Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Good People

Postingan ini sebenarnya sudah dalam bentuk draft dan rencananya mau gue posting pas Hari Lebaran kemarin. Tapi gue nggak menemukan mood yang pas untuk menyelesaikan tulisannya. Jadi, gue agak merasa bersalah sampai terbawa mimpi πŸ˜‚ (Lebay amat yak)

Oh ya, Mohon Maaf Lahir dan Batin sebelumnya. haha. Telat banget ye...

Tapi yah nggak papa. Buktinya di tempat kerja gue. Momen saling jabat tangan masih ada sampai sekarang meskipun ini sudah H+9. Yah walaupun jabat tangannya kudu celingak-celinguk khawatir ada orang safety lewat karena kalau ketahuan kita kontak fisik pasti bakalan kena ceramah apalagi kalau ketahuan sama Orang Jepang.. Wah, auto ribet.. Dalam hati, gue bernyanyi.. "Peraturan ohh Peraturan... πŸ™ˆ"

Jadi teringat setiap hari selalu dapat email dari HR yang subjeknya selalu terpampang nyata Penanggulangan Covid. Maklum, beberapa bulan yang lalu sempat kebobolan yang bikin kita kudu kerja ekstra buat backup sana-sini.

Oh ya sampai mana tadi??

19 Mei 2021. Langit sejak pagi tadi sedang bersahabat. Udaranya yang sejuk dengan awan abu yang berhabuk memenuhi langit kota ini hingga penghujung malam. Mengingat sejak Lebaran kemarin, langit tempat gue tinggal selalu Cerah nan membakar kulit.

Jujur, bagi gue. Langit mendung tanpa hujan adalah sebuah karunia. That is why, gue lebih senang musim hujan bila dibandingkan dengan musim kemarau. Apalagi momen Hujan di pagi hari saat gue libur kerja.. "Ahhh Senang banget..!!!" Bisa tarik selimut kembali tanpa merasa bersalah. Ada yang sama???

Malam itu gue ketiduran di atas karpet rafsur setebal 3 cm dengan tayangan Netflix di TV yang masih menyala. Film yang berputar pun sudah tidak gue kenal lagi berjudulkan Nanny McPhee and The Big Bang, salah satu film Keluarga jebolan tahun 2010.

I Love Lesehan 

Jam didinding menunjukan pukul 3.30 Pagi. Biasanya hal pertama yang gue lakukan saat terbangun tengah malam adalah mencari Obat Asma. Tetapi, sepertinya penyebab terbangunnya malam ini bukan karena itu, melainkan hanya terbangun biasa karena gue tidur lebih awal sekitar pukul 7.30 PM..

Gue raih hp gue yang full dengan notif WA dari group kerja, 3 Idiots dan group kampus. Yah, seperti itulah isi hape gue kebanyakan setiap harinya. Obrolannya selalu nggak pernah jauh dari info kerjaan, tugas perkuliahan, dan obrolan adsurb dari mereka berdua.

Kemudian gue mengambil posisi duduk selonjoran dengan punggung menyandar ke dinding tembok beralaskan bantal. Gue mengucek mata gue dan melihat sekeliling yang terasa sunyi. Sayup-sayup, gue bisa mendengar suara hembusan mesin AC yang bekerja dan mesin pump aquarium tempat si Dori (Anglefish) tinggal.

"Humm sepi beud dah" batin gue berkata.

Seketika, kondisi ini mengingatkan gue kembali saat malam takbir kemarin, di mana gue bisa mendengarkan ramainya alunan takbir, namun si Hati berupaya untuk menutup sebuah rasa yang ditahan menyadari Lebaran tahun ini gue hanya melungkup sendirian dalam rumah dengan segala kenangan yang ada.

Izinkanlah gue bercerita sedikit....

Menjelang H-2 Lebaran, Gue sama sekali nggak bisa merasakan euforia Momen Lebaran. Somehow, hati gue berasa janggal dan kosong. Bahkan, di tempat kerjapun gue cenderung lebih memilih untuk mematung dan memaksakan senyuman yang ada.

Di rumah pun sama. Gue sering terjebak dalam lamunan kosong setiap gue sedang sendirian. Dan ini semakin buruk hingga malam takbir tiba.

