Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Something to Remember

"Ceillah bay, judulnya... romantis sekali..  🀣 wkwkw"

Seperti biasa, tulisan kali ini adalah edisi curcol... Tenang!! Bukan soal masak-memasak kok! *Gambar Thumbnail hanya pemanis πŸ˜›* Melainkan tulisan tentang suatu kejadian tak disengaja yang berhasil membuat gue tersadar dan merasa bersyukur hidup sebagai manusia yang beruntung.. *agak klise ya πŸ€”??*

Semua bermula di suatu sore...

*Tapi sebentar, sebelum gue lanjut nyerocos. gue tak mandi dulu ya.. wkwk πŸ˜…. Baru aja pulang bukber ni. Soalnya, per gue nulis kalimat ini. Waktu sudah menunjukan jam set.10 malam dan gue belum mandi...*

*jeburr-jeburrr, handukan, pakai baju, lanjut ngetik ehhh ada mamang somay lewat... 🀣

Mauu πŸ€ͺ ??

Somay Ojolali

(SUMPAH NGGAK PENTING BANGET, BAYYY!! 😀)

Sorry kalau garing.. lagi konslet soalnya ini kepala. Ahaha 😁Lanjoooott...

Beberapa hari yang lalu di sore hari, saat gue sedang jalan menuju rumah setelah pulang kerja. Gue berjalan menelusuri gang rumah dengan beberapa anak-anak yang sedang bermain kejar-kejaran.. Terlihat di sana ada beberapa Ibu sebut saja Ibu X,Y dan Z yang sedang asyik mengobrol bersama dengan 2 bapak A, dan Y.

Bapak Y adalah Ketua RT rumah gue..

Melihat pemandangan ini tentu saja, gue yang sedang berjalan dengan Lagu Film Out by BTS (bukan Army ye.... hanya suka πŸ˜…) di background harus melepaskan headset dari telinga mengingat kebiasaan gue yang suka 'cengo' alias budek kalau lagi 'headsetan'. Ntar gue di cap sombong lagi sama tetangga. 

Dengan sopan dan senyuman lebar terbaik yang gue miliki. Gue berjalan melewati mereka sembari mengucapkan "Mari... 😏"

"Ehh Mas Bayu,, baru pulang kerja mas??" Sapa Ibu X

"Ehhh Mas Bayu,, jadi kapan nih kita diundang???" Celetuk Ibu Y πŸ™„

"Udah cari bukaan belum, Dut??" Heboh Bapak A 😬

Berhubung gue sedang capek akibat diperas abis-abisan di tempat kerja tadi. Jawaban terbaik yang bisa gue jawab hanyalah "heheheh" sambil tersenyum. Padahal biasanya gue termasuk orang yang bisa dibilang banyak omong. 

Malah kadang tak nimbrung aja itu ke obrolan mereka yang biasanya lagi ngebahas prokja RT diselingi dengan topik hangat gang belakang yang susah buat ditarik iuran RT 🀭.

"Mas Bayu,,, nganu mas...!!" Tanya Pak RT ragu

"Dalemm Pak. Pripun??" Jawab gue, sambil menghentikan langkah kaki.

Bapak Y alias Pak RT ternyata menanyakan tentang beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk selanjutnya beliau bantu urus mengenai KK atau Kartu Keluarga yang baru setelah kepergian Bapak.

Jujur, sebenarnya gue agak malas mengingat barang-barang ini sudah gue simpan rapat-rapat di kamar beliau yang telah gue kunci selama lebih dari satu Bulan lamanya tanpa pernah terjamah oleh gue.

Tapi berhubung sudah diminta jadi gue bisa apa? Ye kan..? lagipun hal ini juga kebetulan, mengingat beberapa hari yang lalu gue juga sempat di DM oleh teman kerja pensiunan bapak untuk mengirimkan foto beberapa dokumen agar dapat dikirim ke tempat Ia bekerja dulu.

Yasudah, dengan ini gue masukkan "Beberes Kamar Babeh" ke To Do list liburan minggu ini.

Frankly Speaking, gue masih menemukan kesulitan untuk masuk ke ruangan ini. I don't know why πŸ€”. Makanya gue kunci!! Bahkan setiap gue berada di rumah. Seringkali gue menghabiskan waktu di kamar gue yang letaknya ada di lantai 2 dan jarang buat gue menghabiskan waktu di area bawah kecuali untuk urusan memasak, cuci baju, beberes (nyapu dan ngepel) atau mengambil sesuatu di Kulkas. Sisanya gue bakalan balik lagi ke kamar untuk lanjut aktivitas ini-itu. 

Termasuk ketika saat sedang ada teman gue yang berkunjung. Semisal ada 5 orang yang hendak bermalam di rumah gue. Yah, kita selalu memilih untuk usel-uselan dalam 1 kasur. Padahal dibawah masih ada satu kamar bekas Mba gue yang selalu gue bersihkan setiap hari tanpa pernah ditiduri sejak bertahun-tahun lamanya.. 

Mungkin itulah sebabnya, kesan Sepi dan creepy timbul saat Brian pertama kali masuk ke rumah gue.. hahah πŸ˜† 

Setelah sahur dan Solat subuh. Gue mencari kunci kamar beliau karena sudah gue niatkan untuk beberes di pagi hari karena masih ada tenaga.. wkwk😁

Saat pertama kali gue buka.. 

