avatar
9 November 2020 pukul 07.56 Hapus
Membaca kemudahan ikutan reksadana dan keuntungannya, aku jadi tertarik untuk gabung.

Jujur selama ini aku tuh ngga paham apa itu sekuritas, saham dan konco-konconya, *eh kok konco-konconya, hhaaahaha ..

Bedewai, mas Bayu kok bisa bahasa daerah Jawa sih ?.
Belajar saking pundi ?
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 16.41 Hapus
Iyahh coba instal aplikasi bibit dlu saja mas Hima... heheh
Lohh aku kan aslinya Temanggung mas.. Cuma terdampar di ujung barat pulau Jawa aja.. heheh
Comment Author Avatar
9 November 2020 pukul 15.19 Hapus
agak bingung sih gw kalo masalah invest uang, saham dan sejenisnya, dan bener untuk orang yang baru mengenal uang atau yang pendapatanya gak pasti agak takut kalo kena tipu :D.. tapi oke juga mas ini programnya, gw cukup menyimak saja :D
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 16.40 Hapus
Okee nif... :)
Comment Author Avatar
10 November 2020 pukul 09.16 Hapus
Waah, keren nih mas Bayu udah maen reksadana..
Tapi, bagi sebagian dari kita, tidak mau bermain di ranah yg seperti itu, sebab ada hubungannya dengan.. riba.
Namun, tetep. Kembali ke pribadi masing-masing sih.

Kalo aku, pengennya jg mau coba maen ke reksadana saham dan sebagainya, namun sebab sistemnya kurang syari, jd belum berani mau ke sana. Harapanku, semoga sistem nya jadi lebih baik, maka semua orang bisa ikut terjun ke sana :D
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 16.40 Hapus
Iyupp aminn... Semoga kedepan bisa lebih baik yah... :)
Comment Author Avatar
11 November 2020 pukul 18.21 Hapus
Dari dulu sich sudah tertarik sebenarnya sama Reksadana tapi.masih takut. Aku pikir reksadana itu main saham juga iya nggak mas Bayu?
Tingkat resiko nya pun rendah ya? kalau kita nabung di Reksadana nggak boleh diambil sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan misalnya pertahun ya?
Oh sekarang ada aplikasinya ya?
Cara mengajukan kan kita harus bertemu juga dengan perusahaan sekuritas tersebut? Mohon dijelasan mas Bayu. Makasih sebelumnya.

Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 16.39 Hapus
Reksadana ada 3 macam sih mba...
1. Reksadana Pasar uang
2. Reksadana Obligasi, sama
3. Reksadana Saham...

Tingkat resikony tergantung dari jenis reksadana yg kita ikuti. Kalau saham yah tingkat resikonya lebih besar jadi reksadana saham lebih cocok buat yang jangka panjang 5 tahun ke atas...

Bisa diambil kapan saja, hanya saja butuh waktu sampai uang kita di transfer ke rekening kita.. kurang lebih 3 hari..

Aplikasi yang saya rekomendasiin aplikasi Bibit sih.. Buagus banget...
Nggak perlu ketemu sama pihak sekuritasnya mba..
Jadi nanti tinggal bikin akun di Bibit. Foto ktp, nomor hape, sama email.. Ntar semisal sudah jadi akunnya. Tinggal milih deh mau reksadana apa sama baca prospektusnya dulu biar jelas uang kita mau di investasikan ke mana saja... begitu mba kurang lebih.. heheh
Comment Author Avatar
14 November 2020 pukul 19.42 Hapus
saya masih belum berani mas
tapi lumayan tergiur juga si
mungkin 2021 baru pingin intip intip lagi ini reksadana
kemarin aku juga ditawari sama temenku cuma untuk saat ini aku istiqomah nabung emas di pegadaian dulu si mas

alon alon asal kelakon hehe

btw makasih ya ulasannya aku save dulu
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 16.34 Hapus
Oke mas masama... :)
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 16.49 Hapus
Anak boros seperti diriku harus banget nih memahami semua ini
Tapi bego

gimana ya

ga ngerti ngerti sampe skrg ngatur keuangan, investasi, dll itu kwkwkw
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 22.46 Hapus
Saya koment dulu Masbro.. macam rasa pusing kepala baca info penting di atas, hehehe Mungkin masih awam atau belum terjun langsung ya? Btw, Salam Kenal...
Comment Author Avatar
15 November 2020 pukul 23.45 Hapus
bagus ya.. banyak tips tips untuk teman teman :)
Comment Author Avatar
17 November 2020 pukul 02.11 Hapus
Aku lagi nungu2 nih RDN ku di IPOT ga jadi2. Lama juga yaaa -_- . Kmrn2 aku beli saham lewat mirae sekuritas, tp pgn coba IPOT Krn ga ada minimal pembelian, walopun fee agak mahal sih drpd mirae. Mirae murah tp minimal hrs 10 JT. Pgn diversifikasi aja sih

Btw kalo Reksadana aku prefer lwt bank drpd aplikasi. Ga tau kalo di bank lain, tapi kalo di HSBC aku bisa dpt fee LBH murah , tergantung nominal juga :D. Tp RM ku lumayan handle portfolioku, jd tenang ngikutin saran dia kapan hrs switching dll
Comment Author Avatar
18 November 2020 pukul 17.06 Hapus
Tapi khusus untuk masa-masa seperti saat ini saya rasa hanya beberapa jenis reksa dana saja yang bagus untuk di jalankan, sisanya rasanya nanti dulu deh setelah wabah ini pergi.
Comment Author Avatar
19 November 2020 pukul 08.44 Hapus
Karena masih tergolong konservatif, aku masih belajar di RDPU dan RDPT. Baru setahunan terakhir ini lah. Dan sama, aku juga pakai Bibit.
Ada keinginan mencoba saham, tapi masih aku pending karena butuh memperkuat fundamental dan juga kesiapan mentalku kalau-kalau lost.
Selama investasi di reksadana pun tujuan investasiku masih di kisaran jangka pendek dan jangka menengah. Mungkin baru akan memulai di jangka panjang, dengan investasi ke diri sendiri dulu, supaya income ikut naik, dan bisa dialokasikan untuk kebutuhan jangka panjang
Comment Author Avatar
19 November 2020 pukul 13.59 Hapus
Biaya pendidikan anak gw, gw masukin ke reksadana semua. Ntar mau kuliah gw pecah biar gak pusing uang pangkal yang mahalnya naujubilah. Syukur-syukur kalo cukup buat bayar spp-nya sampe tuntas. Kalo sisa, duitnya gw pake buat mantu, wkwkwkwk
Comment Author Avatar
19 November 2020 pukul 14.33 Hapus
wah siap mas.. ini pengetahuan baru nih mas.
Comment Author Avatar
28 November 2020 pukul 14.47 Hapus
waa bang Bayyyy, aku lagi pengen belajar reksadana nih. sungguh deh, lagi kepo2in Bibit. tapi masih maju mundur cantik, ternyata nemu artikelmu yang makin menguatkan niat buat inves di reksadana :D