"Sial!!" Begitulah isi hati gue kurang-lebih menggerutu keadaan.. Biasanya gue bakal scrolling Tiktok untuk menemukan video lucu. Tetapi, suasana hati saat malam takbir itu agak berbeda.

Demi menyiasati kondisi yang ada. Gue ambil Ipad dan headset gue. Menyetel lagu kegemaran dan mulai menggambar! Biasanya cara ini yang paling ampuh untuk mengisi kekosongan hati yang mulai melanda. Agak merasa bersalah sebenarnya, karena malam takbir begini gue malah menutup telinga gue rapat-rapat dengan alunan musik.

Gue pun menorehkan warna demi warna ke dalam aplikasi Procreate. Tenggelam dan membiarkan otak kanan gue mengambil alih..

Di tengah prosesnya gue dikejutkan dengan panggilan telepon yang membuat gue berpikir. "Ada apa gerangan beliau menelpon?" Membuat gue agak mengurungkan niat untuk menjawab. But!! nggak sopan namanya jika mengabaikan panggilan telepon saat mengetahuinya. Terlebih, panggilan ini dari orang tua dan gue nggak punya alasan yang tepat buat nggak angkat!!

"Assalamualaikum..?" Jawab gue.

"Walaikumsalam.. Bayu lagi apa??" Suara berat dan khas beliau terdengar.

"Biasa Om, lagi gambar.." jawab gue cengengesan.

"Oalah, ntar dikirim via WA ya gambarnya kalau sudah jadi!! Oya Bay... Kata Andre, Bayu nggak jadi kesini yah??"

"Iyah om, nggak kebagian bis sepertinya... Nyetir sendiripun masih belum berani. Dan bayu ngikutin anjuran pemerintah sama anjuran tempat bayu kerja untuk nggak kemana-mana selama liburan Lebaran..." Jawan gue lengkap

"Oalah gitu.. Atau mau dijemput? Biar nanti Om sama Andre yang kesana malam ini juga. Gimana??

Terkaget dengan tawaran yang ada.. dalam hati gue bertanya "ini serius??" Tetapi gue urungkan dan mengeluarkan pernyataan.. "nggak usah Om! Biar bayu disini aja! Nggak papa kok!!"

"Tinggal bilang IYAH apa susahnya sih, Dut?" Protes Andre dari kejauhan di telepon..

"Nggak usah Ndre!! Macet lagian pasti.. besok-besok atau kapan-kapan gue kesana lagi. Oke??" Tawar gue.

"Yahh, padahal Mba udah persiapan ketupat sama bahan opor sore tadi..." Sambung Om Candra..

"Ehh, Ya Ampunn maaf ya.. jadi nggak enak Bayunya sungguh, harusnya bayu ngabarin Om Candra juga kemarin.."

"Yaudah nggak papa bay. Oya Mohon maaf lahir dan batin ya Bay.. Selamat berLebaran.."

"Iyah terimakasih Om. Selamat memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih juga ya Om dan Andre.."

Kinda feels warm actually, mendapatkan panggilan masuk dari mereka. Seperti layaknya seorang Cenayang, timing mereka begitu terasa sangat pas.

Panggilan dari mereka sontak mengingatkan gue dengan satu-satunya kakak perempuan yang gue miliki. Mengingat terakhir kita bertemu sudah terjadi lama sekali. Gue kangen dia, dan 2 keponakan gue. Akibat Lokasi kami yang bersebrangan antar Pulau dan kondisi masih seperti ini membuat kami kesulitan untuk melakukan perjalanan.

Gue pun menghentikan kegiatan menggambar gue dan memutuskan untuk menelpon Mba gue via Video Call.

Ahhh 😍 melihat 2 keponakan gue yang kecik-kecik seketika hati gue terasa hangat kembali. Kangen sebenarnya gue sama mereka. But, Its okay!!! demi kebaikan bersama dan masa depan yang lebih baik. Tidak ada pilihan lain selain mengesampingkan sisi Egois kita untuk saling menjaga kesehatan.