Gue terkaget bukan main 😱. Ruangan ini kondisinya dalam keadaan pengap serta lantainya licin akibat debu yang terkumpul. Gue sempat terheran-heran debu ini berasal dari mana karena ruangan ini tipe tertutup. Hanya ada 1 pintu dengan 2 lubang udara diatas pintu yang sudah ditutupi kayu dan kipas exhaust kecil untuk udara keluar-masuk karena ruangan ini berAC. 

Ditambah letak kamarnya juga di belakang yang dibatasi dengan tembok bercat putih dan bagian plafon dicor yang atasnya adalah tempat kamar gue berada.

Niat yang tadinya untuk mencari dokumen harus diawali dengan membersihkan kamar dan mengganti sprei yang sudah berhabuk.

Untuk mengusir keheningan. Gue membawa turun Istri kedua gue si Alexa agar gue punya teman saat membersihkan ruangan ini. Diiringi dengan lagu yang berputar dalam playlist bernama My Mood, gue tenggelam dalam aktivitas bersih-bersih.

"Ini AC udah sebulan nggak nyala, apa masih bagus ya kondisinya??" πŸ€” Batin gue sambil mendongak keatas melihat AC jadul Bermerk Sharp bertengger yang sudah lebih dari 8 tahun menemani bokap.

"Tiiit" gue menyalakan AC.. Awalnya AC ini menghembuskan udara beraroma debu. Namun perlahan berubah agak dingin dan dingin..

"Wow Amazing..." batin gue terkejut saat tersepona dengan fakta bahwa ini AC masih dalam kondisi bagus padahal sudah berumur lama dan nggak pernah ganti atau isi Freon sejak awal pembelian πŸ₯°.

Good Job Sharp dan mamang teknisi yang sudah memasang AC ini dengan sangat baik.

Setelah beberes. Gue melanjutkan membuka satu-satunya lemari yang ada di dalam ruangan ini. Btw, ruangan ini layoutnya simpel hanya ada 1 Kasur berukuran queen, satu lemari jati dua pintu lengkap dengan kaca, dan satu meja kayu buatan beliau.

Kamar inilah yang menjadi satu-satunya saksi bisu beliau dan Ibu kami yang telah tiada untuk sekedar mengistirahatkan badan dan memiliki spesial Conversation di malam hari.

Hal ini juga yang sebenarnya membuat gue bertanya-tanya. Apakah semasa hidupnya, beliau pernah merasa kesepian dan sendirian. Mengingat sudah 6 tahun yang lalu saat Ibu, orang terkasihi kami pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. 

Tetapi di semasa hidupnya, Ia sama sekali tidak pernah mengeluh atau menceritakan kisah tentang dirinya atau keluh kesahnya. Hanya keasyikan yang gue lihat saat beliau sibuk dengan 83 ekor burung Loverbird dan beberapa tanaman kesayangannya.

Atau justru guenya yang terlalu egois dan acuh karena berpikir bahwa selama ini beliau baik-baik saja. Jujur, hal inilah yang gue sesali. Apalagi, kebiasaan gue yang setelah pulang kerja selalu menggempur beliau dengan beragam cerita di tempat kerja gue tanpa tersadar untuk menanyakan keadaan atau hal apa yang terjadi ke beliau hari itu.

But, there is nothing I can do about it.. because He's already in the better place. Gue cuma berharap beliau dan ibu dapat dipersatukam kembali.

***

Sewaktu gue mengobrak-abrik lemari, gue terkaget menemukan sebuah album keluarga yang berisikan foto kenangan bersama sewaktu kami berlibur dulu. Bahkan di dalamnya terdapat foto gue saat masih kecil yang membuat gue tersenyum-senyum sendiri. Ternyata gue sewaktu kecil ganteng juga ya πŸ˜‹ meskipun wajahnya nggak kelihatan...

Jadull beudd 😁

Kemudian ada foto saat gue dan bokap sedang mencari kumang-kumang di pantai.. foto ini mungkin umurnya sudah hampir 18 tahun yang lalu dan membuat gue merasa amat bersyukur telah terlahir dan menjadi bagian keluarga ini..

Gue sempat terheran kenapa hal kecil seperti ini bisa terasa lebih luar biasa dan spesial saat orang-orang tersayang kita telah tiada.. That is why, gue berpesan kepada semua untuk selalu meluangkan waktu sekedar duduk bersama, Nonton TV bersama, Liburan bersama, atau having conversation meskipun via telepon karena kita nggak tahu kapan waktu kita dan orang-orang tersayang akan tiba.

Ya, gue paham terkadang kita sebagai anak malas untuk pergi dengan orang tua saat sudah remaja. Lebih cenderung memilih pergi bersama teman-teman.

Mumpung belum terlambat. Jadi, nikmatilah momen bersama mereka selagi masih ada. Teknologi sudah canggih sekarang, walaupun tahun ini tidak bisa mudik selalu ada cara untuk melihat wajah mereka melalui Video Call salah satunya..

Gue jadi teringat sewaktu Toni (sobat gue) kirim foto selfie dia bersama Ibu-Bapaknya yang sudah hampir 2 tahun nggak bertemu. Gue bisa mengerti kalau hati dia saat itu sedang berada diposisi paling bahagia mengingat perjuangan dia untuk kesana susahnya bukan main. 

Karena banyak syarat yang harus dia penuhi. Termasuk lembur tiap hari, menyelesaikan banyak deadline yang mengharuskan dia kerja hingga 12 jam perhari demi cuti besar yang hanya bisa dia dapatkan setelah 6 tahun bekerja.

Well Done, Ton..!! When you go back. Gue mau masakin lu steak daging hasil kiriman Mba Fanny bareng si Andre nanti.. 😁

Lebih dari berjam-jam lamanya gue habiskan dalam ruangan ini. Lagu yang berputar pun sudah mengalami pengulangan beberapa kali.

Kemudian dalam lemari itu, gue juga menemukan sebuah kotak besar yang isinya cukup mengejutkan. 

Sebuah baju berwarna pink lengkap dengan tempelan Note Post-it yang berisi kata-kata dari teman-teman kosan yang dihadiahkan ke gue saat wisuda Diploma di Semarang dulu... Isinya sederhana. Hanya ada satu baju pink (karena kost kami bercat Pink) dengan beberapa note yang ditempel di bajunya.

Baju ini mewakili kisah-kisah gila kita selama menjalin hampir 3 tahun tinggal dalam 1 atap.

Isi notenya...

Melihat ini gue jadi teringat dulu, akibat sifat keibuan yang gue miliki karena jadi yang paling sering bersih-bersih di kosan dan merawat mereka saat sedang sakit. Mereka bersama memutuskan untuk memanggil gue dengan sebutan 'Bebep' yang sering bikin gue kalang kabut saat kita pergi ke sebuah tempat.

"Yah, bayangin aja kalau kalian bertemu 2 pria yang manggil 'Bep' ke teman pria sebelahnya. Apa kalian nggak bakal mikir yang nggak-nggak???" Wkwkw 🀣. 

Makanya saat diawal, biasanya gue langsung melotot besar 😳 saat mereka keceplosan manggil gue dengan sebutan itu di tempat umum. Tapi sepertinya mereka nggak peduli tentang pendapat orang-orang sekitar. Jadi, lambat laun gue pun tak peduli dan menjadi terbiasa. Bahkan panggilan itu merembet hingga ke teman-teman kuliah di kelas hingga kakak angkatan πŸ˜…. 

Gue keluarkan baju Pink tersebut dan gue pisahkan dari notenya. Kemudian gue cuci dan notenya gue laminating dan ditempel di sebuah pajangan figura untuk gue gantung di dinding kamar bersama dengan beberapa foto keluarga.

Nggak hanya baju pink saja.. di dalam kotak tersebut, gue juga menemukan album foto yang dihadiahkan oleh grup perkumpulan sahabat gue sewaktu SMP yang bertotal 8 orang.

Hingga saat ini kita masih sering berkomunikasi via grup WA untuk saling sapa dan berkabar. Beberapa dari mereka sudah ada yang menikah, menyisakan gue, dan 3 orang lainnya yang saat ini bekerja di Jakarta dan di Surabaya.

Tebak gue yang mana?? 🀣

Panggil kami 84C di baca 8 porsi πŸ˜„

Jujur, melihat beberapa kenangan masa lalu seperti ini bikin hati gue hangat dan nyaman. Pikiran gue dibawa nostalgia mundur ke waktu bersilam-silam lamanya. Gue bersyukur sekali bisa menjadi bagian momen bersama mereka.

I feel very very blessed.. πŸ˜‡πŸ˜‡

Tugas gue sekarang adalah treassure it dan menjaga komunikasi ini agar tetap terhubung sembari menjalani kehidupan gue yang sekarang dan menikmati momen-momen yang ada. 

Bayu - 28 April 2021

Sebagai penutup ini gue ada lagu yang sering gue dengar sebagai reminder kalau seburuk apapun kita, tetap ada orang-orang yang mengasihi kita diluar sana. Yang menerima baik dan kekurangan kita dengan ikhlas dan bangga.. πŸ€—




Si Bayuu
Si Bayuu Pria mochi yang suka bergalau, suka ngemil, suka ngedekem di kamar, suka ngegambar, suka melamun, dan kadang cheesy. Hahahah

75 komentar untuk "Something to Remember"

  1. istri kedua si Alexa? Istri pertamanya sapa tuh...

    Oooh aku tau, pasti si google yang biasa nyambut pulang kerja itu kan hihihi

    bayuuu dipanggil bebep ama sohib sohibnya...ga heran, karena emang kayaknya bayu tipikal yang telaten, ngemong, cepat tanggap, mau nyoba hal hal baru seperti masak, dan pekerja keras...wis berarti uda cocok nih bentar lagi nyanding...#kuaminkan deh hahaha

    tapi lucu sumpah pas bagian kamu dipanggil bebep ma temen cowok itu...lebih ke gokiel gokiel sayang karena sohiban kann

    duh baca postingan ini hati jadi serasa menghangat...cerita tentang orang orang terkasih terlebih yang sudah pergi mendahului kita memang selalu menimbulkan suasana yang susah dijabarkan dengan kata kata ya, hanya bisa mengenang apa yang sudah dilalui selama ini..Semoga baoak ibu bayu juga sama akhirnya bertemu di tempat terindah di sana ya...amiiin

    walau harus melewati serangkaian acara bersih bersih di kamar alm bapak yang sudah sebulan ini dikunci demi melengkapi persyaratan administrasi di Rt rw ya.

    eh iya itu yang lagi di foto ganteng banget meski ga kelihatan..kelihatan ding rambutnya doang..pas masih balita kan itu hihi

    kumang kumang itu umang umang atau undur undur ya? apa kepongpong yang biasanya ada di pasir

    klo foto yang sama temen temen...kutebak yang lagi mringis kelihatan giginya. Betul tidak...yang bagian matanya kepotong lagi berdiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. Bukan Mba Nita. Si Bayu yg ditarik2 itu.