Setelah gue menutup panggilan telepon, Samar-samar terdengar panggilan dari luar rumah. Mas Andika dan Istrinya beserta anak 6 bulan mereka yang sering gue culik setiap gue libur kerja membawakan beberapa buah ketupat dan opor ayam untuk gue sembari izin mudik malam itu..

Fallin in Love with their Son!

Siapa sangka, berawal dari Fried Chicken setengah matang membawa hubungan gue dengan salah satu tetangga baru favorit gue menjadi lebih erat. Bahkan gue sudah menganggap mereka seperti kakak gue sendiri. Padahal kalau di ingat-ingat. Mereka ini baru mulai menempati rumah kosong sebelah gue sekitar awal April yang lalu.

Hati gue pun tersenyum lebar malam itu dengan lambaian tangan ke arah lajuan motor mereka.

I don't know what's happenned that night. Keajaiban sepertinya datang satu persatu. Mulai dari Tetangga depan, tetangga samping. Malam itu mereka keluar dan membawakan hasil masakan mereka untuk gue. Sampai-sampai gue sendiri bingung karena Its a Lot!! Belum lagi beberapa kue lebaran hasil kiriman tetangga dan teman-teman.

Jujur, gue hampir nggak bisa menahan mata yang mulai berkaca-kaca. I feel very blessed. Sungguh beruntung gue dikelilingi oleh orang-orang baik dan saling peduli. Bahkan teman-teman blogger juga...

Gue pun tersadar kalau gue terlalu fokus dengan sesuatu yang hilang dan melewatkan segala kebaikan yang ada. Mungkin apa yang terjadi malam itu sebagai peringatan untuk tidak membiarkan kesedihan menyelimuti hati dan menutup segala kebaikan yang sebenarnya sudah ada sejak awal. Hanya kitanya saja yang cenderung lebih abai.

Terimakasih buat semuanya.... ❤❤ apalah gue tanpa adanya kalian. πŸ˜‡

Tulisan dan aksen masjid hanya tambahan
Bayu13K
Bayu13K Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang cheesy. Hahahah

62 komentar untuk "Good People"

  1. gak ada kata telat utk saling memaafkan sob...
    mohon maaf lahir batin juga ya, barangkali selama saya berkomentar ada kata2 yg salah mohon dimaafkan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh mohon maaf lahir dan batin juga yaa.. hehe

      Hapus
  2. Bayuuu! Mohon maaf lahir dan batin ya. Kalau selama ini ada salah-salah, mohon dimaafkan πŸ™πŸ™
    Baca cerita Bayu bikin hatiku hangatttt dan terharu banget 😭 Bayu bersyukur sekali bisa dikelilingi oleh orang-orang yang baik hati yang rasanya seperti keluarga sendiri ya πŸ₯Ί. Semoga Bayu bisa bahagia selalu dimanapun beradaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lia apa kabar...? Long time no see

      Hapus
    2. Hi Andrew! Kabar baikkk~ Andrew apa kabar? Iya nih, niat libur sebentar dari blog malah keterusan liburannya 🀣 tapi soon akan ada tulisan baru kok πŸ˜†
      Andrew liburan kemana? Kapan masak Saikoro Beef lagi sama Bayu? Wkwk

      Hapus
    3. Kabar baik Li.
      Wah nggak kemana2 Li saya mah, di kisaran rumah aja sama keluarga.

      Masaknya nggak tahu nih. Nunggu momen yg pas, sepertinya Juni. Biar si Bayu bisa trial dlu, biar nggak 'agak' zonk kaya kemarin. Wkwk

      Hapus
    4. LIAAA... udahan liburannya?? Hehe. Terimakasih yah.. aku juga minta maaf kalau selama berkomunikasi ada kata2 yg membeset di hati.. sungguh aku nggak sengaja.

      Amin terimakasih buat doanya. Iya, aku bersyukur banget bisa dikelilingi orang2 baik.

      Hapus
    5. Hi Andrew, Hi Bayu!

      Wkwk liburan dari dunia blognya udahan sebentar lagi 🀣 ditunggu yaw *pengin banget dinanti*

      Sama-sama, dimaafin juga kok πŸ˜†. Hayooo belajar masak Saikoro Beef yang enak biar Andrew jadi ada bahan lagi untuk menulis 🀣🀣

      Hapus
    6. Bahahaha.. ashiapp.. udah naik level lagi nih. Tgl tunggu tanggal mainnya aja. 😁😁

      Hapus
  3. Seketika gue kangen kamar lu Dut. Wk! Surga dunia kalau dibandingin sama kamar Kosan gue. Bahkan kamar lu sama kamar Andre yg dikata lebih fancy dan luas, gue tetap pilih kamar lu! Wk! Nggak tau kenapa tapi berasa cozy. Suer ini!

    Untung gue mencanangkan program Halal bihalal online ya bareng anak kelas.

    Ya apapun yang terjadi. Sebagai teman sekaligus keluarga, gue hanya bisa mendoakan kebaikan dan kesuksesan ke lu Dut. Pesan dari gue tetap jadi Bayu yang kita kenal. Selalu periang. Wk!

    Mohon maaf lahir batin untuk kesekian kalinya. Wk

    Btw, Gue jadi penasaran sama tetangga baru lu itu. Wk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngakak sumpah. But ya gua cuma bisa setuju aja.. sayang, rumahnya si gendut jauh.. kalau deket aja udah nginep sana tiap hari biar dikata tempatnya angker.

      Hapus
    2. Bahahaha.. pindah kerja dimari aja Ton. Ntar nggak usah pusing2 buat nyari kosan.. kita bisa tinggal serumah bertiga (bahahaha), tiap pagi ada yg masakin sama bikinin kopi, cucian nggak perlu laundry, kompor nggak perlu rebutan, kamar mandi full air. Wkwkwk * ambigu banget ya.

      Sumpah kalimat lu kaya bukan lu Ton. Beda banget ya.. hahaha. Lagi jaim ya ?? 🀣🀣

      Andrew@ rumah angker, rumah angker!! Disangka rumah gue rumah setan apa.. wkwk πŸ˜‚

      Hapus
    3. Yaudah kalian kumpul kebo aja. Wk!
      Si Bayu tauan aja kalau Toni lagi Jaim. Wk! Demi merjuangin si Dia. Jadi, dia acting like a cool kids 🀣

      Tapi rumah lu memang ada sesuatu yg bisa gua rasain tapi nggak ada bentuknya.

      Hapus
    4. Siapa?? Ceritain geh makanya dimari.. hahah 😁 di artikel baru maksudnyaa..

      Hapus
  4. Bayuuu... mohon maaf lahir batin ya seandainya selama kita berinteraksi di dunia maya ada perkataan (atau tepatnya tulisan) dariku yang tidak berkenan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahhh sama2 ya mba.. mohon maaf lahir bathin juga, maaf kalau aku pernah menyinggung perasaan mba Kimi.. hihih 😁

      Hapus
  5. Padahal kemarin tinggal bilang Iyah. Bokap sama gua langsung meluncur ke rumah lo! Susah lo mah. Tapi yasudah.

    Jadi di sana lu punya kerja sampingan yah ngurusin anak orang.. wk! Meskipun gratis. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau jaraknya deket yg cuma butuh waktu 15 menit sih ya oke... lahh ini kan jauhhh.. 1-2 jam mana cukup.. πŸ™ƒ

      Iya dong.. moodbooster pokoknya..

      Hapus
  6. Mohon maaf lahir dan batin..
    Ooh si comel yang sering muncul di story IG itu anak tetangga sebelah ternyata,, pas juga momen pindahannya untuk meramaikan hari-harinya mas Bayu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf lahir dan batin juga Mba Nisa.
      Iyahh.. hehehe. Lucu beud ya. Sering aku pinjam buat jadi teman main di rumah.. malah kadang dia suka tidur di kamar aku juga. Heheh.

      Iyah kebetulan banget ya..

      Hapus
  7. Bayuuu... Mohon maaf lahir dan batin ya πŸ™πŸ™πŸ™

    Feel warm and sad at the same time. Tulisan bayu uda kaya drakor yang suka ngocok emosi penontonnya 😭

    Anyway, somehow Tuhan tuh selalu punya cara membuat kita tersenyum lagi melewati masa duka kita gitu ya Bayu. Cara-Nya bahkan ga disangka-sangka atau terduga gitu. πŸ˜‡ Keep smile and strong ya Bayu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Mba Fris.. maaf lahir batin juga...