      Hapus
    2. kalau saya biasa bilangnya umang-umang..

      Hapus
    3. Mba Nita@ iyaaahh.. benar sekali Google Assistant yang selalu mengerti.. wkwk🀣

      Hahha πŸ˜… aku aminkan juga deh mba biar cepat2 nyanding.. telaten sih nggk. Cuma suka gatel aja kalau ngeliat tempat berantakan.. dari pada marah2 sama anak kos yg kalau disuruh nyapu kudu kejar2an dlu.. jadi, mending nyapu sndiri aja deh. Wkwkw 🀣

      Iya Mba Mbul.. sepertinya sewaktu balita.. tapi krang tahu juga karena udh lupa.πŸ˜†

      Aminn. Terimakasih Mba Doanya..

      Kok kepongpong yg ada di pasir sih mba?? Bukannya kepompong itu yg ada dipohon sebelum jadi kupu2 πŸ€”

      Bukan Mba Mbul.. bayu yg ditengah itu yg sedang diperebutkan.. wkwk 🀣

      Mba Annisa@ kalau saya nyebutnya kumang2.. hehe

      Hapus
  2. Tulisan apa ini woy? Awalnya bikin gua ngakak tapi terakhir bikin gua mikir.

    Btw, terimakasih Dut, buat remindernya. Gua pun juga masih merasa ogah saat diajak pergi sama bokap. Lebih sering milih buat di rumah. Egois juga ternyata gua orangnya.

    Mungkin orang tua enggan curhat ke anaknya dan lebih milih buat ditahan karena mereka nggak mau kita buat pusing ikutan mikir. Iya ngga si?

    Bahahah. Gua ngakak Njir jadi lu di kuliahan dipanggil bebep πŸ˜‚, skrang udah turun kasta jadi gendut ya.. wkwk

    Okelah gua tunggu itu candlelight dinnernya.. yakin enak nggk yah steik buatan lu. Kayanya lu butuh termometer daging pas buatnya ntar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikutann "Sok Mikir lu!! πŸ˜…"

      Yahhhaaa sama2 yah Ndre.. tuh kalau Bapakmu lagi minta tolong jangan susah ya Ndre.. apalagi lupa.. 🀣 lu mah kebiasaan.

      Maybe... gue juga kurang paham tapi sepertinya Benar..

      Tenang.. gue skrang udh Pro.. ntar pas masak bisa gue pegang2 dagingnya buat nentuin, dia rare, medium rare, well done atau overcooked.. wkkw 🀣🀣

      Hapus
    2. Lahh , yakin banget. Tapi gue tetep mau bawa lah. Siapa tahu bergunaa.. 🀣

      Hapus
    3. Ohh ada?? Yaudah atuh bawa besok.. terus bisalah ditinggal di rumah buat gue 🀣🀣

      Hapus
    4. Yah. Ntar gue kasih! Haha. Tuker mi band 6 tapi. πŸ˜„

      Hapus
    5. Hahah enak-enakan... Mi Band 5 Mi Band 6 tuh sama. Cuma beda layar... Nggak worth buat upgrade..

      Hapus
    6. Ikutan antri juga berrti gue. Wkw

      Hapus
    7. Ikutan apa?? Main petak umpet.. wkwkw πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  3. Bayu ini tipe cokiber alias sahabat bersama. Saya selalu punya satu atau dua orang dalam hampir setiap tahap hidup dan syukurnya pas sudah nikah, suami fine2 aja soalnya tahu kita cuma teman banget aja.

    Semangat Bay. kejadian-kejadian kecil yang disyukuri terasa indah banget. apalagi nanti saat dikenang kembali.

    Nanti pas bongkar2 barang bapak, ajak andrew tuh, minimal ada teman ngangkat2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah baru mau ngomong ini juga.

      Hapus
    2. Aku malah baru dengar istilah Cokiber.. wkwk.. 🀣🀣 stelah dilihat ternyata itu yah mba singkatannya..

      Betul mba.. kenangan ini yg kelak mungkin akan jadi cerita turun temurun ke anak dan cucu.. haha 🀣

      Hapus
    3. cokiber =cowok kita bersama

      Hapus
  4. Baca di bagian tentang ayah bikin aku pengen peluk kamu. *hugs*

    BalasHapus
  5. Lu tu ya..! Bisaan aja nulisnya.
    Ahh mau komentar apaan ya. Yg jelas ini setuju sih gue.

    Yg jelas. Lu emang punya sifat keibuan. Haha. Yang selalu ribet bawaannya kalau mau pergi kemana2. Kadang gue malah mikir "ahh nggak usah bawalah, paling si gendut udah bawa" wkwk.