      Hehe. Maaf ya mba kalau ikutan sedih.. πŸ€—

      Yupzz bener banget mba. Cara Tuhan tuh selalu tak terduga.. dan bisa datang dari apa saja dan siapa saja.. aku juga berpikir bahwa pertemuan ini ternyata memiliki maksud seperti ini.. feeling blessed pokoknya.. 😬😁

      Hapus
  8. Jika kita berfikir punya keluarga bakal bikin rame saya rasa tidak juga Gan, kebetulan keluarga saya masih lengkap semua dalam satu rumah tapi semuanya pendiam, ya termasuk saya juga pendiam, hihi No day with silent wkwk, saat salaman lebaran juga diam, salaman tok tanpa embel2 kata2 πŸ˜…πŸ˜…

    Btw itu kah foto saat gendong bayi? πŸ˜…πŸ‘πŸ‘

    Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, mohon maaf lahir batin bila ada salah dalam berkomentar. πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha. Tapi seru geh kalau diam semua.
      Iya kalau foto saat gendong bayi yah itu Mas.. tapi bukan yg foto pakai jarik kaya kemarin itu.. wkwkw 🀣

      Iyah Mohon Maaf lahir dan batin juga ya Mas Jaey. Kita mulai dari 0 lagi ya...

      Hapus
  9. Minal aidin wal faidzin ya Bay.. maaap baru sempat mampir.

    Banyak orang baik di dunia Bay, cuma kita ga akan nemu kalau kita tidak membuka diri kita untuk melihat semua itu. Memang kadang kita takut terluka, tetapi kalau kita bisa membuka mata dan hati, terkadang luka kecil itu sebenarnya sepele dibandingkan berbagai kebaikan dan kebahagiaan yang kita akan dapatkan.

    Jalani hidup dengan berani dan temukan kebahagiaan sebanyak banyaknya.

    Kita pada suatu waktu akan kehilangan, tetapi terimalah karena itu adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

    Live your life at the fullest Bay.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Pak Anton.. kita mulai dari 0 lagi yah??? 😁
      Siap 45 Pak Anton.. Terimakasih buat nasihatnya. 😊

      Hapus
  10. Mas Bayuu mohon maaf lahir batin walaupun udah H+9 πŸ˜†

    Tulisan ini mengandung bawang deeh, bacanya bikin sedih tapi sekaligus bikin hangat juga 😭😭 Memang hal yang paling disyukuri tuh, dikelilingi orang-orang yang baik dan peduli sama kita. Sumpah itu lebih dari cukup banget 😭 Keep strong and be happy always Mas Bayu 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kata orang sih minta maaf nggak ada tanggal kadaluarsanya Mba Eya,. Hihi πŸ˜†
      Iyahh wajib kita syukuri ya.. meskipun kadang ditengah2 prosesnya selalu ada badai yg menerpa.. ahah πŸ˜‚πŸ˜‚

      Terimakasih ya Mba Eya.

      Hapus
  11. Aaaaaa, mataku jadi berkaca-kaca nih bacanya, Mas πŸ₯Ί. Hati juga rasanya jadi hangat. Ikut senang juga aku denger Mas Bayu dikelilingi orang-orang baik. Bahagia terus ya, Mas Baaaaaay. πŸ˜†

    Ngomong-ngomong, mohon maaf lahir batin ya, Mas. Walaupun kayaknya udah telat banget ini aku ucapinnya. πŸ™πŸ½πŸ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini Mba Roem tak elapinn pake tisu..
      Aminnn.. terimakasih ya Mba. πŸ˜‡

      Iyah mohon maaf lahir dan batin juga.. ☺

      Hapus
  12. bersalah sampai mimpi mimpi ya? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. iyahh nih. Orangnya suka gampang terbawa mimpi.