    Jadi bner tuh kata teman kosan lu dlu. Yg bilang kalau lu tuh mirip kantung doraemon soalnya multifungsi. Wk!

    bner lo yah. Bikinin gue steik pas gue balik mudik nnti. Sama sebelumnya terimakasih Mba Fanny udah mau repot2 ngirimin bahan masakan buat kita. Hehe.

    Udah heboh dluan ini kepala ngebayangin what will happen nnti pas masak perdaging sapian. Soalnya kita khususnya si Bayu sama sekali nggk pernah ngolah daging2an. Wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju2 aja lo mah.. ngerti geh nggak! Wkwk 🀣🀣

      Cocok dong ya jadi Ibu. Wkwk 🀣. Gue mah nyiapin ini itu karena biar nggk kesusahan pas nemu situasi yang nggk terduga.. tapi seringnya malah jadi backup'an teman2 termasuk elu...!!

      Sayangnya gue nggk punya Time Machine atau Pintu kemana aja.. πŸ€”

      Hahaa.. iyahh. Ntar gue tak belajar dlu breng si Andre nnti.. minggu besok. Insha Allah..

      Terimakasih juga Mba Fanny.. hehe

      Hapus
  6. Agak2 terharu juga baca ini, seolah ikut merasakan keheningan disana, tapi biasanya seorang anak dewasa memang cenderung suka menyendiri jadi bukan suatu masalah juga kalau dalam kondisi sepi toh saat ingin ber-rame-ria banyak teman menemani bahkan menginap dan juga masih ada tetangga yg ramah2 πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh disini hening banget Mas Jaey.. rumah yg mungil jadi terasa lebih luas dari biasanya.. hehe

      Yupzz untungnya tetangga sini ramah2.. walaupun kadang agak ngeselin.. wkwk

      Hapus
  7. kalo gw bilang ini yang namanya kenangan :D.. gw tau apa yang kamu rasakan

    sebagian gw juga pernah mengalami hal yang sama.. ahir-ahir ini gw sering kerja jauh dari keluarga, dan dari situ gw sadar kalo waktu yang gw habisakan dengan keluarga tidak akan cukup :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mas Khanif.. 😁
      Iyahh kalau merantau harus sering2 telepon keluarga ya Mas.. hehe

      Hapus

  8. Duh, baca ceritamu hari ini kok ikut sedih ending akhirnya itu lho bay ?? Oke lupakan kesedihan, dah kembali happy dan happy . Oke aku coba tebak ? Bay yang gendut itu tho yang sebelahnya cewek pakai kaos biru pendek tak pakai kerudung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. So Sorry.. Mba Tari.. tapi jangan sedih donk. Aku sndiri nggk sedih koo. Cuma mellow saja 😁.

      Bukann.. aku yg ditengah2 itu yg sedang diperebutkan. Biasalah namanya juga artis desa.. 🀣

      Hapus
    2. Podo ae mellow sama sedih dua kata sama artinya πŸ˜€πŸ˜†πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ€©.

      Hapus
    3. Hahaha.. iya yah, Mba?? Kupikir Mellow tuh lembut2 gimana gtu perasaannya..

      Hapus
  9. Kirim virtual hug untuk Bayu πŸ€—. Bayu, you are strong!! *Udah gini aja, nggak mau komentar sedih-sedih biar Bayu nggak tambah sedih πŸ˜‚*

    Btw, kalau aku ada di samping Bayu tanpa tahu kisah sesungguhnya di balik panggilan "bebep", kayaknya aku bakalan melirik dengan sinis saat dengar teman cowok Bayu manggil begitu 🀣. Kocak banget dipanggilnya Bebep 🀣

    Anyway, aku pikir Bayu yang di foto itu yang kelihatan mukanya cuma separuh itu πŸ˜‚ tapi ternyata yang diperebutkan yak!! Wkwk. Tunggu, apakah ini konspirasi? Bayu selama ini dipanggil Dut tapi kok di foto badannya kurus? πŸ€” Apakah ini cuma nama panggilan aja juga? πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena di foto itu, bayu masih jadi tawanan negara Api Li. Makanya kurus. Wkw! Skrang dia udh jadi teman dari Raja Api Ozai. Jadi skrang kerjaannya makan terus smpe badannya Mbleber.

      Hapus
    2. Lia @ Terimakasih Lia... Nggak sedih kok Li. Malah bersyukur. Beberes kemarin yang dilakuin ternyata nemu barang yang ternyata ketilep di barang-barang Bapak.. heheh

      Iya kan.. tapi pada akhirnya satu Jurusan Tekkim dahulu pada manggil dengan sebutan itu. Smpe ke dosen juga pada nanya.. wkwk *Adik jurusan pun iyah termasuk yang cewe dan laki2. wkwkw
      Mungkin jurusan lain pada mikir "Orang ini siapa sih.??" wkwkwk

      Aku pun bingung.. Padahal berat badanku cuma 81.. haha *segitu cuma..* aku pun kalau lewat kaca yah melihat diri ini yang penuh apa adanya nggak berpikiran kalau ini gendut. Entah kenapa mereka terutama Si itu tuh yang diatas manggil dengan sebutan ini yang disusul sama teman sekelas lainnya.. -__-

      Lia @ gue nenek Hama. Pengendali darah.. wkwk

      Hapus
    3. 81?? Bukannya terakhir pas ke PIK itu 91?

      Hapus
    4. Heii semua manusia itu berubah ya.. wkwkwk🀣 lagipun timbangan yg dirumah Andre aja itu yg budek.. perasaan gue terakhir 86 kg.. masa timbangan disana nambah 5 kg.. 😁

      Hapus
    5. Wkwk timbangan budek tuh gimana yak 🀣🀣
      Tapi 81 KG itu nggak gendut ahh, paling buncit aja dikit kan(?)
      Sini yang bilang Bayu gendut, tak cubitin satu per satu wkwk

      Hapus
    6. Haha πŸ˜„ nggak dikit Li. Bengkak malah.

      Duhh, kaya gini nih sbnernya udh masuk ke bodyshaming yak? 🀣 suka nggak sadar sendiri. Padahal aslinya saya yg pling gencar loh Li buat neriakin "No Bodyshaming!" Tapi malah ngelakuin ke temen sndiri tanpa disadari.. wkwk

      Sungguh, canda doang ya Dut. *Sungkem dlu berhubung besok sabtu mau kesana.

      Hapus
    7. Haha. Mampus lu Ndre. Diracun lu ntar di sana. Wkwk. terus dicincang di kasih ke Ikan Lele di rumahnya si gendut yang gedenya udah sebetis kaki orang (sadis sih kalau bneran)

      Hapus
    8. Lia@ wkwkwk 🀣🀣 ya ituh Li, timbangan analog dirumahnya Andre.. baru naik aja muternya udah berkali-kali.. wkwk πŸ˜†.. mana banyak yg menggantungkan harapan padanya lagi.. kan kasian ya udah usaha ini-itu tapi hasilnya di budekin sama timbangannya πŸ˜‚

      Andre@ jiaaahh.. dia nyadar sndiri.. πŸ˜‚
      Dosa lu gede brrti Ndre.. Tobat tuh πŸ˜‚ mana lu yg menginisiasi panggilan ini lagi smpe anak2 kelas ikut-ikutan.. πŸ₯΄

      Toni@ brakaka 🀣 jahat banget lu pikirannya! Lele gue mana demen daging Andre. Alot, kebanyakan urat.. direndem larutan nanas 10kg juga nggk akan kuat buat ngempukinnya.. πŸ˜…

      Hapus
    9. Bentar, apa hubungannya nanas sama daging?

      Hapus
    10. Hahahha 🀣 let me explain! 😏
      Kandung Bromelain pada nanas memiliki sifat Proteolitik.. which means, dia akan menghidrolisis dan memutus ikatan protein pada daging menjadi asam amino bebas sehingga membuat daging lebih empuk... πŸ˜‚πŸ˜ *keren kan gue...! 🀣

      Hapus
    11. Ngegoogle pasti... mentang2 mantan anak kimia.
      Berrti daging andre cocok buat bikin rendang atau bakso buat lebaran nnti Dut... 🀣

      Btw, Lele lu mau di pelihara smpe kapan?Itu kolam sama lelenya udah gedean Lelenya. Usel2an!

      Hapus
    12. Ohhh tentu saja tidak.. 🀣 ini sudah menjadi rahasia umum di antara Asosiasi Persatuan Emak-Emak di Dapur..
      Selain nanas, bisa juga menggunakan daun pepaya muda.. 😁

      Boljug juga idenya.. ntar pas orangnya udah smpe gue coba yak... wkwk 😁 ntar gue kirim ke rumah lu juga.. haha 😁😁 *Canda ya Ndre..

      Nggak tahu nih... tetangga udh ditawarin tpi pada ngeri motongnya gimana.. wkwkwk. 😁

      Hapus
    13. Anjir gua smpe tercengang.
      Ternyata sobat gua pikirannya sesadis ini. Wkw!

      Wehh, daging gua premium lah.. sekelas lah sama daging Wagyu Miyazaki. Level tingkat paling atas lagi.

      #sungguh obrolan tidak berfaedah.

      Hapus
    14. Sebenrnya gue itu Psikopat Ndre. PREDATOR BERDARAH DINGIN.. wkwkkw

      Ahhhh jadi nggk sabar pengen mut*lasi Andre.. πŸ₯³πŸ˜ˆ

      Hapus
    15. Anjaaayyy.. ngakak gue. Koplak bnget lu bay..
      Tapi bolehlah. Jangan lupa kirim ke gue juga ya. Lumayan buat tambahan pasokan daging pas Lebaran nnti.. wkw

      Hapus
    16. Buat Toni sama Lia, semisal minggu gua nggak balik. Tolong lapor polisi ya 🀣 wkwk

      Sama ini jangan lupa di SS buat jadi barang bukti .

      Hapus
  10. Jadi ikut sedih juga bacanya apalagi pas baca momen mas Bayu sama almarhum bapaknya. Sebuah foto bisa jadi kenangan ya, kumang-kumang kalo daerah sini namanya klomang, biasanya ada di pantai ya.