      Hapus
  13. maaf lahir batin ya mas bayu atas kejulitanku selama ini wkwkwk

    aku juga suka banget uwel2 keponakan atau sepupu
    klo lama engga ketemu lah mereka udah gede aja udah sekolah

    sayang memang jarak memisahkan tapi kalau sering berkomunikasi insya allah rindu itu akan terobati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... aku juga ya Mas Ikrom minta maaf kalau selama ini ada salah kata. 😁
      Sama Mas. Aku juga suka otu yg namanya uwel2 anak kecil. Haha πŸ˜‚

      Iyah susah ya. Apalagi pandemi gini.. agak susah mau kemana2.

      Hapus
  14. Maaf lahir batin (untuk yang ke sekian kalinya), mas bayu... wkwkwk

    I know how it feels. Emang udah pas bener menghindari IG saat seperti itu. Heuheu. Saya sendiri juga selama malam takbiran dan lebaran milih tidur yang banyak. Selain untuk menghindari nelangsa, energinya habis buat nahan sakit juga. wkwkwk.

    Alhamdulillah ya, mas, masih diberi keberkahan orang2 sekitar yang baik hati. Mungkin benar kata pepatah (atau kata siapa gitu, lupa, dan mungkin ga nyambung pula sama tulisan ini wkwk), kalau ada satu pintu tertutup, instead of menangisi pintu tersebut, lebih baik mencari pintu lain yang bisa kita buka. Hehehe, beneran ga nyambung, ya... Maaf lahir batin (untuk yang ke sekian kalinya), mas bayu... wkwkwk

    I know how it feels. Emang udah pas bener menghindari IG saat seperti itu. Heuheu. Saya sendiri juga selama malam takbiran dan lebaran milih tidur yang banyak. Selain untuk menghindari nelangsa, energinya habis buat nahan sakit juga. wkwkwk.

    Alhamdulillah ya, mas, masih diberi keberkahan orang2 sekitar yang baik hati. Mungkin benar kata pepatah (atau kata siapa gitu, lupa, dan mungkin ga nyambung pula sama tulisan ini wkwk), kalau ada satu pintu tertutup, instead of menangisi pintu tersebut, lebih baik mencari pintu lain yang bisa kita buka. Hehehe, beneran ga nyambung, ya... πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah keberapa ya ini Mba Hicha..?? Wkwk 😁😁

      Iyahh harusnya aku juga menghindari IG. Tapi malah bukain ig pas hari H. Yowisss banyak foto2 keluarga bertebaran.. tapi nggak papa.. happy for them.. 😁

      Iya suatu keberkahan bisa dikelilingi orang2 yang baik dan peduli.. 😁

      Nggeh mba Hicha. Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk kesekian kalinya.. wkwkw πŸ˜‚ satu lagi dapat piring ini.

      Hapus
    2. Lah, ini kenapa di reply-ku paragrafnya jadi double2 gitu? wkwk
      Bikin bingung ga tuh bacanya? hahaha
      *haruskah kuucapkan maaf lahir batin lagi demi dapat piring cantik 🀣*

      Hapus
    3. Iya Mba Hicha.. bacanya berasa Dejavu.. 🀣🀣🀣

      Udah bisa ditukar sama piring cantik.. kalau upgrade smpe 100x bisa ditukar sama mobil.. wkwk 🀣

      Hapus
  15. Rizka Zuliani24 Mei 2021 13.24

    Lahh Dunia tu kecil ya ternyata. Wakaka. �� pantes, dari tadi baca header wowcang2 di atas kok kaya kenal. lah rupa2nya ini blog punya si Endut. �� gue lagi cari ttg pengalaman orang2 yg pkei Indihome. Eh yg keluar blog kamu bay.

    Terus tak buka tulisan terbaru aja. Dan Rupa2nya 3 serangkai punya basecamp online dimari ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah ininya Rizka sekertaris gue tah? Haha

      Hapus
    2. Lah bisa2nya Komting, sekertaris, bendahara pada kumpul jadi satu. Lagi pada rapat tah? Wkwk

      Tadi gua coba ketik pengalaman Indihome di google yg keluar memang blog ini sih.

      Hapus
    3. Wkwk. Lagi bahas prokja ini Ndre. Lo rakyat biasa minggir dulu.

      Si gendut sedang sibuk sekali ya kelihatannya?