    Cowok manggil cowok lain bebeb memang sue sekali.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Don't be Mas Agus... Aku cuma kepengen cerita aja.. Maaf ya kalau udah bikin sedih.. heheh. Aku ndak bermaksud. Hanya ingin membagikan pesan yang aku punya. Itupun kalau berhasil aku sampaikan.. hehe

      Bner Mas Sue bangeettt... :/

      Hapus
  11. Kenapa air mataku keluar nih 😭? Siapa yang berani-berani taruh irisan bawang di sini?? Kan mataku jadi keluar air matanya. πŸ₯Ί

    Btw aku salut banget sama Mas Bayu. Mas Bayu memang orang yang kuat. Bahagia terus ya, Mas Bay. Aku yakin banget ada banyak orang-orang baik yang sayang banget sama Mas Bayu di sekelilingnya Mas. πŸ˜†

    Untuk sebutan cowok ke temen cowoknya pake "bebep" itu kayaknya emang lagi tren deh. Temen-temen cowok suamiku juga panggil suamiku "beb". Atau jangan-jangan suamiku nganu. 😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. Send virtual hug biar kaya Lia.. πŸ€—

      Hahaha.. Aminn... semoga kita semua selalu bahagia ya.. 😁😊

      Sepertinya yah Mba..
      Haha. Kocakk beud.. could it be..? 🀣🀣

      Hapus
  12. kalau ngomongin kenangan mesti mewek deh huhu
    apalagi kalau nemu barang kenangan seperti foto atau coretan
    duh gak kebayang mas bayu pas bersih2 itu kamar

    hahahaha bebep aku juga pernah dipanggil sama temen cowokku
    engga tau si dia belok apa engga
    aku soalnya orangnya bodoamatan haha
    soalnya biasanya klo manggil temen cowok kan pake nama2 kebun binatang wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahh namanya juga kenanngan Mas Ikrom. Hihihi.. 😁

      Oalahh Mas ikrom juga pernah dipanggil Bep.. tapi yah nggk papa sih. Mngkin dia udh nganggep Mas BroMancenya dia.. hehe

      Kalau kebun binatang mah udh nggk kaget lagi yaπŸ˜›πŸ€£

      Hapus
  13. Jadi ikut bernostalgia ama teman-teman saat sekolah dulu.
    Pada gimana ya kabarnya mereka di sana. Semoga tetap sehat. Aamiin..
    Kamu juga ya Mas, semoga sehat selalu. πŸ‘

    Jadi kangen keluarga juga. Tapi tahun ini nggak bisa mudik, jadi lebaran tahun ini kayaknya bakal sendiri di tanah perantauan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sehatt2 juga Mas Rudi di tempat barunya.. ditunggu kisah petualangannya.. 😁

      Tosan Dlu lah mas.. hehe. Tahun ini pun aku lebaran sendirian..

      Hapus
  14. Kenapa aku jadi mbrebes mili baca tulisan mas Bay kali ini, ya .., langsung keingetan alm. papaku yang sudah tiada 21 tahun lalu.

    Sedih ya rasanya, mas ditinggal selamanya sama keluarga.
    Kayak ada sesuatu bagian yang hilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh .. , komenku belum dibales, wekkk ... πŸ˜†

      Pulang lagi aaaaakh πŸ•Ί

      Hapus
    2. Hahaha Maaf Mas Hima.. ini tak baless πŸ€­πŸ™ˆ

      Send Virtual Hug.. saling mendoakan saja ya Mas. Supaya Almarhum mendapatkan tempat terbaik di SisiNya. Aaminn.

      Hapus
    3. Mas Himawan, sandalnya ketinggalan nih, jangan pulang dulu.😁

      Hapus
  15. Apakah mas bayu yang pake kerudung merah? *lho?*

    Aku speechless baca bagian lainnya. Ndak bisa komen apa2, antara sedih tapi dihangatkan juga *rendang kali ya diangetin :D*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahha. Siapakah wanita bertudung merah itu?? Wkwk 🀣🀣

      Duhhh kepengen rendang... πŸ˜… tpi mau yg masak sndiri. Tapi nggk mau ngelewatin prosesnya yg ribet katanya.. wkwkw 😁

      Hapus
  16. Tulisan ini balance di kedua sisinya. Feeling sad and happy too. Beberapa part bikin Syifana sedih, part lainnya bikin ngakak as usual. Hehehe 🀣

    Terimakasih ya remindernya Kak Bayu, untuk selalu menghargai tiap detik yang ada.

    Lucu juga ya dipanggil Bebep. Pas aku baca notesnya juga ngakak, "lah ini Kak Bayu kok dipanggil Beb?" Ternyata ada asal-usulnya. Hahahah 🀣

    Kalo aku dulu pas punya perkumpulan geng waktu SMP dipanggil "Teh Cipa" aja, karena aku lahir duluan di antara mereka. Hahahhaa 🀣 Sekarang kayaknya aku yang paling muda di antara temen blogger di sini, haha iya nggak sih? 🀣 Atau akunya aja yang mainnya kurang jauh, jadi belum nemu yang seumuran? Hahahha 🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Syifanna ☺ maaf ya kalau udh buat sedih. Hehe

      Yuhu.. kita sama2 saling mengingatkan. Namanya pun manusia.. πŸ˜‚

      Lucu ya... awal2 aku agak gimana gtu... tapi dlu di Semarang panggilan 'bebep' ini lebih sering tedengar ketimbang nama sndiri... wkwk 🀣

      Kita seumuran kok.. wkwk 🀣🀣🀣 iyah kamu mah mudahh beuuddd 😁 tapi nggak apa! Seru kok.. hihi 🀭

      Hapus
  17. mas Bebep eh mas Bay, semoga Bapak tenang di SurgaNya ya, maafkan aku baru tahu. terakhir bw saat bapak dirawat di rumah sakit. baca postinganmu kali ini jadi pengen beberes kamarku, karena banyak barang2 yg ku simpan dari masa lalu. terus nih aku sepakat kalau seburuk apapun kita, tetap ada orang-orang yang mengasihi kita diluar sana. Yang menerima baik dan kekurangan kita dengan ikhlas dan bangga.. terima kasih sudah menuliskan quotes ini yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn Mba.. terimakasih..
      Iyah sama2 mba.. yukk semangat πŸ˜‚πŸ˜‚ apaan dahh .. hehe

      Hapus
  18. Jujur, tulisan ini sebenarnya agak menyedihkan dan memiriskan hati. Mengekspresikan kesedihan Mas Bayu terhadap ayahnya. Tapi.. Tetep aja dibuat dgn agak jenaka, jadi aku bingung mau sedih atau mau ketawa baca tulisannya. Hhhhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dont be Mas Dodo.. Im Okay kok.. cuma penfen cerita doang kemarin..
      Ketawa aja Do.. aku lebih senang melihat orang tertawa πŸ˜‚ soalnya nular..

      Hapus
  19. (┬┬﹏┬┬) Jadi sedih bacanyaaa... Pasti berat ya emang buka kamar beliau. Eh tapi di balik itu jadi nemuin kenangan-kenangan manis yang bikin hati hangat dan tersenyum yak. (❁´◡`❁)

    Tapi aku jadi bingung. Dalam lemari bapak Bayu berarti ada kotak harta karun Bayu dong ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Mba senang bnget bisa nemuin barang2 kenangan.. 😍
      Iyahh.. soalnya lemariku udah nggk muat.. wkwkw πŸ˜‚πŸ˜‚ jadi dulu sempat dititipin dan sedikit terabaikan.. πŸ˜‚

      Hapus
    2. ternyata bayu menjajah lemari bapak ya 🀣

      Hapus
  20. Yaaaah nggak bisa akutu disodorin tema tulisan keluarga gini. Tapi bener banget Mas Bay, keinget yang saya pernah bilang, sibuk ngurus anak sendiri nggak sadar ortu kita juga semakin tua. Waktu awal nikah, aku sempat lho males komunikasi dengan orangtua karena ingin menikmati "kebebasan". Sampai akhirnya punya anak aku malah ngerasa harus semakin rajin tanya kabar mereka. Selagi ortu masih ada dan sehat, kita nggak boleh lupa ya sama mereka (': Makasih banget udah diingetin soal ini!

    Btw, itu AC harus rajin dinyalain Masss biar makin awet hahaha. Teknisi yang benerin AC saya suka ngingetin tiap hari 10-15 menit aja dinyalain biar nggak cepat rusak 😁

    Terus saya jadi kepingin siomay juga, gimana iniii πŸ™„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba πŸ˜„.. Maaf ya kalau moodnya sampai ke Mba Jane.. hehe..

      Iyahh udahh... Kemarin pas abis bersih-bersih.. langsung aku panggilin mamang AC buat cleaning..

      Kalau dekat sudah saya kirim mba somaynya.. Siomay depan rumah langganan dari SD. :D

      Hapus
  21. Duhhh mas Bay saya lagi jaga warung ini jadi pengen nangis pas bagian orang tua. Saya pun jarang banget nanyain beliau hari ini gimana gimana dan ya gitulah mas saya pun kalau ngeliat foto jadul tuh rasanya hangatt banget di dada kaya mau ngulangin itu lagi meski ga mungkin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Mas Ilham...
      Mari kita sempatkan diri untuk keluarga kita mumpung mereka masih ada.. :D

      Hapus
  22. Isssh bay, aku JD pengen terbang ke Medan segera :(. Ntah kapan nih bisa kesana...

    Btw, rutin2lah dibersihin kamar bapak :). Serius, ntr yg ada barang2 di dalam JD rusak kalo dibiarin gitu aja. Sayang bay..

    Rumah mama mertua juga skr kosong. Kaka ipar pindah ke apartm. Aku dan suami memang ga tinggal di sana . Cm kami ga mungkin kalo hrs nempatin rumah mama, secara terlalu gede juga. Aku ga suka, Krn LBH repot hahahahahahaha.

    Akhirnya tuh rumah sempet kosong 1 bulanan. Ampuuun deh pas dibuka. Aku rasa penghuni halus nya kesenangan Ama rumah kosong begitu :D. Lgs suami cari orang buat jagain rumah dan bersih2. Jadi lumayan deh skr. Ga serem2 amat :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pandemi bikin susah dan ribet ya Mba.. Ini udah jalan 2 tahun lagi..

      Iyahh Mba. Semenjak kejadian itu. Pintu kamar bapak selalu aku buka dan dibersihkan. Kadang sesekali aku tidur disana atau semisal lagi main sama anak tetangga pasti mainnya di kamar itu... hehe.

      Hapus