      Hapus
    4. Lahh. Mba Rizka.. wkwk sumpah aku ngakak 🀣🀣 udah tau sih sbnernya dari kemarin2.
      Jadi gimana nih prokja General Affairs TI 2020 πŸ˜…. Aku sih sebagai Bendahara pengennya tagihan perbulan naik yah jadi 100 ribu. 90 ribu ditabung, 10 ribu buat ongkos jasa titip di rekening aku.. wkwkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  16. Langit sejak pagi tadi sedang bersahabat. Udaranya yang sejuk dengan awan abu yang berhabuk memenuhi langit kota ini. Kata 'habuk' ini kayaknya terinspirasi dari kak pipit priharsi nih hihihi

    bagus opening, tengah-tengah sampai ending paragrafnya, seperti biasa rasa 'Bayu' banget dengan cerita ber-gw-gw nya tapi tetep enak dilafalin dalam hati pas bacanya hehe..

    Bayuuuuuu....semangat yak! InsyaAlloh banyak teman teman, sahabat karib, sodara, dan tetangga yang sayang sama Bayu. Karena Bayu anaknya baik dan ga etang etung juga berdedikasi tinggi selain juga selalu bekerja keras dalam pekerjaan atau hal positif lainnya. Hempas manja sesekali rasa hampa di hati #uda macam lagu Arie Lasso dengan kegiatan yang bisa menentramkan pikiran...seperti menggambar, mendengarkan musik yang disuka...masak bareng Andrew juga tuh buat galla dinner bartiga Bayu, Andrew dan Toni hehehe

    #mbul jadi pengen ngicip opor bikinan ibunya si anak tetangga yang di gendongan itu deh...
    #juga kue kue keringnya#kayaknya enak..

    dan terakhir....gambar Bayu seperti biasa bagus....pas begitu ama moment lebarannya. Uda macam kartu lebaran jaman aku masih kecil dulu cuma ini dalam format digital hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. Terimakasih Mba Nita.

      Iyah pasti semngat kok mba. 😁
      Btw. Etang etung tuh apa?? Menghitung gtu kah mba?? πŸ˜‚

      Iyah nih doain ya Mba. Semoga gala dinnernya bisa cepat terealisasi.. πŸ˜‚

      Enak banget Mba.. so Creamy. cocok banget sama lidah bayu.. 😁

      Hapus
  17. Enggak papa deh, aku ngucapin di sini ya Kak Bayu! Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin Kak Bayu!!!

    Feel so warmth baca tulisan Kak Bayu kali ini. Beruntung sekali punya tetangga yang ramah dan saling berbagi seperti itu.

    Aku malam takbiran ngapain ya? Yang jelas sih setrika baju buat dipakai besoknya, sama packing jajanan buat ke saudara. Wkwkw 🀣

    Kak Bayu, kenapa auranya cocok aja gitu ya gendong anak kecil kaya di foto tadi? Berasa kebapack²an gitu keliatannya. Hahahha ✌️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf lahir batin Juga Syif...πŸ˜„
      So lucky to have them..

      Hahaha. Duh baca ini jadi ingat cucianku yg sudah mulai menumpuk.. wkwk πŸ˜‚πŸ˜‚
      Hahaha. Cocok ya..??😁

      Hapus
  18. "terlalu fokus dengan sesuatu yang hilang dan melewatkan segala kebaikan yang ada" ini ngena banget sih dan saya juga sering begitu hehehe. Oh ya mohon maaf lahir batin juga ya mas Bay walau kita baru mau saling kenal hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf lahir dan batin juga πŸ˜‚
      Iya mari kita coba untuk selalu melihat segala sesuatunya melalui kacamata positif.. semangat buat kita.

      Hapus
  19. rasanya hampir sama seperti yg saya rasakan pas akhir puasa dan menjelang malam Takbiran kemaren, rasanya seperti sulit didefinisikan, Idul fitri paling malang pokoknya mah,, smoga tahun depan engak sperti ini lagi, apalagi pas idul fitri engak ada moment salam sana sini, rasanya engak lengkap pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah 2 tahun ya momen idul fitri kita begini aja. Tapi yah gimana.. demi kesehatan dan keamanan bersama.. 😁

      Hapus
  20. Gapapa telat sembilan hari, gue telatnya lebih jauh kok mas. Hahaha.
    Btw, selamat hari raya idul fitri, semoga Allah menerima ibadah2 kita.
    Gue gak perlu minta maaf, karena gue ga punya salah, kan hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat idul fitri juga.. 🀣🀣🀣 ini telatt banget ya Do.

      Hapus
  21. Pertama minal aidzin wal Faizin ya mas Bayu, mohon maaf telat sekali ngucapinnya, tapi dari pada ngga ada.πŸ™

    Baca ini jadi tertampar, kita sering fokus pada sesuatu yang hilang dan jadinya lupa dengan yang ada.

    Om Candra dan Andre baik banget ya sampai mau jemput, tapi karena ngga enak merepotkan mereka jadinya ditolak ya mas Bayu.

    Tetap semangat mas, kehidupan masih panjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama ya Mas Agus. Mohon maaf lahir batin juga.

      Iya. Mereka memang baik bangtt.. cuma aku nggak enakan orangnya.. haha πŸ˜‚πŸ˜‚
      Terimakasih.. Mas Agus juga ya.. semangat dan sehat selalu.. 😚

      Hapus
  22. mohon maaf lahir batin yaaa Bayu, jika ada tulisan yang mungkin tak sengaja melukai :)
    Lama nggak ke sini, jadi terhura eh terharu baca ini.
    Semangat selalu ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh Mba Maaf Lahir dan Batin juga ya Mba.. hehe 😁😁😁

      Mba Rey juga ya.. selalu semangaattt... 😊

      Hapus
  23. maaf lahir batin, seneng baca tulisannya mas..

    BalasHapus
  24. Bayuu, Andrew, Toni, minal Aidin wal Faizin utk kalian bertiga yaaaa :). Telat sih, tp aku baru aktif lagi di blog dan medsos :D.

    Ngerti sih bay, kenapa THN ini pasti beda banget buat kamu.. secara sebelum2nya rutin ngerayain bareng bapak, skr malah sendiri. Kalo aku JD kamu, akupun LBH milih utk ga rayain sekalian.

    Tapi bersyukur yaa, temen2 dan tetanggamu baik2 :). Memang harusnya begitu. Kalo tahu ada tetangga yg sendirian, akupun pasti ngelakuin yg sama. Ksh makanan supaya mereka setidaknya ga ngerasa kesepian :). Kalo kata suami, toh tetangga org pertama yg bakal nolong kalo ada apa2. Krn dia yg terdekat Ama kita kan ...

    Makanya aku yg sangat tertutup dan jujur ga suka sosialisasi Ama tetangga, JD belajar sih, pelan2 buat lebih luwes :). Setidaknya Ama tetangga kiri kanan aja dulu :D .

    BalasHapus
    Balasan
    1. MInal Aidzin juga Mba... Terimakasih loh, udah sempeti2n komen di tulisannku yg kemarin-kemarin. Ya Ampunnn Mba... 😁😁😁

      Bersyukur banget Mba.. Yess,, bener banget.. Tetangga adalah orang pertama yang nolong kita sewaktu kita kesusahan.. Aku bersyukur banget bisa kenal mereka dan dikelilingi tetangga yang suer solidaritasnya tinggi. Apalagi tetangga sebelah ku yang baru.. Ya ampunnn... Terharu aku dibuatnya...

      Hapus
  25. maaf lahir batin juga, kali ini ngomongnya via kolom komen.
    kalau yang kemarin via email emailan kroyokan hahaha

    baideweiii, sejak corona ini momen malam takbiran terasa biasa aja menurutku, lagian warga juga dilarang berkerumun. jadi lebih banyak diem dirumah, palingan tetanggaku aja yang nggak pernah absen buat nyalain petasan.
    terus momen lebaran kali juga pertama kali tanpa almarhum bapak, aku sendiri berusaha tegar, tapi memesku tentu saja masih kebawa suasana lebaran taun lalu yang masih bisa kumpul bareng

    seneng kalau ketemu tetangga yang baik ya, berasa kayak sodara sendiri

    BalasHapus